p-Index From 2021 - 2026
8.341
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Dialektika Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Litera Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) BAHASTRA BAHASA DAN SASTRA Lingua Cultura LITERASI: Jurnal Ilmu-Ilmu Humaniora Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Arbitrer KEMBARA Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika International Journal of Humanity Studies (IJHS) Jurnal Orientasi Baru Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Aksara RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Diglosia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Kandai Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Linguistik Indonesia Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa SALINGKA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Suar Betang Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Edukasi Sumba (JES) Jurnal Pena Indonesia Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran BAHASTRA Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MISSIO Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Sawerigading Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Language Education and Literature
Claim Missing Document
Check
Articles

The Urgency of Developing an Integrated Multimodal Educational Pragmatics Textbook Nanda Permatasari, Agmi Sinta; Rahardi, R. Kunjana; Setyaningsih, Yuliana
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 5 No 3 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i3.3559

Abstract

This study aims to describe the urgency of developing educational pragmatics textbooks integrated with multimodality. This research uses mixed-method research. The subjects of this research are students, alumni, and documents in the form of semester learning plans for educational pragmatics courses. The data obtained were the results of filling out questionnaires and the results of document analysis. The data collection techniques used were questionnaires and literature studies. This research uses qualitative and quantitative methods to analyze the data obtained. Questionnaire data were analyzed using qualitative and quantitative, while the results of document analysis were analyzed using qualitative. Based on the research, the researcher found that 62% of students and alumni had difficulty understanding educational pragmatics. To help students there are already several books that help, such as educational pragmatics textbooks and reference books. However, these books have not been integrated with multimodality, so students still have difficulty understanding educational pragmatics. Therefore, educational pragmatics teaching materials that are integrated with multimodality are needed. This is supported by the questionnaire given that 97% of students and alumni strongly agree that the development of multimodality integrated educational pragmatics textbooks in learning for students is important and urgent. With the multimodality-based educational pragmatics textbook, students find it easier to understand educational pragmatics.
BAHASA JENAKA DI KALANGAN MAHASISWA: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Filie Krisadewa, Markus; Rahardi, Kunjana
TANDA Vol 1 No 04 (2021): SASTRA DAN BAHASA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa jenaka merupakan wujud permainan bahasa yang dapat menyebabkan kelucuan atau tertawa. Penggunaan bahasa jenaka saat ini biasa digunakan dalam komunikasi, salah satunya dalam komunikasi langsung, terutama yang digunakan di kalangan mahasiswa. Selain dalam komunikasi langsung, penggunaan bahasa jenaka sering digunakan untuk mengkritik, mengejek, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud kejenakaan bahasa jenaka sebagai permainan bahasa, (2) mendeskripsikan maksud kejenakaan bahasa jenaka sebagai permainan bahasa, dan (3) mendeskripsikan fungsi bahasa jenaka sebagai permainan bahasa yang digunakan oleh mahasiswa PBSI Universitas Sanata Dharma tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma angakatan 2015-2018 yang sedang berkomunikasi. Pengambilan data dengan cara pengamatan atau observasi dan teknik sadap pada interaksi mahasiswa. Bentuk data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah wujud, maksud, dan fungsi dalam tuturan jenaka. Data yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 100 tuturan. Data tersebut terbagi dalam 3 fungsi bahasa jenaka, yakni bahasa jenaka dari fungsi memahami, bahasa jenaka dari fungsi memengaruhi, dan bahasa jenaka dari fungsi menghibur. Hasil dari analisis data dalam penelitian ini yaitu terdapat wujud dan penanda bahasa jenaka, yaitu tuturan yang berwujud kata, berwujud frasa, berwujud klausa, dan yang berwujud kalimat. Data tuturan bahasa jenaka yang berwujud frasa merupakan wujud yang paling dominan dalam penelitian ini. Dari data penelitian ini, peneliti menemukan beberapa maksud, yaitu maksud menyindir, maksud menyampaikan informasi, maksud mengkritik, maksud melucu, dan maksud menasehati. Peneliti juga menemukan data sebagai fungsi kejenakaan dalam tuturan bahasa jenaka yang terdiri dari fungsi memahami, fungsi memengaruhi, dan fungsi menghibur. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa jenaka di kalangan mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing.
SIMULASI PENYIARAN RADIO DAN REPORTASE TELEVISI DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA MONOLOGIKA Rahardi, R. Kunjana; Setyaningsih, Yuliana; Pranowo, Pranowo; Yudono, Kristophorus Divinanto
Jurnal Pena Indonesia Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v6n2.p55-70

