Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Perbandingan Literature mengenai Dampak Perkembangan E-Commerce terhadap UMKM di Indonesia Olivia Purnama; Nesya Fatikhatul Hikmah; Dian Isnawati; Aldila Krisnaresanti
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2464

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan internet telah mendorong pertumbuhan e-commerce yang memberikan berbagai dampak bagi UMKM di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh e-commerce terhadap UMKM. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-commerce mampu memperluas pasar, meningkatkan penjualan dan pendapatan, memperkuat daya saing, serta mendukung transformasi digital dan peluang ekspor. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur dan modal, keamanan data, serta persaingan usaha mengharuskan adanya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM untuk mendukung perkembangan yang berkelanjutan.
PENGARUH PERTUMBUHAN SEKTOR JASA PENDIDIKAN TERHADAP KEMISKINAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2020-2024 Hilda Yunita Sukmana; Khusnul Fadilah Muhlis; Dian Isnawati; Aldila Krisnaresanti
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2467

Abstract

Abstract. The educational services sector in Banyumas Regency has experienced rapid development, yet its sectoral contribution to regional poverty reduction still requires empirical testing. This study aims to analyze the impact of growth in the educational services sector on the poverty rate in Banyumas Regency during the 2020–2024 period. A quantitative method with a simple linear regression analysis approach was used, utilizing secondary time-series data obtained from the Statistics Indonesia (BPS). Hypothesis testing was conducted partially using a significance test (t-test). The results of the study indicate that the educational services sector growth variable has a t-statistic value of -3.878 with a significance level of 0.030 (< 0.05). This research proves that the growth of the educational services sector partially has a significant and negative effect on the poverty rate. An increase in economic performance within the education sector is proven effective in reducing the poverty percentage in Banyumas Regency. Theoretically, this growth creates a local multiplier effect through labor absorption and micro-businesses around educational institutions, as well as strengthening the quality of human capital. The policy implication of this research highlights the importance for the local government to continuously support the expansion and integration of the education sector with the economic sector to achieve a more inclusive poverty reduction. Abstrak. Sektor jasa pendidikan di Kabupaten Banyumas mengalami perkembangan pesat, namun kontribusinya secara sektoral terhadap penurunan kemiskinan daerah masih memerlukan pengujian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan sektor jasa pendidikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyumas pada periode 2020–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linear sederhana berbasis data sekunder runtun waktu (time series) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pengujian hipotesis dilakukan secara parsial menggunakan uji signifikansi (Uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan sektor jasa pendidikan memiliki nilai t-hitung sebesar -3,878 dengan tingkat signifikansi 0,030 (< 0,05). Penelitian ini membuktikan bahwa pertumbuhan sektor jasa pendidikan secara parsial berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap tingkat kemiskinan. Peningkatan performa ekonomi pada sektor pendidikan terbukti efektif menurunkan persentase kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Secara teoretis, pertumbuhan ini menciptakan multiplier effect lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan usaha mikro di sekitar institusi pendidikan, serta memperkuat kualitas modal manusia (human capital). Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah pentingnya pemerintah daerah untuk terus mendukung ekspansi dan integrasi sektor pendidikan dengan sektor ekonomi agar tercipta penurunan kemiskinan yang lebih inklusif.
Pengaruh Pengangguran terhadap Tingkat Kemiskinan di Daerah Terpencil di Indonesia: Tinjauan Literatur Atsna Roudhoh; Dian Isnawati; Aldila Krisnaresanti
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2483

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti dampak pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di daerah terbelakang di Indonesia melalui pendekatan tinjauan pustaka. Sumber data meliputi sepuluh artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2017 dan 2026, yang diperoleh dari Google Scholar dan jurnal terakreditasi Sinta 1–5. Sintesis hasil menunjukkan bahwa pengangguran memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kemiskinan di sebagian besar daerah yang diteliti, meskipun polanya bervariasi di berbagai daerah. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IMB) dan akses pendidikan telah terbukti menjadi strategi paling efektif untuk mengurangi kemiskinan, sementara pertumbuhan ekonomi belum mampu secara langsung mengurangi kemiskinan karena dominasi sektor informal yang berproduktivitas rendah. Mengingat sifat struktural dan multidimensional kemiskinan di daerah terbelakang, diperlukan kebijakan terpadu yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur, dan implementasi kebijakan tindakan afirmatif yang konsisten sebagai landasan pengentasan kemiskinan berbasis bukti di daerah terbelakang di Indonesia.
Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup, dan Perilaku Konsumtif terhadap Intensitas Penggunaan QRIS pada Mahasiswa FEB Unsoed Shandy Aulia Hartono; Cahyani Ade Saputri; Ratu Atut Falaqiah; Dian Isnawati; Aldila Krisnaresanti
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v3i3.10398

