Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Membangun Karakter Religius Santri Melalui Kurikulum Di Pondok PesantrenAl-Asy’ari Komis Kedungdung Munib, Munib; Fajrin, Megawati; Hoirul, Hoirul
AL -ALLAM Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/jurnalpendidikan.v5i1.7441

Abstract

Pondok Pesantren merupakan salah satu tempat yang menyelenggarakan proses pengembangan santri agar menjadi manusia yang berintelektual dan berkarakter religius. Dalam dunia Pesantren tentu sangat dituntut untuk mempertahankan karakter religius yang ada di dalam diri manusia, karena memang pada kodratnya pendidikan yang ada di Pondok Pesantren tujuannya untuk lebih mendekatkan diri kepada tuhannya. Untuk mempertahankan karakter religius tersebut tentunya tidak lepas dari yang namanya kurikulum Pesantren yang berisi tentang apa saja yang akan di berikan kepada santri. Sehingga dengan adanya manajemen kurikulum Pesantren yang baik, maka akan lebih mudah untuk meningkatkan karakter religius santri. Maka dari itu, dalam skripsi ini penulis membahas tentang Manajemen kurikulum Pesantren dalam meningkatkan karakter religius santri di Pondok Pesantren al-asy’ari. Berdasarkan hal tersebut, maka ada tiga permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: pertama, bagaimanaa perencanaan kurikulum Pesantren Dalam Meningkatkan Karakter Religius Santri di Pondok Pesantren Al-Asy’ari Kedungdung, kedua, bagaimana pelaksanaan kurikulum Pesantren Dalam Meningkatkan Karakter Religius Santri di Pondok Pesantren Al-Asy’ari Kedungdung, ketiga bagaimana evaluasi manajemen Kurikulum Pesantren dalam Meningkatkan Karakter Religius Santri di Pondok Pesantren Al-Asy’ari Kedungdung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Adapun sumber data yang diperoleh yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informannya adalah Pengasuh, pengurus, muallim dan santri Pondok Pesantren al-asy’ari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, perencanaan dalam manajemen kurikulum Pesantren dalam meningkatkan karakter religius santri di Pondok Pesantren al-asy’ari yaitu pengasuh mengadakan rapat yang melibatkan pengurus dan muallim, yang tujuannya untuk membahas tentang program kegiatan yang akan dijalankan ke depannya. Kedua, dalam pelaksanaan kurikulum Pesantren di Pondok Pesantren al-asy’ari yaitu tetap sesuai dengan program-program yang sudah di rencanakan, yang dalam hal di klasifikasikan menjadi tinga program yakni: program taklimiyah, ubudiyah dan adabiyah. Ketiga evaluasi manajemen kurikulum Pesantren dalam meningkatkan karakter religius santri di Pondok Pesantren al-asy’ari yaitu mengadakan rapat setiap tiga bulan satu kali. Juga mengadakan rapat bulanan dan mingguan.
Manajemen Humas Dalam Membangun Citra Madrasah Di Man Wisata Sampang Munib, Munib; Afifa Ajizah, Muslichah
AL -ALLAM Vol. 5 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/jurnalpendidikan.v5i2.7494

