Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Produksi Budidaya Trigona Melalui Pengembangan Inovasi Stup Bersekat, Di Desa Pendua, KLU Wahyuningsih, Endah; Syaputra, Maiser; Lestari, Andi Tri; Markum; Anwar, Hairil
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6565

Abstract

Komoditas HHBK yang sangat potensial untuk dikembangkan di NTB adalah madu. Madu merupakan salah satu jenis pangan yang sangat baik bagi kesehatan, produk perlebahan mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung upaya pelestarian sumberdaya alam yang berperan penting dalam membantu proses penyerbukan tanaman. Pada Pulau Lombok banyak dikembangkan usaha budidaya lebah madu jenis Apis cerena dan Trigona sp. Pengembangan budidaya lebah madu trigona sudah banyak dilakukan khususnya pada masyarakat pedesaan. Akan tetapi, dalam upaya pengembangan budidaya trigona masih dalam skala Rumah tangga dan masih tradisional, sehingga mempengaruhi hasil produksi madunya. Keberhasilan usaha budidaya trigona dipengaruhi pada beberapa faktor antara lain: ketersediaan sumber pakan sepanjang musim, perkembangan koloni yang baik, serta stup yang digunakan, Bahan baku pembuatan kotak lebah atau stup memberikan pengaruh terhadap produksi madu baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Jenis kayu sebagai bahan baku stup berpengaruh, serta model stup terhadap produksi madu yang dihasilkan lebah madu trigona. Oleh karena itu, penyuluhan tentang peningkatan produktivitas lebah madu Trigona sp dengan menggunakan bahan kayu Dao (Dracontomelon dao) yang sesuai standard dan penggunaan inovasi stup bersekat sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas madu, polen dan propolis. Dengan demikian budidaya lebah madu trigona selain bermanfaat secara ekonomi dan ekologi juga dapat digunakan sebagai penunjang ketahanan pangan desa.
Pengembangan Produk Olahan Seaweed Sebagai Tepung Untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Wahyuningsih, Endah; Hardian, Muhamad; Hidayatullah, Muhamad Syahrul; Lestari, Fina; Kalista, Alifia Nurul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7193

Abstract

Real Work Lectures (KKN) is one formservice of higher education institutions to the communityimplemented by Mataram University (Unram). KKN activitiesMataram University for the 2023/2024 period is a KKN activityVillage Community Empowerment (PMD) which raises the main themenamely Preanuer Village. By carrying out this theme, it is hoped that students,through the activities carried out, can contribute todevelopment and improvement of community living standards in managementproduct. One of the villages chosen as the location for implementing KKNis Mertak Village, which is in Pujut District, Lombok RegencyMiddle. In this activity, the KKN team acts as a companionpartner groups, namely the community and local governmentidentify potential and existing problems and provide solutionsfor potential development and scientifically based problem solving.The superior potential in Mertak Village is in the field of tourism,livestock, fisheries and agriculture. In the agricultural sector there are productsseaweed cultivated by the people of Mertak Village, in particularin Batu Sword Hamlet. The aim of this activity is to improveThe economic value of seaweed products to improve living standardsvillagers. This activity was carried out through field observations, teamsKKN–PMD Mertak 2 Village in developing seaweed productsinto flour will be held on December 23, 2023 – 06February 2024 or as long as KKN activities take place, located in HamletBatu Sword, Mertak Village, Pujut District, Central Lombok Regency.Service activities of the Unram KKN–PMD team which have been carried out inMertak Village is designed to help the community improveeconomic value of seaweed products. Results obtained from activitiesthis is the knowledge and skills of the community in managing andprocessing seaweed products.
Budidaya Rumput Laut Eucheuma spinosum Di Pantai Muluk Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah Cokrowati, Nunik; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Wahyuningsih, Endah; Nuryatin; Faris, Muhammad; Agustina, Dwi; Suhendri, Salwa; Sa’ban, Muhammad Iman Nichfu; Pilo; M. Zohri; Irfani, Febriana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8999

