Claim Missing Document
Check
Articles

GEOPHYSICAL FORENSIC FOR ARCHAEOLOGICAL EXPLORATION IN MUAROJAMBI, INDONESIA Bambang Sugiarto; Dicky Muslim; Iyan Haryanto; Zufialdi Zakaria; Emy Sukiyah; Vijaya Isnaniawardhani; Achmad Djumarma Wirakusumah; Heryadi Rachmat
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5 No 3 (2020): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 5 Issue 3, December 2020
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.053.06

Abstract

In July 2011, archaeological exploration tried to apply the physics method for the first time in Muarojambi, Indonesia. We combined physics with geosciences and called it geophysical forensic. Our method is known as Ground Penetrating Radar (GPR). GPR used high-frequency electromagnetic (EM) waves between 10-3000 MHz to imaging subsurface based on dielectric permittivity’s physical parameters. Changes in the electrical properties, rock magnetism, and water content of the material under the surface will provide a response recorded on the radargram as a function of distance to time (two-way travel time). Data processing performs to reduce the noise recorded when collecting data. We have successfully obtained four GPR lines; three lines gathered near Gumpung Temple and one line at Telago Rajo Pool. The GPR method succeeded in giving a subsurface image and possibility of the archaeological objects near the Gumpung Temple and Telago Rajo Pool.
The library's new role: As a supporter of collaboration and innovation activities Nurida Maulidia Rahma; Cipta Endyana; Dicky Muslim
Record and Library Journal Vol. 8 No. 1 (2022): June
Publisher : D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.V8-I1.2022.1-11

Abstract

Background of the study: Innovation is very important for efforts to increase the economy. One way to create innovation is to carry out collaborative activities. Shared workspaces or also known as coworking spaces facilitate collaboration activities. Although many libraries have adopted the concept of a co-working space, it is still not fully aware that library managers are responsible for collaboration and innovation. Therefore, it is considered as a collection storage area so that it is not involved in the development of the innovation ecosystem. Purpose: This study aims to determine whether the library participates in collaboration and innovation activities. Method: The research method used to answer questions and test opinions is a systematic review. The articles used are 21 articles. Findings: The results show that the library is a place for collaboration and innovation to occur. So that the library has a role in the creation of collaboration and innovation. Conclusion: The library's new role is to support collaboration and innovation activities.
RESPONSE OF STABLE OVERALL SLOPE GEOMETRY OF OPEN PIT COAL MINE IN WARUKIN FORMATION TO DEWATERING AND PEAK GROUND SEISMIC IN SOUTH KALIMANTAN, INDONESIA Agus W Oscar; Ir. H. Dicky Muslim M.Sc.; Nana Sulaksana; Febri Hirnawan
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 11 No. 1 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22443.505 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v11i1.10

Abstract

Understanding of the response of the mine slope stability is very important regarding the safety of life and investment / productivity / environment, as anticipation of landslide prevention based on the latest research. Mine slope behavior previously discussed widely in terms of the response due to dewatering and seismic (Peak Ground Acceleration) as well through verification. This paper aims to obtain a broad dimension of design criteria that are not only unstable slopes, but the slope is stable under various conditions of the rock mass saturation (dewatering) and seismic condition. Response of slope stability per geotechnical rocks unit from different formations or any engineering formation as a result of environmental influences, for example, the same quake, will be different. This means that the geometry of the same slope in other formation will have different stability conditions (safety factor of the slope) due to the same seismic acceleration. This is also similar due to dewatering. The method used for this study is the deductive-probabilistic method with a hypothetical verification approach. The Standard statistical analysis is used to test the data normality and homogeneity, average and independent differences, as well as regression-correlation test. The research results show that dewatering activitycan decrease ground water level (GWL/MAT) of the slope, so the durability of sliding along the sliding plane is reduced (increasing slope safety factor). At the same time earthquake reduces shear strength and increases driving force, so the safety factor of the slope suddenly downs. Slope stability decreased due to the earthquake, but dewatering improves slope stability. Thus, the slope in dewatering conditions will be kept stable through simulation to anticipate earthquake.
VALIDASI REKAHAN SEBAGAI INDIKATOR BATUAN TERUBAH DENGAN METODE KELURUSAN DAN PETROGRAFI DI DAERAH BUNGBULANG, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT Puspa Khaerani; Andra Taufiq; Dicky Muslim; Faisal Helmi; Yunitha R.I. Putri
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 11 No. 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16048.034 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v11i3.30

