Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PELATIHAN PENGOLAHAN LINGKUNGAN BUDIDAYA UDANG VANAME UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DI KABUPATEN TEGAL Supriyono, Eddy; Mahmud, Moh Burhanuddin; Nirmala, Kukuh; Nurussalam, Wildan; Nuradzani, Daffa
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2359

Abstract

ekonomi, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s 8 dan 12). Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan petani tambak dan mendukung pengelolaan budidaya udang vaname yang lebih berkelanjutan.
Pengabdian pada Masyarakat di Desa Purwasari, Kabupaten Bogor: Pembesaran Ikan Nila dengan Teknologi Bioflok Astarini, Julia Eka; Nurussalam, Wildan; Maulana, Fajar; Setiawati, Mia
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i1.3680

Abstract

Desa Purwasari yang berada di Kabupaten Bogor merupakan salah satu desa yang memiliki potensi lahan sawah yang relatif luas dan pengairan yang sangat baik, namun demikian tingkat pendidikan warganya masih relatif rendah sehingga mengalami keterbatasan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Salah satu program Desa Purwasari yang dilaksanakan dari Dana Desa adalah program ketahanan pangan. Melihat potensi desa tersebut, maka dilaksanakan program penanaman padi dengan sistem mina padi. Durasi pemeliharaan ikan pada mina padi belum dapat mengakomodir kegiatan pembesaran ikan nila konsumsi, sehingga warga masih belum dapat melakukan pembesaran ikan nila secara maksimal untuk memproduksi protein hewani. Oleh karena itu, tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University yang dibantu oleh mahasiswanya melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat di desa ini. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan dasar-dasar budidaya dan budidaya ikan nila secara intensif dengan teknologi bioflok, praktek langsung budidaya ikan nila dengan teknologi bioflok, dan pendampingan, Di akhir kegiatan didapatkan bahwa air kolam sudah mulai membentuk flok. Diharapkan hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat menyebar ke warga desa lainnya sehingga cita-cita Desa Purwasari menjadi desa sentra nila dapat segera terwujud.
EVALUASI TOKSISITAS AKUT DAN SUB-AKUT DARI INSEKTISIDA LAMBDA-CYHALOTHRIN PADA IKAN PATIN Pangasianodon hypophthalmus Mahmud, Moh Burhanuddin; Hastuti, Yuni Puji; Nirmala, Kukuh; Supriyono, Eddy; Nurussalam, Wildan
Jurnal Riset Akuakultur Vol 19, No 3 (2024): September (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.19.3.2024.259-275

