Claim Missing Document
Check
Articles

Terapi Seni untuk Meningkatkan Kebahagiaan Pasien Skizofrenia RSJ yang Menjalani Rehabilitasi Wisnu Sri Hertinjung; Evi Dwi Mardani; Arin Kamala
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.909 KB)

Abstract

Pasien rehabilitasi RSJ dengan gangguan skizofrenia terlihat kurang ceria saat berada dibangsal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas Terapi Seni untuk meningkatkan kebahagiaan pasien skizofrenia RSJ yang menjalani rehabilitasi. Hal ini penting guna memberikan informasi cara meningkatkan kebahagiaan orang dengan gangguan jiwa kepada khalayak. Peneliti menduga terapi seni ini cocok untuk meningkatkan kebahagiaan pasien. Terapi seni banyak digunakan untuk menyelesaikan konflik emosional dengan menyalurkan perasaan dan emosi non-verbal. Terapi seni ini juga salah satu dari beberapa bentuk terapi nonfarmakologi. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen One Group Pre-test Post-test Design. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien rehabilitasi RSJ Surakarta yang berjumlah sepuluh orang dengan tiga orang berjenis kelamin perempuan dan tujuh orang berjenis kelamin laki-laki. Subjek dipilih atas rekomendasi dari perawat bangsal rehabilitasi, yang dianggap kooperatif atau sudah dapat melakukan komunikasi dua arah. Instrumen penelitian peneliti adopsi dari skala kebahagiaan yang disusun oleh Indah Nisrina (2018) yang berjudul Hubungan Kesabaran Dan Kebahagiaan Pada Wanita Karir Berkeluarga. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji asumsi berupa normalitas dan homogenitas serta uji hipotesis menggunakan analisis non parametric two related sample dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini didapatkan, skor Z=-2,393 dengan p=0,017 (p<0,05). Hal ini perbedaan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara tingkat kebahagiaan pasien sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa Terapi Seni. Dengan demikian hipotesis penelitian diterima. Terapi Seni efektif untuk meningkatkan kebahagiaan pasien skizofrenia. Rerata kebahagiaan sebelum terapi sebesar 42,20 dan setelah terapi sebesar 45,6. Terapi ini sangat penting untuk diberikan kepada orang dengan gangguan jiwa, selain untuk memulihkan kesehatan mental kebahagiaan pasien tersebut, terapi ini bermanfaat untuk memberikan hiburan, kesenangan, serta juga memberikan ilmu sehingga dapat meningkatkan keterampilan yang berguna untuk lakukan di luar rumah sakit.
Peningkatan Perilaku Peduli Lingkungan Melalui Program Gemar Berseri di Kabupaten Karanganyar Citra Tyas Laksmadita; Wisnu Sri Hertinjung; Dwi Arsinta Kusumawati
Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Dakwah dan Pembangunan Masyarakat Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (LDPM UCY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jnajpm.v7i2.1180

Abstract

A clean and healthy environment is the desire of the community, to achieve this requires continuous awareness and efforts from residents. Lack of awareness of maintaining cleanliness makes people vulnerable to health problems. This study aimed to determine the effectiveness of the Gemar Berseri Program in increasing environmental care behavior in the Dusun D community, Karanganyar Regency. This research is a quasi-experimental using one group pre-post-test design. Assistance and psychoeducation program for stakeholders and residents of Dusun D 185 residents. Analysis of the data using the Wilcoxon test with the results Z=-2.041 with p=0.041, which means that there is a significant difference in understanding of environmental care behavior before and after psychoeducation. The data can be analyzed qualitatively in the form of the formation of a Residential Feasibility Assessment Team. The Gemar Berseri program is effective in increasing public understanding of environmental care behavior. This program needs to be followed up continuously with real behavior in maintaining environmental cleanliness and health.
PERAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENYIMPANGAN SEKSUAL : LITERATURE REVIEW Wisnu Sri Hertinjung; Ludya Nurfirdausa; Septie Nur Aulia
EPIGRAM (e-journal) Vol 19 No 1 (2022): Epigram Volume 19 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/epi.v19i1.4448

