Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Constructed Wetland dengan Penambahan Bahan Organik (Kompos dan Tandan Kosong Kelapa Sawit) terhadap Nilai pH, Besi (Fe), dan Mangan (Mn) pada Air Asam Tambang Batubara Salsabila Agra Siwi; Rr. Dina Asrifah; Aditya Pandu Wicaksono; Ayu Utami; Eni Muryani
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11655

Abstract

Pengolahan air asam tambang dengan kandungan logam terlarut berupa besi (Fe) dan mangan (Mn) saat ini cenderung hanya dengan menambahkan bahan kimia. Namun, hal tersebut membutuhkan biaya yang besar dan harus dilakukan secara terus-menerus. Oleh sebab itu penerapan sistem lahan basah buatan (constructed wetland) menggunakan tanaman dan penambahan bahan organik dapat menjadi pilihan alternatif, karena tidak memerlukan biaya yang terlalu tinggi dan mekanismenya lebih sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh constructed wetland dengan penambahan bahan organik terhadap pH dan konsentrasi logam Fe dan Mn. Penelitian ini menggunakan 12 reaktor yang terbagi atas empat perlakuan, dengan perbedaan komposisi bahan organik. Pada setiap reaktor diisi dengan air asam tambang, tanah, bahan organik dan tanaman ekor kucing (Typha latifolia). Bahan organik yang digunakan berupa kompos dan tandan kosong (tankos) kelapa sawit. Masing-masing parameter (pH, Fe, dan Mn) diukur setiap lima hari selama 15 hari. Data yang dihasilkan selanjutnya dihitung menggunakan rumus efektivitas dan dianalisis menggunakan uji two way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa constructed wetland dengan penambahan bahan organik mampu meningkatkan pH dari 3,8 menjadi 7,39 serta menurunkan konsentrasi Fe dari 3,2 mg/l menjadi 0,11 mg/l dengan efektivitas 96,46% dan Mn dari 6,5 mg/l menjadi 0,03 mg/l dengan efektivitas 99,49%.
Evaluasi Tingkat Pencemaran Air Tanahakibat Limbah Cair Industri Batik menggunakan Metode Indeks Pencemaran di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Tusyifa Rahmadanti; Ayu Utami; Muammar Gomareuzzaman; Eni Muryani; Tissia Ayu Algary
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11633

Abstract

Proses pembuatan batik pada industri batik membutuhkan air dengan kuantitas yang tinggi. Proses pembuatan batik yang memerlukan penggunaan air antara lain pencucian kain (clear starch), pencelupan kain ke dalam cairan pewarna (dyeing), dan pelepasan malam (wax removal). Berbagai macam proses tersebut 85% airnya akan menjadi limbah cair. Limbah cair industri batik memiliki karakteristik kandungan logam berat seperti krom (Cr), BOD, dan COD yang tinggi sehingga dapat mencemari lingkungan apabila tidak dilakukan pengelolaan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat pencemaran air tanah akibat limbah batik di Padukuhan Giriloyo, Padukuhan Karangkulon, dan Padukuhan Cengkehan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling untuk pengambilan sampel, uji laboratorium, dan metode indeks pencemaran untuk menganalisis status mutu air tanah daerah penelitian. Sampel yang diambil berjumlah 8 titik sumur dengan parameter yang diuji adalah pH, BOD, COD, TSS, krom total, ammonia total (NH3), fenol, minyak dan lemak. Hasil analisis status mutu air tanah dengan metode indeks pencemaran didapati bahwa daerah penelitian termasuk ke dalam kategori tercemar berat dengan nilai indeks pencemaran berkisar antara 11,1 – 14,6. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu adalah COD 7 dari 8 titik dan TSS pada seluruh titik pengambilan sampel.
Potensi Fitoremediasi Logam Berat oleh Tumbuhan Herba pada Area Bekas Penambangan Emas Skala Kecil Banyumas Indonesia Muryani, Eni; Ernawati, Rika; Asrifah, Dina; Az-Zahra, Dhea Adalati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.1037-1045

