Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pelatihan Self Hypnosis Untuk Menurunkan Academic Burnout Pada Mahasiswa Azizaini Lathifah; Lisnawati Ruhaena; Wisnu Sri Hertinjung; Wisnu Catur Bayu Pati
Jurnal Janaloka Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Janaloka
Publisher : Prodi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/janaloka.v1i1.290

Abstract

Menjadi mahasiswa Magister Psikologi Profesi merupakan tantangan tersendiri bagi setiap individu yang menjalaninya. Berbagai macam tuntutan dan tekanan yang dialami memunculkan masalah salah satunya academic burnout. Academic burnout merupakan perasaan lelah karena tuntutan belajar, menjauh dari tugas, dan merasa tidak kompeten. Banyaknya masalah academic burnout pada mahasiswa menjadi perhatian penting, sehingga perlu adanya tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu intervensi untuk menurunkan academic burnout yaitu pelatihan self hypnosis. Pelatihan self hypnosis bertujuan untuk memberikan keterampilan berupa praktik self hypnosis sehingga mahasiswa dapat merasa rileks, nyaman, dan dapat mengoptimalkan diri dalam menjalani perkuliahan. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Magister Psikologi Profesi UMS yang memiliki tingkat academic burnout sedang dan tinggi. Subjek penelitian berjumlah 16 orang yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Uji hipotesis menggunakan analisis non-parametrik berupa Wilcoxon untuk membandingkan dua pengukuran dalam satu kelompok dan Mann Whitney U-Test untuk menguji perbedaan nilai berdasarkan kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil uji statistik Wilcoxon pretest dan postest kelompok eksperimen diperoleh nilai p=0.012 (p<0.05), nilai uji statistik Mann Whitney p=0.001 (p<0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan self hypnosis efektif untuk menurunkan academic burnout pada mahasiswa Magister Psikologi Profesi.
The well-being of santri in relation to self-adjustment and parents’ occupations Alfi Rilya Ulvia Wardani; Wisnu Sri Hertinjung
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling VOLUME 10 NUMBER 1 JUNE 2024
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppk.v10i1.52010

Abstract

Research has found that santri have poor well-being, hindering their ability to optimize their potential at pesantren. Santri often experience discomfort and pressure due to significant differences in routines and facilities between home and pesantren.  This study aims to investigate santri’s well-being in relation to their self-adjustment and their parents’ occupations. This study was conducted using a quantitative correlational method. Data on well-being and self-adjustment were collected using the Indonesian Santri Well-Being Scale and the Psychological Adjustment Scale (PAS). Data on parents’ occupations were gathered through the biodata section of the questionnaire sheet. Selected using purposive cluster random sampling, the study included 175 santri from the tenth and eleventh grades at Pesantren X, aged between 15 and 18 years. Data were analyzed using the ANCOVA test. The results revealed a positive correlation between self-adjustment and santri’s well-being, with a contribution of 26.6% (ηp2 0,266). Parents’ occupations do not influence santri’s well-being, as the pesantren provides equal facilities and treatment to all santri regardless of their social status. Seventy-five percent of santri at Pesantren X exhibited a moderate level of well-being. The results suggest implementing an orientation period to facilitate santri’s transition from home to pesantren, enhancing their self-adjustment ability and consequently improving their well-being
The well-being of santri in relation to self-adjustment and parents’ occupations Wardani, Alfi Rilya Ulvia; Hertinjung, Wisnu Sri
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling VOLUME 10 NUMBER 1 JUNE 2024
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppk.v10i1.52010

Abstract

Research has found that santri have poor well-being, hindering their ability to optimize their potential at pesantren. Santri often experience discomfort and pressure due to significant differences in routines and facilities between home and pesantren.  This study aims to investigate santri’s well-being in relation to their self-adjustment and their parents’ occupations. This study was conducted using a quantitative correlational method. Data on well-being and self-adjustment were collected using the Indonesian Santri Well-Being Scale and the Psychological Adjustment Scale (PAS). Data on parents’ occupations were gathered through the biodata section of the questionnaire sheet. Selected using purposive cluster random sampling, the study included 175 santri from the tenth and eleventh grades at Pesantren X, aged between 15 and 18 years. Data were analyzed using the ANCOVA test. The results revealed a positive correlation between self-adjustment and santri’s well-being, with a contribution of 26.6% (ηp2 0,266). Parents’ occupations do not influence santri’s well-being, as the pesantren provides equal facilities and treatment to all santri regardless of their social status. Seventy-five percent of santri at Pesantren X exhibited a moderate level of well-being. The results suggest implementing an orientation period to facilitate santri’s transition from home to pesantren, enhancing their self-adjustment ability and consequently improving their well-being
Humanistic Counseling as a Strategy for Overcoming Low Self-Esteem in Asthmatic Patients Arinda, Fiska Puspa; Hertinjung, Wisnu Sri; Syakarna, Nugraheni Fitroh R.
Al Misykat : Journal of Islamic Psychology Vol 1, No 2 (2023): September (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/almisykat.v1i2.7861