Abstract

Eucheuma spinosum is a seaweed included in the red algae (Rhodophyta). The content of compounds in seaweed as secondary metabolites functions as antioxidants, antivirals, antifungals and antimicrobials in brown, red and green seaweed. Eucheuma spinosum is one type of red seaweed that has the potential as an antimicrobial compound due to the presence of bioactive components consisting of saponins and flavonoids. The purpose of this activity is applying seaweed cultivation using bottom off method. The activity was carried out at Muluk Beach, Gerupuk, Sengkol Village, Pujut District, Central Lombok Regency. Activities were carried out for 30 days, from July 28, 2024 to August 26, 2024. The method of implementing the activity is a demonstration plot of Eucheuma spinosum cultivation. Therefore, this activity was carried out to increase the production of Eucheuma spinosum seaweed in Gerupuk. The results of this activity are Eucheuma spinosum cultivation used bottom off method.
Fenomena Dispensasi Nikah Dalam Pernikahan Anak : (Kajian Dari Aspek Hukum Dan Sosiologi) Setiyanto, Romy Agus; Rasidah, Nasywa Putri; Wahyuningsih, Endah
Journal of Public Power Vol. 8 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v8i1.8102

Abstract

Maraknya fenomena pernikahan dini di Indonesia merupakan latar belakang lahirnya UU RI nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan dan kompilasi hukum islam maka batasan usia menikah menjadi 19 tahun. Realitas yang ada di masyarakat banyak kasus yang meminta untuk bisa menikah dan tercatat resmi sehingga menyebabkan adanya Dispensasi nikah. Dispensasi nikah diperkenankan oleh UU dengan mempertimbangkan hal-hal postif. Tujuan kajian ini adalah mengetahui bagaimanakah dampak jangka panjang pernikahan dini terhadap kesejahteraan individu, keluarga dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan juga data-data terkait dengan tema. Pengunaan metode ini akan mempermudah dalam mengamati fenomena-fenomena yang ada di masyarakat tentang dispensasi nikah. Analisa data yang digunakan adalah metode induktif (Creswell, 1994). Didapatkan hasil bahwa Dispensasi nikah dari perspektif hukum tidak bertentangan dengan UU 16 Tahun 2019. Pemberian dispensasi nikah dilakukan dengan mempertimbangkan dampaknya. Dari Perspektif sosiologis, pandangan masyarakat kita tentang pernikahan dini sebagai sesuatu yang biasa saja dan seringkali melupakan dampak dari pernikahan anak tsb. Dispensasi nikah menjadi pilihan yang rasional, walaupun resiko yang dihadapi sangat tinggi. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kesadaran masyarakat akan pergaulan bebas dan kembali kepada esensi esensi pernikahan.
Perilaku Ghasab Bagi Para Santri Dalam Memenuhi Gairah Fashion Style Adistya, Lilian Salsa; Wahyuningsih, Endah; Tazid, Abu
Journal of Public Power Vol. 8 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v8i1.8104

