Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Manajemen Pengelolaan Kelas pada RA Al-Hamidiyah Pangkalan Pangandaran Abidin, Jenal; Masitoh, Imas; Wahyuni, Ai Teti; Eryani, Esa; Aliyah, Fitria Himatul
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51651/pjpm.v3i3.368

Abstract

Classroom management is very important in the learning process. Because a comfortable classroom atmosphere can make the learning process conducive and enjoyable, especially at the early childhood education level. The purpose of this research is to find out and describe how classroom management at RA Al-Hamidiyah Pangkalan Pangandaran also makes RA Al-Hamidiyah Pangkalan Pangandaran a model of classroom management that can be used as an example in good classroom management. The method that researchers take is a service learning method. The results obtained from this research are that classroom management at RA Al-Hamidiyah Pangkalan Pangandaran went very well. The importance of good classroom management because it is the main factor that can create a conducive, fun and effective classroom atmosphere has a major influence on the ongoing learning process in the classroom.
Transformasi peran perempuan melalui wisata edukasi berbasis masyarakat: Studi kasus Desa Sukamandi Masagi Sahara, Lala Siti; Abidin, Jenal; Hasan, Rinie Octaviany
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.913

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana wisata edukasi berbasis masyarakat dapat berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan perempuan di Desa Wisata Sukamandi Masagi, Subang, Jawa Barat, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi proses transformasi peran perempuan dalam konteks pariwisata berkelanjutan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka fenomenologi interpretif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi perempuan pengelola homestay, anggota UMKM, pelaku seni tradisional tutunggulan, fasilitator program wisata edukasi, serta pemangku kepentingan desa. Data pendukung diperoleh dari dokumen dan arsip desa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengambilan data dilaksanakan pada April-Mei 2025. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa program wisata edukasi berbasis model live-in telah memberdayakan perempuan dalam empat dimensi utama: (1) Dimensi psikologis: peningkatan kepercayaan diri dan kesadaran kesetaraan gender melalui interaksi dengan wisatawan; (2) Dimensi sosial-budaya: perempuan berperan aktif dalam pelestarian budaya lokal dan pengambilan keputusan di tingkat desa, termasuk munculnya dua kepala dusun perempuan sebagai koordinator program; (3) Dimensi ekonomi: peningkatan pendapatan melalui pengelolaan homestay, UMKM makanan tradisional, dan budidaya jamur tiram; (4) Dimensi politik: keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan struktur organisasi pariwisata desa. Temuan ini memverifikasi kerangka pemberdayaan Scheyvens (2002) dalam konteks Community-Based Tourism (CBT). Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu desa wisata sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan ke konteks lain. Penggunaan pendekatan kualitatif berpotensi mengandung subjektivitas informan dan peneliti. Penelitian berfokus pada kerangka CBT dan teori pemberdayaan tradisional, belum banyak menyinggung aspek digitalisasi dan transformasi sosial modern dalam konteks pariwisata. Implikasi – Secara praktis, hasil penelitian merekomendasikan penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan digital marketing, kepemimpinan, dan komunikasi publik, serta penyusunan kebijakan inklusif yang memberi ruang bagi perempuan dalam struktur organisasi pariwisata seperti Pokdarwis. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor swasta diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pemberdayaan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya teori pemberdayaan dalam konteks CBT dengan menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bersifat multidimensi dan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, membuka peluang penelitian lanjutan tentang integrasi pemberdayaan perempuan dan inovasi digital dalam pariwisata berkelanjutan yang berkeadilan gender.
Eksplorasi potensi wisata budaya Desa Malasari, Kabupaten Bogor sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan Abidin, Jenal; Sahara, Lala Siti; Pramudiva, Muhammad Raffa; Hasibuan, Graciela; Putri, Aisyah Nailah
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1131

