Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN PENGELOLAAN KUALITAS AIR TAMBAK UNTUK PENCEGAHAN SERANGAN PENYAKIT AHPND UDANG VANAME DI KABUPATEN PEMALANG Nirmala, Kukuh; Nurussalam, Wildan; Supriyono, Eddy; Mahmud, Moh Burhanuddin; Nuradzani, Daffa
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2358

Abstract

Kabupaten Pemalang, sebagai salah satu kawasan pesisir di Provinsi Jawa Tengah, memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya udang vaname yang menjadi komoditas unggulan berorientasi ekspor. Dengan luas wilayah tambak mencapai 1.728,31 hektar dan garis pantai sepanjang 35 km, budidaya udang vaname menjadi sektor prioritas dalam mendukung perekonomian lokal dan nasional. Namun, tantangan utama dalam budidaya ini adalah serangan penyakit seperti Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) yang disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus, yang dapat menyebabkan kematian massal udang dan menurunkan produktivitas tambak. Pengelolaan kualitas air tambak, termasuk parameter seperti pH, suhu, oksigen terlarut, dan salinitas, menjadi faktor kunci dalam pencegahan penyakit tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan pengelolaan tambak udang vaname yang berfokus pada penerapan teknologi dan manajemen kualitas air untuk pencegahan penyakit AHPND. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta yang diukur melalui skor pre-test dan post-test. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan skor post-test yang signifikan, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman peserta. Beberapa peserta dengan skor peningkatan minimal menjadi catatan untuk perbaikan metode pembelajaran melalui pendekatan yang lebih intensif. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada pengembangan kapasitas SDM dan peningkatan produktivitas budidaya udang vaname di Kabupaten Pemalang. Keberhasilan program ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang "Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi" serta SDG 12 tentang "Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab". Dengan meningkatnya produktivitas tambak, diharapkan tercipta lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah pesisir.
PELATIHAN PENGOLAHAN LINGKUNGAN BUDIDAYA UDANG VANAME UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DI KABUPATEN TEGAL Supriyono, Eddy; Mahmud, Moh Burhanuddin; Nirmala, Kukuh; Nurussalam, Wildan; Nuradzani, Daffa
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2359

Abstract

ekonomi, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s 8 dan 12). Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan petani tambak dan mendukung pengelolaan budidaya udang vaname yang lebih berkelanjutan.
Pengabdian pada Masyarakat di Desa Purwasari, Kabupaten Bogor: Pembesaran Ikan Nila dengan Teknologi Bioflok Astarini, Julia Eka; Nurussalam, Wildan; Maulana, Fajar; Setiawati, Mia
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i1.3680

Abstract

Desa Purwasari yang berada di Kabupaten Bogor merupakan salah satu desa yang memiliki potensi lahan sawah yang relatif luas dan pengairan yang sangat baik, namun demikian tingkat pendidikan warganya masih relatif rendah sehingga mengalami keterbatasan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Salah satu program Desa Purwasari yang dilaksanakan dari Dana Desa adalah program ketahanan pangan. Melihat potensi desa tersebut, maka dilaksanakan program penanaman padi dengan sistem mina padi. Durasi pemeliharaan ikan pada mina padi belum dapat mengakomodir kegiatan pembesaran ikan nila konsumsi, sehingga warga masih belum dapat melakukan pembesaran ikan nila secara maksimal untuk memproduksi protein hewani. Oleh karena itu, tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University yang dibantu oleh mahasiswanya melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat di desa ini. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan dasar-dasar budidaya dan budidaya ikan nila secara intensif dengan teknologi bioflok, praktek langsung budidaya ikan nila dengan teknologi bioflok, dan pendampingan, Di akhir kegiatan didapatkan bahwa air kolam sudah mulai membentuk flok. Diharapkan hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat menyebar ke warga desa lainnya sehingga cita-cita Desa Purwasari menjadi desa sentra nila dapat segera terwujud.
EVALUASI TOKSISITAS AKUT DAN SUB-AKUT DARI INSEKTISIDA LAMBDA-CYHALOTHRIN PADA IKAN PATIN Pangasianodon hypophthalmus Mahmud, Moh Burhanuddin; Hastuti, Yuni Puji; Nirmala, Kukuh; Supriyono, Eddy; Nurussalam, Wildan
Jurnal Riset Akuakultur Vol 19, No 3 (2024): September (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.19.3.2024.259-275

