Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Program Penanggulangan Tuberkulosis dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis Surtini, Surtini; Samino, Samino; Maryam, Riyanti; Noviansyah, Noviansyah; Perdana, Agung Aji
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17159

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara tertinggi TBC mencapai 845.000 Kasus, Lampung sebesar 135/100.000 penduduk. Tujuan penelitian diketahuinya hasil evaluasi Program Penanggulangan Tuberkulosis dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2023. Jenis penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian evaluasi dengan model CIPP. Informan terdiri dari 11 pemegang program TBC Puskesmas, 3 lintas sektoral, 5 masyarakat serta informan kunci Pemegang program P2TB dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro. Instrumen menggunakan pedoman wawancara dan Pelaksanaan Focus Group Discusion. Analisis data dengan triangulasi sumber, metode dan teori. Hasil evaluasi conteks Program penemuan pasien TB terdiri atas Permenkes No. 67 tahun 2016 dan Perpres No. 67 tahun 2021, dan sudah tersedia petunjuk teknis serta SOP. Input Sumber daya Manusia sudah mencukupi hanya saja belum semuanya mendapatkan pelatihan, sarana dan prasarana yang sebagian belum lengkap serta pendanaan yang kurang. Proces penemuan pasien TBC sesuai petunjuk teknis, pencatatatan dan pelaporan telah dilakukan, monitoring dan evaluasi rutin dilakukan setiap 1 dan 3 bulan. Product dari pelaksanaan program menunjukkaan hasil yang masih jauh dari target yang telah ditetapkan sebesar 90%. Rekomendasi yang diberikan dengan meningkatkan pelatihan kepada seluruh Tim TB, mengupayakan kelengkapan sarana dan prasarana serta penambahan anggaran pendanaan seperti dari pihak swasta dan global funds.
Kesiapan Rumah Sakit Bintang Amin Lampung dalam Penerapan Kebijakan Integrasi Satu Sehat Indonesia Health Service Samino, Samino; Riyanti, Riyanti; Noviansyah, Noviansyah; Rachmawati, Rachmawati; Rizqy, Muhammad Alva
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19624

Abstract

ABSTRACT Health digitization faces many problems because health data is still documented manually. Where data is still stored on sheets of paper stored in several places, it does not meet the criteria for digitization and cannot be integrated as a whole. This result makes health services less efficient because health policy does not fully depend on complete data. Bintang Amin Hospital has been using Electronic Medical Records since 2023 so that its implementation is still being developed and continues to be completed because there is still data that has not been completely entered and is still in the process of completing modules according to the needs of each different poly in providing services at the hospital. This study uses an evaluation approach with an operational research design. The targets in this study are all components involved in the implementation of the SATUSEHAT platform. The informant sampling technique used purposive sampling. The main data sources in this study are transcripts of interview results, and actions, the rest are additional data such as documents and others. The interview technique used was an in-depth interview technique conducted according to the interview guidelines. The interview guideline used is only an outline of the problems that will be asked in accordance with the evaluation stage using the CIPP model. This research was conducted at Bintang Amin Hospital and the research results were obtained based on information from informants referring to the Regulation of the Minister of Health (Permenkes). All informants stated that Bintang Amin Hospital was following Ministry regulations and was in the process of one healthy integration. The process of filling in the Satu Sehat data has not been completed 100% at Bintang Amin Hospital. No obstacles were found in terms of human resources. Regarding facilities and infrastructure related to RME, there are obstacles in the SIMRS and RME development process. There is a decrease in the percentage of Satu Sehat integration in April-September. In the financial section, there has been a budget allocated to meet the needs of the integration process to the Satu Sehat platform, however, meeting the needs for implementing RME which covers all services including inpatient care is still in the planning stage. In terms of process, Bintang Amin Hospital is quite ready in the integration of One Sehat. Keywords: One Healthy, Electronic Medical Record.  ABSTRAK Digitalisasi kesehatan menghadapi banyak masalah karena data kesehatan masih terdokumentasi secara manual. Dimana data masih disimpan di lembaran kertas disimpan beberapa tempat sehingga belum memenuhi kriteria digitalisasi dan belum dapat terintegrasi secara keseluruhan. Hasil ini menjadikan pelayanan kesehatan kurang efisien karena kebijakan kesehatan belum sepenuhnya bergantung pada data yang lengkap. Selama ini RS. Bintang Amin sudah menggunakan Rekam Medik Elektronik terhitung sejak tahun 2023 sehingga implementasinya masih terus dikembangkan dan terus dilengkapi dikarenakan masih terdapat data-data yang belum tuntas dimasukkan serta masih dalam proses melengkapi modul-modul sesuai dengan kebutuhan setiap poli yang berbeda dalam memberikan pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi dengan rancangan operational research. Sasaran dalam penelitian ini adalah keseluruhan komponen yang terlibat dalam implementasi platform SATUSEHAT. Teknik pengambilan sampel informan menggunakan purposive sampling. Sumber data utama dalam penelitian ini yaitu transkrip hasil wawancara, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Teknik wawancara yang dilakukan adalah teknik wawancara mendalam yang dilakukan sesuai pedoman wawancara. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan sesuai dengan tahap evaluasi menggunakan model CIPP. Penelitian ini dilakukan di Rumah sakit Bintang Amin dan pada hasil penelitian didapatkan Berdasarkan keterangan informan mengacu pada Perarutan Menteri Kesehatan (Permenkes). Semua informan menyatakan bahwa RS Bintang Amin mengikuti ketetapan Kementerian dan sedang berproses dalam integrasi satu sehat. Proses pengisian data Satu Sehat belum terlaksana 100% di RS Bintang Amin. Tidak ada kendala yang ditemukan dari segi SDM. Terkait sarana dan prasarana berkaitan dengan RME, terdapat kendala dari proses pengembanbangan SIMRS dan RME Adanya penurunan persentase dalam integrasi Satu Sehat pada bulan April-September Di bagian keuangan, sudah ada anggaran yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan proses integrasi ke platform Satu Sehat namun untuk pemenuhan kebutuhan dalam pelaksanaan RME yang mencakup semua pelayanan termasuk rawat inap masih dalam tahap perencanaan. Segi proses, RS Bintang Amin cukup siap dalam integrasi Satu Sehat. Kata Kunci: Satu Sehat, Rekam Medis Elektronik.
Analisis Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Terhadap Mutu Pelayanan di RS Mesuji Healthcare Center Agustina, Sri; Adyas, Atikah; CN, Yudhinanto; Noviansyah, Noviansyah; Putri, Dian Utama Pratiwi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15905

