Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Madaniya

Sosialisasi Pendidikan Berorganisasi dan Pendidikan Karakter di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musirawas Agus Susilo; Akmal Rijal
Madaniya Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.51

Abstract

Pendidikan berorganisasi dan pendidikan karakter bagi generasi muda sangat diperlukan bagi masyarakat di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas agar dapat memilah perkembangan zaman yang semakin pesat saat ini. Peran orangtua, lingkungan dan sekolah sangat memberikan dampak terhadap perkembangan pribadi karakter anak-anak muda di Desa Jajaran Baru. Workshop diselenggarakan dengan ceramah, tanya jawab, dan memberi solusi. Ceramah dan Tanya Jawab. Metode ini bertujuan untuk menyampaikan rangkaian teori tentang cara berorganisasi yang baik dan materi pendidikan karakter yang tertuang dalam slide video dengan materi konsep pendidikan berorganisasi, pendidikan karakter, dan strategi pendampingan pendidikan berorganisasi yang baik. Dukungan lembaga desa dan masyarakat Desa Jajaran Baru Kecamatan Megang Sakti menjadi tolak ukur dilaksanakan pengabdian pada masyarakat oleh Dosen-Dosen STKIP PGRI Lubuklinggau. Dalam menyampaikan paparannya dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas, peserta yang diharapkan hadir sekitar 15 orang. Kriteria sasaran yang akan mengikuti sosialisasi pendidikan berorganisasi dan pendidikan karakter di Desa Jajaran Baru II Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas merupakan para generasi muda dan tua yang terdiri dari para masyarakat biasa, perangkat Desa, Karang Taruna, dan mahasiswa. bahwa seluruh kegiatan menunjang peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam keberlangsungan membangun pendidikan berorganisasi dan pendidikan karakter bagi genarasi muda terhadap pengaruh era industry yang semakin luas agar dapat menjadi generasi muda yang berilmu dan mampu memfilter segala pengaruh luar yang masuk dilingkungan ekonomi, politik, sosial dan budaya masyarakat.
In House Training Kurikulum Merdeka Menumbuhkan Budaya Demokrasi, Kreatif, dan Inovatif Guru dan Siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Lubuklinggau Akmal Rijal; Andri Valen
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.798

Abstract

Sejak Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengumumkan penerapan kurikulum merdeka, ini telah menarik perhatian guru dan kepala sekolah untuk menyambut kebijakan baru tersebut. Implementasi kurikulum merdeka tersebut masih belum terlalu dipahami sekolah karena minimnya pelatihan yang diterima dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka sekolah menengah atas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang kurikulum merdeka. In House Training Kurikulum merdeka ini diadakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Lubuklinggau dengan diikuti 73 guru yang berlokasi di kelurahan Tabah Jemekeh Lubuklinggau. Kegiatan ini menggunakan skema pemberian materi, pelatihan, dan pendampingan. Penyajian materi melalui metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Dalam kegiatan PKM ini, adapaun hasil yang dicapai para guru peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai Implementasi kurikulum merdeka. Guru juga mendapatkan pengetahuan baru tentang kurikulum merdeka sehingga guru dapat mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proyek pelajar Pancasila, implementasi pembelajaran dan proyek pelajar Pancasila dan penilaian kurikulum merdeka dengan baik dan professional. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai produk (RPP, modul ajar, modul proyek, dan instrumen evaluasi) yang dihasilkan oleh peserta. Guru sangat antusias dalam mengikuti dan mengajukan pertanyaan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyrakat. Kegiatan ini memiliki manfaat karena mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan implementasi kurikulum merdeka dan membantu sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kegiatan ini juga memberikan rujukan teori terkait kurikulum merdeka dan implementasinya di sekolah yang ada di Indonesia.