Abstract

Perilaku ghasab adalah tindakan mengambil/menggunakan hak milik orang lain tanpa sepengetahuan pemilik barang. Bagi para santri ghasab adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi gairah fashion style. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan santri putri tentang perilaku ghasab, untuk mengetahui hal apa saja yang mempengaruhi kelanggengan perilaku ghasab, dan untuk mengetahui bagaimana sistem pengawasan dijalankan dalam menangani perilaku ghasab di Pondok Pesantren Roudlotun Nasyi’in Mojokerto. Penelitian ini menggunakan teori kekuasaan, pengetahuan, dan disiplin dari Michel Foucault. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan paradigma kritis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumen, sedangkan penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball. Sedangkan analisa data dengan menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian ditemukan : (1) Perilaku ghasab bagi santri merupakan tindakan mengambil hak milik santri lain tanpa sepengetahuan pemilik barang. (2) Kuasa santri dalam melanggengkan ghasab yaitu sebagai berikut: Ghasab untuk pemenuhan hasrat gairah Fashion style santri, melakukan ghasab untuk kebutuhan personal santri putri, sebagai tindakan pembalasan karena menjadi korban ghasab, dikarenakan pola interaksi santri yang terlalu dekat, dan perilaku ghasab akibat adanya dominasi senior. (3) Sistem pengawasan dan peraturan dalam menangani perilaku ghasab yaitu sebagai berikut : pembatasan jumlah dan jenis busana yang dibawa ke pondok, penamaan pada semua barang yang dibawa oleh santri di pondok, pemberlakuan poin dalam setiap pelanggaran dan pemberian surat peringatan pada santri yang mempunyai poin pelanggaran melebihi batas.
Fenomena Coffee Shop Sebagai Budaya Populer Remaja (Studi di Convo Coffee Jombang) Ludviyah, Ika Putri; Wahyuningsih, Endah; Hidayat, Muhammad Nur
Journal of Public Power Vol. 6 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topik dalam penelitian ini adalah tentang proses hegemoni dan kapitalisme fenomena coffee shop sebagai budaya populer remaja. Penelitian ini dilakukan di convo coffee yang terletak di Kabupaten Jombang. Convo coffee menjadi salah satu coffee shop yang populer di kalangan remaja. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori yang digunakan culture studies yang dikemukakan oleh Chirs Barker dan teori materialisme budaya hegemoni dan kapitalisme yang dikemukakan oleh Raymond Williams. Informan dalam penelitian ini yakni pemilik convo coffee, barista, dan pengunjung. Hasil dalam penelitian ini ditemukan proses coffee shop sebagai budaya populer (1) proses hegemoni melalui eksistensi melalui aktivitas nongkrong dengan bercengkrama, bekerja/belajar, dan mengikuti gaya hidup dalam kegiatan yang sedang tren melalui media sosial Tik Tok dan Instagram. Convo coffee memiliki desain yang modern sehingga mampu menggantikan bentuk budaya nongkrong zaman dulu di taman atau warung, (2) proses kapitalisme melalui inovasi convo coffee a) collective space adalah tempat yang menyediakan berbagai macam makanan yang sedang hits, self studio, dan service iphone, b) Instagramable dalam hal ini Convo coffee cocok digunakan untuk foto-foto yang menggambarkan aktivitas budaya populer remaja. Convo coffee menggunakan konsep tersebut untuk menarik pengunjung berdatangan ke convo coffee karena mampu memberikan kesan nyaman dan dapat menguasai budaya populer.
Perlawanan Kultural Dan Politik Dalam Pertunjukan Teater: (Studi Tentang Peran Teater Sebagai Kontrol Sosial) Pamungkas, Mada Widian; Hidayat, Muhammad Nur; Wahyuningsih, Endah
Journal of Public Power Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v7i2.7201

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlawanan kultural dan politik dalam pertunjukan teater serta perannya sebagai kontrol sosial di Indonesia. Teater telah lama menjadi sarana ekspresi dan kritik terhadap kondisi sosial-politik, namun perannya sebagai media perlawanan dan kontrol sosial masih perlu dieksplorasi lebih jauh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk perlawanan resistensi dalam pertunjukan teater serta mengeksplorasi peran teater sebagai agen perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teater Punden mendemonstrasikan beberapa bentuk perlawanan resistensi yang signifikan, termasuk penggunaan narasi dan tema kritis terhadap eksploitasi sumber daya alam, simbolisme dan metafora yang mewakili nilai-nilai lokal, representasi karakter yang mencerminkan dinamika sosial, integrasi elemen budaya lokal, serta pemilihan lokasi pertunjukan yang menantang sentralisasi seni. Melalui pendekatan-pendekatan ini, pertunjukan tersebut berhasil mengangkat isu-isu sensitif seperti konservasi lingkungan dan pelestarian kearifan lokal, sekaligus memberikan suara kepada masyarakat yang seringkali terpinggirkan.
Kepemimpinan Transformasional Dalam Pengentasan Stunting Di Desa Mojokambang, Bandarkedungmulyo, Jombang Setiyowati, Naning; Wahyuningsih, Endah; Nafisah, Khudrotun
Journal of Public Power Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jpp.v7i2.7202