Abstract

Abstrak: Globalisasi saat ini berdampak pada tajamnya persaingan antar lembaga pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah MAN Wisata Sampang. MAN Wisata Sampang adalah madrasah yang semakin visioner guna menjawab persaingan yang kompetetif pada zaman sekarang. Hal yang sangat diperhatikan oleh MAN Wisata sampang dalam menghadapi tajamnya persaingan adalah bahwa setiap lembaga haruslah memiliki citra yang baik dari masyarakat. Maka dari itu strategi Humas berguna untuk meningkatkan mutu pendidikan dan citra yang baik dari masyarakat. Humas sangat penting bagi setiap organisasi baik organisasi berskala besar maupun kecil. Citra harus dikelola dengan baik melalui hubungan yang harmonis dengan public, mengingat citra lembaga merupakan cerminan dari lembaga tersebut. Citra yang baik akan membawa nama lembaga pula di masyarakat. Agar citra dapat diketahui masyarakat, maka dibutuhkan Humas sebagai jembatannya. Berdasarkan hal tersebut, maka ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian, pertama, bagaimana staretegi Humas dalam membangun citra madrasah. kedua, bagaimana hasil Humas dalam membangun citra madrasah. Penelitian ini dikategorikan penelitian kualitatif, Karena kondisi obyek dalam peneilitian kualitatif ini adalah obyek yang alamiah atau natural setting. Dengan kata lain penelitian ini memberikan gambaran tentang suatu fenomena yang menggunakan pendekatan studi kasus . Dengan cara mengumpulkan berbagai macam informasi yang kemudian diolah untuk mendapatkan solusi agar masalah yang diungkap dapat terselesaikan. Metode pengumpulan data yang digunakan merupakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Tekhnis analisis data menggunakan reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Dari hasil penelitian terlihat bahwa Humas dalam membangun citra madrasah adalah dengan focus pada visi misi yaitu meningatkan prestasi siswa, membekali siswa dengan life skill, sosialisasi, dan publikasi. dan Hasil yang dicapai Humas dalam membangun citra madrasah yaitu meningkatnya jumlah siswa, mendapat citra baik di mata msyarakat dan daya saing madrasah
Upaya Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo Munib, Munib; Azmi fatoni, Moh.; Hasyim Asy’ari, Moh.
AL -ALLAM Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/jurnalpendidikan.v6i1.7911

Abstract

Menurut data Kemendikbud RI, jumlah siswa SMK se-Indonesia sampai dengan tahun ajaran 2013/2014 semester ganjil adalah 5.080.629 siswa. Ini menunjukkan bahwa SMK cukup diminati sebagai pilihan pendidikan setelah SMP Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, adapun pengumpulan data dalam penelitian ini iyalah dengan menggunakan teknik observasi terfokus yaitu observasi pada fokus tertentu, wawancara semi struktur yaitu dimulai dengan seperangkat pertanyaan yang telah disusun akan tetapi peneliti memiliki fleksibelitas menambah pertanyaan berdasarkan responden inteview dan dokumentasi resmi ekstrnal yaitu berisi bahan bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi strategi peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo, dapat disimpulkan bahwa 1. Strategi yang di terapkan SMK Ibrahimy 1 Sukorejo dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan rata rata guru di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo sudah berpendidikan minimal S1 bahkan sudah S2 karena dari sudah aturan pondok pesantren minimal Staf dan guru pendidikannya harus S1,juga dalam tes akademik ketika mendaftarkan diri menjadi guru di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo tidak ada ,hanya ketika nanti guru tersebut diterima akan ada efaluasi selama 1 bulan untuk menentukan apakah guru itu layak atau tidak , adapun penilaiannya dari guru itu layak diterima dari kedisiplinan dan kerajinan, juga dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan cara evaluasi guru dan staf juga meminta bantuan dari pengawas sekolah, akan tetapi tidak direkap, dalam melakukannya secara periodik, juga di jurusan farmasi dan keperawtan sekolah bekerja sama dengan RSUD Situbondo agar menyediakan guru pengajar untuk diperbantukan mengajar disini, namun sekolah sudah berencana untuk memiliki guru tetap dengan cara guru yang ada disekolahkan ,di tahun ini sekolah menyiapkan 1 guru farmasi dan 2 guru keperawatan. 2. Efektivitas strategi dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan SMK Ibrahimy 1 Sukorejo bekerja sama dengan RSUD Situbondo agar menyediakan guru pengajar untuk diperbantukan mengajar, untuk mengasah skil dan pengalaman siswa dan siswi sekolah sudah menyediakan laboratorium dan perpustakaan dan menghimpun bebeapa dunia indusri guna untuk kerja sama untuk PRAKERIN atau PKL 3. Faktor Internal Dalam Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo iyalah sulitnya mencari guru yang linier di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo sehingga diharuskan beberapa mata pelajaran harus dialihkan ke guru yang bukan faknya seperti di mata pelajaran bahasa Indonesia sekolah merasa sulit mencari guru yang sesuai dengan mata pelajarannya,juga pula dari guru dan jumlah rombongan belajar tidak seimbang dilihat dari jumlah siswa yang setiap kelas berisi 50 dan bahkan ada yang sampai lebih terutama di jurusan TKJ
Sinergi Sekolah dan Masyarakat dalam Pengelolaan Ekstra Kurikuler di SMP Islam Nurudz Dholam Kedungdung Sampang Farida, Siti; Munib, Munib
Widya Balina Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v5i1.53

