Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Potensi Phytomining Nikel oleh Tumbuhan Herba pada Lahan Bekas Penambangan di Kabupaten Konawe Dhea Adalati Az-Zahra; Eni Muryani; Agus Bambang Irawan; Johan Danu Prasetya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.158-167

Abstract

Lahan dengan kadar nikel rendah seringkali tidak dimanfaatkan meskipun sebenarnya memiliki potensi untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan proses phytomining. Proses ini memanfaatkan tumbuhan yang memiliki kemampuan melakukan akumulasi nikel dan telah beradaptasi pada lahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keragaman dan nilai Bioconcentration Factor (BCF) tumbuhan herba pada daerah penelitian serta menganalisis potensi dan aplikasi penerapan phytomining pada daerah penelitian. Penelitian dilakukan di wilayah penambangan nikel di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengamatan jenis tumbuhan dilakukan pada 12 lokasi pengamatan dan pengambilan sampel dilakukan pada 6 lokasi pengamatan. Sampel yang diambil berupa sampel tumbuhan utuh dan tanah tempat tumbuhnya tumbuhan tersebut. Metode analisis kadar nikel menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) Flame. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah metode matematis yaitu perhitungan nilai BCF dan bioakumulasi. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan 9 spesies tumbuhan herba pada daerah penelitian. Potensi phytomining tumbuhan herba berdasarkan nilai BCF adalah rendah hingga sedang (0,02 – 0,28. Spesies dengan nilai BCF tertinggi adalah Pityrogramma calomelanos (L.) sebesar 0,28. Tumbuhan yang memiliki nilai bioakumulasi tertinggi adalah Pityrogramma calomelanos (L.) dengan nilai bioakumulasi nikel sebesar 4,67 x 10 2mg. P. calomelanos memiliki potensi phytomining sebesar 11,66 gram/ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuhan herba lokal memiliki potensi untuk mendukung penerapan phytomining yang ramah lingkungan serta dapat berkontribusi dalam strategi rehabilitasi lahan pascatambang nikel secara berkelanjutan.
Pengembangan Modul Ajar Sejarah (IPS) Fase E Berbasis Kurikulum Merdeka: Integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di SMAN 5 Tangerang Selatan Jakiatin Nisa; Eko Teguh Paripurno; Yohana Noradika Maharani; Anissa Windarti; Jaka Purwanta; Arif Rianto Budi Nugroho; Eni Muryani
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i3.31876

Abstract

The high impact of disasters on educational institutions in Indonesia requires strengthening disaster literacy in schools. So far, the preventive aspect of disaster management has not been optimal, particularly in the development of teaching modules that are contextual and responsive to disaster risks. This study aims to develop a Phase E Grade X History Teaching Module (Social Studies) based on the Merdeka Curriculum that integrates Disaster Risk Reduction (DRR). The research uses a Research and Development (R&D) approach with a modified ADDIE model, only implementing the Analyze and Design stages. The needs analysis stage (initial analysis) was conducted through literature studies, curriculum document reviews, interviews, and observations at the Disaster-Safe Educational Unit (SPAB) of SMAN 5 South Tangerang. he results of the needs analysis indicate that the existing History Teaching Module was still conventional and had not integrated DRR. The teaching module design stage was developed by integrating DRR through changes and additions: (a) initial competencies; (b) elements to be achieved from the Pancasila Student Profile Dimensions; (c) learning objectives; (d) sparking questions before learning activities; (e) activities in the Critical Thinking Core Activity section of individual assignments; (f) questions that test students' understanding; (g) in the formative and summative assessment sections of group assignments; and (h) in enrichment and remedial activities. This PRB Integrated History Teaching Module is expected to not only improve students' understanding of disaster history, but also instill the values of preparedness and social awareness, as well as support the Disaster Safe Education Unit (SPAB) program and sustainable education goals in Indonesia.
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dalam Penurunan Padatan Tersuspensi Air Limbah pada Kolam Pengendapan PT Antang Gunung Meratus Sidiq Prasetya Nugroho; Eni Muryani; Nuha Amiratul Afifah
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14455