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar, sehingga membutuhkan kerja-kerja kolektif dengan kebijakan dan program yang inovatif dan terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode kualititatif, pengumpulan data dengan indepth interview, observasi partisipan, dan dokumen-dokumen tentang stunting. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposif, triangulasi untuk keabsahan data dengan triangulasi informan, waktu dan cara. Analisa data dengan menggunakan model Miles and Haberman. Hasil dari penelitian ini adalah permasalahan stunting berkaitan dengan Knowledge yang berkaitan dengan pola pikir, pengetahuan, informasi, masyarakat ada yang memperoleh akses dan ada yang tidak mengetahui tentang stunting. Namun demikian baik yang tahu/tidak tahu tidak dapat memenuhi standar Kesehatan karena kondisi ekonomi keluarga (lower economic) sehingga, peran pemerintah desa secara kolaboratif melalui tranformasi yang dilakukan kepala desa dengan melakukan upaya self regulation dengan berupaya merubah pola pikir melalui meningkatkan kesadaran pada masyarakat dengan melakukan edukasi secara rutin baik formal maupun informal, sehingga Pemerintah Desa menyiapkan infrastruktur mulai dari tempat treatmen, SDM (kader), program, hingga anggaran desa untuk penurunan stunting.
Kegiatan Penghijauan dan Manfaat Tanaman bagi Kesehatan Khususnya Penyakit DM di Wilayah RW 06 Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug Kota Tangerang Nuraini, Nuraini; Wahyuningsih, Endah; Hasan, Abdullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17182

Abstract

ABSTRAK Penghijauan seperti namanya memiliki arti kegiatan atau aktivitas yang dilakukan sebagai bentuk pemulihan, pemeliharaan serta peningkatan kembali dalam kondisi lahan supaya bisa memberikan manfaat secara optimal dan sesuai dengan  fungsinya. Peningkatan kondisi lahan tersebut bisa dilakukan salah satunya dengan menanam pohon atau tanaman. Penghijauan bisa menggunakan tanaman hias dan juga  bisa menggunakan Tanaman Obat Rumah Tangga (TOGA), karena manfaat dari TOGA bagi kesehatan banyak sekali, salah satunya adalah penyakit Gula Dara, karna penyakit ini sangat erat dengan pola hidup masyarakat, sehingga perlu juga masyarakat mengetahui pengobatan nonfarmakologi atau komplementer menggunkan tanaman obat keluarga, namun untuk melestarikan tanaman maka dibutuhkan pupuk, salah satu pupuk yang murah dan ramah lingkungan adalah menggunakan hasil limbah rumah tangga. Tujuan dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat melestarikan lingkungan dengan melakukan penghijauan dan memahami manfaat dari tanaman yang di tanam bagi kesehatan dan juga untuk penderita diabetes mellitus dapat memanfaatkan TOGA sebagai Obat alternatif dan penurunan kadar glukosa dalam darah. Metode kegiatan dilakukan secara bertahap dimulai dari memberikan penjelasan terkait penghijauan, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan Pupuk Organik Cair dan selanjutnya memberikan sosialisasi manfaat dari tanaman Toga khususnya tanaman pucuk merah bagi kesehatan untuk penderita  Diabetes Mellitus. Hasil dari kegiatan penghijauan dan manfaat tanaman bagi kesehatan khususnya penyakit DM di wilayah RW 06 Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug Kota Tangerang. Dilihat dari rata-rata nilai masing-masing kegiatan memiliki peningkatan dari sebelum dilakukan kegiatan dan setelah dilakukan kegiatan. Artinya pemahaman terkait kegiatan penghijauan dan manfaat tanaman bagi kesehatan khususnya penyakit DM di wilayah RW 06 Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug Kota Tangerang mengalami peningkatan yang signifikan. Kata Kunci: Penghijauan, Pupuk Organik Cair, Manfaat Pucuk Merah, Kesehatan, Diabetes Militus ABSTRACT Reforestation, as the name suggests, means activities or activities carried out as a form of restoration, maintenance and improvement in the condition of the land so that it can provide optimal benefits and in accordance with its function. One way to improve the condition of the land is by planting trees or plants. Reforestation can use ornamental plants and you can also use Household Medicinal Plants (TOGA), because the benefits of TOGA for health are many, one of which is Dara Sugar disease, because this disease is very closely related to people's lifestyles, so people also need to know about non-pharmacological treatments. or complementary using family medicinal plants, but to preserve plants, fertilizer is needed, one of the fertilizers that is cheap and environmentally friendly is using household waste. The aim of this activity is that the community can preserve the environment by reforesting and understanding the benefits of the plants planted for health and also for diabetes mellitus sufferers they can use the TOGA plant as an alternative medicine and reduce blood glucose levels. The activity method was carried out in stages starting from providing an explanation regarding reforestation, then continuing with an explanation of Liquid Organic Fertilizer and then socializing the benefits of the Toga plant, especially the red top plant for health for Diabetes Mellitus sufferers. Results from reforestation activities and the benefits of plants for health, especially DM disease in the RW 06 area, West Sudimara Village, Ciledug District, Tangerang City. Judging from the average value of each activity, there has been an increase from before the activity was carried out and after the activity was carried out.  This means that understanding regarding reforestation activities and the benefits of plants for health, especially diabetes mellitus in the RW 06 area, West Sudimara Village, Ciledug District, Tangerang City has increased significantly. Keywords: Greening, Liquid Organic Fertilizer, Benefits of Red Shoots, Health, Diabetes Mellitus
Potential and Mitigation Analysis of Nipah Beach Forest Ecosystem Changes, North Lombok Regency as a Sea Turtle Habitat Syaputra, Maiser; Wahyuningsih, Endah; Suparyana, Pande Komang; Permatasari, Diah; Lestari, Andi Tri
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 12 (2023): December, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i12.7339