Abstract

Lambda-cyhalothrin adalah insektisida beracun yang seringkali digunakan untuk mengendalikan hama di lahan pertanian. Insektisida ini sangat beracun terhadap organisme akuatik dan berpotensi mengganggu keseimbangan metabolisme dan fisiologi ikan budidaya. Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat rentan terpapar Lambda-cyhalothrin karena letak sistem budidaya yang berdekatan dengan lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas akut Lambda-cyhalothrin dan efek sub-akut terhadap organ tubuh ikan patin. Ikan patin diperoleh dari pembudidaya ikan di Bogor, Jawa Barat, dengan berat dan Panjang rata-rata 8,59 ± 0,47 g dan 7,52 ± 0,83 cm. Bahan toksikan yang digunakan adalah insektisida Lambda-cyhalothrin. Ikan yang diuji dipelihara dalam akuarium berukuran 30x30x30 cm3 yang diisi air sebanyak 20 L. Penelitian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu uji nilai kisaran, uji toksisitas akut LC50-96 jam, dan uji sub akut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LC50-96 jam Lambda-cyhalothrin pada ikan patin adalah 5,2 µg L-1. Hasil uji sub akut dengan taraf perlakuan 2,6 µg L-1 menunjukkan pertumbuhan minimal 0,688% dan berdampak nyata (P<0,05) terhadap kadar glukosa yang mencapai 148,16 mg dL-1. Kesimpulan penelitian ini adalah Lambda-cyhalothrin bersifat merugikan terhadap ikan patin yang menyebabkan kerusakan yang nyata pada insang, usus, dan hati yang dibuktikan dengan adanya hiperplasia, proliferasi, vakuolisasi, kongesti, fusi, nekrosis, cloudy swelling dan inflamasi.Lambda-cyhalothrin is a toxic insecticide frequently used to control pests in agricultural settings. This insecticide is very toxic to aquatic organisms and can potentially disrupt the balance of metabolism and physiology of farmed fish. Striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus) is one of farmed freshwater fish species highly susceptible to being exposed to Lambda-cyhalothrin due to the common shared location of the farming system with agricultural land. This study aimed to determine the acute toxicity effects of Lambda-cyhalothrin and the sub-acute effects on the organs of the striped catfish. The striped catfish was obtained from fish farmers in Bogor, West Java, with an average weight and length of 8.59 ± 0.47 g and 7.52 ± 0.83 cm, respectively. The toxicant material used was Lambda-cyhalothrin insecticide. The tested fish were reared in aquarium sized 30x30x30 cm3 filled with 20 L of water. This study was divided into three stages, i.e., range value test, acute toxicity test (96h-LC50), and sub-acute test. The result showed that 96h-LC50 of Lambda-cyhalothrin on striped catfish was 5.2 µg L-1. The results of the sub-acute test with a treatment level of 2.6 µg L-1 showed minimal growth at 0.688% and a significant impact (P<0.05) on glucose levels, which reached 148.16 mg dL-1. This study concludes that Lambda-cyhalothrin insecticide is detrimental to striped catfish, causing noticeable damage to the gill, intestine, and liver, as evidenced by hyperplasia, proliferation, vacuolization, congestion, fusion, necrosis, cloudy swelling, and inflammation.
MEMANFAATKAN POTENSI BESAR AGROMARITIM KOTA BATAM UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT REMPANG Effendi, Irzal; Wahjuningrum, Dinamella; Nurussalam, Wildan; Maulana, Fajar
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1350

Abstract

Artikel ini bermaksud mengulas potensi agromaritim dalam lingkup budidaya perikanan, perikanan tangkap dan pengolahan hasil perikanan di Kota Batam dimana Pulau Rempang berada. Potensi tersebut baru sebagian kecil yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Tulisan ini diharapkan dapat selaras dan memberi perspektif baru terhadap Program Strategi Nasional (PSN), atau menjadi alternatif program pembangunan lainnya jika PSN ditangguhkan. Sektor agromaritim Kota Batam mempunyai potensi ekonomi yang tinggi. Dari budidaya perikanan saja, potensi ekonominya diperkirakan mencapai Rp 2,62 triliun/tahun yang bersumber dari produksi budidaya laut, budidaya air payau, dan budidaya air tawar. Potensi pengembangan tersebut dihadapkan pada permasalahan dan permasalahan kapasitas sumber daya manusia (pembudidaya ikan) dan kelembagaan, ketersediaan input produksi khususnya pakan dan benih pada waktu yang tepat, kuantitas yang tepat, kualitas yang tepat, dan harga yang tepat (4T), serta penurunan kualitas air akibat pembangunan industri fisik. Rekomendasi kepada Pemerintah Kota Batam agar memprioritaskan pengembangan industri agromaritim khususnya budidaya perikanan, perikanan tangkap, dan pengolahan hasil perikanan. Sektor ini lebih sesuai dengan sosial budaya masyarakat setempat dan dinilai lebih berkelanjutan, selain memberikan kontribusi ekonomi yang sangat tinggi. Sektor ini diyakini mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan pendapatan finansial bagi pemerintah kota dan pemerintah pusat.
EVALUASI PENGGUNAAN PASIR MALANG SEBAGAI BAHAN FILTER TERHADAP KUALITAS AIR, RESPON FISIOLOGI DAN PRODUKSI KEPITING BAKAU Scylla serrata Hastuti, Yuni Puji; Prastomo, Arul Tabah; Affandi, Ridwan; Nurussalam, Wildan; Wildan, Dudi Muhammad; Agus, Syamsul Bahri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.32939

