Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS POSTUR KERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE OCCUPATIONAL WELFARE AND SAFETY (OWAS) DI INDOMARET JLN. ARIF RAHMAN HAKIM waode nirma hasdianti; Idham Halid Lahay; Abdul Rasyid; Esta Larosa
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 5 NO. 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v5i1.29348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi postur kerja karyawan, menganalisis risiko cedera menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS), serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi risiko ergonomis. Metode OWAS digunakan untuk mengevaluasi postur tubuh berdasarkan empat elemen utama, yaitu punggung, lengan, kaki, dan berat beban, dengan klasifikasi tingkat risiko dari kategori aman hingga membutuhkan perbaikan mendesak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aktivitas kerja karyawan memiliki tingkat risiko yang beragam. Aktivitas mengatur dan menyusun barang di rak dengan kode 1221 tergolong kategori 1 (tidak berbahaya) dan tidak memerlukan perbaikan, sementara kode 2141 masuk kategori 3 (berbahaya) dan membutuhkan perbaikan segera. Aktivitas mengangkat dan memindahkan barang dengan kode 4363 dan 2373 termasuk kategori 4 (sangat berbahaya), sehingga memerlukan perbaikan mendesak. Aktivitas menghitung stok barang dengan kode 4161 juga termasuk kategori 4 (sangat berbahaya) dan membutuhkan perbaikan mendesak. Sebaliknya, aktivitas melayani kasir dengan kode 1131 tergolong kategori 1 (tidak berbahaya) dan tidak memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang diberikan meliputi penyesuaian postur kerja, penerapan prinsip ergonomi, serta pelatihan karyawan terkait pentingnya postur kerja yang benar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan kerja karyawan melalui perbaikan ergonomis.
Analisis Penerapan Manajemen Rantai Pasok Industri Rumahan Tahu di Kelurahan Moodu lylo indra wijaya; Abdul Rasyid; Monica Pratiwi; Sugeng Pramudibyo; Esta Larosa
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 5 NO. 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v5i1.31907

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana manajemen rantai pasok diterapkan pada industri rumahan tahu di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha adalah ketergantungan pada satu pemasok bahan baku dan permintaan pasar yang tidak menentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana usaha ini mengelola aliran produk, informasi, dan keuangan agar kegiatan operasional tetap berjalan lancar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan pemilik usaha, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dilakukan secara sederhana, manajemen rantai pasok di UMKM ini berjalan cukup efektif, Rangkaian aktivitas dalam manajemen rantai pasok dimulai dari tahap perolehan bahan baku, dilanjutkan dengan kegiatan produksi, hingga tahap akhir berupa penyaluran produk ke tangan konsumen melalui sistem distribusi yang terorganisir, hingga pemanfaatan limbah produksi menjadi pakan ternak. Keberhasilan usaha ini tidak lepas dari hubungan kepercayaan yang terjalin dengan mitra usaha, sistem pembayaran yang fleksibel, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi perubahan permintaan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan rantai pasok yang baik tidak selalu membutuhkan teknologi canggih, melainkan bisa dijalankan secara fungsional dengan pendekatan yang sesuai dengan kondisi lokal dan sumber daya yang tersedia.
Penerapan Metode OEE pada Gearbox Mesin Cooling Tower di PT. Simp tbk Balqis Anwar; Idham Halid Lahay; Eduart Wolok; Abdul Rasyid; Sugeng Pramudibyo; Esta Larosa
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 4 NO. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v4i2.27064

Abstract

Target produksi merupakan sesuatu yang diharapkan dan yang ingin dicapai oleh industri manufaktur, khususnya industri yang berfokus pada kegiatan memproduksi suatu produk jadi. Pt. SIMP merupakan perusahaan yang memproduksi minyak goreng dan lemak nabati di Indonesia. Perusahaan ini memiliki target produksi dalam setiap produksinya. Pada setiap proses produksinya perusahaan sering mengalami kendala dalam memenuhi target yang telah di tentukan oleh perusahaan salah satunya kerusakan pada gearbox, kerusakan ini dapat berdampak pada efisiensi operasional dan waktu henti produksi. Akibatnya, perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penggantian suku cadang, perbaikan, dan penundaan produksi, yang semuanya berkontribusi pada ketidak mampuan untuk mencapai target produksi yang telah direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Availability,Performance Effeciency, dan Rate Of Quality Product. Metode yang di gunakan yaitu Overal Equipment Efektiveness (OEE).
PENGENDALIAN KUALITAS KADAR FFA PADA PROSES PEMURNIAN CPO MENGGUNAKAN METODE FISHBONE CHART DI PT. XYZ Jessica Gabriani Mamonto; Abdul Rasyid; Hasanuddin Hasanuddin; Esta Larosa; Sugeng Pramudibyo; Hendra Uloli
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 3 NO. 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v3i2.22982

