Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

BIMBINGAN TEKNIS PENANAMAN HIJAUAN PAKAN TERNAK (HPT) DI DESA WONUA MORINI KECAMATAN PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN Abadi, Musram; Arsad Sani, La Ode; Syamsuddin, Syamsuddin; Rusdin, Muh.; Pagala, Amrullah; Nafiu, La Ode; Selamet Aku, Achmad; Astuty Auza, Fuji; Fitrianingsih, Fitrianingsih; Sahaba, La; Surahmanto, Surahmanto; Yaddi, Yamin; Indi, Amiluddin
....-....
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ministry of Agriculture designated South Konawe Regency as a source area for Balinese cattle through Minister of Agriculture Decree (Kepmentan) No. 803/Kpts/PK.030/12/2016 where one of the buffer areas is Palangga District. The main problem for breeders in Palangga District is the limited forage during the dry season. In the dry season, breeders only provide minimal feed without paying attention to the quality, quantity, and efficiency of the provision. The lack of awareness among breeders regarding the provision and utilization of quality HPT in sufficient quantities has caused the majority of breeders to provide forage of low quality to the livestock they keep. The aim of this activity is to help farmers produce optimal production by handling animal feed problems. The results that have been achieved in this Thematic KKN are increasing the knowledge and understanding of farmers raising livestock farmers' awareness of providing and utilizing quality HPT in sufficient quantities and ensuring its continuity throughout the year so that livestock productivity can be maintained and increased.
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Itik Petelur (Studi kasus CV. Maju Jaya) di Kelurahan Labibia Kecamatan Mandonga Kota Kendari Abadi, Musram; Rusdin, Muhammad; Pary, Dandi
AGRIEKSTENSIA : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol 23 No 2 (2024): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v23i2.3070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan dan kelayakan finansial peternak itik petelur CV. Maju Jaya di Kelurahan Labibia Kota Kendari yang dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2023. Variabel dalam penelitian ini adalah lama usaha, modal awal, penjualan, volume produksi, biaya inverstasi, biaya tetap, biaya variabel, penerimaan dan pendapatan. Responden dalam penelitian ini yaitu pemilik dan karyawan peternak itik petelur CV. Maju Jaya dengan metode purposive sampling. Metode analisis terdiri dari analisis pendapatan dan analisis Revenue Cost Ratio (R/C) dan nilai Benefit Cost Ratio (B/C). Hasil analisis pendapatan usaha peternak itik petelur Maju Jaya yaitu sebesar Rp187.631.928, dengan nilai R/C sebesar 1,35 dan B/C sebesar 0,35, hal ini menunjukkan bahwa usaha peternakan itik petelur CV. Maju Jaya layak untuk dijalankan dan dikembangkan
Optimization of Livestock Waste as an Alternative Energy Source and Community Organic Fertilizer in Puuwatu District, Kendari City Astarika, Rina; Zulkarnain, Deki; Aku, Achmad Selamet; Pagala, Muhammad Amrullah; Yaddi, Yamin; Syamsuddin, Syamsuddin; Rusdin, Muh.; Auza, Fuji Astuty; Asminaya, Nur Santy; Abadi, Musram; Munadi, La Ode Muh.; Sani, La Ode Arsad; Indi, Amiluddin; Sahaba, La Ode; Jabuddin, La Ode
JAKADIMAS (Jurnal Karya Pengabdian Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2024): JAKADIMAS
Publisher : Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Unisri Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jakadimas.v1i1.9478

Abstract

Kendari City has a large potential for livestock waste because it has a cattle population of 2,203 heads, placing Puuwatu District as having the largest cattle population, namely 585 heads. This study aims to optimize livestock waste as an alternative energy source and organic fertilizer for the community in Puuwatu District, Kendari City using the Participatory Rapid Appraisal (PRA) approach and the Technology Transfer Approach. The results of the optimization of livestock waste indicate that Puuwatu District has a large enough potential for livestock waste so that further waste treatment is needed
Stimulasi Peningkatan Pendapatan Peternak Ayam Kampung Super Melalui Optimalisasi Manajemen Produksi Rina Astarika; Nurdiyah; Deki Zulkarnain; Yaddi, Yamin; Muhammad Amrullah Pagala; La Ode Muh. Munadi; La Ode Sahaba; Achmad Selamet Aku; Muh. Rusdin
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi November 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i1.119

