Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL PELAKU DAN KORBAN BULLYING DI SEKOLAH DASAR Wisnu Sri Hertinjung; Usmi Karyani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang Pendidikan,Humaniora dan Agama The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku bullying di sekolah semakin meresahkan, bukan saja di kalangan siswa remaja namun juga di sekolah dasar. Dari waktu ke waktu data mengenai bullying di sekolah semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami profil pelaku dan korban bullying di sekolah dasar. Data dikumpulkan dengan Skala Bullying dan kuesioner Status Ekonomi Sosial. Uji validitas terhadap skala bullying diperoleh validitas aitem antara 0,200 – 0,531, dengan reliabilitas sebesar 0,531. Subjek penelitian sejumlah 212 siswa kelas 4 dan 5 SD di kecamatan Laweyan Surakarta. Siswa laki-laki berjumlah 110 dan siswa perempuan berjumlah 102. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Prevalensi bullying pada siswa SD adalah: 47% terlibat dalam bullying, 48% rentan untuk terlibat dalam bullying, dan hanya 5% subjek yang tidak pernah terlibat sama sekali dalam perilaku bullying. (2) Profile pelaku bullying: Pelaku lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Mayoritas berasal dari keluarga SES rendah, dengan pendidikan orangtua mayoritas pendidikan dasar dan pekerjaan mayoritas sebagai buruh. Jenis kegiatan di waktu luang adalah olahraga dan permainan elektronik. Permainan elektronik lebih sering dimainkan di warnet dengan jenis pertempuran, dengan durasi bermain game mayoritas 1-3 jam per hari. (3) Profile korban bullying: Korban bullying lebih banyak berjenis kelamin perempuan daripada laki-laki. Berasal dari keluarga dengan SES yang bervariasi, dengan tingkat pendidikan orangtua mayoritas SMA dan pekerjaan mayoritas wiraswasta dan karyawan. Jenis kegiatan yang biasa dilakukan di waktu luang adalah permainan tradisional dan elektronik. Jenis permainan elektronik yang paling sering dilakukan adalah pertempuran, dengan durasi waktu bermain mayoritas kurang dari 1 jam dan antara 1-3 jam, dan tempat bermain seimbang antara di warnet dan di rumah.Keywords: profile pelaku, profile korban, bullyingdi sekolah dasar
Peningkatan Kompetensi Orang Tua dalam Mendampingi Anak dalam Mengakses Gadget Wisnu Sri Hertinjung; Adinda Ratna Dwi Septianingrum; Yuliana Pratiwi Sumarno Putri
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i2.11291

Abstract

Gadget menjadi perangkat yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, sekalipun pada anak prasekolah. Anak prasekolah (Taman Kanak-kanak), merupakan generasi Alfa yang sejak lahir telah berinteraksi dengan teknologi. Namun sebagaimana perangkat teknologi yang lain, gadget selain memiliki manfaat juga memiliki dampak negatif. Penggunaan gadget yang tidak dipantau, dapat membawa dampak yang merugikan bagi tumbuh kembang anak. Peran orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan gadget  menjadi hal yang penting. Hanya saja, masih terdapat  kendala, seperti kurangnya pemahaman orang tua mengenai tumbuh kembang anak prasekolah, dampak positif dan negatif gadget, serta keterbatasan keterampilan orang tua untuk menerapkan aturan yang konsisten terkait penggunaan gadget. Kendala-kendala ini perlu diatasi agar orang tua dapat berperan optimal dan gadget yang digunakan dapat mendukung perkembangan pengetahuan anak.  Dengan demikian, penyuluhan tentang pendampingan penggunaan gadget untuk anak prasekolah perlu dilakukan. Peserta penyuluhan terdiri dari orang tua siswa Baithul Athfal Aisyiah Trangsan 01, guru, dan pengurus Aisyiyah Ranting Trangsan berjumlah 36 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi kelompok. Efektivitas penyuluhan ini diketahui dari kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah penyuluhan. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, diperoleh Z=-3,134 dengan p=0,002 (p0,05), artinya terdapat perbedaan yang sangat signifikan pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah penyuluhan. Secara kualitatif, mayoritas ibu merasa khawatir ketika anaknya bermain gadget; ibu berharap anak dapat mengurangi kebiasaannya bermain gadget dan menggunakannya sebatas untuk fasilitas belajar. Hal yang mayoritas akan ibu lakukan adalah memberikan batasan waktu, jenis tontonan, dan berusaha dapat mendampingi anak saat bermain gadget.
Intervensi Psikoedukasi "Anti Miras" : Peran Penguatan Peran Tokoh Masyarakat Untuk Pencegahan Minuman Keras Ema Zati Baroroh; Wisnu Sri Hertinjung
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol9.iss2.art9