Abstract

The aim of this research is to determine the extent to which humanistic counseling plays a role in overcoming low self-esteem. This research is a case study research on a patient suffering from asthma at a regional hospital in Boyolali. Data collection was carried out using interviews, observation, and psychological testing methods. Based on the results of the assessment that had been carried out, the patient felt limited in carrying out all activities due to her asthma, so this made her even lower in self-esteem. The condition of low self-esteem has many negative impacts on the patient's life, such as being unproductive and limiting social contact with the surrounding environment. Humanistic counseling is one strategy that can help patients overcome low self-esteem. The patient begins to accept her condition and express the positive side of her abilities.
Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Keluarga dengan Kecemasan Pada Mahasiswa UMS yang Sedang Mengerjakan Skripsi di Masa Pandemi Firdausi, Aisyah Zahra; Hertinjung, Wisnu Sri; Daliman, Daliman; Uyun, Zahrotul; Giyoto, Giyoto; Widya, Rakhma
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 1, No. 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v1i4.31

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada aspek pendidikan, menjadi tantangan baru bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi hingga mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kecemasan pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang sedang mengerjakan skripsi di masa pandemi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Surakarta yang sedang mengerjakan skripsi yang berjumlah 342 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan alat pengumpulan data menggunakan skala efikasi diri, skala dukungan keluarga, dan subskala kecemasan dalam skala DASS 42. Analisis yang digunakan yaitu analisis uji Regresi Linier Berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS 16.0. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kecemasan pada mahasiswa UMS yang sedang mengerjakan skripsi di masa pandemi yang ditunjukkan dengan F= 53,358 dan signifikasi sebesar 0,000 (p<0,01). Terdapat hubungan negatif sangat signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan pada mahasiswa UMS yang sedang mengerjakan skripsi di masa pandemi (r) =-0,455 dan sig. 0,000 (p<0,01), hubungan negatif sangat signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan pada mahasiswa UMS yang sedang mengerjakan skripsi di masa pandemi (r) =-0,415 dan sig. 0,000 (p<0,01). Sumbangan efektifvariabel efikasi diri dan variabel dukungan keluarga sebesar 23,9% dan sebesar 76,1 % disumbangkan oleh faktor lain. Kategorisasi hasil penelitian menunjukkan mahasiswa UMS memiliki efikasi diri pada kategori tinggi, dukungan keluarga pada kategori tinggi, dan kecemasan pada kategori rendah. Secara umum mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki efikasi diri yang tinggi dan dukungan keluarga yang besar sehingga kecemasan yang dimiliki rendah.
Promosi Kesehatan Mental melalui Pelatihan Keterampilan Sosial pada Warga Pondok pesantren Hertinjung, Wisnu Sri; Partini; Lusi Nuryanti; Nisa Rahmah Nur Anganthi; Intan Pramesti Rochana; Mahasri Shobabiya
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i1.2818

Abstract

Social skills are an important aspect that needs to be developed for students because they are a protective factor in creating mental health. It's just that this is one aspect that is still underdeveloped in students. Social skills can be instilled in individuals in various ways, one of which is through training. This community service activity is in the form of Training for Trainers, which aims to increase the capacity of stakeholders to have higher social skills so that they can become role models for students. Participants involved in this activity were administrators, teachers, and caregivers of 30 students. The training lasted 2 meetings, each 3 hours. The training material includes adolescent dynamics, social skills, and the implementation of social skills through the FRESH values, which is an acronym for Friendly (friendly, likes to make friends), Respect (respect), Empathy (empathy or mutual understanding), Smile (smile or friendly to everyone), as well as Humble (humble and not feeling superior to others). The effectiveness of the training was measured using a questionnaire to determine improvements in FRESH implementation. Data were analyzed using central tendency statistics and described narratively. The results show that there has been an increase in the application of FRESH values among dormitory managers, teachers, and caregivers. This improvement is the key to continuous change towards more comfortable and harmonious conditions in Islamic boarding schools, considering that boarding school managers, teachers, and caretakers are the main role models for students while living in Islamic boarding schools. It can be concluded that social skills training through training for trainers has proven effective in improving the social skills of managers, teachers, and caregivers as role models to be imitated by students.
Penerapan Senam Aerobik Low Impact pada Kemampuan Bersosialisasi : Studi Kasus Pasien Skizofrenia Salma, Az-zahra Fadiya; Nabila, Shafira; Hertinjung, Wisnu Sri
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 8 No. 2 November 2023
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/schema.v8i2.12346

