Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI INTALASI GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT TK III 04.06.04 SLAMET RIYADI SURAKARTA Aldi Setia Fanus_2020, Aldi Setia Fanus_2020; Aryani, Atik; Putra, Fajar Alam
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 18 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Intalasi Gawat Darurat merupakan salah satu pintu utama jalan masuknya pasien, untuk kemudian dilakukan triage dan diberi tindakan pertama. Kualitas pelayanan merupakan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang memuaskan pelanggan diberikan sesuai dengan standar dan etika profesi. Kepuasan pelanggan merupakan aspek yang dipengaruhi oleh kualitas pelayanan saranan kesehatan yang dinilai dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien digunakan untuk mengevaluasi mutu palayanan di rumah sakit. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepuasan dengan kualitas pelayanan pada keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit TK III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kolerasi dengan menggunkan desain cross sectional study Pengambilan sampel dilakukan di IGD RS TK III Slamet Riyadi Surakarta dengan jumlah responden 50 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji kendall tau alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan kuesioner. Hasil: Sebagian besar kualitas pelayanan keperawatan dalam kategori sangat baik memperoleh 30 responden (60%), kepuasan keluarga pasien di dalam kategori sangat puas memperoleh 40 responden (80%). Hasil anlisis bivariat diperoleh nilai P value 0,001<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan terhadap kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan keluarga pasien di IGD RS TK III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta. Simpulan: Terdapat hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan keluarga pasien di ruang IGD RS TK III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta.
Edukasi Berbasis Audio Visual Meningkatkan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan HIV/AIDS Soffinda Nur Solikhah; Etty Eriyanti; Fajar Alam Putra
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i1.6995

Abstract

Adolescents are a group that is vulnerable to HIV/AIDS transmission due to limited knowledge and high exposure to risky behaviors. Efforts to improve knowledge through engaging media are needed so that health messages can be optimally received. This study aimed to determine the effect of audiovisual-based education on adolescents’ level of knowledge regarding the prevention of HIV/AIDS transmission. This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach. The research sample consisted of 76 respondents, divided into an intervention group and a control group, with 38 respondents in each group. The sampling technique used was proportionate stratified random sampling based on class or grade level. The research instrument was an HIV/AIDS knowledge questionnaire that had been tested for validity and reliability. The intervention was delivered in the form of an educational video with a duration of approximately 10–15 minutes. Data analysis was conducted using the marginal homogeneity test and the Kolmogorov–Smirnov test because the data were measured on an ordinal scale. The results showed an increase in the level of knowledge in the intervention group after receiving audiovisual education, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). In contrast, no significant difference was found in the control group, with a p-value of 1.000 (p > 0.05). It can be concluded that audiovisual-based education has a significant effect on increasing adolescents’ knowledge regarding the prevention of HIV/AIDS transmission. Audiovisual media can be used as an alternative health education method for adolescents.
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISIS Tri Indrayati; Atik Aryani; Fajar Alam Putra
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/bpq10h21

Abstract

Latar belakang: Rendahnya penerimaan diri pada penyakit CKD yang diderita dan kebutuhan menjalani program hemodialiasis memengaruhi mekanisme koping pasien CKD. Ketidakmampuan mengontrol koping diri mengakibatkan kondisi penyakit yang dihadapi menjadi sebuah stressor dan sumber masalah sehingga akan meningkatkan kecemasan diri pasien. Tujuan penelitian ini yaitu supaya tahu hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis.  Metode penelitian ini memakai desain korelasi dan melibatkan populasi penelitian yaitu pasien CKD di ruang inap interna RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Teknik sampling yang diterapkan pada penelitian ini yaitu total sampling dengan total sampel penelitian banyaknya 42 orang responden. Instrument yang diterapkan di penelitian ini yaitu kuesioner Jalowiec Coping Scale untuk menilai mekanisme koping responden dan kuesioner Hospital Anxiety And Depression Scale (HADS) untuk menilai tingkat kecemasan responden.  Hasil Penelitian: Hasil analisis univariat diperoleh mayoritas mekanisme koping responden penelitian dalam kategori mekanisme koping maladaptive yaitu banyaknya 25 orang (59,5%) dan Tingkat kecemasan respoden mayoritas dalam kategori kecemasan sedang yaitu banyaknya 19 orang (45,2%). Analisis bivariat memakai uji Spearman Rank diperoleh p value 0,001 dan nilai correlation Coefficient sebesar -0, 771. Dengan demikian ada hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien CKD yang menjalani hemodialisis dengan tingkat kekuatan hubungan kedua variable penelitian ini sangat kuat (0,76-0,99) dengan arah variable penelitian ini yaitu negatif.   Simpulan penelitian ini yaitu mekanisme koping berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien. Edukasi dan dukungan emosi dan sosial sangat dibutuhkan pasien CKD yang menjalani hemodialisis agar tidak mengalami kecemasan yang berkelanjutan.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT STRES PERAWAT INSTALASI BEDAH SENTRAL Agus Raharjo; Fajar Alam Putra; Vitri Dyah Herawati
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/n64yng04

