Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD AND OPRABILITY (HAZOP) PADA BENGKEL MOTOR HARAPAN UTAMA KARANG JATI BALIKPAPAN Ramdan, Muhamad; Zain, Naufal; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan masalah operasional terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Bengkel Motor Harapan Utama Karang Jati Balikpapan dengan menggunakan metode Hazard and Operability (HAZOP). Metode HAZOP dipilih karena kemampuannya untuk menganalisis sistem kerja secara sistematik dan mendalam guna mengidentifikasi risiko-risiko yang dapat membahayakan pekerja dan operasional bengkel. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pekerja dan manajemen, serta penerapan metode HAZOP pada proses kerja bengkel. Hasil dari analisis HAZOP menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja, baik yang bersifat fisik, kimia, maupun ergonomis. Selain itu, ditemukan juga beberapa ketidaksesuaian dalam prosedur operasional yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan temuan ini, penelitian memberikan rekomendasi berupa perbaikan prosedur kerja, peningkatan penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pelatihan keselamatan bagi seluruh pekerja untuk meminimalkan risiko yang ada.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perbaikan dalam pengelolaan K3 di Bengkel Motor Harapan Utama Karang Jati Balikpapan.
PENERAPAN SISTEM PERMIT TO WORK SEBAGAI UPAYA PENDUKUNG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. HEXA PRIMA ENERGI Saputra, Dharma; Gustapo, Luis; Rusba, Komenyi; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.835

Abstract

Penggunaan teknologi yang maju sangat di perlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia secara luas, namun tanpa disertai dengan pengendaian yang tepat akan dapat terjadinya kecelakaan, terutama pada era industrialisasi yang di tandai adanya proses mekanisasi, elektifikasi, dan moderenisasi. Sistem Permit to Work atau sistem ijin kerja adalah sistem tertulis resmi yang digunakan untuk mengontrol jenis pekerjaan tertentu yang diidentifikasikan sebagai pekerjaan yang berpotensi berbahaya. Penelitian inidi fokuskan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Sistem Permit to Work di PT. Hexa Prima Energi Sebagai Upaya Pendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja Balikpapan. Data penelitian yang digunakan terdiri dari 2 (dua) jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer yaitu dengan cara wawancara dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari pihak yang perlu di olah kembali untuk dapat di gunakan sebagai sumber informasi, berupa data sekunder internal yaitu data yang tersedia di dalam perusahaan seperti sejarah perusahaan, stuktur organisasi perusahaan, Standar Prosedur Operasional (SOP) beserta tanggung jawab dan wewenang.
PENERAPAN SISTEM KEBAKARAN AKTIF DAN SISTEM KEBAKARAN PASIF PT CHITRA PARATAMA KARIANGAU BALIKPAPAN Alamsyah, Ade Yusuf; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem kebakaran aktif dan sistem kebakaran pasif di PT Chitra Paratama Kariangau Balikpapan sebagai upaya mitigasi risiko kebakaran di lingkungan kerja. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh tingginya angka kejadian kebakaran di sektor industri serta pentingnya pemenuhan standar keselamatan kerja yang tertuang dalam Permen PU No. 26/PRT/M/2008 dan Kepmenaker No.186/MEN/1999. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, checklist, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem proteksi kebakaran aktif seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hydrant, smoke detector, dan fire alarm memiliki tingkat kesesuaian sebesar 86,7% terhadap standar yang berlaku, dengan beberapa temuan ketidaksesuaian minor seperti label teknis yang tidak lengkap dan akses APAR yang terhalang. Sementara itu, penerapan sistem proteksi kebakaran pasif seperti fire door, jalur evakuasi, ruang aman, dan pengendali asap menunjukkan tingkat kesesuaian hanya 50%, dengan kekurangan signifikan pada fire door, ducting tahan api, dan fire damper. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian penerapan sistem proteksi kebakaran mencapai 72%.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PENGOPERSIAN CRANE PADA PT TARBANTIN MAKMUR ABADI Al Hafizh, Firza; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.847

Abstract

Pengoperasian crane dalam industri konstruksi memiliki potensi bahaya tinggi yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja serius. Risiko ini muncul akibat kondisi alat, lingkungan kerja, serta kurangnya implementasi sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai tingkat risiko pada pengoperasian crane di PT Tarbantin Makmur Abadi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara terhadap operator dan rigger, serta dokumentasi. Analisis risiko dilakukan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control).Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai potensi bahaya dalam tiap tahapan pengoperasian crane, seperti medan kerja tidak stabil, penggunaan sling yang tidak layak, beban tanpa spesifikasi berat, serta kurangnya koordinasi kerja. Penilaian risiko menunjukkan adanya beberapa aktivitas yang memiliki kategori risiko tinggi sebelum dilakukan pengendalian. Melalui penerapan pengendalian risiko seperti inspeksi rutin, penerapan SOP, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan pelatihan K3, sebagian besar risiko dapat diturunkan ke tingkat sedang dan rendah.Penelitian ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya identifikasi bahaya dan penilaian risiko secara sistematis dalam meningkatkan keselamatan kerja di bidang pengoperasian crane.
ANALISIS PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN PASIF PADA PT ABC DI BALIKPAPAN Miswan, Miswan; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.848