Abstract

Penambangan emas ilegal banyak menimbulkan dampak lingkungan, seperti yang terjadi di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dampak yang muncul adalah pencemaran tanah oleh logam berat. Tumbuhan herba dapat dijadikan alternatif pemulihan pencemaran logam berat. Konsentrasi logam berat yang berada di jaringan tumbuhan dapat menjadi indikator tumbuhan yang berpotensi untuk menjadi fitoremediator. Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang berada di tanah dan tailing area bekas penambangan emas Desa Pancurendang; menguji konsentrasi logam yang terakumulasi pada tumbuhan herba; serta menghitung nilai Bioconcentration Factor (BCF) dari tumbuhan herba yang ditemukan. Parameter logam berat yang digunakan adalah Cu, Cd, Zn, Pb, Mn, Ni, Cr, dan Fe. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Konsentrasi logam pada tanah dan tumbuhan herba diuji menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam pada tanah dan tailing berkisar 57 – 37.050.341 ppb. Konsentrasi logam berat pada 19 jenis tumbuhan herba yang diteliti berada pada rentang 72 – 60.304.198 ppb. Ipomea aquatica dan Dryopteris sp. merupakan tumbuhan herba yang memiliki nilai BCF>1 (tumbuhan hiperakumulator) untuk 8 jenis logam yang diuji. Temuan spesies tumbuhan hiperakumulator logam berat dalam studi ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam upaya fitoremediasi terhadap kontaminasi logam di lingkungan.
Partisipasi Masyarakat Kampung Iklim Dalam Upaya Mitigasi dan Pengendalian Banjir di Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta Mugi Rahayu; Yohana Noradika; Prasetya, Johan Danu; Eni Muryani
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jgg.151.03

Abstract

Tingginya partisipasi masyarakat kampung iklim dalam mitigasi dan pengendalian banjir dapat meningkatkan kapasitas kampung iklim dalam menghadapi ancaman banjir. Penelitian ini bertujuan mengukur partisipasi masyarakat kampung iklim di Kelurahan Rawajati dalam mitigasi dan pengendalian banjir, mengidentifikasi upaya yang dilakukan, dan menilai efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan model concurrent triangulation. Hasil penelitian: tingkat partisipasi masyarakat Kampung Iklim RW 03, RW 06 dan RW 07 Rawajati dalam mitigasi dan pengendalian banjir tergolong Rendah dan Sangat Rendah dari aspek perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Namun, dari aspek menikmati hasil tergolong Sedang dan Rendah. Upaya mitigasi dan pengendalian banjir yang dilakukan meliputi: edukasi pembuangan sampah pada tempatnya, pemanfaatan bank sampah, perluasan zona penghijauan, serta pembersihan pinggiran sungai. Berdasarkan penghitungan frekuensi banjir, Kampung Iklim RW 03 Rawajati mengalami penurunan 71,15%, Kampung Iklim RW 06 Rawajati 6,37%, dan Kampung Iklim RW 07 Rawajati 40,02%. Terkait intensitas banjir, Kampung Iklim RW 03 Rawajati mengalami peningkatan 146,9% dan Kampung Iklim RW 06 Rawajati 124,11%. Namun, Kampung Iklim RW 07 Rawajati mengalami penurunan 5,95%.
PERTUMBUHAN SENGON BUTOH PADA MEDIA TANAM BERBAHAN APU-APU (PISTIA STRATIOTES L.) DAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) Fadhil, Achmad Restu; Muryani, Eni; Prasetya, Johan Danu; Mussodaq, Mochamad
Journal TECHNO Vol. 10 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/journal techno.v10i2.13741

Abstract

Post-mining land restoration is a crucial effort in maintaining environmental quality. In post-mining land restoration, there are revegetation activities by replanting plants consisting of the nursery process to direct planting on the revegetation land. This study aims to observe the growth of sengon butoh plants for 30 days using planting media consisting of topsoil, apu-apu compost, and water hyacinth compost on the land of PT. Vale Indonesia Tbk. which is dominated by oxisol soil with low fertility. Apu-apu and water hyacinth are utilized through an anaerobic composting process for 30 days. Observations of sengon butoh growth are carried out every 10 days. Pearson correlation analysis and one-way anova tests are used to analyze the data, with measurements of growth parameters including the height and diameter of sengon butoh plant stems. The results showed that apu-apu compost and water hyacinth compost were proven to be able to support the growth of sengon butoh plants in a mixed planting medium of topsoil, apu-apu compost, and water hyacinth compost. Apu-apu compost showed a moderate correlation to the increase in plant diameter. One-way ANOVA test with post-hoc Games-Howell indicated a significant difference between treatments 7 and 6 in the increase in sengon butoh height.
Formulation and Inhibiting Activity of Paper Soap Yogurt Whey with Natural Dye of Hylocereus polyrhizus Skin Against Staphylococcus aureus Estikomah, Solikah Ana; Kautsar, Alfia Manda Putri; Widyaratna, Indri; Muryani, Eni; Ardiyanti, Dwi
BIOEDUSCIENCE Vol 9 No 2 (2025): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/18330