Abstract

Penyimpangan seksual merupakan perilaku pemenuhan kebutuhan seksual dengan cara yang tidak wajar. Penyimpangan dalam hal ini adalah pada objek pemuas seksualnya dan dikenal dengan istilah parafilia. Penyimpangan ini dapat dialami oleh individu baik laki-laki maupun perempuan, dan banyak ditemui di masyarakat dalam bentuk gangguan seperti pedofilia, ekshibisionism, sadisme, mashocism, voyeurism, dan lainnya. Peran pengasuhan orangtua sangat besar pengaruhnya dalam tumbuh kembang individu menjadi individu dewasa yang normal dan adaptif serta bebas dari penyimpangan seksual. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mereview peran pola asuh orangtua dengan penyimpangan perilaku seksual. Metode yang digunakan adalah literatur review terhadap 5 artikel jurnal yang membahas mengenai pola asuh dan penyimpangan seksual. Artikel diperoleh dari data base Google Scholar dan Pop7Setup. Hasil literature review menunjukkan bahwa pola asuh orangtua memiliki peran terhadap penyimpangan perilaku seksual. Pola asuh yang positif disertai komunikasi dua arah dapat mencegah perilaku seks pra nikah dan LGBT  pada remaja. Sementara pola asuh permisif dan ibu yang terlalu dominan dalam pengasuhan, berpeluang lebih besar untuk mengembangkan perilaku seksual yang beresiko
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI RESILIENSI REMAJA DI MASA PANDEMI Wisnu Sri Hertinjung; Susatyo Yuwono; Partini Partini; Andira Koza Laksita; Annisa Ayu Ramandani; Shafira Sekar Kencana
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 17, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.17.2.60-71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi regulasi emosi, optimisme, dan dukungan keluarga  dengan  resiliensi siswa pada masa pandemi Covid-19. Faktor internal siswa berupa kemampuan mengelola emosi dan rasa optimis menghadapi situasi yang sulit dan memerlukan penyesuaian tinggi, serta faktor eksternal berupa dukungan keluarga, akan menumbuhkan jiwa resilien berupa ketangguhan menghadapi kesulitan dan tidak mudah menyerah. Hipotesis mayor yang diajukan terdapat hubungan antara  regulasi emosi, optimisme, dan dukungan keluarga dengan resiliensi. Terdapat 3 hipotesis minor, yaitu adanya hubungan positif antara regulasi emosi dengan resiliensi; hubungan positif antara optimisme dengan resiliensi; dan hubungan positif antara dukungan keluarga dengan resiliensi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala regulasi emosi, skala optimisme, skala dukungan keluarga, dan skala resiliensi.  Populasi dalam penelitian  ini adalah siswa SMA dan SMK di Sukoharjo. Pemilihan subjek penelitian dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah uji korelasi regresi berganda. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan yang sangat signifikan antara regulasi emosi, optimisme, dan dukungan keluarga dengan resiliensi siswa (F=47,561; p<0,001). Uji hipotesis minor 1 diperoleh hasil r=0,607; p<0,001 artinya terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara regulasi emosi dengan resiliensi, untuk variabel optimisme diperoleh nilai r=0,585;p<0,001 dan dapat dinyatakan terdapat korelasi positif yang sangat signifikan antara optimism dengan resiliensi, variabel dukungan keluarga menunjukan hasil r=0,431;p<0,001, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel dukungan keluarga dengan resiliensi. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang diajukan seluruhnya terbuktiAbstrak harus dibuat dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris.
Pengalaman ibu bekerja yang memiliki anak balita dalam mencapai keseimbangan kerja-keluarga Yasrin Nur Fajriyati; Sri Lestari; Wisnu Sri Hertinjung
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu477

