Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Amerta Nutrition

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetik dengan Regulasi Kadar Gula Darah pada Pasien Perempuan Diabetes Mellitus Oryza Dwi Nanda; Bambang Wiryanto; Erwin Astha Triyono
Amerta Nutrition Vol. 2 No. 4 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.656 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v2i4.2018.340-348

Abstract

Background: Blood glucose level controlling is the important thing for diabetes mellitus treatment. Diabetics patients need to understand the factors which influence blood glucose level such as the compliance of anti-diabetic drug.Objective: Determine the relationship and the risk of between oral anti-diabetic drug consumption adherence and blood glucose level regulation for diabetes mellitus female patients.Method: Case control study design with purposive sampling technique, in order to obtain 26 research samples which consist of two groups, they are case group (unregulated blood glucose) which has 13 samples and the control group (regulated blood glucose) whice has 13 samples. The samples are female respondents aged 45-59 years old suffering diabetes mellitus. This research analyzed the relationshipand risk between anti-diabetic consumption adherence and blood glucose level regulation in diabetes mellitus patients using chi-square test.Results: Patients with unregulated blood glucose showed 46.2% people were obedient and 53.8% were not obedient in consuming anti-diabetic drugs. Patients with regulated blood glucose showed 92.3% people were obedient and 7.7% people were not obedient in consuming anti-diabetic drugs. Chi square test showed that there was a relationship between anti-diabetic drugs consumption adherence and blood glucose level regulstion for diabetes mellitus patients with p = 0.015 (p <0.05) and an OR value of 14 with a 95% CI (1.385-141.485), which means that unobedient have 14 times risker suffered terrible blood glucose regulation than obedient patients.Conclusion: There was a relationship between anti-diabetic drug consumption adherence and blood glucose level regulation in female patients aged 45-59 years in Mojo Health Center, Pucang Sawu, and Keputih Surabaya. Patients with uncontrolled blood sugar level are more disobedient in consuming anti-diabetic drugs. Meanwhile, patients with controlled blood glucose were most obedient people in consuming anti-diabetic drugs.ABSTRAKLatar Belakang: Pengendalian kadar gula darah merupakan hal yang penting dalam penanganan diabetes melitus. Pasien diabetes perlu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pengendalian kadar gula darah salah satunya adalah kepatuhan minum obat anti diabetik.Tujuan:  Mengetahui hubungan dan besar risiko kepatuhan minum obat oral anti diabetik dengan regulasi kadar gula darah pada pasien perempuan diabetes mellitus.Metode: Desain penelitian kasus kontrol dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 26 sampel penelitian yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok kasus (gula darah tidak teregulasi) sebanyak 13 dan kelompok kontrol (gula darah teregulasi) sebanyak 13 responden perempuan berusia 45-59 tahun yang menderita diabetes melitus. Hubungan dan besar risiko kepatuhan minum obat anti diabetik dengan regulasi gula darah pasien diabetes mellitus menggunakan uji chi-square. Hasil: Pasien dengan gula darah tidak teregulasi menunjukkan sebanyak 46,2% patuh dan 53,8% tidak patuh dalam minum obat anti diabetik. Pasien dengan gula darah teregulasi menunjukkan sebanyak 92,3% patuh dan 7,7% tidak patuh dalam minum obat anti diabetik. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat anti diabetik dengan regulasi kadar gula darah pada pasien diabetes melitus dengan nilai p=0,015 dan nilai OR sebesar 14 dengan CI 95% (1,385-141,485) yang berarti responden yang tidak patuh minum obat anti diabetik berisiko 14 kali mengalami regulasi gula darah yang buruk dibandingkan dengan pasien yang patuh dalam minum obat anti diabetik.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat anti diabetik dengan regulasi gula darah pada pasien perempuan rawat jalan usia 45-59 tahun di Puskesmas Mojo, Pucang Sawu, dan Keputih Surabaya. Pasien dengan kadar gula darah tidak terkontrol lebih banyak tidak patuh dalam minum obat anti diabetik, sedangkan pada pasien dengan gula darah terkontrol sebagian besar cukup patuh dalam minum obat anti diabetik.
Asupan Vitamin A, C, E, Dan IMT (Indeks Massa Tubuh) Pada Lansia Hipertensi dan Non Hipertensi Di Puskesmas Banyu Urip, Surabaya Intan Putri Risky Amalia; Erwin Astha Triyono
Amerta Nutrition Vol. 2 No. 4 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2653.812 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v2i4.2018.382-391

