p-Index From 2021 - 2026
6.195
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Biologi Udayana Wahana Matematika dan Sains Jurnal Ilmu Dasar Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN AL KAUNIYAH Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Quagga Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) BioWallacea Journal of Biological Research Jurnal Florea Pro-Life Edumatsains Jurnal Dinamika Pendidikan BERITA BIOLOGI Indonesian Journal of Science and Education Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Jurnal Biodjati JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA EKSAKTA : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Bioma : Jurnal Biologi Indonesia Jurnal Kesehatan Manarang Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) JURNAL BIOEDUCATION J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan Cendekia Journal of Pharmacy Majalah Sainstekes Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Tropical Ethnobiology Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Eureka Herba Indonesia Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Jurnal ComunitA Servizio Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi International Journal of Business, Economics, and Social Development Oryza : Jurnal Pendidikan Biologi Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global AL QALAM JURNAL KEPENDIDIKAN Jurnal MAIYAH BIO-SAINS | Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : AL KAUNIYAH

Pengaruh Asam Kuat, Pengamplasan, Dan Lama Perendaman Terhadap Laju Imbibisi Dan Perkecambahan Biji Aren (Arenga pinnata) Silalahi, Marina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 10, No 2 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.95 KB) | DOI: 10.15408/kauniyah.v10i2.4758

Abstract

Abstrak (Biji Arenga pinnata memiliki kulit biji  keras dan berlignin sehingga menghambat masuknya air ke dalam biji. Lapisan lignin pada kulit biji dapat didegradasi melalui reaksi kimia maupun perlakuan fisik. Perendaman biji aren dengan asam kuat (HNO3, H2SO4, dan HCl) dan pengamplasan akan mempengaruhi laju imbibisi air melewati kulit biji. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi asam kuat (HNO3, H2SO4, dan HCl), luas pengamplasan, air panas, lama perendaman, sedangkan variabel terikat laju imbibisi pada biji aren. Konsentrasi asam kuat yang digunakan adalah 1M dan 0,5M untuk masing-masing HNO3, H2SO4, dan HCl. Pengamplasan dilakukan di bagian pangkal biji, dan luas pengamplasan bervariasi (tanpa amplas, amplas ½ bagian, dan amplas keseluruhan). Setiap perlakuan direndam selama 18, 24 dan 36 jam. Biji aren yang diberi perlakuan fisik maupun kimia mengalami pengelupasan kulit biji. Laju imbibisi biji pada perendaman 24 jam lebih tinggi dibandingkan dengan lama perendaman 18 maupun 36 jam. Laju imbibisi tertinggi terjadi pada waktu perendaman 1M HCl dan amplas penuh dengan lama perendaman 24 jam sebesar 0,038 ± 0,002 mL/jam dan 0,038 ± 0,007 mL/jam . Biji aren yang diberi perlakuan fisik dan kimia mulai berkecambah 7 minggu setelah tanam dengan daya kecambah tertinggi pada pemberian HNO3 dan lama perendaman 18 jam.Abstract Arenga pinnata seed has a hard seed coat and lignin that inhibit the absorption of water into the seed. The lignin in the seed coat can be degraded by chemical or physical treatments. Soaking of the palm seeds into strong acids (HNO3, H2SO4, or HCl) and sanding may affect the imbibition rate. The research was conducted to investigate the effect of a strong acid, sanding, and soaking time to the imbibition rate of A. pinnata seed. The independent variables in this research are concentration of the strong acids HNO3, H2SO4, and HCl; sanding, and soaking time, while the dependent variable is the rate of imbibition of A. pinnata Merr. The concentrations of the strong acid used were 1M and 0.5M. The sanding was performed on the base of seeds, which were varied into without sanding, ½ parts, and full sanding). The soaking durations were for 18, 24 and 36 hours. Palm sugar seeds treated by physical or chemical showed damage of the skin seeds. The seeds soaked with strong acid absorbed more water than the sanding and control treatments. The rate of imbibition for a 24-hour soaking showed imbibition rate higher than the 18 or 36-hour soaking. The highest rates of imbibition occurred on the treatments of 1M HCl soaking and 24 hours full sanding which were 0.038 ± 0.002 mL/h and 0.038 ± 0.007 mL/h, respectively. The seeds by physical and chemical treatments started their germination in seven weeks after planting with the highest germination from the treatments of HNO3 and 18 hours soaking time.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/kauniyah.v10i2.4758
PENGETAHUAN MAHASISWA TERHADAP KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DI LINGKUNGAN KAMPUS (STUDI KASUS PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI UKI) Marina Silalahi
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 9, No 1 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.004 KB) | DOI: 10.15408/kauniyah.v9i1.3254

