Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AdBispreneur

KAPASITAS INTER-ORGANIZATIONAL LINKAGES PARA PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS) DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DI KOTA SUKABUMI JAWA BARAT ., Candradewini
AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.995 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i2.13185

Abstract

ABSTRACTSmall Industry is one of the most potential industries in Sukabumi City. The stakeholders strive to always develop Small Industry because this industry has contributed to the improvement of peoples economy and become one of the tourist destinations in the city of Sukabumi. Therefore, the participation of various parties is needed for the sustainability of this Small Industry. The purpose of this study was to obtain a description of the inter-organizational linkages capacity of stakeholders in developing Small Industry in Sukabumi City. This research used the qualitative research method. Data were collected through observations, interviews, literature study and triangulation technique to ensure data validity. The results showed that coordination among stakeholders is still not working properly. In addition, communication between the parties is still not effective and promotion channels through the media are also limited.  Keywords: Inter-organizational linkages capacity    ABSTRAKIndustri Kecil adalah salah satu jenis industri yang sangat potensial di Kota Sukabumi. Para pemangku kepentingan (stakeholders) berupaya untuk selalu mengembangkan Industri Kecil karena industri ini telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Sukabumi. Oleh karena itu, peran serta berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan Industri Kecil ini. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang kapasitas inter-organizational linkages para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mengembangkan Industri Kecil di Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi literatur dan teknik triangulasi untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi yang dilakukan diantara para pemangku kepentingan masih belum berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, komunikasi diantara para pihak juga masih belum efektif dan saluran promosi melalui media juga masih terbatas. Kata kunci: Kapasitas inter-organizational linkages
ANALISIS KARAKTERISTIK PEKERJAAN PADA INDUSTRI SKALA MENENGAH DI KELURAHAN BAROS KOTA SUKABUMI JAWA BARAT ., Candradewini
AdBispreneur Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.559 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i3.16487

Abstract

ABSTRACTBaros Subdistrict of Sukabumi City is one of the urban villages with the largest medium scale industry. This study aims to explain the job characteristics of medium-scale industrial in Baros Urban of Sukabumi.The research method used qualitative approach. This approach reveals the phenomena and problems associated with the characteristics of job in 5 (five) medium-scale industries in Baros Subdistrict. Informants in this study are leaders and employees of 5 companies and leaders of the Department of Cooperatives, SMEs Trade and Industry. Data validity is tested through triangulation technique.The results showed that job on the five industries has a variety of tasks in accordance with their respective industries and assist in the completion of employment improvement work. Identity of tasks and task significance, highest judgment on positions related directly to business or industrial fields such as designers for accessories, chefs for culinary and woodworking/technicians for furniture. Furthermore, for the autonomy of work at the managerial level has good autonomy because in mid-scale companies start different from small companies where already visible delegation of authority and leveling hierarchy. Finally on feedback, all jobs in all five industries have feedback mechanism so that employees can know the evaluation of their work result.Keywords: Job characteristics, medium scaleiIndustries  ABSTRAKKelurahan Baros Kota Sukabumi menjadi salah satu kelurahan yang memiliki industri skala menengah terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik pekerjaan pada industri skala menengah di Kelurahan Baros Kota Sukabumi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Melalui pendekatan ini terungkap fenomena dan permasalahan yang terkait dengan karakteristik pekerjaan di 5 (lima) industri skala menengah di Kelurahan Baros. Informan pada penelitian ini adalah pimpinan dan karyawan dari 5 perusahaan serta pimpinan Dinas Koperasi, UKM Perdagangan dan Perindustrian Kota Sukabumi. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan pada kelima industri memiliki keberagaman tugas sesuai dengan bidang industri masing masing dan membantu dalam penyelesaian pekerjaan peningkatan kemampuan karyawan. Identitas tugas dan keberartian tugas, penilaian tertinggi pada posisi yang terkait langsung dengan bidang usaha atau bidang industri seperti desainer untuk karesori, koki untuk kuliner dan tukang/teknisi kayu untuk furniture. Selanjutnya untuk otonomi kerja di level manajerial memiliki otonomi yang cukup baik karena di perusahaan skala menengah mulai berbeda dengan perusahaan kecil dimana sudah terlihat delegasi wewenang dan leveling hirarki. Terakhir mengenai feedback, semua pekerjaan di kelima industri ini memiliki mekanisme feedback sehingga karyawan dapat mengetahui evaluasi hasil pekerjaannya masing-masing.Kata kunci : Karakteristik pekerjaan, industri skala menengah 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS KEMITRAAN DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA CIHIDEUNG BANDUNG BARAT – JAWA BARAT Candradewini Candradewini
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v6i1.32469