Abstract

Garut Selatan menyimpan potensi sumber daya mineral berupa emas, krisopras, dan kalsedon. Di beberapa lokasi di Bungbulang ditemukan adanya batuan terubah dan tambang kalsedon tradisional yang sudah tidak beroperasi lagi yaitu di Sungai Citanggeuleuk. Batuan terubah ini memiliki ciri fisik litologi yang berbeda dengan batuan di sekitarnya seperti berwarna hitam, mengandung mineral muskovit, klorit, dan mineral lempung. Lokasi singkapan batuan terubah diperkirakan berada pada jalur rekahan sesar minor di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap adanya rekahan yang diperkuat dengan adanya batuan terubah sebagai jalur fluida hidrotermal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelurusan dan petrografi. Metode kelurusan yang digunakan berupa analisis kelurusan segmen sungai sebagai analisis dasar kelurusan yang mengindikasikan adanya anomali kelurusan pada lokasi penelitian. Metode petrografi dilakukan untuk mengidentifikasi mineral pada batuan yang menunjukkan adanya pengaruh ubahan karena rekahan. Dari kegiatan pemetaan geologi di daerah penelitian terdapat indikasi batuan terubah di beberapa tempat pada litologi batupasir dan tuf yang mengandung mineral mika putih yang melimpah, klorit, dan mineral lempung. Dari hasil analisis morfometri sungai di daerah ini, diinterpetasikan rekahan yang mempengaruhi pembentukan batuan terubah ini berarah barat-timur yang memanjang dari Sungai Citanggeuleuk sampai Sungai Cianda. Maka rekahan merupakan indikator adanya batuan terubah pada daerah Bungbulang, Garut.
DISTRIBUSI KUAT GESER BATUAN PADA FORMASI MUARAENIM YANG MENGANDUNG BATUBARA DI KECAMATAN MERAPI BARAT, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN Nur Hamid; Hendarmawan Hendarmawan; Dicky Muslim; Budi Nurani Ruchjana
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 11 No. 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16048.041 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v11i3.32

Abstract

Masalah kemantapan lereng sering ditemukan dalam operasi penambangan terutama pada dinding penggalian tambangnya. Kegiatan produksi akan terganggu apabila lereng-lereng yang terbentuk sebagai akibat dari proses penambangan  tidak stabil. Suatu tambang terbuka belum tentu memiliki besar sudut kemiringan lereng yang sama, hal ini diantaranya akibat dari kuat geser batuan (τ) yang merupakan indeks kualitas batuan, semakin kecil kuat geser batuan maka semakin lemah kekuatan batuan dalam menyangga beban dan akan menjadi bidang lemah yang mudah longsor. Dalam penelitian ini digunakan metode pemetaan geologi dan analisis gama ray dari 43 lubang bor. Metode Kriging digunakan untuk mengetahui distribusi kuat geser batuan di daerah penelitian. Hasil analisis metode Kriging memperlihatkan distribusi kuat geser batuan yang mempunyai nilai rendah yaitu 200 ton/m2 mengarah ke selatan semakin menyempit dan secara vertikal distribusinya semakin dalam semakin berkurang.
ANALISIS STABILITAS LERENG AREA TIMBUNAN MENGGUNAKAN METODA KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA DAERAH PURWAJAYA, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Tati Andriani; Zufialdi Zakaria; Dicky Muslim; Agus Wiramsya Oscar
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 12 No. 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v12i3.53

Abstract

Salah satu prinsip pada penambangan terbuka (open pit mine) batubara adalah menggali tanah atau batuan penutup (overburden) untuk mendapatkan batubara, sehingga dibutuhkan tempat penimbunan untuk menampung overburden, yang disebut sebagai disposal area. Salah satu permasalahan pada disposal area adalah kondisi lereng yang tidak stabil sehingga terjadinya longsoran-longsoran yang dapat mengganggu jalannya operasi tambang seperti terhambatnya alat berat pengangkut material tambang. Agar disposal area tetap berada dalam kondisi stabil maka perlu adanya kajian geoteknik yang membahas mengenai kestabilan lereng, sehingga operasi tambang dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kestabilan lereng disposal area pada tambang batubara di Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data lapangan berupa geometri lereng serta karakteristik material pada disposal area. Kemudian dilakukan simulasi lereng untuk mendapat nilai FS (Safety-Factor) yang diperkirakan masih aman menggunakan metode kesetimbangan batas dengan bantuan aplikasi Slide Versi 6. Ketebalan timbunan saat ini sudah mencapai 20 meter, dengan sudut lereng keseluruhan adalah 9°.Hasil perhitungan nilai FS dari tiga sayatan menunjukkan, bahwa disposal area berada dalam kondisi belum aman dengan nilai FS pada setiap sayatan adalah 1,108; 1,21 dan 1,756. Parameter nilai FS yang dianggap aman adalah lebih besar dari 1,25. Untuk mendapatkan nilai FS optimum hasil dari simulasi untuk lereng keseluruhan, maka geometri lereng yang disarankan adalah tebal timbunan maksimum 20 meter dan sudut lereng optimal 9°, dengan dibuat undakan-undakan tinggi 7 meter dan sudut 30° pada lereng. Hasil simulasi ini memiliki nilai FS 1,301 pada kondisi jenuh. 
Desain Lereng Final Dengan Metode Rmr, Smr Dan Analisis Kestabilan Lereng: Pada Tambang Batubara Terbuka, Di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Galih W. Swana; Dicky Muslim; Irvan Sophian
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 7 No. 2 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8865.776 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v7i2.106