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa dengan kategori yang sangat berat yang mempengaruhi seseorang dalam cara berpikir, cara merasakan, dan cara untuk berperilaku dengan baik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat senam aerobik low impact pada kemampuan bersosialisasi pasien skizofrenia di Griya PMI Surakarta. penelitian dilakukan dengan metode studi kasus dengan pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur, dokumentasi, dan observasi. penelitian dilakukan di hari selasa pagi selama 4 pekan. hasil penelitian menunjukan bahwa senam aerobik memiliki manfaat untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi.
Pelatihan Berpikir Optimis untuk Meningkatkan Harga Diri pada Remaja di Panti Asuhan Marwati, Eka; Prihartanti, Nanik; Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol 1, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.1790

Abstract

Survei menunjukkan 46% remaja di panti asuhan mengarah pada ciri-ciri harga diri rendah. Perasaan dan keyakinan yang kurang menguntungkan menurut remaja di panti asuhan merupakan salah satu model persepsi umum individu untuk menginterpetasikan kejadian dalam hidupnya yang juga disebut dengan explanatory style. Seligman (1995) menyatakan bahwa explanatory style merupakan inti dari berpikir optimis, sehingga perubahan explanatory style dilakukan dengan memberikan latihan berpikir optimis model ABCDE. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pelatihan berpikir optimis untuk meningkatkan harga diri remaja di panti asuhan. Hipotesis yang diajukan adalah pelatihan berpikir optimis dapat meningkatkan harga diri remaja di panti asuhan. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen dengan rancangan pretest-posttes control group design. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon untuk pretest dan posttest kelompok eksperimen diperoleh kesimpulan bahwa pelatihan berpikir optimis sangat signifikan untuk meningkatkan harga diri remaja di panti asuhan.Kata kunci: harga diri, pelatihan berpikir optimis, remaja panti asuhan
Perbedaan keterampilan sosial ditinjau dari sistem pendidikan Katoro, Aindha Vegalaras; Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol 5, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.6841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan sosial ditinjau dari sistem pendidikan yaitu untuk mengetahui tingkat keterampilan sosial antara siswa dengan sistem pendidikan negeri dan sistem pondok pesantren, serta mengetahui terkait keterampilan sosial pada masing-masing sistem pendidikan. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan keterampilan sosial antara siswa sekolah negeri dengan siswa sekolah pondok pesantren dimana keterampilan sosial siswa sekolah negeri lebih tinggi dibandingkan dengan siswa sekolah pondok pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif komparasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala keterampilan sosial. Subjek penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri X sebanyak 4 kelas yang berjumlah 98 siswa dan siswa SMA PPTQ X sebanyak 4 kelas yang berjumlah 77 siswa. Analisis data menggunakan uji-t (t-test). Hasil analisis uji t diperoleh t-hitung = 5,744 dengan sig.p = 0,000 ≤ 0,01 yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan keterampilan sosial antara siswa sekolah negeri dan sekolah pondok pesantren. Rerata keterampilan siswa di sekolah negeri sebesar 138,50 dan rerata keterampilan sosial siswa di sekolah pondok pesantren sebesar 128,21 yang berarti keterampilan sosial siswa sekolah negeri lebih tinggi dibandingkan sekolah pondok pesantren. Keterampilan sosial siswa pada kedua sistem pendidikan memiliki kategori yang sama yaitu tinggi, hanya saja rerata sekolah pondok pesantren sebesar 128,21 yang menunjukkan  kategori tinggi ke arah sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka hipotesis penelitian terbukti.
Determinants of Health Protocols Compliance on Office Workers Mufiedah, Liena Asma' 'Abiedatul; Karyani, Usmi; Hertinjung, Wisnu Sri
Indigenous Vol 8, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v8i1.20346