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata budaya Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan – Penelitian ini menemukan bahwa Desa Malasari memiliki kekayaan budaya lokal yang masih terjaga, meliputi tradisi (Seren Taun, Tutunggulan, dan Liwetan), kesenian (Pencak Silat, Jaipongan, Dog Dog, Calung, dan Degung), kerajinan Eco Printing, kuliner tradisional (gula aren, lahang, pe’et, rengginang, dodol, enye-enye, kopi, dan misro), serta peralatan dan teknologi tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen budaya tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk wisata budaya. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini masih terbatas pada identifikasi potensi budaya dan belum menjangkau aspek evaluasi implementasi strategi pengembangan wisata secara menyeluruh. Penelitian lanjutan disarankan mencakup analisis dampak ekonomi dan keterlibatan pemangku kepentingan secara komprehensif. Implikasi – Pengembangan potensi wisata budaya Desa Malasari sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan memerlukan strategi terpadu yang mencakup pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengembangan paket wisata, penguatan pemasaran digital, perbaikan infrastruktur, aksesibilitas, serta kolaborasi multipihak. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, tetapi juga menjaga keaslian, dan keberlanjutan warisan budaya lokal Desa Malasari. Kebaruan – Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengidentifikasi secara komprehensif lima kategori potensi Desa Malasari yang belum pernah dikaji sebelumnya, sekaligus merumuskan strategi pengembangannya sebagai destinasi wisata budaya berkelanjutan.
Pemanfaatan fenomena bioluminesensi jamur sebagai atraksi nokturnal tourism di Desa Malasari Abidin, Jenal; Sahara, Lala Siti; Zarkasi, Ahmad Hikam; Febrianto, Ade Isan
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1133

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bioluminesensi jamur sebagai daya tarik wisata serta merumuskan strategi pengembangan atraksi wisata malam yang berkelanjutan di Desa Malasari, Kabupaten Bogor. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui empat teknik, yaitu observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Ruang lingkup penelitian berfokus pada potensi ekowisata berbasis fenomena alam nocturnal dengan pendekatan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan. Temuan – Jamur bioluminesensi di Desa Malasari memiliki daya tarik visual yang tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi atraksi unggulan wisata malam. Namun, pengembangannya masih terkendala oleh aksesibilitas yang terbatas, keamanan jalur trekking, serta pengelolaan berbasis konservasi yang belum optimal. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan lokasi yang terbatas di kawasan tertentu serta jumlah informan yang relatif terbatas. Penelitian ini juga belum mengkaji secara kuantitatif aspek ekonomi dan tingkat minat wisatawan. Implikasi – Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan yang mencakup penyusunan paket wisata malam, penguatan edukasi lingkungan, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata berbasis keberlanjutan. Pemerintah daerah dan pengelola destinasi perlu merancang kebijakan yang mendukung konservasi sekaligus pemberdayaan ekonomi komunitas. Kebaruan – Penelitian ini merupakan upaya awal yang secara spesifik mengangkat fenomena bioluminesensi jamur sebagai objek kajian pengembangan nocturnal tourism di Indonesia tepatnya Desa Malasari di kawasan ekowisata. Dalam konteks wisata, dapat menjadi kontribusi baru dalam literatur pengembangan pariwisata minat khusus.
Strategi pengembangan ekowisata digital berbasis smart tourism di Desa Wisata Malasari Abidin, Jenal; Sahara, Lala Siti; Rasmin, Early Diena; Lestari, Lestari
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1134

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi serta menghasilkan strategi pengembangan ekowisata digital berbasis smart tourism di Desa Wisata Malasari,  dengan kekayaan sumber daya alam tetapi belum memanfaatkan teknologi digital. Desain/metodologi/pendekatan – Pendekatan yang digunakan di penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan metode SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam proses penyusunan strategi pengembangan desa wisata, dengan ruang lingkup pada integrasi konsep ekowisata,  smart tourism, dan pariwisata berkelanjutan. Temuan – Hasil penelitian yang dilakukan telah menunjukkan bahwa Desa Wisata Malasari memiliki potensi ekowisata yang tinggi, didukung oleh keanekaragaman hayati, daya tarik alam, serta dukungan masyarakat lokal. Ada beberapa kendala dalam pengelolaan wisata, seperti belum adanya sistem informasi terintegrasi, promosi digital yang terbatas, dan rendahnya literasi teknologi masyarakat. Pada penerapan smart tourism dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan, pengalaman wisata, dan daya saing destinasi. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian pada pendekatan kualitatif dengan cakupan lokasi yang spesifik, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Keterbatasan pengambilan data  terkait perilaku wisatawan dan performa digital menjadi kendala dalam analisis mendalam, diharapkan adanya kombinasi metode kuantitatif serta mengkaji implementasi teknologi secara lebih terukur. Implikasi – Penelitian yang dilakukan oleh penulis memberikan implikasi praktis bagi pengelola desa wisata dan pengurus untuk mengembangkan sistem pariwisata digital terintegrasi, meningkatkan kapasitas SDM dalam literasi digital, dan yang terakhir memperkuat kolaborasi antar pihak bertujuan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis teknologi. Kebaruan – Penelitian yang dilakukan menegaskan pada integrasi konsep ekowisata, smart tourism, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu konsep strategi pengembangan desa wisata pada kawasan konservasi yang belum banyak dikaji dalam konteks desa wisata di Indonesia.