Abstract

Dalam menentukan kemiringan desain final lereng yang dibentuk, salah satu caranya ialah dengan menggunakan metode geomekanik melalui penentuan nilai Rock Mass Rating(RMR) dan nilai Slope Mass Rating (SMR). Namun, dari nilai SMR tidak diketahui faktor keamanan dari lereng tersebut sehingga diperlukan analisis kestabilan lereng. Nilai kemiringan lereng dan faktor keamanannya dapat menjadi acuan untuk membuat desain lereng final yang representatif. Penelitian dilakukan di tambang terbuka yang terdapat di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Daerah penelitian terletak pada Formasi Warukin dengan unit stratigrafinya yaitu batupasir (pasir kasar - halus), mudstone dan carbonaceous mudstone, serta batubara dengan jurus N 80°– 90° E dan kemiringan 29°-35°. RMR pada section Sidewall berkisar antara 25- 59, dan SMR berkisar antara 30,1°– 59°; pada section Western Lowwall atau data bor AGT-02 dan AGT-03 berkisar antara 20 - 55 dan SMR berkisar antara 20°– 55°. Pada section Western Highwall RMR berkisar antara 34 -71 dan SMR berkisar antara 33,06° – 71°. Pada section Eastern Lowwall RMR berkisar antara 20-55 dan SMR berkisar antara 20° – 54,96°. Pada section Eastern Highwall RMR berkisar antara 29-79 dan SMR berkisar antara 29°–52°. Dari hasil analisis kestabilan lereng, pada umumnya nilai kemiringan lereng hasil dari nilai SMR berada pada kondisi labil sampai stabil sehingga perlu dilakukan penurunan muka air tanah pada beberapa bagian agar dihasilkan desain final lereng yang stabil.
Koreksi Smr Pada Desain Lereng Tambangterbuka Batubara Pada Formasi Balikpapan & Formasi Kampungbaru, Sangasanga,Kalimantan Timur Zufialdi Zakaria; Dicky Muslim
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 7 No. 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6892.971 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v7i3.115

Abstract

Kajian desain lereng stabil dibutuhkan dalam eksploitasi tambang batubara, khususnya dalam sistem tambang terbuka. Penambangan memerlukan desain lereng dengan berbagai cara. Untuk menemukan lereng stabil secara cepat, digunakan pembobotan massa lereng (SMR, Slope Mass Rating) yang berdasarkan kepada pembobotan massa batuan (RMR, Rock Mass Rating). Pada titik lokasi yang longsor maupun rawan longsor, diperlukan kajian khusus mengenai kestabilan lereng dengan metode lain dan menggunakan perangkat lain. Pada formasi batuan yang mengandung lapisan material urai (loose) seperti pasir kuarsa pada Formasi Balikpapan maupun Formasi Kampungbaru di Sangasanga, Kalimantan Timur, penentuan pembobotan massa lereng perlu dikoreksi untuk menemukan sudut lereng yang paling aman. Meskipun pada akhirnya, pilihan penentuan sudut lereng yang aman, akan bergantung pula kepada aspek ekonomis dalam penambangan. Hasil koreksi SMR yang melibatkan nilai SMR berdasarkan peneliti terdahulu (Laubscher, Romana, Orr dan Hall) didapatkan rumus-persamaan, yaitu: 1) SMR = 68,22 ln(RMR) - 225,5 (untuk persamaan logaritmik); 2) SMR = 1,262RMR - 22,30 (untuk persamaan linier); 3) 0,082 RMR 1,580 (untuk persamaan power); dan 4) SMR = 9,191e0,029RMR (untuk persamaan eksponensial).
KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK TANAH MENGANDUNG MINERAL TIMAH DI DAERAH LAUT PAYAKUNDUR, PROVINSI KEPULAUAN RIAU Nur Khoirullah; Irvan Sophian; Dicky Muslim; Yadvi Arma
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 10 No. 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1644.547 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v10i1.137