Abstract

Lambda-cyhalothrin adalah insektisida beracun yang seringkali digunakan untuk mengendalikan hama di lahan pertanian. Insektisida ini sangat beracun terhadap organisme akuatik dan berpotensi mengganggu keseimbangan metabolisme dan fisiologi ikan budidaya. Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat rentan terpapar Lambda-cyhalothrin karena letak sistem budidaya yang berdekatan dengan lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas akut Lambda-cyhalothrin dan efek sub-akut terhadap organ tubuh ikan patin. Ikan patin diperoleh dari pembudidaya ikan di Bogor, Jawa Barat, dengan berat dan Panjang rata-rata 8,59 ± 0,47 g dan 7,52 ± 0,83 cm. Bahan toksikan yang digunakan adalah insektisida Lambda-cyhalothrin. Ikan yang diuji dipelihara dalam akuarium berukuran 30x30x30 cm3 yang diisi air sebanyak 20 L. Penelitian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu uji nilai kisaran, uji toksisitas akut LC50-96 jam, dan uji sub akut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LC50-96 jam Lambda-cyhalothrin pada ikan patin adalah 5,2 µg L-1. Hasil uji sub akut dengan taraf perlakuan 2,6 µg L-1 menunjukkan pertumbuhan minimal 0,688% dan berdampak nyata (P<0,05) terhadap kadar glukosa yang mencapai 148,16 mg dL-1. Kesimpulan penelitian ini adalah Lambda-cyhalothrin bersifat merugikan terhadap ikan patin yang menyebabkan kerusakan yang nyata pada insang, usus, dan hati yang dibuktikan dengan adanya hiperplasia, proliferasi, vakuolisasi, kongesti, fusi, nekrosis, cloudy swelling dan inflamasi.Lambda-cyhalothrin is a toxic insecticide frequently used to control pests in agricultural settings. This insecticide is very toxic to aquatic organisms and can potentially disrupt the balance of metabolism and physiology of farmed fish. Striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus) is one of farmed freshwater fish species highly susceptible to being exposed to Lambda-cyhalothrin due to the common shared location of the farming system with agricultural land. This study aimed to determine the acute toxicity effects of Lambda-cyhalothrin and the sub-acute effects on the organs of the striped catfish. The striped catfish was obtained from fish farmers in Bogor, West Java, with an average weight and length of 8.59 ± 0.47 g and 7.52 ± 0.83 cm, respectively. The toxicant material used was Lambda-cyhalothrin insecticide. The tested fish were reared in aquarium sized 30x30x30 cm3 filled with 20 L of water. This study was divided into three stages, i.e., range value test, acute toxicity test (96h-LC50), and sub-acute test. The result showed that 96h-LC50 of Lambda-cyhalothrin on striped catfish was 5.2 µg L-1. The results of the sub-acute test with a treatment level of 2.6 µg L-1 showed minimal growth at 0.688% and a significant impact (P<0.05) on glucose levels, which reached 148.16 mg dL-1. This study concludes that Lambda-cyhalothrin insecticide is detrimental to striped catfish, causing noticeable damage to the gill, intestine, and liver, as evidenced by hyperplasia, proliferation, vacuolization, congestion, fusion, necrosis, cloudy swelling, and inflammation.
MEMANFAATKAN POTENSI BESAR AGROMARITIM KOTA BATAM UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT REMPANG Effendi, Irzal; Wahjuningrum, Dinamella; Nurussalam, Wildan; Maulana, Fajar
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1350