Abstract

Ayam kampung merupakan salah satu komoditas ternak yang menjadi bagian dari kearifan lokal bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Hal ini sangat erat kairtannya dengan berbagai kuliner khas daerah yang berbahan baku ayam kampung. Seiring dengan semakin meningkatnya permintaan daging ayam kampung, sehingga mendorong masyarakat untuk meningkatkan produksi ternak melalui perbaikan pola pemeliharaan dengan penerapan sistim intensifikasi. Namun dalam pelaksanaannya, peternak memiliki berbagai kendala karena minimnya pengetahuan sistim peternakan dengan pola intensif yang berdampak pada nilai pendapatan yang tidak optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan perbaikan komponen manajemen pemeliharaan yang diharapkan dapat menungkatkan pendapatan peternak melalui pendampingan, penyuluhan serta bimbingan teknis.  Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan demplot mitra dari kelompok ternak ayam kampung Super Berkah Mandiri yang berlokasi di Kecamatan Baruga Kota Kendari. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendampingan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan serta bimbingan teknis beternak ayam kampung skala komersil dengan pola pemeliharaan intensif. Hasil yang diperoleh menunjukkan terjadi peningkatan pendapatan kelompok mitra melalui efisiensi serta efektifitas produksi ternak. Peningkatan kompetensi teknis serta optimalisasi biaya produksi menjadi nilai tambah utama bagi peternak. Simpulan pelaksanaan adalah diperlukan kontinuitas pendampingan terhadap masyarakat sebagai pelaku usaha sektor menengah sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat yang berdampak pada penurunan angka kemiskinan.
PENYULUHAN MANAJEMEN SELEKSI BIBIT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMELIHARAAN SAPI BALI DI KECAMATAN KONDA, KONAWE SELATAN Rusdin, Muh.; Sani, La Ode Arsad; Asminaya, Nur Santy; Zulkarnain, Deki; Tasse, Andi Murlina; Auza, Fuji Astuty; Saili, Takdir
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, November 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/asc0ar03

Abstract

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, dalam manajemen seleksi bibit sapi Bali yang berkualitas. Pemilihan bibit yang tidak tepat sering kali menyebabkan rendahnya produktivitas ternak, penurunan kualitas genetik, dan peningkatan risiko penyakit. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan yang komprehensif mengenai manajemen seleksi bibit sapi Bali. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode partisipatif, termasuk ceramah, diskusi, dan praktik langsung di lapangan. Materi penyuluhan mencakup kriteria seleksi bibit yang baik, seperti kesehatan, struktur tubuh, umur, dan riwayat reproduksi sapi, serta teknik pemeliharaan semi-intensif yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan ternak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peternak mengenai pentingnya seleksi bibit yang berkualitas. Sebelum pelatihan, sebagian besar peternak belum memahami kriteria dasar dalam memilih bibit yang unggul, yang mengakibatkan produktivitas ternak yang rendah. Penyuluhan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan peternakan sapi Bali di Konawe Selatan melalui peningkatan kualitas bibit dan produktivitas ternak dan diharapkan peternak di Kecamatan Konda dapat meningkatkan daya saing usahanya dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal
PENINGKATAN PENGETAHUAN PETERNAK MELALUI PENYULUHAN SAPI BALI PADA SISTEM PEMELIHARAAN SEMI-INTENSIF DI KECAMATAN KONDA, KABUPATEN KONAWE SELATAN Tasse, Andi Murlina; Rusdin, Muh.; Surahmanto, Surahmanto; Sahaba, La Ode; Kete, Surya Cipta Ramadhan; Jabuddin, La Ode; Mardin, Mardin; Syah, Muhamad Azwar; Sensu, La; Sakti, Abdul; Indi, Amiluddin
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, November 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/fgdhyr37

Abstract

Program penyuluhan tentang manajemen seleksi bibit dan sistem pemeliharaan semi-intensif sapi Bali dilaksanakan di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam meningkatkan produktivitas ternak. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi lapangan, diskusi, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peternak mengenai kriteria seleksi bibit unggul, seperti kesehatan fisik, struktur tubuh, dan potensi genetik. Peternak juga lebih terampil menerapkan sistem pemeliharaan semi-intensif, yang melibatkan pemberian pakan tambahan dan manajemen kandang yang lebih baik. Dampaknya, terjadi peningkatan bobot badan sapi sebesar 10-15% dalam tiga bulan pasca pelatihan serta peningkatan pendapatan peternak sekitar 20-30%. Namun, masih terdapat tantangan dalam akses pakan berkualitas dan adaptasi terhadap teknologi baru. Program ini membuktikan pentingnya penyuluhan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak di wilayah tersebut.
Bimbingan Teknis Penggemukan Sapi Bali Pada Kelompok Tani Samaenre Kota Kendari Sahaba, La Ode; Aku, Achmad Selamet; Sandiah, Natsir; Yaddi, Yamin; Hafid, Harapin; Zulkarnain, Deki; Surahmanto, Surahmanto; Munadi, La Ode Muh.; Rusdin, Muh.; Indi, Amiluddin
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i3.3418