Abstract

Background: Hypertension is a non-comunicable disease that easy found in ederly. Dietary intake had an important role as prevent and manage hypertension.Objectives: The objective of this study was to invistigate correlation of dietary intake of vitamins A, C, E and Body Mass Index (BMI) with hypertension among ederly at Puskesmas Banyu Urip Surabaya.Methods: This study was observational that uses case-control desain. Samples calculated according Lemeshow formula amount of 32 respondent (total case and control). This study was held in July until August 2018. Statistical analysis use Chi Square.Results: The result showed that most of subjects were 66-70 years old, woman (87.5%), who had education history primary school (37.5%), and work as house wife (71.9%). Most of subject had adequate vitamin A (96.9%), inadequate vitamin C (87.5%) and inadequate vitamin E (100%). BMI most subject was normal (59.4%). This study demostrated that there was no significant correlation between vitamin C intake and hypertension (OR=3.462; 95% CI=0.32-37.473; p=0.300), and no significant correlation between BMI and hypertension (OR=0.455; 95% CI=0.18-1.921; p=0.236). Averange intake of vitamin A in respondent hypertension was 1301.02±407.84 ug and 1968.03 ±407.84 ug in respondent with normo tension. Averange intake of vitamin E in respondent hypertension was 3.06 ±1.2 mg and 3.34 ±1.23 mg in respondent with normo tension. Conclusions: There was no significant correlation between dietary intake vitamin C and BMI with hypertension. Averange intake of vitamin A, C, and E was better in respondent with normo tension. ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dan mudah ditemui pada usia lansia. Asupan makanan memegang peranan penting dalam mencegah dan penatalaksanaan hipertensi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan vitamin A, C, E dan IMT dengan hipertensi pada lansia di Puskesmas Banyu Urip Surabaya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain case control. Sampel penelitian ini dihitung sesuai dengan rumus Lemeshow yakni sebesar 32 responden (total kelompok kasus dan kontrol). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga bulan Agustus 2018. Analisis statistik yang digunakan uji Chi Square.Hasil: Sebagian besar responden berusia 66-70 tahun, berjenis kelamin wanita (87,5%), riwayat pendidikan terakir SD sederajat (37,5%), dan berkerja sebagai ibu rumah tangga (71,9%). Tingkat kecukupan vitamin A sebagian besar baik (96,9%). Tingkat kecukupan vitamin C sebagian besar kurang (87,5%). Tingkat kecukupan vitamin E kurang (100%). IMT sebagian besar responden normal (59,4%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan vitamin C dengan hipertensi (OR=3,462; 95% CI=0,32-37,473; p=0,300) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan IMT dengan hipertensi (OR=0,455; 95% CI=0,18-1,921; p=0,236). Rata-rata asupan vitamin A pada responden hipertensi sebesar 1301,02 ±407,84 ug dan pada tekanan darah normal 1968,03 ±956,67 ug. Rata-rata asupan vitamin E  pada responden hipertensi sebesar 3,06 ±1,2 mg dan pada tekanan darah normal sebesar 3,34 ±1,23 mg.Kesimpulan: Asupan vitamin C dan IMT tidak berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi. Rata-rata asupan vitamin A, C, dan E lebih besar pada responden kelompok tekanan darah normal.
Co-Authors , Nabilah Abdul Latif Kurniawan Afif Nurul Hidayati Alfadhila Khairil Sinatrya Amos Pongbulaan Anak Agung Ayu Niti Wedayani Anindita Abigail Aprilawati, Dwi Ariani Permatasari Arini, Merita Armedy Ronny Hasugian Aryati Aryati Aryati Aryati Aryati Asmarawati, Tri Pudy Audrey Gracelia Riwu Bambang Wiryanto Bramantono Bramantono, Bramantono Brian Eka Rahman Budiono Budiono Christian Yochanan Christina Avanti Cita Rosita Sigit Prakoeswa Desiani Wahyu Utami Djoko Agus Purwanto Djoni Susanto Dwi Murtiastutik Eddy Bagus Wasito Edwin Tohaga, Edwin Endang Retnowati Endang Retnowati Endang Wahyu Fitriani Erika Marfiani Erna Kristin Eti Nurwening Sholikhah Eva Lydiawati Faiz Murfid Gunawan Fauzan Adima Feriawan Tan Feriawan Tan Firdausa, Sarah Firdausiyah Firdausiyah Fitria, Anisa Lailatul Hafidh Maulana Harianah Harianah Hasliza Wan Mamat, Wan Hermi Indita I Made Sila Darmana Intan Putri Risky Amalia Iring Primastuti, Harumi Iskandar Zulkarnain Ivan Hoesada James Hutagalung Jaya, Halim Priyahau JS. Hutagalung Jusak Nugraha Kartikadewi, Indriani Kartikawati, Tri Kartina, Leny Kawilarang, Arthur Pohan Kusmiati, Tutik Kusmiati, Tutik Kusumayanti, A.A.Ayu Mas Linda Astari, Linda M Vitanata M. Yulianto Listiawan Mahdian, Haidar Majid, Hazreen B Abdul Maria Lucia Inge Lucida Masyfufah, Lilis Merita Arini Muhammad Amin Musofa Rusli MVS Mahanani Nabil Salim Ambar Nabilah Noor Idha Handajani Novanda, Aisyah Wahyu Nugroho, Nono Tri Nurohmawati, Weni Oryza Dwi Nanda Pambudi, Rien Esti Pauline Hadisiswoyo Pudji Lestari R. Heru Prasetyo R. Heru Prasetyo Rachmad, Eka Basuki Rahmadewi Rahmadewi Ramadhani, Putri Nabilah Rehatta, Nancy Margarita Rimbun Rimbun Rohiman, Abu Rosita Dwi Yuliandari S. Soedarsono Senda Sulvain Rahmaningrat Setiawan, Muhammad Yusuf Siti Rahayu Nadhiroh Siti Surdijati, Siti Sulistiawati Sulistiawati Sulvy Dwi Anggraini Sulvy Dwi Anggraini Syahru Ramadhaan Unzila Tan, Feriawan Teuku Ilham Noeryosan Titin Wahyuni Tripudi Asmarawati Umiastuti, Pirlina Usman Hadi Usman Hadi Wahyu Dian Pratiwi Wahyunitisari, Manik Retno Warkim Sutarto Widjaja, Sajuni Yuniati, Shinta Karina