Abstract

The Nipah beach forest in Malaka Village is used as a nesting habitat for sea turtles, which are protected and endangered wild animals in Indonesia. In current conditions, the Nipah Beach forest ecosystem is faced with development, economic growth, and the community's high demand for land so the integrity of the turtle habitat in the area is threatened. Analysis of potential changes in wildlife habitat is important to carry out at Nipah Beach, Malaka Village, and is interrelated with efforts to prepare plans and strategies for handling and protecting turtle biodiversity itself. This research aims to 1). Knowing the characteristics of turtle diversity in the Nipah Beach forest area, North Lombok Regency. 2). Changes potential analyzing for Nipah Beach forest ecosystem, North Lombok Regency as a sea turtle habitat. 3). Develop a mitigation plan for changes in the Nipah Beach forest ecosystem, North Lombok Regency as a sea turtle habitat. Measuring sea turtle diversity was carried out using the observation method, while risk analysis of habitat change in this study was carried out using risk analysis techniques using SNI/ISO 31010, and mitigation plans were prepared using the Mitigation Hierarchy. The results obtained were analyzed using risk analysis based on AS/NZS Australian/New Zealand Risk Management Standard 4360 (2004). The conclusions of this research are: 1). Sea turtle diversity on Nipah Beach consists of three species, namely the Hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata), Green turtle (Chelonia mydas), and Olive ridley turtle (Lepidochelys Olivacea). The important habitat for turtles on Nipah Beach is at stations 2, 3 and 5. 2). Potential changes to the Nipah Beach forest ecosystem are divided into five degrees of change, from mild to disaster. The highest degree of change occurs if the important nesting habitat of the Hawksbill turtle (Critical Endangered IUCN) is disturbed/lost on a large scale. 3). Mitigation steps in protecting the Nipah Beach forest ecosystem for sea turtle habitat consist of avoiding, minimizing, rehabilitation and balancing
Co-Authors Abdullah Hasan Adistya, Lilian Salsa Aditia, G. B. Daril Rama Ainur Rohmah, Ainur Ainurrofiq Ainurrofiq Ainurrofiq Akram, Muhammad Zaki Ali Alghozi, Abdilah Rafii Algifari Rozak Firdaus Algifari Rozak Firdaus Alifiulahtin Utaminingsih Amanda Dini Hidayah Andi Chairil Ichsan Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andi Tri Lestari Andriani, Mutia Andriyani, Anis Octa Antareja, Gde Margin Atus Syahbudin Baiq Tini Junia Saputri Budiadi Budiadi Budiadi Budiadi Chawa, Anif Fatwa Dea Aswani Dea Aswani Diah