Abstract

Abstract. The high number of Covid-19 cases contributed to office clusters. To reduce the spread of Covid-19, the government has implemented the 5M health protocol. However many people, especially office workers, violate this health protocol. One of the available approaches to analyze non-compliance behavior is by using the Health Belief Model (HBM). This study aims to determine the factors affecting office workers' compliance with the Covid-19 preventive health protocol, explained bythe Health BeliefModel (HBM) theory to develop health promotion programs which may contribute to the compliance level of the office workers. This research is a correlational quantitative study with a sample of 357 office workers in the Surakarta residency. The data were collected online by usings six scales uploaded in the Google Form, consisting of the perceived susceptibility scale, perceived severity scale, perceived barriers scale, perceived benefits scale, self-efficacy scale, and the Covid-19 prevention protocol compliance scale. The path analysis was carried out by using JASP 14.1 to analyze the collected data. The result shows that health protocols are greatly helped for workers by many cues/stimuli that will appear with the many perceived barriers in implementing health protocols but will increase with relevant facts. Self-efficacy plays a vital role in influencing health protocol compliance in office workers. Providing more intense education that focuses on providing solutions that workers can take when facing difficulties in implementing health protocols can be one way to further increase confidence in workers in implementing health protocols.Keywords: compliance; health belief model; health protocol; office worker
Co-Authors A'yyun, Aisyah Qurrota Adinda Ratna Dwi Septianingrum Ajiputra, Alfian Faqih Alfi Rilya Ulvia Wardani Amrillah, Annadharah Amilia Andira Koza Laksita Annadharah Amilia Amrillah Annisa Ayu Ramandani Annisa Dianesti Dewi Ar Rasyid, Yazid Fadhil Arifiani, Desti Arin Kamala Aris Purwanto Azizaini Lathifah Choiriyah Widyasari Citra Tyas Laksmadita Citra Tyas Laksmadita Daliman, Daliman Day Sabilla Widya Ar-ra Uufu Desti Arifiani Dwi Arsinta Kusumawati Dwi Arsinta Kusumawati Ema Zati Baroroh Endang Nur Widiyaningsih Eny Purwandari Evi Dwi Mardani Fathya Rahma Kamilatunnuha Fazaumi Nuriya Sayekti Firdastin Ruthnia Yudiningrum, Firdastin Ruthnia Firdausi, Aisyah Zahra Firmansyah, Aditya Ilham Fiska Puspa Arinda Gembong Addy Prabowo Gita Aulia Nurani Giyoto Hamidah, Hylda Hasymi Zahrotul Handayani, Arifah Hanifah, Monica Huaida Hardani, Aliffia Regina Kusuma Hasan, Fadilla Rifky Hasanah, Mir'atun Ihza Risqi Praditya Indiati, Sepi Intan Pramesti Rochana Isnaini Herawati Istiqomah Ardhiana Pratiwi Juliani Prasetyaningrum Kamala, Arin Kartikasari, Sri Wahyuni Katoro, Aindha Vegalaras Kusumawati, Dwi Arsinta Laksmadita, Citra Tyas Lestari, Sri Lisnawati Ruhaena Ludya Nurfirdausa Lusi Nuryanti Maemonah, Maemonah Mahasri Shobabiya Mardani, Evi Dwi Martiani Martiani Marwati, Eka Marwati, Eka Monica Huaida Hanifah Mufiedah, Liena Asma' 'Abiedatul Murti, Dian Citra Murti, Dian Citra Nabila, Shafira Nafisa, Athaya Nafisah, Shafa Oktavia Nanik Prihartanti Nisa Rahmah Nur Anganthi Nisa, Asiyah Khoirun Nurchayati, Afiffa Halila Okti Sri Purwanti Partini Partini Partini Partini Partini Partini Pinasti, Esa Sapna Pradina, Berlianti Husna Praditya, Ihza Risqi Prilya Shanty Andrianie Prima Afifah Prima Nurul Ulum Puri, Rischa Wardiana Sekar Putra, Fadlih Asyfara Putri, Yuliana Pratiwi Sumarno Qaidatiningsih, Salmarani Putri Qonitah Faizatul Fitriyah Rizqi Zulfa Qatrunnada Salma, Az-zahra Fadiya Santi Sulandari Santi Sulandari Septian Wahyu Rahmanto Septianingrum, Adinda Ratna Dwi Septie Nur Aulia Setia Asyanti Shafira Sekar Kencana Sri Lestari Sri Lestari SRI LESTARI Sulistyani, Maritza Nurila Susatyo Yuwono Susilowati Susilowati Syakarna, Nugraheni Fitroh R. Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Taufik Ulfa Munawaroh Diniyah Ulum, Prima Nurul Usmi Karyani Utami, Dara Aini Wardani, Alfi Rilya Ulvia Widya, Rakhma Wisnu Catur Bayu Pati Yasrin Nur Fajriyati Yasrin Nur Fajriyati Yuliana Pratiwi Sumarno Putri Yustina Permanawati Yustina Permanawati, Yustina Zahrotul Uyun