Abstract

The decrease in the role of community leaders and religious leaders in overcoming alcoholic irregularities is  a separate problem in a community community. The purpose of this research is generally to increase the knowledge of community and religious leaders in the prevention of misuse of alcoholic irregularities. The hypothesis of this study is that the knowledge on MIRAS on the subject would be found higher or increased after obtaining psychoeducation "Anti MIRAS". The participants of this study were community leaders and religious leaders who stated their agreement and willingness. Data were analyzed by Paired Sample of T-Test and qualitatively. Quantitative results indicate that psychoeducation intervention "Anti MIRAS" did not significantly increase participants' knowledge. However, the qualitative results found that the outcome of this intervention was able to provide a positive insight about the dangers of MIRAS and bridging communityleaders to agree on 11 points of agreement. Findings, limitations and recommendations in this study will alsobe discussed.Keywords: Alcohol abuse, Empowerment, Community, Psycho-education
Improving the Quality of Mother-Adolescent Relationship Through Communication Skills Training Martiani Martiani; Sri Lestari; Wisnu Sri Hertinjung
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol13.iss1.art5

Abstract

The less quality of mother-adolescent relationship is indicated by the unwillingness of adolescent to talk about their problem to mother and the emergent of mother-adolescent conflict. This research aim to prove the effectiveness of communication skills training to increase the quality of mother-adolescent relationship. This research tests the hypothesis that communication training can improve the quality of mother and teen relationship. The quality of mother-adolescent relationship was measured using the scale of mother-child relationship. The participants were 18 mothers with Senior High School of education and that have adolescent children. The experimental design used was a pre-test post-test control group design. The result shows that communication skills training can effectively increase the quality of mother-adolescent relationship. After a mother participates in training, teenagers feel comfortable telling their problems to mothers and feel understood.
Profil Kepribadian Siswa Korban Bullying Wisnu Sri Hertinjung; Susilowati Susilowati
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.001 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Memahami profil kepribadian korban bullying berdasarkan faktor-faktor kepribadiannya merupakan hal yang penting untuk dapat memberikan perlakuan yang tepat baik yang bersifat pencegahan maupun penyembuhan. Subjek penelitian adalah korban bullying di suatu SMA di kota Surakarta dan berusia minimal 16 tahun. Subjek penelitian diambil secara purposive melalui proses screening terhadap 241 siswa dan diperoleh 53 siswa sebagai korban bullying. Sebanyak 37 siswa menjadi subjek penelitian. Profil kepribadian korban bullying diungkap dengan inventori kepribadian 16 PF (Sixteen Personality Factors). Data penelitian dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor kepribadian yang dominan pada korban bullying adalah faktor A, B, C, F, H, M, dan O. Kata kunci: profil kepribadian, korban bullying ABSTRACT Understanding bullying victims personality profile based on personality factors are important, In order to give the right treatment which is prevention or healing. The subject of this research is bullying victims at Senior High School in Surakarta. The age of subject at least 16 years old. The subject of this research were taken by purposive method through screening process. The number of subject is 37 students and the bullying victims personality profile can be revealed by personality inventory 16 PF (Sixteen Personality Factors). The data of this research analyzed by descriptive statistics method. The result of the research is known that dominant personality factors against bullying victims are A, B, C, F, H, M, and O factor. Keywords: Personality Profile, Bullying Victims
ROMANTISME WANITA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PADA MASA KANAK-KANAK Prima Nurul Ulum; Sri Lestari; Wisnu Sri Hertinjung
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4751