Abstract

Background: Yogurt is a product of fermented cheese liquid waste, which is known to contain lactoferrin, which functions as an antimicrobial. Whey-based yogurt has not been used as an ingredient in making paper soap. This study aims to determine the formula and evaluation of paper soap with the addition of whey yogurt with natural dyes from Hylocereus polyrhizus skin. Methods: This study is an experimental study. The preparation of liquid soap from whey yogurt with natural dyes from red dragon fruit skin (Hylocereus polyrhizus) was made into four whey yogurt formulas with concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%. Product quality includes organoleptic values, pH values, foam height, and alkali antibacterial activity test against Staphylococcus aureus using the Disk Disk method. Results: The results showed that all formulas of Paper soap whey yogurt with dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) skin dye showed good physicochemical characteristics, pH 9.0–11 (ASTM 9-11 requirements), foam content 41.7–52.5, and free alkali content 0.02–0.04. Paper soap whey yogurt formula with dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) skin dye produced an inhibitory power of 11.27–29.6, including the medium and strong categories. Conclusions: The best formula for Paper soap whey yogurt with dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) skin dye is soap with raw material whey yogurt of 75% whey 25% fresh cow's milk. The results of this study indicate that Paper soap whey yogurt with dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) skin dye has the potential as a natural antiseptic soap.
Status Mutu Air Sungai Temulawak dan Air Tanah di sekitar PT X Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Yunianto, Muhammad Rizky; Utami, Ayu; Yudono, Andi Renata Ade; Asrifah, Rr. Dina; Muryani, Eni
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11631

Abstract

 Air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan manusia karena digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan kegiatan lain. Industri tekstil di Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan informasi dari masyarakat limbah yang dibuang ke Sungai Temulawakmenimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan air tanah di selatan industri menjadi lebih keruh. Faktor lain penyebab menurunnya kualitas air sungai dan air tanah adalah jenis penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status mutu air sungai dan air tanah di sekitar industri tekstil. Metode yang digunakan pada penelitian secara umum merupakan metode kuantitatif. Beberapa metode yang digunakan seperti survei dan pengamatan, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, pengolahan data menggunakan metode Indeks Pencemaran. Hasil analisis diketahui bahwa selain limbah cair industri tekstil, status mutu air sungai dan air tanah dipengaruhi oleh faktor lain yaitu penggunaan lahan di daerah penelitian. Status mutu air sungai menunjukkan terdapat 1 sampel air sungai yang masuk ke dalam kategori tercemar ringan. Status mutu air tanah menunjukkan terdapat 3 sampel air tanah yang masuk ke dalam kategori tercemar ringan.
Evaluasi Tingkat Pencemaran Air Tanahakibat Limbah Cair Industri Batik menggunakan Metode Indeks Pencemaran di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Rahmadanti, Tusyifa; Utami, Ayu; Gomareuzzaman, Muammar; Muryani, Eni; Algary, Tissia Ayu
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11633

Abstract

Proses pembuatan batik pada industri batik membutuhkan air dengan kuantitas yang tinggi. Proses pembuatan batik yang memerlukan penggunaan air antara lain pencucian kain (clear starch), pencelupan kain ke dalam cairan pewarna (dyeing), dan pelepasan malam (wax removal). Berbagai macam proses tersebut 85% airnya akan menjadi limbah cair. Limbah cair industri batik memiliki karakteristik kandungan logam berat seperti krom (Cr), BOD, dan COD yang tinggi sehingga dapat mencemari lingkungan apabila tidak dilakukan pengelolaan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat pencemaran air tanah akibat limbah batik di Padukuhan Giriloyo, Padukuhan Karangkulon, dan Padukuhan Cengkehan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling untuk pengambilan sampel, uji laboratorium, dan metode indeks pencemaran untuk menganalisis status mutu air tanah daerah penelitian. Sampel yang diambil berjumlah 8 titik sumur dengan parameter yang diuji adalah pH, BOD, COD, TSS, krom total, ammonia total (NH3), fenol, minyak dan lemak. Hasil analisis status mutu air tanah dengan metode indeks pencemaran didapati bahwa daerah penelitian termasuk ke dalam kategori tercemar berat dengan nilai indeks pencemaran berkisar antara 11,1 – 14,6. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu adalah COD 7 dari 8 titik dan TSS pada seluruh titik pengambilan sampel.
Pengaruh Constructed Wetland dengan Penambahan Bahan Organik (Kompos dan Tandan Kosong Kelapa Sawit) terhadap Nilai pH, Besi (Fe), dan Mangan (Mn) pada Air Asam Tambang Batubara Siwi, Salsabila Agra; Asrifah, Rr. Dina; Wicaksono, Aditya Pandu; Utami, Ayu; Muryani, Eni
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11655