Abstract

ABSTRACT Hospital information systems have the potential to improve individual health outcomes, improve health care provider performance, and minimize costs. Improving the quality of health services is influenced by four main aspects, including other people, processes, policies and infrastructure. One of these aspects is realized by a hospital information system which is designed to make hospital business processes responsive, efficient and effective. In this thesis "Analysis of the Implementation of the Hospital Management Information System (SIMRS) on the Quality of Services at the Mesuji Health Center Hospital". The data collection techniques in this research are: In-depth interviews, FGD and Observation, based on information obtained after conducting in-depth interviews with patients regarding the Quality of SIMRS The outpatient waiting time is going well. The maximum outpatient waiting time is 60 minutes. So far there is no more than 60 minutes. Because service to outpatients is number 1. So far, there have been no complaints from patients using waiting time with SIMRS. The problem in the outpatient room that has occurred is the waiting time where the staff quickly prepares by first inputting the data manually then if there are no more disturbances it can be done using SIMRS. So, it doesn't hinder the waiting time process in outpatient care. Keywords: Hospital, Simrs, Outpatient Waiting Time, Quality  ABSTRAK Sistem informasi rumah sakit mempunyai potensi untuk meningkatkan hasil kesehatan individu, meningkatkan kinerja penyedia layanan kesehatan, dan meminimalkan biaya. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan  dipengaruhi oleh empat aspek utama, antara lain manusia, proses, kebijakan, dan infrastruktur. Aspek tersebut salah satunya diwujudkan dengan sistem informasi rumah sakit yang dirancang untuk menjadikan proses bisnis rumah sakit responsif, efisien, dan efektif. Dalam Thesis ini “Analisis Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Terhadap Mutu Pelayanan RS Mesuji Healthcare Center”.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu: In-depth interview, FGD dan Observasi,  Berdasarkan informasi yang didapat setelah melakukan wawancara mendalam dengan pasien mengenai Kualitas SIMRS Terhadap Waktu Tunggu Rawat Jalan berjalan dengan baik Waktu tunggu rawat jalan maksimal 60 menit sejauh ini tidak ada lebih dari 60 menit. Karena pelayanan terhadap pasien rawat jalan itu nomor 1. Selama ini penggunaan waktu tunggu dengan simrs pasien tidak ada komplain dari pasien. Untuk kendala pada ruang rawat jalan yang pernah terjadi adalah waktu tunggu dimana staff dengan cepat mempersiapkan dengan cara menginput terlebih dahulu data dengan manual kemudian jika sudah tidak ada lagi gangguan maka dapat dilakukan dengan SIMRS. Jadi, tidak menghambat proses waktu tunggu pada rawat jalan. Kata Kunci: Rumah Sakit, Simrs, Waktu Tunggu Rawat Jalan, Mutu