Abstract

KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA Yustina Permanawati; Wisnu Sri Hertinjung
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2324

Abstract

Kanker payudara sangat ditakuti karena payudara bagi wanita bukan hanya  organ  yang  memiliki  fungsi  biologis  semata  melainkan  juga  memiliki fungsi psikologis dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kesejahteraan subjektif pada penyandang kanker payudara. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu data yang diperoleh di lapangan  melalui  observasi  dan  wawancara.Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang penyandang kanker payudara yang  telah  menjalani  operasi  pengangkatan.  Sedangkan  untuk  informan pendukung adalah 5 orang keluarga terdekat informan dan seorang perawat dari pihak  rumah  sakit.  Hasil  penelitian  ini menunjukkan  bahwa  sebagian kesejahteraan  subjektif  pada  penyandang  kanker  payudara  ditunjukkan   dengan kemampuan mengelola emosi negatif menjadi positif, dimana  penyandang kanker payudara  yang  menerima  keadaan  sebagai  penyandang  kanker  payudara  selalu berusaha  berpikir  positif  dan  berusaha  menjalani  kehidupan  sebagai  takdir  dari Yang  Maha  Kuasa. Kesejahteraan  subjektif dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor,  diantaranya  penerimaan  diri,  dukungan  dari keluarga  dan  lingkungan  sosial,  keyakinan  agama,  tingkat  pendidikan,  serta  ciri kepribadian.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN SEKSUALITAS DAN KUALITAS KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH Annadharah Amilia Amrillah; Juliani Prasetyaningrum; Wisnu Sri Hertinjung
Indigenous Vol. 8, No. 1, Mei 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4682

Abstract

Edukasi Daring Mengembangkan Keseimbangan Kerja-Keluarga di Masa Pandemi Sri Lestari; Gita Aulia Nurani; Wisnu Sri Hertinjung; Yasrin Nur Fajriyati; Aris Purwanto; Day Sabilla Widya Ar-ra Uufu
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7i3.2830

Abstract

Nowadays, organizations have had concerned about term work-family balance. It is related to employee welfare and performance at work. During the Covid-19 pandemic, the work system changed rapidly. There has been a radical change from working in the office to working from home. Based on research results, the pandemic causes problems in work-family balance. Even though achieving balance in work and family matters is essential to maintain mental health during this pandemic. Therefore, it is necessary to conduct online socialization and education regarding ways to achieve work-family balance during this pandemic. This community service activity aims to increase participants' knowledge about ways to achieve a balance of family work. The action was carried out in a webinar with a material presentation by the resource persons and discussion. The target of this activity is the general public. Data was collected through questionnaires and question-and-answer sessions. Based on the data, it was found that webinar participants gained additional knowledge about managing tasks in the workplace and family. This knowledge can be applied by individuals who have worked and become the provision of not yet married participants.
Terapi Okupasi untuk Meningkatkan Kesabaran pada Pasien RSJD Wisnu Sri Hertinjung; Desti Arifiani; Monica Huaida Hanifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.12 KB)

