Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Worksheet Berorientasi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Kognitif Mahasiswa Saidil Mursali; Titi Laily Hajiriah
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.991 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.437

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh worksheet berorientasi pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan kognitif mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan posttest-only control group design. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas A Prodi Pendidikan Kimia sebagai kelas eksperimen dan kelas A Pendidikan Fisika sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan kognitif. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan program SPSS 17.0. Hasil penelitian diperoleh keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen mencapai kategori baik, sedangkan kelas kontrol mencapai kategori sangat baik, artinya proses pembelajaran di kedua kelas berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Hasil uji hipotesis kemampuan kognitif mahasiswa diperoleh nilai thitung = 7,79 dan ttabel = 2,10 pada taraf signifikan 5%, sehingga t hitung lebih besar dari ttabel, maka dapat dipastikan Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hipotesis awal diterima. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh worksheet barorientasi pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan kognitif mahasiswa.
PELATIHAN PEMBUATAN RUBRIK SKOR PENILAIAN BAGI GURU NON KEPENDIDIKAN DI SMK NEGERI 8 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Titi Laily Hajiriah; Septiana Dwi Utami; Siti Rabiatul Fajri; Saidil Mursali
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.436 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v1i2.1027

Abstract

Dalam membuat penskoran dan pembobotan butir soal suatu tes, maka yang harus diperhatikan adalah tingkatan dalam setiap domain (kognitif, afektif, dan psikomotor). Bentuk perangkat tes yang baik adalah tes yang butir-butir soalnya disusun dengan memperhatikan komponen-komponen tingkatan dalam suatu domain dan tersusun lebih dari satu bentuk tes. Sebelum atau selama pembuatan soal tes, guru harus merencanakan bentuk-bentuk penskoran yang akan diberlakukan. Hal ini akan dapat membantu guru dalam melaksanakan prinsip objektif dan metodik dalam kegiatan penskoran sehingga tidak terkesan asal memberi skor. Hasil penskoran yang terencana akan memudahkan kegiatan berikutnya dalam penilaian, yaitu mengkonversi skor hasil belajar menjadi skor prestasi atau nilai standar. Kegiatan pengabdian ini diperuntukkan bagi guru-guru non kependidikan di SMK Negeri 8 Mataram untuk lebih mengutamakan kearifan dalam memberikan skor penilaian hasil belajar sesuai mata pelajaran yang mereka kuasai. Target dan luaran dalam pengabdian ialah akan menghasilkan guru SMK Negeri 8 Mataram yang memiliki kemampuan dalam membuat rubrik skor. Luaran yang diharapkan dalam pengabdian ialah mampu memberikan pengetahuan akan pentingnya pembuatan rubrik skor dalam penilaian hasil belajar siswa, serta laporan mengenai terlaksananya kegiatan ini bagi institusi dan publikasi pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dengan adanya perubahan pemahaman guru-guru non kependidikan dalam membuat rubrik skor.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Program Pendidikan Guru Penggerak: Pendekatan Coaching dan Mentoring Kurniawan, Ade; Sanapiah, Sanapiah; Mursali, Saidil
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v4i1.549

Abstract

Lokakarya 1 Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2023 di Aula Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang program PGP, mengidentifikasi kompetensi Guru Penggerak, serta menyusun rencana pengembangan kompetensi diri bagi para Calon Guru Penggerak (CGP). Lokakarya ini melibatkan berbagai pihak yang terkait, termasuk Kepala Dinas Pendidikan, Pengajar Praktik, dan CGP dari berbagai jenjang pendidikan. Pelaksanaan lokakarya mencakup beberapa sesi interaktif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta, mulai dari perkenalan, permainan, diskusi kelompok, hingga sesi refleksi. Meskipun terdapat kendala teknis dalam penggunaan sound system, kegiatan ini tetap berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan perlunya peningkatan fasilitas pendukung dan penyusunan materi yang lebih terstruktur untuk kegiatan selanjutnya. Kesimpulannya, Lokakarya 1 berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang produktif dan mendorong CGP untuk lebih siap menghadapi tantangan dalam implementasi pembelajaran yang berpusat pada murid. Saran yang diberikan termasuk peningkatan kualitas fasilitas, pengembangan metode pembelajaran interaktif, peningkatan dukungan pendampingan, serta evaluasi dan feedback berkala. Dengan perbaikan yang berkelanjutan, program PGP diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Pelatihan Kebun Gizi Organik Sebagai Upaya Pengenalan Mandiri Pangan Pada Mahasiswa Pendidikan Biologi UNDIKMA Armiani, Sucika; Harisanti, Baiq Muli; Dharmawibawa, Iwan Doddy; Hajiriah, Titi Laily; Mursali, Saidil; Hardi, Banu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2327