Abstract

Urgensi Penggunaan Media Dalam Pembelajaran BIPA Level A-1 Ferilia Krisna Awanda, Agatha; Rahardi, R. Kunjana; Widharyanto, B.
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.911

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Level A-1. Penelitian kuantitatif ini dilakukan di SMK Bunda Mulia, yang berlokasi di Jalan AM Sangaji No. 20, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Populasi yang menjadi subjek penelitian ini terdiri dari siswa WNA China, siswa WNA Tiongkok, dan para pengajar BIPA. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, yang disebarkan kepada peserta didik dan pengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media dalam pembelajaran BIPA dapat meningkatkan antusiasme pemelajar. Integrasi media dalam proses belajar mengajar terbukti memberikan pengaruh positif terhadap minat dan motivasi siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi dan media sebagai alat bantu dalam pengajaran BIPA, yang tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik tetapi juga lebih efektif.
Information Layers of Ostentive Communication of Hoaxes in the Perspective of Relevance Theory of Sperber & Wilson Rahardi, R. Kunjana; Budhiono, R. Hery
SUAR BETANG Vol 19, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v19i2.23484

Abstract

This study aims to find informational layers in the ostentive communication of fake news and to find the types of intent in ostentive communication. The objects of this study are layers of information and intuitive intents in ostentive communication. The data of this study are in the form of excerpts of speech containing layers of information and types of intent in ostentive communication. The source of substantive data for this study is fake news as a manifestation of social texts that are present on social media. Data were obtained by applying the listening method, especially listening which is free of conversation, supported by the understanding of reading and note-taking techniques. The data that has been collected is then classified and typed to facilitate analysis. The analysis was carried out by applying the matching method, especially extralingual matching. The matching method in this study cannot be separated from the context. The steps in data analysis are (1) identifying, (2) reducing, (3) interpreting, and (4) drawing conclusions. This study produces research findings on layers of information and types of intuitive intent in ostentive communication as follows (1) informational layer with intuitive intent to provoke, (2) to worsen the atmosphere, (3) to defame, (4) to insult someone, and (5) informational layer with intuitive intent to incite.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Multimodalitas dengan Pendekatan Permainan Bahasa Anak Usia Dini: Indonesia Sulistyaningrum, Caecilia Fani; Widharyanto, B.; Rahardi, R. Kunjana
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v18i1.24640

Abstract

ABSTRAK Pendidikan anak usia dini memerlukan inovasi media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebutuhan pengembangan buku cerita bergambar berbasis multimodal dan pendekatan permainan edukatif untuk membantu anak usia dini memperoleh bahasa. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala likert yang dibagikan kepada 43 pendidik dan 17 orang tua siswa. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif sederhana dan hasil analisis disajikan dalam bentuk persentase yang dilengkapi dengan ilustrasi diagram batang. Secara ringkas, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil survei berdasarkan tingkat persetujuan responden terhadap suatu pernyataan kuesioner. Sebagian kecil responden menyatakan sangat tidak setuju, 0,00% tidak setuju, 0,30% tidak setuju, 2,12% netral, 55,30% setuju, dan 42,27% sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Sebagian besar responden cenderung setuju atau sangat setuju, dengan persentase tertinggi terdapat pada kategori setuju 55,30% dan sangat setuju 42,27%, menunjukkan bahwa mayoritas memiliki pandangan positif terhadap pernyataan tersebut. Kata kunci: Buku cerita bergambar, multimodalitas, pembelajaran bahasa, anak usia dini, permainan edukatif   ABSTRACT Early childhood education requires innovation in learning media that is interesting and by their development. This study aims to describe the need for the development of multimodal-based picture storybooks and educational game approaches to help early childhood acquire language. This study is a quantitative descriptive study. Data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 43 educators and 17 parents of students. The data were then analyzed using simple descriptive statistical techniques, and the results of the analysis were presented in the form of percentages accompanied by bar chart illustrations. In summary, the results of this study indicate that the survey results are based on the level of respondent agreement with a questionnaire statement. A small number of respondents stated that they strongly disagreed, 0.00% disagreed, 0.30% disagreed, 2.12% were neutral, 55.30% agreed, and 42.27% strongly agreed with the statement. Most respondents tended to agree or strongly agree, with the highest percentage in the agreed category of 55.30% and strongly agree 42.27%, indicating that the majority had a positive view of the statement. Keyword: Multimodality-based picture story books, Early childhood, Language learning, Educational game approach
MANIFESTASI WUJUD DAN MAKNA PRAGMATIK KEFATISAN BERBAHASA DALAM RANAH PENDIDIKAN Rahardi, R. Kunjana
Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2016)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.409 KB) | DOI: 10.14421/ajbs.2016.15206