Abstract

Menurut data riskesdas, prevalensi pasien skizofrenia di Jawa Tengah meningkat menjadi 9% dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Pasien skizofrenia mengalami kesulitan dalam membedakan mana yang kenyataan dan khayalan, kesulitan berpikir, mengingat dan mengontrol emosi, sehingga mudah tersulut emosi dan kurang sabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesabaran pasien RSJD sebelum dan setelah pemberian terapi okupasi berupa merangkai manik-manik. Metode penelitian ini adalah Kuantitatif dan jenis penelitian Eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian adalah 7 orang pasien perempuan RSJD. Variabel bebasnya adalah terapi okupasi sedangkan variabel terikatnya adalah tingkat kesabaran. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesabaran pasien RSJD setelah pemberian terapi okupasi berupa merangkai manik-manik (p < 0.05). Hal ini berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk rata-rata tingkat kesabaran pasien RSJD terdapat perbedaan yang meningkat secara signifikan dari 74 menjadi 79 sebelum dan setelah pemberian terapi okupasi berupa merangkai manik-manik, dengan demikian hipotesis diterima. Tambahkan kesimpulan hasil uji beda, Misalnya: Terdapat perbedaan yang sangat signifikan tingkat kesabaran pasien RSJD sebelum dan setelah mendapatkan Terapi Okupasi, dengan demikian hipotesis diterima.
Co-Authors A'yyun, Aisyah Qurrota Adinda Ratna Dwi Septianingrum Ajiputra, Alfian Faqih Alfi Rilya Ulvia Wardani Amrillah, Annadharah Amilia Andira Koza Laksita Annadharah Amilia Amrillah Annisa Ayu Ramandani Annisa Dianesti Dewi Ar Rasyid, Yazid Fadhil Arifiani, Desti Arin Kamala Aris Purwanto Azizaini Lathifah Choiriyah Widyasari Citra Tyas Laksmadita Citra Tyas Laksmadita Daliman, Daliman Day Sabilla Widya Ar-ra Uufu Desti Arifiani Dwi Arsinta Kusumawati Dwi Arsinta Kusumawati Ema Zati Baroroh Endang Nur Widiyaningsih Eny Purwandari Evi Dwi Mardani Fathya Rahma Kamilatunnuha Fazaumi Nuriya Sayekti Firdastin Ruthnia Yudiningrum, Firdastin Ruthnia Firdausi, Aisyah Zahra Firmansyah, Aditya Ilham Fiska Puspa Arinda Gembong Addy Prabowo Gita Aulia Nurani Giyoto Hamidah, Hylda Hasymi Zahrotul Handayani, Arifah Hanifah, Monica Huaida Hardani, Aliffia Regina Kusuma Hasan, Fadilla Rifky Hasanah, Mir'atun Ihza Risqi Praditya Indiati, Sepi Intan Pramesti Rochana Isnaini Herawati Istiqomah Ardhiana Pratiwi Juliani Prasetyaningrum Kamala, Arin Kartikasari, Sri Wahyuni Katoro, Aindha Vegalaras Kusumawati, Dwi Arsinta Laksmadita, Citra Tyas Lestari, Sri Lisnawati Ruhaena Ludya Nurfirdausa Lusi Nuryanti Maemonah, Maemonah Mahasri Shobabiya Mardani, Evi Dwi Martiani Martiani Marwati, Eka Marwati, Eka Monica Huaida Hanifah Mufiedah, Liena Asma' 'Abiedatul Murti, Dian Citra Murti, Dian Citra Nabila, Shafira Nafisa, Athaya Nafisah, Shafa Oktavia Nanik Prihartanti Nisa Rahmah Nur Anganthi Nisa, Asiyah Khoirun Nurchayati, Afiffa Halila Okti Sri Purwanti Partini Partini Partini Partini Partini Partini Pinasti, Esa Sapna Pradina, Berlianti Husna Praditya, Ihza Risqi Prilya Shanty Andrianie Prima Afifah Prima Nurul Ulum Puri, Rischa Wardiana Sekar Putra, Fadlih Asyfara Putri, Yuliana Pratiwi Sumarno Qaidatiningsih, Salmarani Putri Qonitah Faizatul Fitriyah Rizqi Zulfa Qatrunnada Salma, Az-zahra Fadiya Santi Sulandari Santi Sulandari Septian Wahyu Rahmanto Septianingrum, Adinda Ratna Dwi Septie Nur Aulia Setia Asyanti Shafira Sekar Kencana SRI LESTARI Sri Lestari Sri Lestari Sulistyani, Maritza Nurila Susatyo Yuwono Susilowati Susilowati Syakarna, Nugraheni Fitroh R. Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Taufik Ulfa Munawaroh Diniyah Ulum, Prima Nurul Usmi Karyani Utami, Dara Aini Wardani, Alfi Rilya Ulvia Widya, Rakhma Wisnu Catur Bayu Pati Yasrin Nur Fajriyati Yasrin Nur Fajriyati Yuliana Pratiwi Sumarno Putri Yustina Permanawati Yustina Permanawati, Yustina Zahrotul Uyun