Abstract

The tourism business is one of the mainstays of West Bandung Regency. One of them is the Cihideung agro-tourism area. This potential agro-tourism area requires cooperation from various related parties in order to develop better. This study aims to determine and analyze the factors that affect the partnership effectiveness in developing the Cihideung agro-tourism area. This research method uses a quantitative approach to the type of survey research. The target population in this study are the parties who partner in the development of the Cihideung agro-tourism area, West Bandung Regency. The sample size in this study was 45 people obtained by the simple random sampling technique. Data collection techniques by means of field studies, interviews and literature studies. The data were processed using Exploratory Analysis Factor (EFA). The results showed that the factors that affect the partnership effectiveness in developing the agro-tourism area of Cihideung, West Bandung Regency are Vision and Communication, Commitment and Partners, Vision of Partnership, Data Integration, Incentives and Information, Results and Progress, Joint Ownership and Outcome Accountability. A total of 2 factor points from which must be reduced from 26 factor points so as to produce 24 factor points that are truly dominant and form the effectiveness of the partnership. Overall, the partnership effectiveness was in the high category with an average score of 3.95. Vision and Communication factor is the most dominant factor, which is equal to 40.142%. Bisnis pariwisata merupakan salah satu andalan Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya adalah kawasan agrowisata Cihideung. Kawasan agrowisata potensial ini memerlukan kerjasama dari berbagai pihak terkait agar berkembang lebih baik. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kemitraan pengembangan kawasan agrowisata Cihideung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Target populasi dalam penelitian ini ialah para pihak yang bermitra dalam pengembangan kawasan agrowisata Cihideung Kabupaten Bandung Barat. Ukuran sampel pada penelitian ini adalah 45 orang yang didapatkan dengan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara studi lapangan, wawancara dan studi literatur. Data diolah menggunakan Exploratory Analysis Factor (EFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kemitraan pengembangan kawasan agrowisata Cihideung Kabupaten Bandung Barat adalah Visi dan Komunikasi, Komitmen dan Mitra, Visi Kemitraan, Integrasi Data, Insentif dan Informasi, Hasil dan Kemajuan, Kepemilikan Bersama dan Akuntabilitas Hasil. Sebanyak 2 butir faktor dari yang harus direduksi dari 26 butir faktor sehingga menghasilkan 24 butir faktor yang benar-benar dominan dan mempengaruhi efektivitas kemitraan. Secara keseluruhan, efektivitas kemitraan berada dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 3,95. Faktor Visi dan Komunikasi merupakan faktor yang paling dominan yaitu sebesar 40,142%.
Co-Authors Adinda Olivia Alamsyah, Rachmat Alfian Deby Artha Almira Devita Putri AM, Entang Andy Andreas Corsini Mosa Leke Angelia Tio Tobing Aprina, Meutia Alyaa Arfia Nurul Hikmah Aruan, Debora Claresta Arifelly Lasmaniar Aulia, Syifa Dwi Ayu Salsabila Malinda Bara'a, Lubis Raka Budiman Rusli Budiman Rusli Chisan, Arrasya Ardelia Darto Miradhia Daud Zikri Dedi Sukarno Entang Adhi Muhtar Entang Adhi Muhtar Entang AM Fajar Ramadhan, Fajar Grace Monica Hendi Hendi Heru Nurasa Herwan Abdul Muhyi Ida Widianingsih Indriyani, Iin Irawati, Ira Iva Khopifatu S Jasmine Tiara Putri Herman Kalsum, Wa Ode Umi Karina Widya Aristy Kudus, Imanudin Lesmana Rian Andhika, Lesmana Rian Lusiana, Monica Marbun, Chintya Ruth Aprilya Marissa Marissa Mas Dadang Enjat Munajat Mas Halimah Muharam, Riki Satia Muhtar, Entang Adhy Myrna, Ryta Nazhira, Aura Zharfa Neneng Weti Isnawaty Neneng Zakiah Nina Karlina Nunung Runiawati, Nunung Poni Sukaesih Kurniati Putri, Almira Devita Putri, Mutiara Cahyaning Permadhani Putri, Ria Sari Putri, Shalfa Nabila R. Ira Irawati Rahman, Maharani Ratna Meisa Dai Rd Ahmad Buchari Regina Regina Renanda, Saeful Hidayat Rifayani, Helena Pelly Riki Satia Muharam Risa Rismawati Rita Myrna Rizki, Ghina Meilani Rusdiana, Neng Nurul Asri Sabilli, Husni Ibnu Saifu, Amirun Bonti Satia Muharam, Riki Setiawan, Desy Srinuryani Shintawati, Malikah Salmia Simbolon, Adventus Managam Sinta Ningrum Siti Noviyanti Slamet Usman Ismanto Sukmadewi, Rani Tandayu, Fais Viraniar Vivi Oktarina Wahidah, Idah Wardhani, Asyiffa Kusumah Wicaksono, Cahyo Adjie