Abstract

Ibu yang bekerja memiliki tanggung jawab di dua ranah berbeda, yaitu keluarga dan pekerjaan. Ibu bekerja perlu keseimbangan peran agar ibu mampu menjalankan perannya secara optimal, terlebih bagi ibu bekerja yang memiliki anak balita. Tujuan penelitian ini adalah memahami pencapaian keseimbangan kerja-keluarga pada ibu bekerja yang memiliki anak balita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada enam orang ibu bekerja yang memiliki anak balita, yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bekerja yang memiliki anak balita mengalami kesulitan dalam menjalankan peran ganda sehingga muncul konflik peran. Upaya yang dilakukan ibu untuk meminimalisir konflik dan mencapai keseimbangan kerja-keluarga adalah meminta bantuan dari orang-orang terdekat seperti suami atau anggota keluarga lain, melakukan komunikasi aktif dengan pengasuh ketika sedang istirahat bekerja, mengelola emosi dan berpikir positif, tidak mencampuradukkan urusan pekerjaan dan keluarga, menjadikan anak sebagai pengobat lelah setelah pulang bekerja, serta mengembangkan sikap sabar ketika bersama anak.
HUBUNGAN PERSEPSI KOMPENSASI, PERSEPSI PELATIHAN DAN PERSEPSI KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PT X Tbk Gembong Addy Prabowo; Susatyo Yuwono; Partini Partini; Wisnu Sri Hertinjung
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 14 No 2 (2022): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions of compensation, perceptions of training, and perceptions of leadership with job satisfaction of employees. This research method uses quantitative correlational. The subjects and samples of this study were employees/ staff /employees of PT X, Tbk. with a number of 150 respondents. The sample in this study used non-probability sampling techniques, the non-probability sampling technique used was purposive sampling. Data analysis to test the hypothesis used was Kendall's tau correlation technique, used to measure the strength or relationship of two variables. The method in obtaining and collecting data that researchers do is a scale. The scale is a data collection method that is carried out by distributing a list of closed questions to the respondents so that the respondents just need to choose the answers provided. The results of this study indicate that there is a relationship between perceptions of compensation, perceptions of training, and perceptions of leadership with job satisfaction of employees. The value of the successive correlation coefficient for the relationship between perceptions of compensation, perceptions of training and perceptions of leadership on employee job satisfaction is (0.473; 0.478; and 0.553). The significant figures for all variables are 0.000, and are positive, which means the more frequent perceptions of compensation, training perceptions, and perceptions of leadership, job satisfaction is increasing.
Peran Self-esteem dan Keharmonisan Keluarga Bagi Kesehatan Mental Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Istiqomah Ardhiana Pratiwi; Wisnu Sri Hertinjung
JURNAL PSIKOLOGI Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v19i1.18760

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa menjadi permasalahan yang cukup sering mendapatkan pembahasan, namun masih jarang mendapatkan perhatian serius. Memasuki usia remaja menuju dewasa membuat mahasiswa rentan mengalami permasalahan psikologis, yang dipengaruhi oleh faktor internal salah satunya adalah self-esteem dan faktor eksternal salah satunya adalah keharmonisan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-esteem dan keharmonisan keluarga dengan kesehatan mental pada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Partisipan penelitian adalah 101 mahasiswa S-1 Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang dipilih dengan convenience sampling. Metode pengambilan data menggunakan skala kesehatan mental, skala self-esteem, dan keharmonisan keluarga. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-esteem dan keharmonisan keluarga bersama-sama memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan kesehatan mental mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan nilai (F) 88,137 dengan (p) 0,000 (p<0,001) dan sumbangan efektif (R) 64,3%. Berdasarkan hasil tersebut artinya semakin baik tingkat self-esteem dan keharmonisan keluarga maka akan semakin baik pula kondisi kesehatan mental yang dimiliki individu, dan sebaliknya. Hasil temuan ini diharapkan dapat mendorong pihak perguruan tinggi, keluarga, dan mahasiswa untuk membantu menjaga kondisi kesehatan mental mahasiswa.
Intervensi Psikoedukasi "Anti Miras" : Peran Penguatan Peran Tokoh Masyarakat Untuk Pencegahan Minuman Keras Ema Zati Baroroh; Wisnu Sri Hertinjung
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol9.iss2.art9