Abstract

Dua pertanyaan yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, pertama Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler Sebagai Program Layanan Khusus Di SMP Nurudz Dzolam Kedungdung Sampang. 2. Sinergi Yang Dibangun Oleh Sekolah Dengan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Nurudz Dzolam Kedungdung Sampang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan prosedur pengumpulan data dilakukan dengan: wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data yang telah diperoleh melalui observasi, interview, dan dokumentasi, maka peneliti menggunakan tekhnik analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMP Nurud Dzolam dilaksanakan diluar jam sekolah yang bertujuan tidak hanya upaya untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, namun juga membentuk karakter siswa agar mempunyai watak yang teruji dan terpuji dengan berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan oleh SMP Nurudz Dzolam Kedungdung, yaitu : Pramuka, LDK, Paskibraka, Literasi, Pencak silat, Drum Band, Teater, Sholawat Banjari dan Robotic. Adapun sinergi dengan masyarakat yang dibangun oleh SMP Nurudz Dzolam dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dengan cara melibatkan masyarakat baik dalam proses perencaanaan maupun pelaksanaan.
Pertanggungjawaban Pidana Perdana Menteri Benyamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas Agresi Militer Israel di Gaza Berdasarkan Statuta Roma Mijan, Mijan; Munib, Munib; Syaripudien HW, Bayu; Cahyadi, David
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2626

Abstract

Konflik peperangan merupakan suatu hal yang sulit dihindari oleh negara. Contohnya konflik antara Israel dan Palestina berulang kali terjadi, namun faktanya realisasi pertanggungjawaban secara internasional belum sesuai dengan aturan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, atas agresi militer Israel terhadap Gaza berdasarkan Statuta Roma yang mengatur kejahatan perang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, yakni dengan menggunakan bahan-bahan kepustakaan, dengan mempelajari dan menelaah peraturan-peraturan yang mengatur tentang hukum pidana internasional khususnya yang dikeluarkan Statuta Roma. Penelitian ini menemukan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kedua pejabat negara tersebut berpotensi memenuhi unsur-unsur kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana diatur dalam Statuta Roma. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan hukum internasional dalam penuntutan kejahatan perang oleh individu-individu yang memegang kekuasaan negara."Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa mekanisme penegakan hukum pidana internasional berdasarkan Statuta Roma 1998 dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu penyerahan suatu kasus oleh negara pihak, penyelidikan dan penuntutan, persidangan, pengambilan keputusan, terakhir banding dan peninjauan kembali.
Tindak Pidana Pengancaman Antar Pelajar Melalui Media Sosial (Cyber Bullying) Menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Uu-Ite) Shw, Bayu; Munib, Munib; Cahyadi, David; Mijan, Mijan; Santoso, Edy
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i5.2668