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan mahasiswa bercocok tanam, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan gizi organik secara mandiri. Mahasiswa, sebagai agen perubahan pemimpin masa depan, memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui kegiatan kebun gizi. Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mendapat manfaat jangka panjang berupa terbentuknya generasi yang peduli terhadap ketahanan pangan dan lingkungan. Pelatihan ini diikuti oleh 10 mahasiswa Pendidikan Biologi UNDIKMA semester 7. Kegiatan terdiri dari empat tahapan yakni: sosialisasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sosialisasi merupakan tahap awal perkenalan mengeani gambaran kegiatan. Tahap persiapan yaitu menyiapkan alat, bahan dan materi yang digunakan dalam pelatihan. Adapun Bahan-bahan yang digunakan berasal dari sumberdaya lingkungan sekitar. Pelaksanaan kegiatan kebun gizi organik menggunakan teknik permakultur, meliputi kegiatan pemberian nutrisi tanah, pembuatan bedengan, pembibitan dan pembuatan pupuk organik cair. Evaluasi di lakukan setelah praktek dilaksanakan dan selama kegiatan monitoring kebun gizi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kehadiran dan partisipasi aktif mahasiswa tergolong tinggi ditandai dengan jumlah kehadiran 100%, serta antusias yang tinggi ditandai dengan semua peserta aktif bekerja dalam praktek kebun gizi. Selain itu hasil post test menunjukkan rentang nilai yang didapatkan adalah 90-98, hal ini menunjukkan mahasiswa telah berhasil memahami materi serta praktek yang dilakukan. Hasil monitoring menunjukkan benih yang disemai berhasil tumbuh, berkembang dan dirawat  dengan baik. Dengan demikian kegiatan telah mampu meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kesadaran mahasiswa akan pentingnya ketahanan pangan mandiri.  Organic Nutrition Garden Training as an Effort to Introduce Food Resilience to Biology Education Students of UNDIKMA  Abstract This training aims to increase students' awareness and skills in gardening, so that they can meet their organic nutritional needs independently. Students, as agents of change for future leaders, have a strategic role in realizing food resilience through nutritional garden activities. Through this activity, students not only gain practical skills that can be applied in everyday life, but also get long-term benefits in the form of a generation that cares about food security and the environment. This training was attended by 10 of the 7th semester Biology Education students of UNDIKMA. The activity consists of four stages, i.e. socialization, preparation, implementation, and evaluation. Socialization is the initial stage of introduction regarding the description of the activity. The preparation stage is to prepare the tools, materials and materials used in the training. The materials used come from the surrounding environmental resources. The implementation of organic nutritional garden activities uses permaculture techniques, including the activities of providing soil nutrients, making beds, nurseries and making liquid organic fertilizers. Evaluation is carried out after the practice is carried out and during the nutritional garden monitoring activities. The results of the activity evaluation showed that the presence and active participation of students were relatively high, marked by 100% attendance, and high enthusiasm marked by all participants actively working in the nutritional garden practice. In addition, the post-test results showed a range of scores obtained of 90-98, this indicates that students have succeeded in understanding the material and the practices carried out. The monitoring results showed that the seeds that were sown successfully grew, developed and were well cared for. Thus, the activity has been able to improve students' skills, knowledge, and awareness of the importance of food resilience security.
Pengembangan Modul Sistematika Cryptogamae: Keanekaragaman Jenis Rumput Laut Di Dusun Labuhan Terata Mursali, Saidil; Saputra, Erwin; Safnowandi, Safnowandi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13978

Abstract

This study aims to develop a Sistematika Cryptogamae module based on research findings on the diversity of seaweed species in the waters of Dusun Labuhan Terata, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara. The research was conducted using a development method that refers to the ADDIE Model by Reiser and Mollenda, which includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This study is limited to the Development stage. The research instruments are validation sheets and readability questionnaires. Data analysis is conducted using a descriptive quantitative approach. The validity test results of the Sistematika Cryptogamae module reached 86.6%, categorized as highly feasible. In addition, the readability test results reached 84.4%, categorized as easy to understand. This module was developed using a research-based approach and local environmental context to meet the needs of contextual education. It is expected to enhance students' understanding of the diversity of lower-level plants, particularly seaweed, and to foster awareness of marine ecosystem conservation. This research also contributes to the documentation of biodiversity and the sustainable management of seaweed resources. The conclusion of this study is that the Cryptogamae Systematics module developed is deemed highly suitable for implementation in learning.
The Moderating Effect of Computational Thinking and Multirepresentation on the Relationship of Academic Resilience and Biology Literacy in Indonesian High School Students Fatmawati, Any; Jamaluddin, Asham Bin; Mursali, Saidil; Dewi, Ika Nurani
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v26i2.pp1007-1024