Abstract

The decrease in the role of community leaders and religious leaders in overcoming alcoholic irregularities is  a separate problem in a community community. The purpose of this research is generally to increase the knowledge of community and religious leaders in the prevention of misuse of alcoholic irregularities. The hypothesis of this study is that the knowledge on MIRAS on the subject would be found higher or increased after obtaining psychoeducation "Anti MIRAS". The participants of this study were community leaders and religious leaders who stated their agreement and willingness. Data were analyzed by Paired Sample of T-Test and qualitatively. Quantitative results indicate that psychoeducation intervention "Anti MIRAS" did not significantly increase participants' knowledge. However, the qualitative results found that the outcome of this intervention was able to provide a positive insight about the dangers of MIRAS and bridging communityleaders to agree on 11 points of agreement. Findings, limitations and recommendations in this study will alsobe discussed.Keywords: Alcohol abuse, Empowerment, Community, Psycho-education
Improving the Quality of Mother-Adolescent Relationship Through Communication Skills Training Martiani Martiani; Sri Lestari; Wisnu Sri Hertinjung
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol13.iss1.art5

Abstract

The less quality of mother-adolescent relationship is indicated by the unwillingness of adolescent to talk about their problem to mother and the emergent of mother-adolescent conflict. This research aim to prove the effectiveness of communication skills training to increase the quality of mother-adolescent relationship. This research tests the hypothesis that communication training can improve the quality of mother and teen relationship. The quality of mother-adolescent relationship was measured using the scale of mother-child relationship. The participants were 18 mothers with Senior High School of education and that have adolescent children. The experimental design used was a pre-test post-test control group design. The result shows that communication skills training can effectively increase the quality of mother-adolescent relationship. After a mother participates in training, teenagers feel comfortable telling their problems to mothers and feel understood.
Reducing parenting stress among Muslim mothers during the COVID-19 pandemic through spiritual mindfulness training Wisnu Sri Hertinjung; Citra Tyas Laksmadita; Lisnawati Ruhaena; Santi Sulandari; Dwi Arsinta Kusumawati
Humanitas: Indonesian Psychological Journal Volume 20 (2) 2023
Publisher : HUMANITAS published by Universitas Ahmad Dahlan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v20i2.288