Abstract

Sifat fisik dan mekanik material (batuan ataupun tanah) merupakan sifat penting dalam memahami kekuatan dan karakteristik material. Daerah penelitian terletak pada Laut Payakundur dikenal sebagai Tin Belt of Sumatera yang kaya akan kandungan timah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikarakteristik fisik dan mekanik tanah yang dapat menunjang data pemboran geologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian lapangan melalui uji penetrasi standar dan sampel yang terambil diuji di laboratorium guna mendapatkan nilai sifat fisiknya. Karakteristik tanah yang ditemukan diklasifikasikan ke dalam USCS menjadi tanah CL, CH, SC, danSW. Nilai kadar air berkisar dari 13-80%. Nilai berat jenis berkisar dari 2,53-2,74. Nilai berat isi berkisar dari 14,7 sampai 21,5 KN/m 3 . Nilai N-SPT lapangan dikoreksi menjadi 70 % energi standar. Karakteristik sifat fisik tanah lokasi penelitian banyak dipengaruhi oleh air, sehingga menyebabkannilai kadar air yang cukup tinggi terutama pada tanah lempung. Pada satuan SW terdapat mineral cassiterite dan didominasi oleh bentuk butiran yang subangular yang diinterpretasikan tertransportasi dekat dari sumbernya. Korelasi dari nilai N-SPT dapat mengetahui nilai mekanika tanahnya namun ujilaboratorium untuk mekanika tanah tetap diperlukan 
KARAKTERISTIK DAN KUALITAS POTENSI ANDESIT DI DAERAH KECAMATAN SOREANG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT Arif R Darana; Dicky Muslim
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 10 No. 2 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2727.614 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v10i2.143