Abstract

Kepiting bakau Scylla serrata merupakan salah satu komoditas krustasea yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu kendala yang belum terpecahkan dalam pemeliharaan kepiting bakau adalah tingkat stres kepiting akibat kualitas air yang menurun. Sistem resirkulasi merupakan salah satu cara untuk menjaga kualitas air selama pemeliharaan kepiting budidaya dengan penggunaan air yang sama dan berputar terus menerus melalui filter. Sistem ini dapat menggunakan berbagai material filter fisik, seperti zeolit, pasir dan material lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pasir malang sebagai filter fisik dalam budidaya kepiting bakau yang berpengaruh positif terhadap respons fisiologis dan produksi kepiting bakau. Penelitian ini dilakukan menggunakan sistem resirkulasi dengan rancangan acak lengkap yang dilakukan dalam lima perlakuan dengan tiga ulangan, yaitu pasir malang dengan bobot 0 kg (kontrol), 5 kg, 10 kg, 15 kg, dan 20 kg. Hasil penelitian membuktikan bahwa respons fisiologis dan produksi kepiting bakau terbaik diamati pada perlakuan pasir malang dengan bobot 5 kg. Perlakuan ini menunjukkan laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan panjang mutlak, dan tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau dengan nilai tertinggi masing-masing sebesar 0,18±0,061%, 0,13±0,05 g/hari, 0,0016±0,00006 cm/hari, dan 77,77%, namun memiliki rasio konversi pakan terendah yaitu 3,76±004. Selain itu pada perlakuan 5 kg memiliki nilai kualitas air yang mendekati kontrol.
Closed Transport Engineering of Comet Ornamental Fish (Carassius auratus) using Plant-Based Anesthesia: Effects on Water Quality and Physiological Responses Henry Kasmanhadi Saputra; Muhammad Subhan Hamka; Wildan Nurussalam; Muhammad Ammar; Eddy Supriyono; Kukuh Nirmala
Nekton Vol 5 No 2 (2025): Nekton
Publisher : Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/nekton.v5i2.1093

Abstract

Ornamental comet fish are highly sought after by Indonesians and command high prices. These fish are generally distributed throughout Indonesia in plastic bags using closed transportation. Efforts are made to minimize stress on the fish and reduce the deterioration of water quality during transportation by using the chemical MS 222. However, awareness of the side effects of chemicals has led to the need for organic alternatives. One such solution is the bandotan leaf (Ageratum conyzoides), which contains anesthetic properties. The extraction method for bandotan leaves involves maceration, which is the mixing of bandotan leaves and 96% ethanol in a ratio of 7.5:1. A single factor was used in the experimental design, consisting of 3 treatments and 3 replications, totaling 9 experimental units, with statistical analysis conducted using ANOVA. Metabolic waste plays a role in reducing water quality and physiological responses, which can be suppressed by adding bandotan leaf extract. The treatment with the addition of bandotan leaf extract showed superior results in increasing the Survival Rate (SR). Therefore, bandotan leaf has been proven effective in supporting in good water quality and physiological responses of fish.
Pengaruh Kepadatan Berbeda Terhadap Kinerja Produksi dan Kualitas Air Ikan Patin (Pangasius Hypophthalmus) Pada Media Bersalinitas 4 ppt Nurussalam, Wildan; Supriyono, Eddy; Ayuningtyas, Lintang Sekar; Mahmud, Moh Burhanuddin
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v11i1.325