Abstract

Latar Belakang : Beban kerja pada perawat perlu diperhatikan agar tidak terjadi beban berlebih yang dapat menimbulkan stres pada perawat.Stres kerja merupakan kondisi ketegangan yang menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan psikis yang dapat mempengaruhi kemampuan individu dalam menghadapi lingkungannya. Banyaknya tugas atau persepsi beban kerja perawat yang tidak sebanding dengan kemampuan fisik dan waktu akan menimbulkan stres bagi perawat tersebut. Pelayanan di ruang operasi berkaitan dengan beban kerja dan tingkat stres perawat yang ada. Keadaan pasien yang setiap hari berubah, perlunya kecakapan kecepatan dan ketelitian dalam bekerja juga menjadi beban bagi perawat di ruang operasi yang juga menimbulkan stres bagi perawat yang bekerja di ruang operasi.  Tujuan : Mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat stress perawat Instalasi Bedah Sentral Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional, serta desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah perawat Instalasi Bedah Sentral sebanyak 22 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan tatal sampling. Instrumen ini menggunakan kuesioner beban kerja dan kuesioner Expanded Nursing Stres Scale (ENSS). Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivarait dengan uji kendal tau b. Hasil : Sebagian besar responden memiliki tingkat beban kerja sedang sebanyak 18 responden (81,8%) dan tingkat stress tinggi sebanyak 15 responden (68,2%). Berdasarkan hasil analisis diperoleh p-value 0.003 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan beban kerja dengan tingkat stress perawat Instalasi Bedah Sentral. Kesimpulan : Terdapat hubungan beban kerja dengan tingkat stress perawat Instalasi Bedah Sentral
HUBUNGAN ANTARA KEHAMILAN MULTIGRAVIDA DENGAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO Astuti, Yuli Dwi; Putra, Fajar Alam; Herawati, Vitri Dyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 19 No 1 April 2026
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi pada kehamilan sering terjadi dan merupakan penyebab utama kematian ibu melahirkan, serta memiliki efek serius lainnya saat melahirkan. Salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi kehamilan adalah paritas. Ibu multipara dan kehamilan lebih dari empat kali atau grande multipara bisa menyebabkan beragam komplikasi kehamilan yang akan dialami oleh si ibu, salah satunya hipertensi dalam kehamilan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kehamilan multigravida dengan hipertensi pada ibu hamil di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso. Metode: Penelitian kuantitatif pendekatan observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 36 ibu hamil yang melakukan pemerikasaan kehamilan di poli kandungan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso. Teknik sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen menggunakan lembar checklist kehamilan lebih dari 1 (multigravida) dan hipertensi kehamilan yang dicatat dari buku rekam medik. Data dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 23 orang (63,9%) dengan kehamilan kedua, 9 orang (25%) dengan kehamilan ketiga dan 4 orang 11,1%) dengan kehamilan ketiga. Sebanyak 13 orang (36,1%) mengalami hipertensi, dan 23 orang (63,9%) tidak mengalami hipertensi. Hasil uji Chi Square) diperoleh nilai c2 hitung = 0,927 <c2tabel 3,8414 dengan nilai signifikansi p-value = 0,279 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kehamilan multigravida dengan hipertensi pada ibu hamil di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.
PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN PASCA OPERASI ORTOPEDI DI RS St CAROLUS Kurniawati, Dwi; Putra, Fajar Alam; Suwarni, Anik
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 19 No 1 April 2026
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembedahan ortopedi secara konsisten menempatkan pasien pada risiko nyeri pasca operasi yang signifikan akibat trauma jaringan dan manipulasi tulang. Secara Global, lebih dari 80% pasien bedah mengalami nyeri akut pasca operasi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menghambat mobilisasi dini dan memperlama masa rawat inap. Kompres dingin (cryotherapy) merupakan salah satu manajemen non-farmakologi yang bekerja melalui vasokonstriksi dan penurunan konduksi saraf untuk mengurangi nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompres dingin terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca operasi ortopedi di RS St. Carolus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif one group pre-experiment pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 49 responden yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur intensitas nyeri. Intervensi berupa pemberian kompres dingin menggunakan cold pack selama 10 menit yang dilakukan 4 jam pasca operasi10 12. Analisis data menggunakan uji statistik non-parametrik yaitu T-Paired Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan kompres dingin adalah 5,59 (nyeri sedang)14. Setelah diberikan intervensi kompres dingin, rata-rata intensitas nyeri turun menjadi 3,34 (nyeri ringan)15 16. Analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,001 (p < 0,05), yang berarti Ha diterima. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan pemberian kompres dingin terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien pasca operasi ortopedi di RS St. Carolus.