Abstract

Komoditas mineral non-logam merupakan salah satu sumberdaya alam yang berharga. Salah satu yang menjadi komoditi ini ialah batuan beku andesit. Komoditas tersebut terdapat di Bandung bagian selatan yang tepatnya berada di daerah Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik dan kualitas potensi tersebut maka dilakukanlah penelitian yang menggunakan tiga metode, yaitu: 1. Metoda lapangan untuk memetakan keadaan geologi daerah tersebut dan mengambil sampel, 2. Metoda laboratorium, untuk menganalisis sampel secara petrografis, 3. Metoda studio untuk menyusun hasil analisis lapangan dan laboratorium. Hasil yang didapatkan ialah pada daerah penelitian terdapat satuan batuan yang terdiri dari: Satuan Breksi Vulkanik Monomik (Tmbvm), Satuan Lava Andesit Porfiri (Tmla), Satuan Intrusi Andesit Porfiri (Tppa), Satuan Breksi Vulkanik (Tpbv), Endapan piroklastik (Kv) dan Aluvium (Ka). Potensi Andesit Porfiri initerdapat pada satuan Tppa, yang terbagi dalam tiga kelas kekuatan batuan, yaitu very strong, strong, dan weak. Varietas kualitas ini diakibatkan adanya pelapukan yang melibatkan interaksi antara faktor-faktor fisika dan kimia, dalam membentuk kekar-kekar untuk menjadi jalan air sebagai proses perubahan mineral utama menjadi mineral lempung,sehinga membuat diferensiasi kualitas batuan Andesit Porfiri.
Co-Authors Abdurrokhim ⠀ Achmad Djumarma Wirakusumah Adi Hardiyanto Adithya Ramadhani Hasibuan Aditya Dwi Prasetio Adiwijaya, Annisa Ayungingtyas Pratiwi Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat - Adjat Sudradjat -, Adjat Sudradjat Adjat Sudrajat Adriansyah, Yan Afiah, Mahda Agung Mulyo Agus Didit Haryanto Agus W Oscar Agus Wiramsya Oscar Agustin, Fitriani Alamta Singaribun Alamta Singarimbun Alamta Singarimbun -, Alamta Singarimbun Algi Fajar Ghaniansah, Algi Fajar Alifahmi Alifahmi, Alifahmi Andra Taufiq Andriani, Tati Andriani, Tati Anggoro Tri Mursito Anggoro Tri Mursito Anhar, Jevye Fazrin Kusumah Arif R Darana Arif R. Darana Arifianti, Yukni Arma, Yadvi Arma, Yadvi Asdani Soehaimi Atang, . Athanasius Cipta Atmadibrata, Riza Atmadibrata, Riza Azizi, Hisyam Azhar Bambang Sugiarto Bombom Rachmat Suganda Budi Nurani Ruchjana Cipta Endyana Cyrke A N Bujung Danny H. Natawidjaja Darana, Arif R Darana, Arif R Destirani, Sagita - Dewi Gentana Dewi Ulfa Astriani Dinata, Muhammad Nasheer Ramdan Donny R. Wahyudi Edy Soesanto Eko Tri Sumarnadi Emi Sukiyah Emy Sukiyah Endayana, Cipta Euis Tintin Yuningsih Evi Haerani -, Evi Haerani Fachrudin, Kurnia Arfiansyah Fahira, Ghina Faiq Nirmala Faisal Akbar Nasution Faisal Helmi Faisal Helmi Fauzan, Aldo Febri Hirnawan Febri Hirnawan Febri Hirnawan - Febri Hirnawan -, Febri Hirnawan Firmansyah, M. Nizar Fitriani Agustin Fiverno, David Feby Galih W. Swana Hananto Kurnio Hanif, Salma Nur Hendarmawan Hendarmawan Hendarmawan Hendarmawan, Hendarmawan Heri Nurohman Heriwaseso, Anjar Heryadi Rachmat Hirnawan, R. Febri Hirnawan, R. Febri Ildrem Syafri Imanuel Seru Irvan Sophian Irvan Sophian Irvan Sophian, Irvan Iskandarsyah, Teuku Yan W. M. Ismawan Iyan Haryanto Jakah Jakah Jakah Jakah Jakah, Jakah Johanes Hutabarat Johanes Hutabarat Jossi Erwindi Juniarto, Reinaldi Kamawan Kamawan Khaerani, Puspa Khaerani, Puspa Khoirullah, Nur Khoirullah, Nur Kristiawan, Yohandi Luthfan H. Jihadi, Luthfan H. M. Dwiki Satrio Manullang, Sahala Maret Priyanta Marjiyono Marjiyono Marjiyono Mega Fatimah Rosana Mega Fatimah Rosana Moh. Sapari Dwi Hadian Mudrik R. Daryono Muhamad Ridwan Muhammad Burhannudinnur Muhammad S. Sadewo Mursito, Anggoro Nadhirah Seraphine Nadhirah Seraphine Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nendi rohaendi Nur Hamid NUR HAMID Nur Khoirullah Nurdrajat Nurdrajat Nurida Maulidia Rahma Oscar, Agus W Oscar, Agus W Pamela Pamela Pamela, Pamela Pradnya Paramarta Raditya Rendra Prantoko, Edi Puspa Khaerani Putra, Rieza Rachmat Putri, Yunitha R.I. Putri, Yunitha R.I. R. Febri Hirnawan Raden Irvan Sophian -, Raden Irvan Sophian Raden Irvan Sophian, Raden Irvan Rahayu Robiana, Rahayu Reza Mohammad Ganjar Gani Risna Widyaningrum Riza Atmadibrata Robby Setianegara Rukmana, Yanwar Yusup Ryan Hidayat Selasian Gussyak Seraphine, Nadhirah Seru, Imanuel Seru, Imanuel Sofyan Rachman Idris Sondi Kuswaryan Sonia Fauziah Sonny Aribowo Sudjono, Evie Hadrijantie Sudradjat, Adjat Sukardan Tawil Sumarnadi, Eko Sumaryono Sumaryono Sumaryono Sumaryono Suyono, Oon Swana, Galih W. Swana, Galih W. Tati Andriani Taufiq Wira Buana, Taufiq Wira Taufiq, Andra Taufiq, Andra Teuku Y.W.M Iskandarsyah Tono Hartono, Tono Tulus Pramudyo Ujang Hidayat Tanuwiria Verdad Chabibullah Abdallah Iman Vijaya Isnaniawardhani Wahyuzi, Radhi Wandani, Diki Waromi, Doodle Dandy Wicaksana, Kintan Adelia Arum Widia Hadiasti, Widia Widyaningrum, Risna Yadvi Arma Yanwar Yusup Rukmana Yanwar Yusup Rukmana Yosep, Boy Yudhicara Yudhicara Yudhicara Yudhicara Yudhicara, Yudhicara Yudhicara, Yudhicara Yudi Kuswandi Yudistira Purnamaruslia Yukni Arifianti Yunitha R.I. Putri Yunus Winoto Zakaria, Zulfiadi Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zulfialdi Zakaria, Zulfialdi