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi FKIP UKI terhadap keanekaragaman tumbuhan di lingkungan kampus Universitas Kristen Indonesia Cawang. Penelitian dilakukan 2 tahap yaitu eksplorasi tanaman di lingkungan UKI dan survei terhadap 30 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi UKI tahun ajaran 2014/2015. Sebanyak 35 tanaman dibuat dalam bentuk 2-3 buah foto (habitus, bunga dan buah) untuk setiap spesies dan ditanyakan nama lokal, nama ilmiah dan famili masing-masing tumbuhan. Untuk melengkapi data mahasiswa, juga ditanyakan asal daerah dan etnisnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan statistika deskriptif. Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi mengetahui rata-rata nama lokal sebanyak 67%, nama ilmiah spesies sebanyak 24%, nama famili sebanyak 19%.Abstract Research was conducted to study the student knowledge on plant diversity in Biology Department, FKIP UKI in Universitas Kristen Indonesia Cawang.  The study was done in 2 stages, i.e plant exploration in UKI environment and survey on 30 students of Biology Department, UKI, academic year 2014-2015. 35 plant species were captured in 2-3 pieces of photo (habitus, flower, and fruit) for each species. Local names, latin names, and family names of each species were prepared. Origin and ethnic of each student was listed to fulfill student data. Data analysis was conducted by using descriptive statistics. Research found that students were aware of local names, species scientific names, and families names, respectively 67%, 24%, and 19%.
Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Lokal Etnis Batak Mandailing di Desa Tanjung Julu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara Marina Silalahi; Nisyawati Nisyawati; Riska Septi Wahyuningtyas
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 15, No 1 (2022): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v15i1.17958

Abstract

Masyarakat lokal etnis Batak di Sumatra Utara masih menggunakan tumbuhan dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dan manfaat tumbuhan obat oleh masyarakat etnis Batak Mandailing di Desa Tanjung Julu Kecamatan Mandailing Natal. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnobotani. Sebanyak 32 responden umum dan 8 informan kunci diwawancarai dengan wawancara bebas dan semi terstruktur. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung nilai tanaman obat. Masyarakat di Desa Tanjung Julu menggunakan 163 jenis dengan 128 marga dan 56 famili untuk mengobati 23 macam penyakit. Zingiberaceae, Rutaceae, Asteraceae, dan Arecaceae adalah famili yang paling banyak jumlahnya. Sebagian besar tumbuhan digunakan untuk mengatasi penyakit gaib (gangguan setan 47 jenis) dan penyakit alam (demam sebanyak 59 jenis dan sakit perut sebanyak 43 jenis). Pemanfaatan bunga jopan (Clibadium surinamense) dan sirampas para (Mikania cordata) perlu dikaji lebih lanjut karena tanaman ini masih sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitarnya sehingga dapat dikembangkan sebagai alternatif obat sakit perut.Abstract The local Batak ethnic community in North Sumatra still uses plants in traditional medicine. This study aims to determine the types of plants used and the benefits of medicinal plants by the Mandailing Batak ethnic community in Tanjung Julu Village, Mandailing Natal District. The research was conducted with the ethnobotany approach. A total of 32 general respondents and eight key informants were interviewed with free and semi-structured interviews. Data were analyzed qualitatively and quantitatively by calculating the value of medicinal plants. Communities in Tanjung Julu Village used 163 type with 128 genera and 56 families to treat 23 types of diseases. Zingiberaceae, Rutaceae, Asteraceae, and Arecaceae are the most numerous families. Most of the plants are used to overcome supernatural diseases (47 species of devil disorders) and natural diseases (fever as many as 59 species and stomach pain as many as 43 species). The utilization of bunga jopan (Clibadium surinamense) and sirampas para (Mikania cordata) needs to be studied further because they are attainable around the environment to be developed as an alternative stomach ache medicine.
Potential Medicinal Plant Species For Fever Used by Minangkabau Ethnic at Nagari Taruang-Taruang, West Sumatra, Indonesia Ardian Khairiah; Nisyawati Nisyawati; Marina Silalahi; Adeel Abdulkarim Fadhel Altuhaish
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v15i2.25261