Abstract

Pengolahan air asam tambang dengan kandungan logam terlarut berupa besi (Fe) dan mangan (Mn) saat ini cenderung hanya dengan menambahkan bahan kimia. Namun, hal tersebut membutuhkan biaya yang besar dan harus dilakukan secara terus-menerus. Oleh sebab itu penerapan sistem lahan basah buatan (constructed wetland) menggunakan tanaman dan penambahan bahan organik dapat menjadi pilihan alternatif, karena tidak memerlukan biaya yang terlalu tinggi dan mekanismenya lebih sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh constructed wetland dengan penambahan bahan organik terhadap pH dan konsentrasi logam Fe dan Mn. Penelitian ini menggunakan 12 reaktor yang terbagi atas empat perlakuan, dengan perbedaan komposisi bahan organik. Pada setiap reaktor diisi dengan air asam tambang, tanah, bahan organik dan tanaman ekor kucing (Typha latifolia). Bahan organik yang digunakan berupa kompos dan tandan kosong (tankos) kelapa sawit. Masing-masing parameter (pH, Fe, dan Mn) diukur setiap lima hari selama 15 hari. Data yang dihasilkan selanjutnya dihitung menggunakan rumus efektivitas dan dianalisis menggunakan uji two way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa constructed wetland dengan penambahan bahan organik mampu meningkatkan pH dari 3,8 menjadi 7,39 serta menurunkan konsentrasi Fe dari 3,2 mg/l menjadi 0,11 mg/l dengan efektivitas 96,46% dan Mn dari 6,5 mg/l menjadi 0,03 mg/l dengan efektivitas 99,49%.
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dalam Penurunan Padatan Tersuspensi Air Limbah pada Kolam Pengendapan PT Antang Gunung Meratus Nugroho, Sidiq Prasetya; Muryani, Eni; Afifah, Nuha Amiratul
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 6 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VI
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v6i1.14455

Abstract

PT Antang Gunung Meratus memproses air limbah yang berasal dari kombinasi air hujan dan air resapan yang terkumpul di Sump/Pit. Air tersebut kemudian dipompa dan dialirkan menuju kolam pengendapan. PT Antang Gunung Meratus mengelola air limbah tersebut menggunakan Poly Aluminium Chloride (PAC) guna menurunkan kadar padatan tersuspensi (TSS) yang tinggi dalam air limbah. Penggunaan PAC sebagai koagulan mengeluarkan biaya yang besar dalam pengelolaan air limbah pertambangan. Dibutuhkan bahan lain yang lebih murah dan alami untuk menurunkan kadar padatan tersuspensi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan PAC yang digunakan perusahaan untuk menurunkan kadar padatan tersuspensi, mengetahui efektivitas penggunaan eceng gondok dalam menurunkan kadar padatan tersuspensi, dan menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan tanaman eceng gondok dan PAC dalam menurunkan konsentrasi padatan tersuspensi. Metode yang digunakan dalam penelitian berupa eksperimen skala laboratorium dengan menggunakan delapan perlakuan yang kemudian dihitung nilai efektivitasnya dari persentase perbandingan nilai awal dan nilai akhir. Percobaan fitoremediasi dengan eceng gondok menunjukkan peningkatan dalam pengurangan padatan tersuspensi, terutama ketika dikombinasikan dengan Poly Aluminium Chloride (PAC). Nilai efektivitas penurunan kadar padatan tersuspensi air limbah mencapai 100% pada waktu 36 jam dengan kombinasi 2 eceng gondok dan 20 ppm PAC.