Abstract

Academic resilience helps students overcome learning challenges and stay motivated in understanding complex biology materials. Computational thinking skills enable students to break down complex biology problems logically and structured, while the use of multirepresentations such as diagrams and graphs facilitates the understanding of abstract concepts. Biological literacy has a very important urgency for students because it plays a role in equipping them with the ability to understand, analyze, and apply biological concepts in everyday life. In the era of globalization and rapid development of science, biological literacy is an important basis for making intelligent decisions, especially related to environmental, health, and sustainability issues. The objective of this study is to investigate the influence of academic resilience on the biological literacy of students by means of computational thinking and multirepresentations. It is hypothesized that students' capacity to surmount intricate biology learning obstacles is enhanced by their high academic resilience. This study examines the correlation between academic resilience, computational thinking, multirepresentations, and biological literacy in high school pupils in Mataram City, Indonesia, utilizing quantitative methods and Structural Equation Modeling (SEM) analysis. The findings indicated that academic resilience has a substantial impact on the biological literacy of students (p < 0.05), both directly and through the mediation of computational thinking abilities and the use of multirepresentations. Computational thinking assists students in the deconstruction of intricate biological problems, while multirepresentations, such as diagrams and graphs, facilitate comprehension of abstract biological concepts. This study underscores the significance of fostering academic resilience, computational thinking, and visual representations in order to enhance students' biological literacy, thereby facilitating the development of more effective and adaptive biology learning strategies.      Keywords: academic resilience, biology literacy, computational thinking, multirepresentation, students.
Pengembangan Modul Sistematika Cryptogamae: Keanekaragaman Jenis Rumput Laut Di Dusun Labuhan Terata Mursali, Saidil; Saputra, Erwin; Safnowandi, Safnowandi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13978

Abstract

This study aims to develop a Sistematika Cryptogamae module based on research findings on the diversity of seaweed species in the waters of Dusun Labuhan Terata, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara. The research was conducted using a development method that refers to the ADDIE Model by Reiser and Mollenda, which includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This study is limited to the Development stage. The research instruments are validation sheets and readability questionnaires. Data analysis is conducted using a descriptive quantitative approach. The validity test results of the Sistematika Cryptogamae module reached 86.6%, categorized as highly feasible. In addition, the readability test results reached 84.4%, categorized as easy to understand. This module was developed using a research-based approach and local environmental context to meet the needs of contextual education. It is expected to enhance students' understanding of the diversity of lower-level plants, particularly seaweed, and to foster awareness of marine ecosystem conservation. This research also contributes to the documentation of biodiversity and the sustainable management of seaweed resources. The conclusion of this study is that the Cryptogamae Systematics module developed is deemed highly suitable for implementation in learning.
Ecobrick Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Plastik Di SDN Gerintuk Praya Mursali, Saidil; Fatmawati, Any; Harisanti, Baiq Muli; Utami, Septiana Dwi; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Wijaya, Chandra; Rozali, Ahmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xx3at937

Abstract

Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah menjadi isu yang memerlukan penangan serius, termasuk di SDN Gerintuk Praya. Berdasarkan hasil observasi, sekitar 70% sampah disekolah tersebut merupakan sampah plastik yang belum dikelola secara efektif, dan sering kali dibakar, sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar. Sebagai solusi, tim pengabdian UNDIKMA menerapkan program Ecobrick sebagai solusi pengelolaan sampah plastik. Metode ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni sosialisasi, pelaksanaan, pemanfaatan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dan pembuatan ecobrick. Tahap pelaksanaan melibatkan mahasiswa dan siswa secara aktif dalam proses pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik kedalam botol hingga padat. Hasil akhir dari program ini berupa produk yang bernilai guna berupa meubeler seperti meja dan kursi dari ecobrick yang dapat dimanfaatkan dilingkungan sekolah, yaitu sebagai pojok baca di lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah plastik, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan lingkungan. Program ini memiliki keberlanjutan karena mendorong penerapan kebiasaan pengelolaan sampah oleh warga sekolah secara konsisten, serta memberikan dampak sosial jangka panjang melalui terbentuknya budaya peduli lingkungan dan meningkatnya kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Penerapan ecobrick terbukti efektif sebagai solusi ekologis sekaligus edukatif dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Ecobricks as an Effort for Plastic Waste Management at Gerintuk Public Elementary School, Praya Abstract The problem of plastic waste in the school environment has become an issue that requires serious handling, including at SDN Gerintuk Praya. Based on observations, about 70% of the waste in that school is plastic waste that has not been managed effectively and is often burned, causing negative impacts on health and the surrounding environment. As a solution, the UNDIKMA service team implements the Ecobrick program as a plastic waste management solution. This method is carried out in three stages: socialization, implementation, and utilization. The socialization stage aims to educate about the importance of plastic waste management and the creation of ecobricks. The implementation stage actively involves students and students in the process of collecting and managing plastic waste into bottles until solid. The final result of this program is a useful product in the form of furniture such as tables and chairs made from ecobrick that can be utilized in the school environment, specifically as a reading corner. This program not only impacts the reduction of plastic waste volume but also increases students' awareness and responsibility towards environmental cleanliness. This program demonstrates sustainability as it encourages the consistent practice of waste management among school members and generates long-term social impacts through the development of an environmentally conscious culture and increased collaboration between the school and the community. The application of ecobrick has proven effective as both an ecological and educational solution in fostering a culture of environmental care in schools.