Abstract

Social media is a means that provides features for its users to interact, express, and various experiences, ideas, and thoughts. However, not everyone is free to use social media. Along with the increase in internet access, social media has become one of the means that is often accessed, including by children and adolescents, especially among students. However, parents are encouraged to be more vigilant because social media can affect the lives of children and adolescents. Cyberbullying is intentional behavior to hurt others online. This is a serious problem, especially because adolescents can experience great emotional and psychological impacts due to acts of bullying. The trend of using social networks as a venue for online oppression is increasing. This research aims to analyze the criminal act of intimidation between students that occurs through social media, in the context of Indonesian law regulated in the Electronic Information and Transaction Law (UU ITE) No. 19 of 2016. This research focuses on the form of threats made by students against other students using social media platforms. Through a normative legal approach, this study identifies and evaluates regulations related to cyber bullying, as well as how to apply the ITE Law in cases involving students. This study also discusses efforts to prevent and overcome cyber bullying involving students. With a descriptive research method, the results of this study show that even though the legislation already exists, the implementation of countermeasures against cyber bullying is still experiencing various obstacles.
KARAKTERISTIK PERHITUNGAN NAMA CALON PASANGAN SUAMI ISTRI MENURUT KITAB TAJUL MULUK KARYA SYEKH ISMAIL BIN ABDUL MUTHALIB Lathifah, A'an Anida; Munib, Munib; Baihaki, Baihaki
Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum (JISYAKU) Vol 2 No 1 (2023): JISYAKU
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jisyaku.v2i1.6634

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena akulturasi budaya dan agama di Indonesia dalam proses pernikahan. Salah satunya yaitu proses penentuan kecocokan dalam memilih pasangan.
DISPENSASI NIKAH DALAM PERSEPSI APARAT KANTOR URUSAN AGAMA KOTA PALANGKA RAYA Yusuf, Akhmad; Munib, Munib; Baihaki, Baihaki
Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum (JISYAKU) Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum (JISYAKU)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic Institute (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jisyaku.v3i1.8287

Abstract

This research was motivated by the provision of marriage dispensation which caused Law Number 16 of 2019 to be ineffective based on some perceptions of officials from the Office of Religious Affairs (KUA) in Palangka Raya City. So the aim of this research is to find out what is the perception of Religious Affairs Office (KUA) officials regarding the granting of marriage dispensations by the Religious Courts to applicants in Palangka Raya City? And how to realize the implementation of marriage according to the age restrictions in Law Number 16 of 2019 concerning Marriage according to officials from the Office of Religious Affairs (KUA) in Palangka Raya City? The type of research used is empirical legal research with a sociological juridical type. Meanwhile, the approach used is a socio-legal approach. The results of the research show that the perception of KUA officials regarding marriage dispensations has two opinions, first, marriage dispensations are included in the regulations in Law Number 16 of 2019 concerning Marriage, so just agree. The second opinion explains that he agrees, but with the condition that it is only for very urgent reasons. Second, to realize the implementation of marriage according to the age restrictions in Law Number 16 of 2019 concerning Marriage according to KUA officials in Palangka Raya City, by socializing it. As for how to socialize it to get good results, it must be in all fields, such as in the field of education , health, and religious events in society.
Trends and Innovations in the Development of Inquiry-Based Science Modules: A Systematic Literature Review Munib, Munib; Jufri, Wahab; Purwoko, Agus Abhi; Mahrus, Mahrus; Rokhmat, Joni; Sukarso, AA
Journal of Science and Science Education Vol. 6 No. 2 (2025): October
Publisher : Pascasarjana, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jossed.v6i2.11756

Abstract

Natural Science (IPA) learning in the 21st century requires students to not only understand science concepts, but also to have 21st century skills such as critical thinking, collaboration, and technological literacy. To answer these challenges, the inquiry learning approach is one of the strategic solutions because it encourages active involvement of students in building knowledge through the scientific process. Inquiry-based learning modules are also rapidly developing as a medium that supports active, contextual, and flexible learning. This research aims to conduct a systematic literature review (SLR) on trends and innovations in the development of inquiry-based science modules. The study was conducted using the SLR method based on the PRISMA guidelines, by analyzing 35 articles published between 2015–2025. The results of the study show that Research and Development (R&D) methods, especially the 4D and ADDIE models, are the most widely used approaches. The inquiry model, especially guided inquiry, is the dominant approach that has proven to be effective in improving students' science process skills, literacy, and critical thinking. Various innovations were identified, including the integration of STEM approaches, PjBL, ethnoscience, as well as the development of digital modules such as e-modules and interactive flipbooks. This study highlights the importance of innovation and contextualization in the development of inquiry-based science modules to improve the quality of learning in accordance with the demands of the Merdeka curriculum and the times