Abstract

The development of digital payment systems in Indonesia has encouraged students to increasingly use Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a practical and efficient transaction method. This study aims to analyze the influence of financial literacy, lifestyle, and consumptive behavior on the intensity of QRIS usage among students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Jenderal Soedirman. This research used a quantitative approach with a survey method through questionnaires distributed to respondents. The sampling technique applied was convenience sampling with a total sample of 70 students. Data analysis was conducted using multiple linear regression analysis. The results showed that partially, financial literacy, lifestyle, and consumptive behavior did not have a significant effect on the intensity of QRIS usage. However, simultaneously, the three variables jointly influenced the intensity of QRIS usage among students. These findings indicate that the use of QRIS is influenced not only by individual factors but also by the combination of financial understanding, lifestyle patterns, and consumptive tendencies. Therefore, increasing financial literacy and wise digital transaction behavior are important in encouraging more effective and responsible use of QRIS among students.
Analisis Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka dan Rata-rata Lama Sekolah terhadap Tingkat Kemiskinan di Barlingmascakeb Periode 2015-2025 Maulia Tantri Hidayah; Dian Isnawati; Aldila Krisnaresanti
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 3 No. 6 (2026): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/aksioma.v3i6.2636

Abstract

Economic development aims to improve well-being by reducing poverty, inequality, and unemployment. This study aims to test and analyze the partial and simultaneous effects of the Open Unemployment Rate (OUR) and Average Years of Schooling (AYS) on poverty rates in the Barlingmascakep region (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, and Kebumen) for the period 2015–2025. Using a quantitative approach with multiple linear regression analysis, this study processed secondary time-series data from the Central Java Provincial Statistics Agency (BPS) using SPSS 27 software. The results indicate that all classical assumption tests were met. Simultaneously, through the F-test, TPT and RLS significantly influence poverty, where the calculated F (14.491) > table F (3.195) with an Adjusted R-Square value of 35.5%. Partially, through the t-test, the TPT variable (β = -1.131; p = 0.001) and RLS (β = -1.445; p = 0.036) have a negative and significant effect on the poverty rate. The negative impact of TPT indicates an anomaly in the labor market dominated by the informal sector and educated unemployed individuals from wealthy families, while the negative impact of RLS supports human capital theory, in which improvements in educational quality tangibly contribute to poverty reduction through increased individual productivity.
ANALISIS STRATEGI BANK INDONESIA MEMPERTAHANKAN BI-RATE DI TENGAH DEPRESIASI RUPIAH KUARTAL I/2026 Nayla Al Afifah; Aldila Krisnaresanti; Dian Isnawati
JEMBA: JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 5 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entering the first quarter of 2026 (Q1/2026), the Indonesian economy was faced with escalating global uncertainty, triggering significant depreciation pressure on the Rupiah exchange rate. In confronting this external shock, Bank Indonesia (BI) was presented with a crucial macroeconomic dilemma between raising the benchmark interest rate to curb capital outflow or maintaining it to preserve the recovery momentum of the domestic real sector. We aim to dissect Bank Indonesia's strategy and policy foundation in maintaining the BI-Rate amidst the weakening trend of the Rupiah throughout Q1/2026. Specifically, this paper evaluates the effectiveness of non-interest rate policy mix—such as the optimization of Bank Indonesia Rupiah Securities (SRBI) and dual intervention in the foreign exchange market—as substitute instruments for monetary tightening. This study employs a qualitative descriptive-analytical approach with an evaluative case study method. The data utilized consists of secondary, real-time data from Q1/2026 obtained from the official reports of Bank Indonesia's Board of Governors' Meeting (RDG). The policy analysis is conducted through a chronological comparative method, utilizing empirical baselines from the first quarter of 2020–2024 monetary transitions and the 2025 policy responses
PENGARUH KEJENUHAN BELAJAR, PENGGUNAAN GADGET, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR EKONOMI Alif Widya Ayuni; Diah Setyorini Gunawan; Aldila Krisnaresanti
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.10954