Abstract

The use of isoosmotic media has been recommended as one of the efforts to reduce stress in fish kept in high stocking densities. Increases in stocking density should consider carrying capacity and water quality. One of the water quality parameters that can support the survival of catfish is maintenance in an isoosmotic condition with a salinity of 4 ppt. This study aims to analyze the effects of different densities on production performance, water quality, and physiological responses of Siamese catfish (Pangasius hypophthalmus) in media with a salinity of 4 ppt. The research was conducted using a completely randomized design with four density treatments (5 fish L-1, 8 fish L-1, 11 fish L-1, and 14 fish L-1) and three replications for each treatment. The results show that salinity of 4 ppt can support the life of catfish up to high densities with the best production performance at a stocking density of 14 fish L-1.
Evaluating the Effects of Sonneratia alba Leaf in Feed on Growth Performance and Clinical Manifestations in Milkfish (Chanos chanos) Exposed to Vibrio harveyi Linayati - Linayati; Tri Yusufi Mardiana; Maghfiroh Maghfiroh; Wildan Nurussalam; Syifania Hanifah Samara; Nguyen Duc Quynh Anh; Candra Adi Purnama
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 10, No 1 (2026): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v10i1.30798

Abstract

Milkfish (Chanos chanos) cultivation faces challenges related to high feed costs and disease outbreaks caused by Vibrio bacteria. The use of natural ingredients containing bioactive compounds, such as Sonneratia alba mangrove leaves, as feed additives may serve as an effective solution. This study aimed to determine the effect of adding Pidada (S. alba) leaf extract at different doses to feed on growth performance and survival rates after infection with Vibrio harveyi. The experiment used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and three replications. The treatments included: A (control, artificial feed without extract), B (75 ppm per 500 g feed), C (125 ppm per 500 g feed), and D (170 ppm per 500 g feed). Treatment B produced the best biomass gain of 8.4 g, the best feed conversion ratio (FCR) of 1.16, and a feeding efficiency of 86.52 percent. The addition of S. alba leaf extract significantly improved growth and survival of milkfish infected with V. harveyi, with treatments B, C, and D maintaining a 100 percent survival rate after infection. Treatment A showed the lowest growth and survival, indicating that S. alba leaf extract positively supports fish health and enhances milkfish cultivation outcomes
VARIASI GLUKOSA DAN KORTISOL: STUDI AWAL RESPONS FISIOLOGIS KEPITING BAKAU SETELAH KEGIATAN TRANSPORTASI: VARIASI GLUKOSA DAN KORTISOL: STUDI AWAL RESPONS FISIOLOGIS KEPITING BAKAU SETELAH KEGIATAN TRANSPORTASI Sulistiono Sulistiono; Marisa Marisa; Dudi Muhammad Wildan; Wildan Nurussalam
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.85-91

