Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

CHALLENGES OF FEMALE PRINCIPALS IN MADRASAH LEADERSHIP IN BANDA ACEH: A GENDER ANALYSIS Sakdiah, Sakdiah; Srimulyani, Eka; Gade, Syabuddin; Akmal, Saiful; Furqan, Muhammad
Islam Futura Vol 24 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v24i1.19021

Abstract

Women's leadership is gaining more recognition in the public eye, particularly in professional leadership roles within educational institutions. Despite facing challenges such as seniority, local customs, and societal perceptions, these obstacles do not deter women from their leadership roles in educational institutions. In fact, they strive to create better opportunities for future leadership. The challenges faced by female school principals are often influenced by the prevailing patriarchal culture in society and community life. This research employs a qualitative method with a gender analysis approach. The findings reveal that challenges related to seniority and local customs are dominant issues for female school principals in Aceh. Seniority comes into play when younger school principals are perceived as inexperienced leaders by their senior counterparts, even if they possess the necessary competencies for the role. On the other hand, local customs are influenced by the presence of teachers who are local residents in the school. Additionally, dealing with policy dualism in private schools and collaboration with committees presents straightforward challenges for school principals, influenced by the research location, student backgrounds, and school status. The strategies offered by school principals involve continuous engagement, fostering better collaboration, and early consultation with relevant stakeholders. These efforts have helped ease tensions and lead to more effective solutions for overcoming these challenges.
Karakteristik Kepemimpinan Ratu Balqis Dalam Al-Qur’an Sakdiah, Sakdiah
Takammul : Jurnal Studi Gender dan Islam Serta Perlindungan Anak Vol. 12 No. 2 (2023): Takammul
Publisher : Pusat Studi Wanita UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/takamul.v12i2.22842

Abstract

Karakteristik kepemimpinan Ratu Balqis dalam al-Qur‟an menjadi ranah yang menarik untuk diteliti lebih mendalam, dimana mengulas tentang karakteristik kepemimpinan perempuan yang menjadi ibrah bagi kepemimpinan perempuan saat ini, yang menjadi pertanyaannya apa saja karakteristik kepemimpinan Ratu Baqis dalam Al Qur‟an?. Mentode penelitian adalah analisis teks dari berbagai sumber yang relevan seperti surah an-Naml ayat 23-40 yang mengkisahkan tentang Ratu Balqis, seorang ratu yang berhasil dalam memimpin suatu kerajaan yang dalam al-Quran digambarkan sebagai arsyun adhim, di samping teks kajian tafsir juga teks kajian lainnya dari jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7 katrakteristik kepemimpinan ratu Balqis, 1. Demokrasi, 2. Bijaksana, 3. Cerdas, 4. Mencintai Perdamaian, 5. Cerdas Memanfaatkan media (Hud-Hud), 7. Kesetaraan laki-laki dan Perempuan yang diberikan kelebihan dalam memimpin Negara.
Pengaruh Penggunaan Animasi Model TGT terhadap Hasil Belajar PKN Kelas IV SDN 61 Banda Aceh: The Effect of Using TGT Model Animation on Civics Learning Outcomes of Class IV SDN 61 Banda Aceh Sakdiah, Sakdiah; Musdiani, Musdiani; Helminsyah, Helminsyah
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 6 No. 01 (2026): Artikel Riset, February 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v6i01.7914

Abstract

This study evaluates the effectiveness of combining the Teams Games Tournament (TGT) learning model with animated audiovisual media in improving fourth-grade students' learning outcomes at SDN 61 Banda Aceh. The background of this study is low student interest and learning outcomes due to monotonous conventional methods, with the average initial score (pretest) at 65, which is still below the KKM standard of 75. Using a one-group pretest-posttest design with 27 students in the even semester of 2025/2026, data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test. The results showed a significant positive effect, with the average score increasing to 84.26. It was concluded that integrating animated media with the TGT model created an interactive, effective learning environment that improved students' cognitive understanding. Suggestions put forward include: for teachers, apply this strategy routinely in Civics and other subjects; for schools, provide multimedia facilities and teacher training; for future researchers, use a quasi-experimental design with a control group to strengthen validation.
Strategi Pondok Pesantren Sulaimaniyah Sultan Selahaddin dalam Mengimplementasikan Program Unggulan Bahasa Turki dan Tahfiz di Lam Ara III Banda Aceh Indonesia Ali, Saif; Sakdiah, Sakdiah; Raihan, Raihan
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pondok Pesantren Sulaimaniyah Sultan Selahaddin Lam Ara III Banda Aceh dalam mengimplementasikan program unggulan bahasa Turki dan tahfidz Alquran. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan program dijalankan dalam satu kesatuan sistem kelembagaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan yang terdiri dari pimpinan pesantren, pengajar, dan mahasantri. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan menjaga keabsahan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan. Perencanaan disusun berdasarkan visi pembentukan generasi qur’ani yang berwawasan global, kemudian diterjemahkan dalam kurikulum dan target pembelajaran yang jelas. Pengorganisasian terlihat dari pembagian peran yang sesuai kompetensi serta pengelolaan lingkungan belajar yang kondusif. Pelaksanaan program berlangsung melalui rutinitas harian yang disiplin, pembiasaan belajar, serta pendekatan interaktif dalam pembelajaran bahasa. Sementara itu, pengawasan dilakukan secara langsung dan berkala melalui setoran hafalan, pencatatan perkembangan, serta evaluasi program. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi tantangan, terutama dalam pembagian waktu antara kegiatan pesantren dan perkuliahan.
Peran Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) dalam Membimbing Calon Pranikah pada Usia Dini di Kelurahan Rantau Laban Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi Syahputra, Muhammad Wanda; Sakdiah, Sakdiah; Yati, Abizal Muhammad
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.613

Abstract

Pernikahan usia dini masih menjadi problem sosial yang persisten di Kelurahan Rantau Laban, sehingga menuntut intervensi aktif dari institusi keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rambutan dalam membimbing calon pengantin usia dini di wilayah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak KUA dan tiga pasangan usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, serta desakan lingkungan menjadi penyebab utama terjadinya pernikahan dini setiap tahunnya. Pegawai KUA telah menjalankan peran krusial sebagai validator, edukator, dan konselor preventif melalui program bimbingan pranikah yang umumnya dilaksanakan dalam rentang waktu beberapa minggu menjelang hari pernikahan. Namun, pelaksanaannya belum optimal akibat keterbatasan durasi dan minimnya kesadaran peserta. Sebagai solusi, strategi pelaksanaan bimbingan diarahkan pada pendekatan komunikasi yang adaptif serta penguatan kolaborasi lintas sektor bersama tokoh masyarakat, penyuluh agama, dan lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara inovasi metode, penambahan durasi bimbingan, dan kolaborasi eksternal sangat dibutuhkan agar peran KUA benar-benar efektif dalam menekan angka pernikahan usia dini.