Abstract

PT ABC yang merupakan perusahaan otomotif atau dealer kendaraan bermotor roda dua dengan merk Honda. Awal mula berdiri PT ABC yaitu pada tahun 1962 hingga saat ini PT ABC memiliki lebih dari 87 dealer di seluruh Indonesia. Dalam proses pekerjaannya, banyak terdapat potensi bahaya yang dapat menyebabkan kebakaran baik dalam proses perawatan kendaraan, penggunaan alat-alat maupun penyimpanan bahan bakar dan oli untuk menunjang segala aktivitas dalam perawatan, perbaikan, serta penjualan kendaraan tersebut. Upaya penanggulangan kebakaran harus menjadi komitmen dari pihak yang terlibat seperti pihak perusahaan. Kebakaran merupakan suatu musibah yang tidak diinginkan.
EVALUASI SISTEM PERAWATAN ALAT KESELAMATAN RAKIT PENOLONG PADA KAPAL TUGBOAT DI PT ANUGERAH MEGAH REJEKI Parawanzah, Andi Rahmat; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.872

Abstract

Rakit penolong (Inflatable liferaf) merupakan rakit penolong yang dapat dikembangkan pada saat dilempar kelaut secara automatis rakit jenis ini disebut juga sebagai Inflatable liferaft (ILR). Perangkat rakit penolong ini merupakan perangkat keselamatan yang digunakan dikapal-kapal sehingga kondisi sekoci penolong ini harus maksimal agar siap digunakan jika ada insiden, untuk itu perwatan alat keselamatan sekoci penolong perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi sistem perawatan alat keselamatan sekoci penolong pada kapal tugboat PT Anugrah Megah Rejeki. Metode pendekatan penelitian deskriptif dengan metode deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingkat optimalisasi perawatan sekoci pada PT. Anugrah Megah Rejeki. Faktor-faktor tersebut meliputi tidak terlaksananya kegiatan perawatan rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam SOLAS Chapter III, keterbatasan waktu yang tersedia untuk melakukan perawatan, serta belum dilaksanakannya pengujian mesin sekoci secara berkala. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melaksanakan perawatan sesuai ketentuan SOLAS 1974 serta menerapkan Planned Maintenance System (PMS) yang diberlakukan di atas kapal, guna memperoleh hasil perawatan sekoci penolong yang optimal. Penerapan sistem perawatan terencana atau Planned Maintenance System (PMS) sebagaimana diatur dalam sistem manajemen keselamatan juga diharapkan dapat mempermudah proses pelaksanaan perawatan sekoci penolong secara berkelanjutan dan efektif.
IMPLEMENTASI SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT DR. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN Akmal, Muhammad Firja; Hardiyono, Hardiyono; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1273

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu ancaman serius di lingkungan kerja, termasuk rumah sakit, yang dapat menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa. Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan sebagai rumah sakit rujukan di Kalimantan Timur memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi mengingat kompleksitas fasilitas dan tingginya aktivitas medis. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, serta telaah dokumen dengan informan dari tim K3RS dan petugas keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit telah memiliki sistem tanggap darurat kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa.sistem tanggap darurat kebakaran di rumah sakit ini sudah berjalan dengan cukup baik, namun masih perlu peningkatan dalam pemerataan pelatihan seluruh staf dan optimalisasi sarana penyelamatan jiwa agar efektivitas tanggap darurat semakin maksimal.
PENERAPAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG TERMINAL PT ANGKASA PURA INDONESIA KANTOR CABANG BANDAR SAMS BALIKPAPAN Fahmi, Muhammad; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1298