Abstract

AbstractFever is a symptom of illness that is commonly found in the Minangkabau ethnic community. This way, the Minangkabau ethnic community has local knowledge of utilizing plants to cure fever. The purpose of this study was to obtain species of plants used by the Minangkabau ethnic community in the treatment of diseases with symptoms of fever, as well as their potential as modern medicinal ingredients. The research method was carried out by using the open, semi-structural, and participatory observation techniques. Interviews were conducted with 9 key informants selected by purposive sampling and 126 respondents selected by snowball sampling. Data were analyzed qualitatively with descriptive statistic and quantitatively by calculating the Cultural Significance Index (CSI) and fidelity value. The medicinal plants used were 40 species from 22 families. The most used families were Euphorbiaceae (5 species), Musaceae, and Poaceae (each of 4 species), and Rubiaceae (3 species). Cocos nucifera had the highest CSI value, indicating the species was widely used in Minangkabau community. Based on the value of fidelity, 70% value was obtained by 4 plants to treat fever, namely Costus speciosus, Kalanchoe pinnata, Sacciolepeis interrupta, and Enhydra fluctuans. The four plants have the potential to be further developed into modern medicinal ingredients.AbstrakDemam merupakan gejala sakit yang umum ditemukan pada masyarakat etnis Minangkabau. Masyarakat etnis Minangkabau memiliki pengetahuan lokal dalam memanfaatkan tumbuhan untuk penyembuhan demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat etnis Minangkabau dalam pengobatan penyakit dengan gejala demam, serta potensinya sebagai bahan obat modern. Metode penelitian dilakukan dengan teknik wawancara terbuka, semistruktural dan observasi partisipasif. Wawancara dilakukan pada 9 orang informan kunci yang dipilih secara purposive sampling dan 126 orang responden yang dipilih menggunakan snowball sampling. Data dianalisis secara statistika deskriptif dan kuantitatif dengan menghitung nilai kultural (Index of Cultural Significance) dan nilai Fidelitas. Tumbuhan yang obat yang dimanfaatkan sebanyak 40 jenis yang berasal dari 22 suku. Famili terbanyak yang dimanfaatkan yaitu Euphorbiaceae (5 jenis), Poaceae dan Musaceae (masing masing 4 jenis), dan Rubiaceae (3 jenis). Cocos nucifera merupakan tumbuhan obat dengan nilai kultural (CSI) tertinggi. Berdasarkan nilai fidelitas terdapat 4 tanaman yang memiliki nilai 70% dalam penyembuhan demam, yaitu Costus speciosus, Kalanchoe pinnata, Sacciolepeis interrupta, dan Enhydra fluctuans. Keempat tanaman tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan obat modern.
Co-Authors Abinawanto Abinawanto Adeel Abdulkarim Fadhel Altuhaish Adinda Kurnia Putri Adinugraha, Fajar Agustianto, Wahyu Albert Jackson Yang Andika, Vrista Angela, Ezra Ardian Khairiah Asmara, Khairissa Trisliani Asri Razad Bambang Widodo Bintang R. Simbolon Dimas H. Pradana Eko Baroto Walujo Elferida Sormin Endang C. Purba Erfitra Rezqi Prasmala Erni Murniarti, Erni Erni Murniati Simalango Fikriyya, Nabela Fri Rahmawati Gulo, Joice Elma Miranda Gusti Ayu Kade Sutariati Helmanto, Hendra Hertina Silaban Hotmaulina Sihotang HOTMAULINA SIHOTANG Hotner Tampubolon Hutabarat, Giovani Inneke, Lita Jendri Mamangkey Kalima , Titi Karen Lumbantobing Khairissa Trisliani Asmara Lita Inneka Lomo, Jhoni Yakobus Maria Bintang Mercy Silalahi Mesta Limbong Mustaqim, Wendy Muttaqin, Salwa Zainum Nabela Fikriyya Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati, N. Nitte, Tri Maharani Permata Octavia, Elida Pereira, Jefrino Reis Purba, Endang C. Ratna Kristiani Nababan Ratnapuri, Adisti Revis Asra Ria Anggraeni Rifana Desi Rosalia Riska S. Wahyuningtyas Riska Septi Wahyuningtyas Riska Septia Wahyunigtyas Riska Septia Wahyuningtyas Rosdiana Virginia Sembiring, Geskia Avikasari Septiani, Aulia Serafin, Anne Sitinjak, Rivaldi Sitompul, Yunita RMB Situmorang , Agnes Feronika Stephani Hizkia Samosir Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Susilo Susilo Tamaulina, Martha Tpoenifu, Evi Yulinda Tresjia C Rakian Wahyuningtyas, Riska Septia Wakhidah, Anisatu Z. Yovita Harmiatun Zukarnaen, Rizmoon Nurul