Abstract

Artikel ini bermaksud mengulas potensi agromaritim dalam lingkup budidaya perikanan, perikanan tangkap dan pengolahan hasil perikanan di Kota Batam dimana Pulau Rempang berada. Potensi tersebut baru sebagian kecil yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Tulisan ini diharapkan dapat selaras dan memberi perspektif baru terhadap Program Strategi Nasional (PSN), atau menjadi alternatif program pembangunan lainnya jika PSN ditangguhkan. Sektor agromaritim Kota Batam mempunyai potensi ekonomi yang tinggi. Dari budidaya perikanan saja, potensi ekonominya diperkirakan mencapai Rp 2,62 triliun/tahun yang bersumber dari produksi budidaya laut, budidaya air payau, dan budidaya air tawar. Potensi pengembangan tersebut dihadapkan pada permasalahan dan permasalahan kapasitas sumber daya manusia (pembudidaya ikan) dan kelembagaan, ketersediaan input produksi khususnya pakan dan benih pada waktu yang tepat, kuantitas yang tepat, kualitas yang tepat, dan harga yang tepat (4T), serta penurunan kualitas air akibat pembangunan industri fisik. Rekomendasi kepada Pemerintah Kota Batam agar memprioritaskan pengembangan industri agromaritim khususnya budidaya perikanan, perikanan tangkap, dan pengolahan hasil perikanan. Sektor ini lebih sesuai dengan sosial budaya masyarakat setempat dan dinilai lebih berkelanjutan, selain memberikan kontribusi ekonomi yang sangat tinggi. Sektor ini diyakini mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan pendapatan finansial bagi pemerintah kota dan pemerintah pusat.
EVALUASI PENGGUNAAN PASIR MALANG SEBAGAI BAHAN FILTER TERHADAP KUALITAS AIR, RESPON FISIOLOGI DAN PRODUKSI KEPITING BAKAU Scylla serrata Hastuti, Yuni Puji; Prastomo, Arul Tabah; Affandi, Ridwan; Nurussalam, Wildan; Wildan, Dudi Muhammad; Agus, Syamsul Bahri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.32939

Abstract

Kepiting bakau Scylla serrata merupakan salah satu komoditas krustasea yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu kendala yang belum terpecahkan dalam pemeliharaan kepiting bakau adalah tingkat stres kepiting akibat kualitas air yang menurun. Sistem resirkulasi merupakan salah satu cara untuk menjaga kualitas air selama pemeliharaan kepiting budidaya dengan penggunaan air yang sama dan berputar terus menerus melalui filter. Sistem ini dapat menggunakan berbagai material filter fisik, seperti zeolit, pasir dan material lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pasir malang sebagai filter fisik dalam budidaya kepiting bakau yang berpengaruh positif terhadap respons fisiologis dan produksi kepiting bakau. Penelitian ini dilakukan menggunakan sistem resirkulasi dengan rancangan acak lengkap yang dilakukan dalam lima perlakuan dengan tiga ulangan, yaitu pasir malang dengan bobot 0 kg (kontrol), 5 kg, 10 kg, 15 kg, dan 20 kg. Hasil penelitian membuktikan bahwa respons fisiologis dan produksi kepiting bakau terbaik diamati pada perlakuan pasir malang dengan bobot 5 kg. Perlakuan ini menunjukkan laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan panjang mutlak, dan tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau dengan nilai tertinggi masing-masing sebesar 0,18±0,061%, 0,13±0,05 g/hari, 0,0016±0,00006 cm/hari, dan 77,77%, namun memiliki rasio konversi pakan terendah yaitu 3,76±004. Selain itu pada perlakuan 5 kg memiliki nilai kualitas air yang mendekati kontrol.
Closed Transport Engineering of Comet Ornamental Fish (Carassius auratus) using Plant-Based Anesthesia: Effects on Water Quality and Physiological Responses Saputra, Henry Kasmanhadi; Hamka, Muhammad Subhan; Nurussalam, Wildan; Ammar, Muhammad; Supriyono, Eddy; Nirmala, Kukuh
Nekton Vol 5 No 2 (2025): Nekton
Publisher : Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/nekton.v5i2.1093