Abstract

Perkembangan Industri kelapa sawit saat ini di Indonesia sedang meningkat, karena kelapa sawit merupakan salah satu tanaman unggulan yang menghasilkan minyak kelapa sawit dan menjadi sumber devisa bagi negara Indonesia juga membuka lapangan kerja. Kecacatan produk sering terjadi pada setiap indsutri pengolahan kelapa sawit termasuk pada PT.XYZ, untuk dapat mengoreksi kesalahan pada proses produksi yang mengakibatkan kualitas produk kurang baik diperlukan pengendalian kualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kenaikan Free Fatty Acid (FFA) pada proses pemurnian, dan mengetahui langkah yang tepat untuk mengatasi kenaikan FFA berlebih pada Crude Palm Oil (CPO) dengan menggunakan metode fishbone yang berguna dalam berbagai konteks, seperti perbaikan proses, analisis masalah, dan perbaikan produk atau layanan. Didapatkan tingkat kecacatan mencapai 52%. Hal ini mengindikasikan proses masih mengalami penyimpangan dan belum mencapai tingkat kecacatan zero defect, penyebab utama kenaikan yaitu buah sawit yang digunakan oleh pabrik bukan merupakan buah yang memenuhi standar sempurna. Bahan dasar delusion yang digunakan berasal dari cairan fat pit tidak menggunakan air panas, langkah yang tepat mengatasi kenaikan FFA berlebih pada CPO maka pabrik perlu mengganti bahan delusion yang awalnya menggunakan cairan fat pit menjadi air panas agar kenaikan FFA dapat terkendali, dan menggunakan buah kelapa sawit yang matang sempurna. Kata kunci: Crude Palm Oil, Fishbone Chart, Free Fatty Acid
ANALISIS PENYEBAB KERUSAKAN PADA MESIN PRESS (200A-3 OIL EXPELLER) MENGGUNAKAN METODE FMEA DI PT. XYZ Windie Santika Masri; Stella Junus; Hendra Uloli; Esta Larosa; Monica Pratiwi; Sugeng Pramudibyo
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 3 NO. 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v3i2.23036

Abstract

Mesin produksi merupakan salah satu faktor produksi yang harus dioptimalkan penggunaannya. Mesin Press pada crude coconut oil (minyak kelapa mentah) adalah perangkat mekanis yang digunakan untuk mengekstraksi minyak dari copra. Dalam penggunaan mesin ini umumnya terjadi beberapa masalah, hal tersebut tentunya mengganggu keseluruhan proses produksi. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyebab dan akibat kerusakan pada komponen Mesin Press yang memiliki nilai RPN tertinggi serta langkah yang tepat untuk menanggulangi kerusakan yang terjadi pada komponen kritis Mesin Press. Metode yang digunakan untuk penelitian adalah menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pressing Worm Shaft dengan total RPN sebesar 269 dan 232, Main Shaft 206, Electric Motor 213 dan Presscage sebesar 205. Nilai RPN risiko tersebut berada diatas 173.8 yang merupakan nilai kritis RPN. Kata Kunci: Crude Coconut Oil, FMEA, RPN, Preventive Maintenance 
BISINDO-based instructional videos in inclusive vocational welding learning: Preliminary evidence from a single-subject study Rochmad Novian Inderanata; Setuju Setuju; Dinar Westri Andini; Putu Sudira; Sutopo Sutopo; Septian Rahman Hakim; Esta Larosa; Paterson Nji Mbakwa
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v16i2.100441

Abstract

This study examined within-participant changes in procedural understanding, practical welding skills, and learning engagement following the introduction of Indonesian Sign Language (BISINDO)-based instructional videos for a vocational high school student with hearing impairment. The study employed an A–B single-subject design comprising three baseline sessions and three intervention sessions. Outcomes were assessed using structured observation rubrics and converted to scores on a 0–100 scale. The participant was a student with hearing impairment enrolled in a basic welding course at a vocational high school. Data were collected through repeated observations across six learning sessions, consisting of three baseline sessions and three intervention sessions. The instruments included observation sheets assessing procedural understanding, practical welding skills, learning engagement, and intervention implementation. Data were analyzed using visual analysis across conditions and the percentage of non-overlapping data (PND) to identify changes between the baseline and intervention phases. The results indicated positive within-participant changes across all observed variables following the introduction of BISINDO-based instructional videos. All intervention observations exceeded the highest baseline observation, resulting in a PND value of 100% for each outcome. However, these findings should be interpreted with caution due to the short duration of each phase and the absence of experimental replication. For the participant in this study, the introduction of BISINDO-based instructional videos was associated with higher observed scores in procedural understanding, practical welding skills, and learning engagement. Further research employing more rigorous single-case designs with additional participants is needed before broader conclusions can be drawn.