Abstract

An imbalance between nurturing expectations and available resources during the COVID-19 pandemic increases the risk of parental stress. This study aimed to reduce parental stress through spiritual mindfulness training among Indonesian Muslim mothers. This study applied the embedded experimental model, one part of the mixed method design, where qualitative data is used to clarify the results of the experimental data. The experimental design used was the pretest-posttest control group design.  Twenty individuals were randomly assigned to experimental and control groups. The Parental Stress Scale was used to assess parental stress. The Wilcoxon and Mann-Whitney U tests were used to compare parental stress levels before and after spiritual mindfulness training. The hypothesis test results show that spiritual mindfulness training effectively reduces parenting stress for Indonesian Muslim mothers. Observation data during the training process and analysis of the assignment sheet found that the two individuals actively participating in the training process and frequently filling out the assignment sheets reduced parental stress levels more than their more passive counterparts. Spiritual mindfulness training successfully decreases the parental stress of Muslim mothers, and it is strongly suggested that mothers practice training regularly to considerably control their stress.
Co-Authors A'yyun, Aisyah Qurrota Adinda Ratna Dwi Septianingrum Ajiputra, Alfian Faqih Alfi Rilya Ulvia Wardani Amrillah, Annadharah Amilia Andira Koza Laksita Annadharah Amilia Amrillah Annisa Ayu Ramandani Annisa Dianesti Dewi Ar Rasyid, Yazid Fadhil Arifiani, Desti Arin Kamala Aris Purwanto Azizaini Lathifah Choiriyah Widyasari Citra Tyas Laksmadita Citra Tyas Laksmadita Daliman, Daliman Day Sabilla Widya Ar-ra Uufu Desti Arifiani Dwi Arsinta Kusumawati Dwi Arsinta Kusumawati Ema Zati Baroroh Endang Nur Widiyaningsih Eny Purwandari Evi Dwi Mardani Fathya Rahma Kamilatunnuha Fazaumi Nuriya Sayekti Firdastin Ruthnia Yudiningrum, Firdastin Ruthnia Firdausi, Aisyah Zahra Firliana Rizky Ramadhina Firmansyah, Aditya Ilham Fiska Puspa Arinda Gembong Addy Prabowo Gita Aulia Nurani Giyoto Hamidah, Hylda Hasymi Zahrotul Handayani, Arifah Hanifah, Monica Huaida Hardani, Aliffia Regina Kusuma Hasan, Fadilla Rifky Hasanah, Mir'atun Ihza Risqi Praditya Indiati, Sepi Intan Pramesti Rochana Isnaeni Hasna Hanisah Isnaini Herawati Istiqomah Ardhiana Pratiwi Juliani Prasetyaningrum Kamala, Arin Kamilatunnuha, Fathya Rahma Kartikasari, Sri Wahyuni Katoro, Aindha Vegalaras Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Kusumawati, Dwi Arsinta Laksmadita, Citra Tyas Lestari, Sri Lisnawati Ruhaena Ludya Nurfirdausa Lusi Nuryanti Maemonah, Maemonah Mahasri Shobabiya Mardani, Evi Dwi Martiani Martiani Marwati, Eka Marwati, Eka Maulidiyah Indira Hasmarini Monica Huaida Hanifah Mufiedah, Liena Asma' 'Abiedatul Muhammad Anas Murti, Dian Citra Murti, Dian Citra Nabila, Shafira Nafisa, Athaya Nafisah, Shafa Oktavia Nanik Prihartanti Nisa Rahmah Nur Anganthi Nisa, Asiyah Khoirun Nurchayati, Afiffa Halila Okti Sri Purwanti Partini Partini Partini Partini Partini Partini Pinasti, Esa Sapna Pinkan Yulia Salwa Pradina, Berlianti Husna Praditya, Ihza Risqi Prilya Shanty Andrianie Prima Afifah Prima Nurul Ulum Puri, Rischa Wardiana Sekar Putra, Fadlih Asyfara Putri, Yuliana Pratiwi Sumarno Qaidatiningsih, Salmarani Putri Qonitah Faizatul Fitriyah Retno Faridatussalam Rizqi Zulfa Qatrunnada Salma, Az-zahra Fadiya Santi Sulandari Santi Sulandari Septian Wahyu Rahmanto Septianingrum, Adinda Ratna Dwi Septie Nur Aulia Setia Asyanti Shafira Sekar Kencana Siti Fatimah Nurhayati Sri Lestari Sri Lestari SRI LESTARI Sulistyani, Maritza Nurila Susatyo Yuwono Susilowati Susilowati Syakarna, Nugraheni Fitroh R. Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Taufik Ulfa Munawaroh Diniyah Ulum, Prima Nurul Usmi Karyani Utami, Dara Aini Wardani, Alfi Rilya Ulvia Widya, Rakhma Wisnu Catur Bayu Pati Yasrin Nur Fajriyati Yasrin Nur Fajriyati Yuliana Pratiwi Sumarno Putri Yustina Permanawati Yustina Permanawati, Yustina Zahrotul Uyun