Abstract

Sapi Bali merupakan plasma nutfah lokal sapi potong Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sulawesi Tenggara. Meskipun memiliki keunggulan adaptasi lingkungan, pertumbuhan yang cepat, dan kinerja reproduksi yang baik, populasi sapi Bali di daerah ini menghadapi tantangan terutama dalam penggemukan dan pengelolaan feses. Artikel ini mengidentifikasi beberapa permasalahan utama, termasuk kurangnya pengetahuan dan keterampilan peternak, serta kurangnya pemahaman tentang manajemen pakan dan analisis ekonomi. Melalui diskusi dengan masyarakat peternak, solusi yang ditawarkan termasuk peningkatan pengetahuan melalui program bimbingan teknis dan sekolah lapangan tentang penggemukan sapi Bali, manajemen kesehatan ternak, dan produksi pupuk kompos berkualitas. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan serta mengurangi dampak lingkungan negatif yang dihasilkan oleh sistem pemeliharaan yang ekstensif.
Pengaruh Suhu Kandang yang Berbeda terhadap Penampilan Produksi Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) Periode Starter Regina Aulya Rahma; Muh. Rusdin; Ali Bain
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 4 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i4.42769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu kandang yang berbeda terhadap penampilan produksi ayam Kampung Unggul Balitnak periode starter. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut: P1 (Suhu kandang 31-31,5°C), P2 (Suhu kandang 33-33,5°C), P3 (Suhu kandang 35-35,5°C), P4 (Suhu kandang 37-37,5°C). Variabel yang dievaluasi adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh suhu kandang yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap konversi pakan. Ayam perlakuan masih mampu beradaptasi dengan perlakuan suhu 31-37°C. Kata Kunci : Ayam KUB, Suhu, Penampilan Produksi, Fase Starter,
Karakteristik Kualitatif Ayam Kampung Di Kecamatan Uepai Dan Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sandi Trio Ramadhan; Muh Rusdin; Rusli Badaruddin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 3 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i3.42546

Abstract

Ayam kampung merupakan hasil domestikasi ayam hutan merah (Red jungle fowl atau Gallus galus) yang telah dipelihara oleh nenek moyang secara turun temurun dan menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbandingan karakteristik kualitatif ayam kampung di Kecamatan Uepai dan Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilakukan di Kecamtan Uepai dan Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe pada bulan April sampai Desember 2022, menggunakan ayam kampung dengan kisaran umur 6-24 bulan sebanyak 400 ekor yang terdiri atas 200 ekor jantan dan 200 ekor betina yang terbagi di kedua lokasi penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu karakteristik kualitatif meliputi warna bulu, pola bulu, corak bulu, kerlip bulu, bentuk jengger dan warna shank. Sedangkan karakteristik kuantitatif meliputi bobot badan, lingkar dada, panjang punggung, panjang rentang sayap, panjang femur, panjang tibia dan panjang shank. Hasil penelitian ini menunjukkan Karakteristik kualitatif ayam kampung di Kecamatan Uepai dan Kecamatan Soropia baik pada jantan maupun betina memiliki persamaan pada warna bulu yaitu bulu berwarna, corak bulu yaitu lurik, kerlip bulu yaitu perak, dan bentuk jengger yaitu pea. Namun terjadi perbedaan pada pola bulu dimana tipe columbian untuk jantan dan hitam untuk betina dominan di Kecamatan Uepai sedangkan di Kecamatan Soropia pola bulu tipe liar dominan untuk jantan dan betina, begitu pula pada warna shank dimana warna shank putih/kuning mendominasi pada jantan dan betina di Kecamatan Uepai serta jantan di Kecamatan Soropia sedangkan hitam/abu-abu dominan pada betina di Kecamatan Soropia. Kata Kunci : Ayam kampung, karakteristik kualitatif, informasi genetik, Kabupaten Konawe.
Karakteristik Peternak dan Pertambahan Alamiah Sapi Bali di Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana Dirman Dirman; Muh Rusdin; Rahim Aka
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 3 (2022):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i3.27015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik peternak dan pertambahan alamiah sapi Bali di Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah peternak sapi Bali yang ada di Kecamatan Rarowatu Utara sedangkan sampel penelitian adalah 54 orang peternak sapi Bali di Desa Tembe, Kelurahan Aneka Marga dan Desa Marga Jaya yang ditentukan secara Stratified Sampling. Variabel yang diamati meliputi karakteristik peternak dan pertambahan alamiah sapi Bali. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peternak sapi Bali di lokasi penelitian berada pada kisaran umur produktif (83,33%), tingkat pendidikan peternak masih rendah didominasi SD (55,56%), pengalaman beternak sebagian besar >5 tahun (90,74%) dengan sistem pemeliharaan 100% dilakukan secara semi insentif. Tingkat kepemilikan ternak sebagian besar cukup tinggi yaitu >10 ekor (44,44%). Persentase kelahiran dan kematian sapi Bali masing-masing sebesar 27,33% dan 1,87%, sehingga diperoleh pertambahan alamiah sapi Bali sebesar 25,46%. Pertambahan alamiah sapi Bali tersebut termasuk dalam kategori sedang.