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan menurunnya konsentrasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri 3 Purwokerto. Rendahnya konsentrasi diduga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti kejenuhan belajar, intensitas penggunaan gadget, dan kondisi lingkungan belajar di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kejenuhan belajar, penggunaan gadget, dan lingkungan belajar terhadap tingkat konsentrasi siswa kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI tahun ajaran 2024/2025 yang mengambil mata pelajaran Ekonomisebanyak 252 siswa. Sampel berjumlah 155 siswa yang ditentukan melalui teknik proportionate random sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui pengaruh masingmasing variabel terhadap konsentrasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejenuhan belajar dan penggunaan gadget berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar, sedangkan lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa konsentrasi siswa dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kejenuhan belajarberpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa. Penggunaan gadget berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa. Kondisi lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsentrasi belajar siswa. Peningkatan konsentrasi belajar dapat dilakukan melalui pengelolaan kejenuhan, pengendalian penggunaan gadget, dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan, khususnya terkait faktor-faktor yang memengaruhi konsentrasi belajar siswa sebagai dasar perumusan strategi pembelajaran yang lebih efektif.Keywords: kejenuhan belajar; konsentrasi belajar; lingkungan belajar; penggunaan gadget ABSTRACTThis study was motivated by the problem of declining student concentration in Economics classes at SMA Negeri 3 Purwokerto. The low level of concentration is presumed to be influenced by internal and external factors, such as learning burnout, the intensity of gadget use, and the condition of the school learning environment. The purpose of this study was to analyze the effect of learning burnout, gadget use, and the learning environment on the concentration level of eleventh-grade students. This research employed a quantitative method. The population consisted of all eleventh-grade students in the 2024/2025 academic year who were enrolled in Economics, totaling 252 students. A sample of 155 students was selected using proportionate random sampling. The data were analyzed using statistical tests to determine the effect of each variable on learning concentration. The results showed thatlearning burnout and gadget use had a negative and significant effect on students’ learning concentration, while the learning environment had a positive and significant effect. These findings indicate that students’ concentration is influenced by a combination of internal and external factors. Learning burnout has a negative and significant effect on students’ learning concentration. Gadget use has a negative and significant effect on students’ learning concentration. The condition of the learning environment has a positive and significant effect on students’ level of learning concentration. Improving learning concentration can be achieved through managing learning burnout, controlling gadget use,and creating a conducive learning environment. This study contributes to the development ofeducational science, particularly regarding factors that influence students’ learning concentration as a basis for formulating more effective instructional strategies.Keywords: learning boredom; learning concentration; gadget use; learning environment
Pengaruh Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Fauziyyah Ashma Syahidah; Dian Isnawati; Aldila Krisnaresanti
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 6 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i6.10588

Abstract

Inflasi merupakan salah satu indikator makroekonomi yang memiliki peran signifikan terhadap stabilitas dan dinamika pertumbuhan ekonomi suatu negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan artikel akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi; inflasi yang rendah dan stabil cenderung mendorong kegiatan produksi, investasi, serta memfasilitasi percepatan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, tingkat inflasi yang tinggi dan tidak terkendali dapat menurunkan daya beli masyarakat, mengganggu stabilitas ekonomi, menghambat aliran investasi, dan pada akhirnya memperlambat laju pertumbuhan nasional. Beberapa faktor penyebab inflasi di Indonesia yang diidentifikasi meliputi peningkatan permintaan terhadap barang dan jasa, kenaikan harga bahan baku, perluasan jumlah uang beredar, defisit anggaran pemerintah, ekspektasi inflasi, serta krisis moneter. Oleh karena itu, diperlukan penerapan kebijakan pengendalian inflasi yang efektif melalui koordinasi yang erat antara pemerintah dan Bank Indonesia untuk mempertahankan kestabilan harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kata Kunci: inflasi, pertumbuhan ekonomi, kebijakan moneter, stabilitas harga, perekonomian Indonesia.
MENAKAR PERTUMBUHAN EKONOMI : PENGARUH EKSPOR TERHADAP PENDAPATAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2020-2024 Nur Annisa; Aina Ma’rifatul Qirom; Dian Isnawati; Aldila Krisnaresanti
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 6 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i6.10638