Permata Sari Diah Permatasari, Diah Dian Mayasari Dian Safitri Doni Prasatya Dori Kusuma Jaya Dudi Septiadi Dwi Agustina Dwi Ayu Sunarti Dwi Ayu Sunarti Dwi Sukma Rini Eni Hidayati Eny Faridah Eny Faridah Fathurrohman, M. Fauzan Fahrussiam Febriana Tri Wulandari Febrilianto Kusuma Pratama Feri Bagus Wardani Feri Bagus Wardani Fina Lestari Firmansyah, M. Arief Fitri, Imelda Fitrie, Hidayatul Fridons, Aurel Fridons, Aurelia Gigentika, Soraya Hairil Anwar Hairil Anwar Halimah, Baiq Elok Salsabila Halisa Hasiratul Qudsiyah Hardian, Muhamad Hartisa Hendri Sanjaya Hidayatullah, Muhamad Syahrul Hotmauli, Hotmauli I Ketut Manu Mahatmayana I Putu Eka Indrawan Indrayana, Rifaldy Indriyatno Indriyatno Indriyatno, Indriyatno Irfani, Febriana Irwan Mahakam Lesmono Aji Jaelani, Muhammad Januardi Januardi Januardi Julianto, Meutia Sri Kahirunnisa, Aliefia Shatila Diva Kalista, Alifia Nurul Karima Paspania Khaliani Rahmatin Kornelia Webliana B Lestari, Andi Tri Ludviyah, Ika Putri Lumbessy, Salnida Yuniarti M. Fahed Ramadhan M. Zohri Mahmud Mahmud Mariun Markum Markum Maya, I Putu Angga Teja Mizaji Tasnimia Muhamad Husni Idris Muhammad Faris, Muhammad Muhammad Irham Muhammad Jaelani Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rafi’ Fauzan Muhammad Vandika Trihartawan Mukari, Mukari Nabilah, Sharfina Nafasa, Moch. Ali Nafisah, Khudrotun Neni Triana, Neni Ni Kadek Mayaning Sari Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Wayan Sri Suliartini Niechi Valentino Nina Zulfiana Novariyanti, Reski Dini Nunik Cokrowati Nur Latifa Aini Nur Latifa Aini Nuraini Nuraini Nurmaliza, Nurmaliza Nurul Afriani Dewi Nuryatin Pahrur Rozi Pamungkas, Mada Widian Pande Komang Suparyan Pande Komang Suparyana Pande Komang Suparyana Parwanti, Asnun Pilo Putri, Ni Wayan Suci Anjani Rahayu, Firli Rahma Tri Rahman, Muhamad Ari Ramadhan, Nuzul Rizki Rasidah, Nasywa Putri Rastuti, Hesti Fuji Resdiana, Nurhamidah Setia Rian Wahyuni Rian Wahyuni Rifany Ad’ha Handayani Rima Vera Ningsih Rizky Nurvaningsih Rizky Nurvaningsih Rosidah, Umdatul Rusdianto Rusdianto Rusdianto Rusli Duby Salsa Dwi Cahyani Salsabila, Fifiani Sari, Tyagita Widya Sa’ban, Muhammad Iman Nichfu Setiyanto, Romy Agus Setiyowati, Naning Siska Insan Pertiwi SITI KHOLIFAH Sitti Latifah Sopaatul Ijabah Sri Kartini, Sri Suhadi Suhadi Suhendri, Salwa Sukartono Sukran Makmun Sulastri, Clarita Wihelmina Susetiani, Arin Eka Susmaini Ana Sutriono, Raden Syahputra, Maiser Syaputra, Meiser Tazid, Abu Webliana, Kornelia Wendi Hasyim Windi Aulia Apriani Windi Aulia Apriani Wulandari, Ni Putu Ayu Siva Wulandari, Ni Wayan Maika Putri Yul Fikry, Muhammad Zainal Abidin Zulkarnaen, Niken