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi akibat kesalahan manusia (human error) atau faktor teknis, yang dapat menyebabkan kerugian materil, trauma, bahkan korban jiwa. Gedung terminal bandara sebagai fasilitas umum dengan tingkat aktivitas tinggi memiliki potensi risiko kebakaran yang tinggi, sehingga dibutuhkan sistem proteksi kebakaran yang andal dan terawat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pemeliharaan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di Gedung Terminal PT Angkasa Pura Indonesia Balikpapan berdasarkan peraturan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung menggunakan checklist, wawancara dengan informan dari unit SMS & K3, Fasilitas, dan ARFF, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem proteksi kebakaran aktif secara keseluruhan telah memenuhi standar Permen PU No. 26/PRT/M/2008, SNI, dan NFPA, dengan tingkat kepatuhan APAR sebesar 92,3% (kategori baik), dan sistem hidran, detektor, dan alarm kebakaran mencapai tingkat kepatuhan 100%. Sementara itu, sistem proteksi kebakaran pasif menunjukkan kinerja yang baik, dengan jalur evakuasi dan tangga darurat mencapai kepatuhan 100%, pintu keluar darurat 77,8%, dan area berkumpul 80%. Beberapa komponen masih memerlukan perbaikan kecil, khususnya pada fungsi pintu keluar darurat dan keamanan area berkumpul. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa implementasi pemeliharaan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di Gedung Terminal PT Angkasa Pura Indonesia Balikpapan cukup baik. Namun, pemeliharaan dan perbaikan berkelanjutan masih diperlukan untuk mencapai kepatuhan optimal dan meningkatkan kesiapan menghadapi potensi kebakaran.
Co-Authors Adler Haymans Manurung Agung Baitul Hikmah Aini, Nikky Nur Akmal, Muhammad Firja Al Hafizh, Firza Alamsyah, Ade Yusuf Alfiansyah, Fiqri Alifianti, Aulya Febby Ananta, Erwin Anisyah, Rizky Siti Ardiansyah, Ivan Arr, Tryiis Asrof Fitri, Ahmad Audinni, Whenda Dellina Aziiz, Muhamad Raafi Abdul Chandra, Ketut Ade Darmawan, Dimas Dharma Saputra, Dharma Dhika Prita Hapsari Dimyati Hadi Saputra, Mohamad Edisti, Tifani Mutiara Efendi, Rachmad Fadillah Eva Damayanti, Eva Fachri Setiawan Fahreji, Ilham Ahmad Fajri Rakhmat Umbara Farhandi, Faisal Faris, Miftah Nur fatur Rahman, fatur Faturrahman, Arya Febianti, Stela Febrian, Jerry Firzatullah, Satria Aqmal Zulfikar Fuadi, Yan Furqon, Ihsan Muhamad Ghifari, Muhammad Fadillah Gilang, Gilang Guna, Muhammad Prima Adjma Jaya Adi Gustapo, Luis Hakim, Muhammad Putra Auliya Hanzami, Adji Rafli Hapianti, Nur Hardyono, Hardyono Ida Hamidah Ihsan, Muhammad Ade Ika Wahyu Anita Isrokatun Isrokatun Ivandri, Adel Iwan Zulfikar Iwan Zulfikar Kamila, Reisya Karsa, Diarica Kobandaha, Tiara Meivalia Putri Komeyni Rusba Kurniawan, Nabilla Berliani Putri Ladzuardy, Haikal Aghna Latu, David Caesar Lestari, Suci Putri Luqmantoro, Luqmantoro Mahendra, Vikri Maulana Mali, Arobby Marsanda, Maharani Friska Maslina, Maslina Matra, Deden Derajat Miswan Miswan Mochamad Whilky Rizkyanfi Muhamad Nur MUHAMMAD FAHMI Muhammad Kholil Muhammad Kurniawan Muhammad Rizki Muliawan, Restu Andrean Mulyadi Mulyadi Mulyana, Jaya Muslim, Ifkar Naftali, Meilinda Nero Rupelu, Franco Noeryanto Noeryanto, Noeryanto Nugraha, Syalaisha Salsabila Nur Falah Setyawati Nurbaeti, Ananda Bestin Nurdinah Hanifah Nurlianda, Yusmi Liza Nuryanto Nuryanto Padu, Cristina Angella Paisal, Aji Parawanzah, Andi Rahmat Pardi Pardi, Pardi Permana, Rezaldi Permata, Naura Zecca Pradana, Satria Rival Pratama, Alviano Yoga Pratama, Erlangga Pratama, M. Pandhu Galih Prawira, Putra Pratama Prawoto, Imam Purnawan Purnawan Putra, Sofyan Ade Putra, Vico Mandala Qolip, Samsudyn Nur Rahmat, Anugrah Aulia Rahmawan, Agit Rahmawati, Repani Ramadhan, Fahmi Muhammad Ramadhan, Muhammad Rafly Ramdhani, Nailah Nazwa Ria Kurniasih Ridwan Ilyas Rifka, Rosmida Rinjani, Putri Rita Tri Yusnita Rizky Maulana, Rizky Rusba, Komenyi Sahal, Raihan Aditya Sahrijuita, Sahrijuita Saleh, Dicky Muhammad Saputra, Yusuf Adhe Satriyandhi, Bagas Ary Sawaliansyah, Sawaliansyah Sendi Fauzi Giwangsa Septiana, Anis Setiawan, Aditiya Setiawan, Rangga Az-Zahra Sholeh, Fauzan Muhammad Siboro, Impol Silalahi, Edward Efendi Simamora, Yehezkiel Manotas Toto Sipahutar, Merry Krisdawati Slamet Susanto Sofyan, Orland Diadema Garibaldi Sri Wahyuni Sunyanti, Sunyanti Swandito, Adji Syarida, Sherly Tiraninda, Nurizka Triyaningsih, Yeni Putri Tulloh, Wildan Hidayat Wardana, Indra Putra Yanti Apriyani, Yanti Yogaswara, Dendi Yuliana , Lina Yuliana, Lina Zain, Naufal Zainal, Muhammad Isradi Zainul, L.M.