Abstract

PT Antang Gunung Meratus memproses air limbah yang berasal dari kombinasi air hujan dan air resapan yang terkumpul di Sump/Pit. Air tersebut kemudian dipompa dan dialirkan menuju kolam pengendapan. PT Antang Gunung Meratus mengelola air limbah tersebut menggunakan Poly Aluminium Chloride (PAC) guna menurunkan kadar padatan tersuspensi (TSS) yang tinggi dalam air limbah. Penggunaan PAC sebagai koagulan mengeluarkan biaya yang besar dalam pengelolaan air limbah pertambangan. Dibutuhkan bahan lain yang lebih murah dan alami untuk menurunkan kadar padatan tersuspensi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan PAC yang digunakan perusahaan untuk menurunkan kadar padatan tersuspensi, mengetahui efektivitas penggunaan eceng gondok dalam menurunkan kadar padatan tersuspensi, dan menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan tanaman eceng gondok dan PAC dalam menurunkan konsentrasi padatan tersuspensi. Metode yang digunakan dalam penelitian berupa eksperimen skala laboratorium dengan menggunakan delapan perlakuan yang kemudian dihitung nilai efektivitasnya dari persentase perbandingan nilai awal dan nilai akhir. Percobaan fitoremediasi dengan eceng gondok menunjukkan peningkatan dalam pengurangan padatan tersuspensi, terutama ketika dikombinasikan dengan Poly Aluminium Chloride (PAC). Nilai efektivitas penurunan kadar padatan tersuspensi air limbah mencapai 100% pada waktu 36 jam dengan kombinasi 2 eceng gondok dan 20 ppm PAC.
PENGEMBANGAN EDU-ECOTOURISM UNTUK MENDUKUNG WISATA EDUKATIF DAN KONSERVASI BERBASIS PEMBERDAYAAN KOMUNITAS LOKAL DI WILAYAH PENYANGGA IBU KOTA NUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR Eni Muryani; Aditya Pandu Wicaksono; Stefani Dian Setyawati; Luthfi Qurrotu’ Aini Nurshodik; Andini Shafa Saraswati Saraswati
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Indonesia’s new capital city (IKN) in East Kalimantan requires sustainable management of its surrounding buffer areas to maintain ecological, social, and economic balance. These buffer zones possess significant potential for the development of edu-ecotourism based on biodiversity, forest and coastal ecosystems, and local wisdom. This community service program aims to strengthen local community capacity in developing edu-ecotourism as a tool for educational tourism and environmental conservation. A participatory approach was applied through socialization activities, focus group discussions, planning assistance, and the strengthening of multi-stakeholder collaboration involving local communities, regional governments, academics, and related partners. The activities were conducted in several buffer area districts of Kutai Kartanegara Regency and Penajam Paser Utara Regency. The results indicate an increase in community understanding of edu-ecotourism concepts, the formulation of educational tourism package ideas based on local potential, and the establishment of multi-stakeholder synergy to support sustainable tourism management. Community-based edu-ecotourism development is therefore a relevant strategy to support the sustainability of educational tourism destinations while enhancing community participation in natural resource conservation within the IKN buffer areas. Keywords: cedu-ecotourism, IKN buffer area, community empowerment, environmental conservation
Diversity and potential of herbaceous plants as mercury (Hg) hyperaccumulators in small-scale gold mining sites in Pancurendang, Banyumas, Indonesia ENI MURYANI; SAJIDAN SAJIDAN; MARIA THERESIA SRI BUDIASTUTI; PRANOTO PRANOTO
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 24 No. 6 (2023)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d240632

Abstract

Abstract. Muryani E, Sajidan, Budiastuti MTS, Pranoto. 2023. Diversity and potential of herbaceous plants as mercury (Hg) hyperaccumulators in small-scale gold mining sites in Pancurendang, Banyumas, Indonesia. Biodiversitas 24: 3378-3386. Plants resistant to mercury can be used as an alternative to processing gold mining waste with the phytoremediation method. The study aimed to inventory herbaceous plant species in artisanal and small-scale gold mining (ASGM) sites in Pancurendang Village (Banyumas, Central Java, Indonesia), measure mercury concentrations in plants and root zones, and analyze the potential of herbaceous plants as mercury (Hg) hyperaccumulators. Herbaceous plants were cataloged by purposive sampling with multiple quadrats of 2m x 2m in 14 locations and then analyzed to obtain density, frequency, dominance, importance value, and diversity index. Biomass and Hg concentrations were measured from selected herbaceous plants and soil samples of the root zone. The Biological Accumulation Coefficient (BAC) was calculated to determine the plants' potential as Hg hyperaccumulators. Plant inventory identified 54 herbaceous plant species belonging to 26 families, with Paspalum conjugatum P.J.Bergius being the dominant species. In the root zones, Hg was found at 11-73 ppm and 7.6-85.36 ppm in 19 species. Ipomea aquatica Forssk. accumulated the highest concentration (85.36 ppm) and absorbed the greatest amount of Hg (5.25 mg). Based on their BACs, the nineteen species were categorized into moderate to high (hyper) accumulators, with Plectranthus sp. having the highest BAC of 4.54.
Partisipasi Masyarakat Kampung Iklim Dalam Upaya Mitigasi dan Pengendalian Banjir di Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta Mugi Rahayu; Yohana Noradika; Johan Danu Prasetya; Eni Muryani
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.151.03