Abstract

This research on phatic communion is aimed at describing the forms and the pragmatic meanings of phatic language in Indonesian society, especially in the educational domain. Based on its pragmatic meanings, the utterance in the educational domain can be categorized into five pragmatic meanings, namely (a) phatic function in utterances of acceptance, (b) phatic function in the form of utterances of rejection, (c) phatic function in the form of utterances of invitation, (d) phatic function in the form of utterances of thanking, and  (e) phatic function in the form of utterance of greeting.
URGENSI PENGGUNAAN MEDIA TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BIPA BERBASIS BUDAYA YOGYAKARTA BAGI TINGKAT PEMULA USIA ANAK Suarjaya, Ignatius Dimas Adi; Rahardi, R. Kunjana; Widharyanto, B.
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kebutuhan bahan ajar dan media pembelajaran dalam pembelajaran BIPA bermuatan budaya Yogyakarta bagi penutur asing tingkat pemula, mengembangkan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Yogyakarta bagi penutur asing tingkat pemula, dan mendeskripsikan penilaian bahan ajar BIPA bermuatan budaya Yogyakarta bagi penutur asing tingkat pemula. Kuantitatif deskriptif digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Penggunaan media pembelajaran teknologi menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikkan. Melalui penggunaan media, pemelajar BIPA terkhusus untuk tingkat pemula usia anak akan lebih mudah untuk mempelajari materi BIPA. Setelah dilakukan pengumpulan dan pengolahan data, diperoleh skor 3,6 pada poin media pembelajaran teknologi, serta skor 3,8 pada poin media audio visual. Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keperluan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran BIPA tingkat pemula usia anak.
GESTURAL CYBERTEXTUAL CONTEXTS AS BACKGROUND OF SPEECH INTENTIONS ON DIGITAL MEDIA Rahardi, R Kunjana; Rahmat, Wahyudi
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 18, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v18i1.66783

Abstract

This study aims to explore gestural multimodality, which includes hand signals, facial expressions, and body postures, within the context of cybertext. It examines how multimodal, gestural-based communication alters meaning in social media environments. This research is qualitative in nature and utilizes a content analysis approach. The data is sourced from social media text, which is classified and analyzed contextually. The research instruments include data collection through observation and text analysis of multimodal elements. Data analysis is conducted using a multimodal pragmatics approach to evaluate the role of gestural context in online communication. The results of this study identify five roles of gestural context in cybertext: (1) the utilization of gestural context as a basis for individual meaning-making, (2) the implementation of gestural context as a foundation for collective assumptions, (3) the incorporation of gestural context to highlight significance, (4) the integration of gestural context for verification purposes, and (5) the inclusion of gestural context to serve as a means of validation in digital communication.
The Power of Visual Communication: Analyzing Visual Multimodal Cybertext Contexts in Indonesian Cyber Pragmatics Rahardi, R. Kunjana; Rahmat, Wahyudi; Setyaningsih, Yuliana; Handoko, Handoko
Jurnal Arbitrer Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.12.1.54-68.2025

Abstract

The rapid advancement of technology has significantly influenced the field of linguistics, particularly pragmatics, by expanding its scope from traditional intra-linguistic factors to encompass extralinguistic contexts such as social, cultural, situational, and cyber dimensions. This shift has ushered in functionalistic and post-functionalistic approaches in Indonesia, broadening the field to include semantic, cultural, cognitive, and cyber pragmatics. This study investigates how visual multimodal cybertext contexts in Indonesian digital media affect the interpretation of speech intent. This research draws on five selected visual, multimodal text excerpts from social media collected through free-flowing listening and note-taking, and it employs distributional and extralinguistic analysis methods. The findings reveal three primary roles of visual elements in cybertext: (1) typographic visuals that clarify background context for intended meaning, (2) visual icons that aid in contextual explanation, and (3) illustrative visuals that enhance understanding of the communicated message. These visual components are essential in facilitating accurate interpretation and engagement with speech acts in digital spaces. Addressing the gaps in understanding these elements can enhance communication strategies in Indonesian digital media, supporting clearer interaction and comprehension in a multicultural digital environment. This research contributes to the evolving field of cyber pragmatics by demonstrating the need for effective multimodal approaches to digital communication, especially in diverse sociocultural settings.