Abstract

Ekspor merupakan suatu aktivitas memproduksi sebuah barang dan jasa yang kemudian diperjual belikan ke negara lain untuk memperoleh sebuah pendapatan dan keuntungan. Ekspor menjadi salah satu sumber devisa bagi negara. Dengan adanya ekspor dapat turut serta mendorong pendapatan suatu daerah dan negara karena dapat memperluas pasar dan meningkatkan produktivitas serta permintaan produk barang dan jasa sehingga pertumbuhan ekonomi suatu negara juga dapat ikut meningkat. Ekspor memiliki pengaruh positif terhadap kegiatan ekonomi. Meningkatnya ekspor di suatu daerah dapat meningkatkan permintaan dan produktivitas. Tingkat suatu pendapatan dapat mencerminkan kesejahteraan masyarakatnya. Keberhasilan pembangunan ekonomi daerah dapat dilihat dari pertumbuhan ekonominya, dimana makin tingginya pertumbuhan ekonomi maka semakin tinggi pula kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhannya. Salah satu Kabuaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Banyumas juga ikut serta memanfaatkan kesempatan ekspor. Beberapa komonditi ekspor yang dimiliki oleh Kabupaten Banyumas seperti ekspor kayu olahan, minyak atsiri,dan gula kelapa krista. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekspor terhadap pendapatan di Banyumas pada tahun 2020 hingga tahun 2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2020-2024. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan menggunakan Uji Normalitas, Uji R-Square, dan Uji T. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpukan bahwa ekspor berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan ekonomi di Banyumas. Hasil dari penelitian ini diperoleh koefisien korelasi (R) yang positif (0,987) dan nilai t hitung (10,775 ) > t tabel (3,182) sesuai pada taraf signifikansi 5% yang menujukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel ekspor terhadap pendapatan di Kabuaten Banyumas tahun 2020-2024. Jadi, dapat diketahui bahwa semakin tinggi seuah aktivitas ekspor maka akan semakin tinggi pula pendapatan dari suatu daerah tersebut.
Adaptive Learning Based on Artificial Intelligence to Overcome Student Academic Inequalities Faridul Ansor; Nur Aisyah Zulkifli; Dwi Susi Miftakhul Jannah; Aldila Krisnaresanti
Journal of Social Science Utilizing Technology Vol. 1 No. 4 (2023)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jssut.v1i4.663

Abstract

Background. In the context of higher education, academic inequality is a serious obstacle in achieving equitable learning outcomes among students. Factors such as educational background, learning styles, and differences in mastery of material are the main triggers for this inequality. To overcome this challenge, innovative approaches such as adaptive learning based on Artificial Intelligence (AI) have emerged as a potential solution. Purpose. This research aims to investigate the potential of AI-based adaptive learning in overcoming academic inequality among students. By combining AI technology, this research seeks to provide personalized solutions tailored to each student's learning needs. Method. This research uses quantitative methods with a survey model. A total of 20 respondents were selected representatively to provide their views on learning experiences, preferences and views regarding adaptive learning. This survey provides relevant data to understand whether the implementation of AI-based adaptive learning can be considered an effective measure to reduce academic inequality. Results. The research results show that the majority of respondents face difficulties in understanding course material in general. However, most also expressed openness to the use of AI-based adaptive learning. This positive perception can be an indication of the potential success of implementing this technology as a solution to overcome academic inequality. Conclusion. Taking into account the research results, AI-based adaptive learning is promising as a solution that can align the learning needs of individual students. Although implementation challenges remain, this research provides initial impetus for further exploration of the application of AI technologies in achieving academic equity in higher education settings.