Abstract

Tingginya partisipasi masyarakat kampung iklim dalam mitigasi dan pengendalian banjir dapat meningkatkan kapasitas kampung iklim dalam menghadapi ancaman banjir. Penelitian ini bertujuan mengukur partisipasi masyarakat kampung iklim di Kelurahan Rawajati dalam mitigasi dan pengendalian banjir, mengidentifikasi upaya yang dilakukan, dan menilai efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan model concurrent triangulation. Hasil penelitian: tingkat partisipasi masyarakat Kampung Iklim RW 03, RW 06 dan RW 07 Rawajati dalam mitigasi dan pengendalian banjir tergolong Rendah dan Sangat Rendah dari aspek perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Namun, dari aspek menikmati hasil tergolong Sedang dan Rendah. Upaya mitigasi dan pengendalian banjir yang dilakukan meliputi: edukasi pembuangan sampah pada tempatnya, pemanfaatan bank sampah, perluasan zona penghijauan, serta pembersihan pinggiran sungai. Berdasarkan penghitungan frekuensi banjir, Kampung Iklim RW 03 Rawajati mengalami penurunan 71,15%, Kampung Iklim RW 06 Rawajati 6,37%, dan Kampung Iklim RW 07 Rawajati 40,02%. Terkait intensitas banjir, Kampung Iklim RW 03 Rawajati mengalami peningkatan 146,9% dan Kampung Iklim RW 06 Rawajati 124,11%. Namun, Kampung Iklim RW 07 Rawajati mengalami penurunan 5,95%.
Efektivitas Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dalam Meningkatkan Kualitas Air Limbah Tambang Batubara PT X Berdasarkan Parameter pH, TSS, Fe, dan Mn Muryani, Eni; Nurshodik, Luthfi Qurrotu' Aini; Maharani, Yohana Noradika; Irawan, Agus Bambang
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.105139

Abstract

Air limbah tambang batubara umumnya memiliki pH rendah, kandungan TSS tinggi, serta mengandung logam berat Fe dan Mn yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan tepat. Penelitian ini dilakukan di Kolam Pengendapan Lumpur (KPL) 1, PT X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik air limbah pada kompartemen 5 KPL 1 serta menganalisis efektivitas penambahan eceng gondok terhadap kualitas air limbah kompartemen 5 KPL 1 (pH, TSS, Fe, dan Mn) agar sesuai dengan baku mutu Pergub Sumatera Selatan Nomor 8 Tahun 2012. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel air kompartemen 5 (composite sampling) untuk pengujian karakteristik awal air limbah pada parameter pH, TSS, Fe, dan Mn. Selanjutnya, dilakukan perlakuan pada air limbah dengan variasi kontrol (tanpa tanaman), 3 tanaman, dan 6 tanaman, serta variasi waktu 5 dan 15 hari. Efektivitas perubahan nilai parameter dihitung menggunakan persamaan matematis dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik air awal kompartemen 5 KPL 1 memiliki pH yang masih rendah (3,7), TSS yang tinggi (1127,40 mg/L), Fe (3,20 mg/L), dan Mn (3,60 mg/L). Penambahan eceng gondok mampu menurunkan TSS hingga 97,960% pada variasi penambahan 3 tanaman dan menurunkan Fe hingga 97,188% pada variasi penambahan 6 tanaman. Perlakuan eceng gondok belum mampu menurunkan pH dan kadar Mn. Kondisi fisik eceng gondok masih cukup baik hingga 15 hari percobaan. FBK Fe bernilai 3.119,2857 (tinggi) dan Mn bernilai 206,7556 (rendah).
Co-Authors Adilla Zahra Permatasari Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Agus Bambang Irawan Agus Bambang Irawan Algary, Tissia Ayu Anasstasia, Titi Tiara Andi Renata Ade Yudono Andi Sungkowo Andi Sungkowo Andini Shafa Saraswati Saraswati Ardiyanti, Dwi Arif Rianto Budi Nugroho Arif Rianto Budi Nugroho Asrifah, Rr. Dina Ayu Utami Ayu Utami, Ayu Ayuni Pirenaningtyas Dayu Aviana Rahmah Dayu Aviana Rahmah Dhea Adalati Az-Zahra Dhea Adalati Az-Zahra Dhimas Mahadhika Putra Dian Hudawan Santoso Dian Hudawan Santoso Dika Maknalia Prastiwi Dina Asrifah Dwi Utami Ekha Yogafanny, Ekha Eko Teguh Paripurno Eko Teguh Paripurno Fadhil, Achmad Restu Fandika Agustiyar Farida Afriani Astuti Gomareuzzaman, Muammar Herry Riswandi I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Ika Wahyuning Widiarti Jaka Purwanta Jakiatin Nisa Johan Danu Prasetya Johan Danu Prasetya Kautsar, Alfia Manda Putri Luthfi Qurrotu’ Aini Nurshodik MARIA THERESIA SRI BUDIASTUTI Muammar Gomareuzzaman Mugi Rahayu Muhammad Rizky Yunianto Mussodaq, Mochamad Novia Devi Savitri Novita Sari, Eva Nugraha Aji Swara Nuha Amiratul Afifah Nurshodik, Luthfi Qurrotu' Aini Pirenaningtyas, Ayuni PRANOTO PRANOTO Prasetya, Johan Danu Puji Pratiknyo Purwanta, Jaka Rahmadanti, Tusyifa Rika Ernawati Rr. Dina Asrifah SAJIDAN SAJIDAN Salsabila Agra Siwi Sari Bahagiarti Kusumayudha Sari Bahagiarti Kusumayudha Sidiq Prasetya Nugroho Siwi, Salsabila Agra Solikah Ana Estikomah Stefani Dian Setyawati Tissia Ayu Algary Tusyifa Rahmadanti Widyaratna, Indri Windarti, Anissa Yohana Noradika Yohana Noradika Maharani Yunianto, Muhammad Rizky