Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

FORMULATION AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF LIQUID SOAP FROM KECOMBRANG STEM EXTRACT (Etlingera elatior) AGAINST Staphylococcus aureus Syilvi, Adini; Miftah, Miftah; Yusransyah, Yusransyah; Sofi Nurmay, Stiani
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2261

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) is a plant used by the Baduy ethnic group as a substitute for soap to cleanse the skin and exhibit antibacterial activity. Staphylococcus aureus is the cause of skin infections. Liquid soap is a type of soap that can protect the skin against microorganisms, generally caused by S. aureus. This study aims to develop an antibacterial liquid soap containing kecombrang stem extract, in accordance with the quality requirements of liquid soap, and to determine its antibacterial activity against S. aureus. The extract is formulated into four liquid soap formulas, namely F0, F1, F2, and F3. Physical evaluations include organoleptic properties, homogeneity, pH, liquid soap foam height, viscosity, free alkali content, specific gravity, and antibacterial tests using the well diffusion method. In the organoleptic test, the liquid preparation is brown and has a distinctive odor, with a pH value of around 10.61 to 10.85. The foam height ranges from 33 to 93 mm, viscosity is 412 to 489 cP, specific gravity is 1.02 to 1.08, and free alkali content is 0.05 to 0.16%. Liquid soap with ethanol extract from kecombrang stem inhibits the growth of S. aureus bacteria, with inhibition zones of 9.2 mm for F1, 14.8 mm for F2, and 16 mm for F3, all with p-values <0.05. All formulas met the quality requirements for liquid soap, and F3 (17% extract) demonstrated the highest antibacterial activity.
Analisis Sikap Ekologis Siswa Pada Materi Pemanasan Global Bete, Suci Novita Sari; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Jarnawi, Muhammad; Miftah, Miftah
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.6025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap ekologis 25 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pasangkayu, yang terdiri dari 17 laki-laki dan 8 perempuan, terhadap materi pemanasan global. Sikap ekologis dipahami sebagai bentuk kepedulian siswa terhadap isu-isu lingkungan yang ditunjukkan melalui ranah afektif berdasarkan taksonomi Bloom. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket sikap ekologis dan wawancara. Instrumen angket terdiri atas 30 pernyataan skala Likert yang telah divalidasi oleh ahli. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan persentase skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ekologis siswa adalah cukup baik dengan skor 65,73%. Berdasarkan indikator, skor tertinggi adalah penerimaan (77,50%) dan terendah adalah karakterisasi (56,50%). Berdasarkan gender, skor siswa perempuan lebih tinggi (68.13%) dibandingkan dengan siswa laki-laki (64.95%). Temuan ini menunjukkan pentingnya meningkatkan sikap ekologis siswa yang lebih baik melalui pembelajaran holistik tanpa membedakan peran laki-laki dan perempuan.  Diharapkan guru menggunakan pendekatan ekopedagogi dalam menguatkan pembentukan karakter ekologis siswa laki-laki dan perempuan.