Abstract

Sistem pengangkutan kepiting bakau (Scylla spp.) yang selama ini dilakukan oleh masyarakat dengan meletakkan pada kotak sterofoam diperkirakan dapat menjadi pemicu tingkat stress pada biota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai variasi glukosa dan kortisol kepiting bakau sebagai respons fisiologis setelah kegiatan transportasi. Analisis dilakukan terhadap 2 kelompok populasi kepiting bakau (I-Februari dan II-Maret 2024). Masing-masing populasi diamati sebanyak 3 kali, yaitu populasi kepiting yang baru datang dari pengambilan di lapang (H0), populasi kepiting yang sudah dipelihara 5 hari (H5), dan populasi kepiting yang sudah dipelihara selama 10 hari (H10) di karanjang plastik (30x25x20 cm3) dalam bak semen (180x180x75 cm3) yang berisi air laut (25 PSU). Kepiting diberi pakan berupa potongan ikan sebanyak dua kali. Pada populasi I, nilai glukosa dan kortisol rata-rata dari perlakuan H0 adalah 78,3±30,5 mg/100ml dan 0,5±0,1 ng/dL, pada H5 berkisar 42,7±4,9 mg/100ml dan 1,0±0,3 ng/dL, dan pada H10 berkisar 47,0±8,5 mg/100ml dan 0,6±0,2 ng/dL. Pada populasi II, pada H0 berkisar 60,4±37,4 mg/100ml dan 0,5±0,2 ng/dL, pada H5 berkisar 44,2±3,6 mg/100ml dan 0,9±0,3 ng/dL, dan pada H10 berkisar 75,2±19,7 mg/100ml (glukosa). Berdasarkan pengamatan tersebut, nilai glukosa pada kedua populasi kepiting bakau bervariasi (3,6-37,4 mg/100ml), dan melalui ANOVA nilai tersebut tidak berbeda nyata (p>0,05). Namun demikian terdapat tren penurunan pada H0 sampai H5.
Co-Authors Abrisam Hadi Bintoro Achmad Zidan Akmal Maulana Ahmad Maksum Aisya Sonia Alamanda Alhaq, ⁠Sofyan Ammar Dzaky Maulana Anwar, Rifky Alwafi Apriana Vinasyiam Aulia Herlita Ayuningtyas, Lintang Sekar Aziz, Haikal Bintan Naktavia Bintang Lazuardi Bintang Lazuardi Bintoro, Abrisam Hadi Brandon Mustafa Hidayat Bulan Puspa Adamy Bulan Puspa Adamy Candra Adi Purnama Chrisliana, Chrisliana Daffa Nuradzani Daniel Djokosetiyanto Devita Adianti Dinamella Wahjuningrum Dinar Tri Soelistyowati Dudi Muhammad Wildan Eddy Supriyono Ee Ling, Yong Erwan Rusdiawan Erwan Rusdiawan Fadly Adams Hamsyana Fajar Maulana Faturochman, Ilman Fierly January Ramadhina Fika Ismaladewi Firdausi, Amalia Putri Firjatullah, Muhammad Sahlan Gunawan, Bambang Kusmayadi Hanggara, Yudha Hendriana, Andri Henry Kasmanhadi Saputra Herlita, Aulia Hikmal Yumilzam Husnadiva Naurah Kamal Ian Basmallah Nurdiansyah Ima Kusumanti Intan Elisa Rahmawati Irzal Effendi Ishaq, ⁠Maulana Ismaladewi, Fika I’ana Rahma Salisa Jariyah, I’it Rohmatul Jemmy Erwanda Maulana Josua Daniel Manurung Julia Eka Astarini Khalisha, Nadira Kukuh Nirmala Kurnia Faturrohman Lesmana, Dudi Lila Antara, Kadek Linayati Lutfi Nurhendra M. Egi Fahlisya Aditya P M. Isya Rais A. Mafatih Devi Safrina, Mafatih Devi Maghfiroh Maghfiroh Marisa Marisa Maulana, Achmad Zidan Akmal Maulana, Fajar Maulana, Jemmy Erwanda Mia Setiawati Moh. Burhanuddin Mahmud Muhamad Saepul Akbar Muhammad Ammar Muhammad Aqshol Dafa Ramadhan Muhammad Sahlan Firjatullah Muhammad Saifuddin Muhammad Subhan Hamka Mulanti, Rahmah Mutia Amanda N Hutomo Nadia Cahyawati Nadira Khalisha Nainggolan, Zacky Naoval Naktavia, Bintan Namirah Fitri Ramadhani Naufal Taufiqurrahman Nguyen Duc Quynh Anh Noval Restuaji Nuradzani, Daffa Permatasari, Sheny Prastomo, Arul Tabah Radhita Millaty Rahmah Mulanti Rahman, Riem Rahayu Rais A., M. Isya Ramadhan, Muhammad Aqshol Dafa Reta Sagita Retnosari Retnosari Revfvi Al Ghaney Rizal RIDWAN AFFANDI Riem Rahayu Rahman Rirojoyo, Gerald P P Risma Arafah Tunisa Rohman Rohman Sagita, Reta Samara, Syifania Hanifah Shofii Amaliah Putri Siska Tridesianti Sulistiono Sulistiono Sundari Rahayu Ningsih Surya Baskara Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tiara Tiara Tri Yusufi Mardiana Tunisa, Risma Arafah Wildan, Dudi Muhammad Yumilzam, Hikmal Yuni Puji Hastuti Zacky Naoval Nainggolan ⁠Maulana Ishaq ⁠Sofyan Alhaq