Abstract

Ornamental comet fish are highly sought after by Indonesians and command high prices. These fish are generally distributed throughout Indonesia in plastic bags using closed transportation. Efforts are made to minimize stress on the fish and reduce the deterioration of water quality during transportation by using the chemical MS 222. However, awareness of the side effects of chemicals has led to the need for organic alternatives. One such solution is the bandotan leaf (Ageratum conyzoides), which contains anesthetic properties. The extraction method for bandotan leaves involves maceration, which is the mixing of bandotan leaves and 96% ethanol in a ratio of 7.5:1. A single factor was used in the experimental design, consisting of 3 treatments and 3 replications, totaling 9 experimental units, with statistical analysis conducted using ANOVA. Metabolic waste plays a role in reducing water quality and physiological responses, which can be suppressed by adding bandotan leaf extract. The treatment with the addition of bandotan leaf extract showed superior results in increasing the Survival Rate (SR). Therefore, bandotan leaf has been proven effective in supporting in good water quality and physiological responses of fish.
Co-Authors Abrisam Hadi Bintoro Achmad Zidan Akmal Maulana Ahmad Maksum Aisya Sonia Alamanda Alhaq, ⁠Sofyan Ammar Dzaky Maulana Anwar, Rifky Alwafi Apriana Vinasyiam Aulia Herlita Aziz, Haikal Bintan Naktavia Bintang Lazuardi Bintang Lazuardi Bintoro, Abrisam Hadi Brandon Mustafa Hidayat Bulan Puspa Adamy Bulan Puspa Adamy Chrisliana, Chrisliana Daffa Nuradzani Daniel Djokosetiyanto Devita Adianti Dinamella Wahjuningrum Dinar Tri Soelistyowati Eddy Supriyono Ee Ling, Yong Erwan Rusdiawan Erwan Rusdiawan Fadly Adams Hamsyana Fajar Maulana . Faturochman, Ilman Fierly January Ramadhina Fika Ismaladewi Firdausi, Amalia Putri Firjatullah, Muhammad Sahlan Gunawan, Bambang Kusmayadi Hanggara, Yudha Hendriana, Andri Herlita, Aulia Hikmal Yumilzam Husnadiva Naurah Kamal Ian Basmallah Nurdiansyah Ima Kusumanti Intan Elisa Rahmawati Irzal Effendi Ishaq, ⁠Maulana Ismaladewi, Fika I’ana Rahma Salisa Jariyah, I’it Rohmatul Jemmy Erwanda Maulana Josua Daniel Manurung Julia Eka Astarini Khalisha, Nadira Kukuh Nirmala Kurnia Faturrohman Lesmana, Dudi Lila Antara, Kadek Lutfi Nurhendra M. Egi Fahlisya Aditya P M. Isya Rais A. Mafatih Devi Safrina, Mafatih Devi Marisa Marisa Maulana, Achmad Zidan Akmal Maulana, Fajar Maulana, Jemmy Erwanda Mia Setiawati Moh. Burhanuddin Mahmud Muhamad Saepul Akbar Muhammad Ammar Muhammad Aqshol Dafa Ramadhan Muhammad Sahlan Firjatullah Muhammad Saifuddin Muhammad Subhan Hamka Mulanti, Rahmah Mutia Amanda N Hutomo Nadia Cahyawati Nadira Khalisha Nainggolan, Zacky Naoval Naktavia, Bintan Namirah Fitri Ramadhani Naufal Taufiqurrahman Noval Restuaji Nuradzani, Daffa Permatasari, Sheny Prastomo, Arul Tabah Puji Hastuti, Yuni Radhita Millaty Rahmah Mulanti Rahman, Riem Rahayu Rais A., M. Isya Ramadhan, Muhammad Aqshol Dafa Reta Sagita Retnosari Retnosari Revfvi Al Ghaney Rizal RIDWAN AFFANDI Riem Rahayu Rahman Rirojoyo, Gerald P P Risma Arafah Tunisa Rohman Rohman Sagita, Reta Saputra, Henry Kasmanhadi Shofii Amaliah Putri Siska Tridesianti Solly Aryza Sundari Rahayu Ningsih Surya Baskara Syamsiar, Syamsiar Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tiara Tiara Tunisa, Risma Arafah Wildan, Dudi Muhammad Yumilzam, Hikmal Yuni Puji Hastuti Yuni Puji Hastuti Zacky Naoval Nainggolan ⁠Maulana Ishaq ⁠Sofyan Alhaq