Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Replacing Fat with Soy Milk and Lecithin: Impact on the Quality of Steamed Sponge Cake Putri, Larasita Aulia; Hidayat, Lukman; Anis, Ulfah; Islam, Md Zahidul; Rezvani, Mohammad Qais; Emumejaye, Kugbere
Journal of Innovation in Applied Natural Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Innovation in Applied Natural Science
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jinas.v1i1.55

Abstract

Background of study: Steamed sponge cake is a type of cake that uses eggs as the primary raw material for foam formation, emulsification, and coagulation. Soybean flour, a plant-based protein source, has the potential to replace the functional roles of eggs in steamed sponge preparation. The addition of an emulsifier is also required to maintain the final product quality.Aims and scope of paper: This study aimed to analyze the effects of soy milk substitution, lecithin addition, and their interaction on the physical, chemical, and organoleptic characteristics of steamed sponge cake.Methods: The experiment was conducted using a factorial Completely Randomized Design with two factors: the egg-to-soy milk ratio (100:0, 75:25, and 50:50) and the level of soy lecithin addition (2% and 4%). Data were analyzed using two-way ANOVA at a 5% significance level, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) to determine significant differences among treatments.Result: Soy milk significantly affected moisture content, volume, hardness, cohesiveness, springiness, chewiness, gumminess, resilience, protein content, and fat content. Lecithin addition significantly affected moisture content, volume, specific volume, hardness, springiness, chewiness, gumminess, resilience, and protein content. The interaction between soy milk substitution and lecithin addition significantly influenced specific volume, hardness, springiness, gumminess, and resilience.Conclusion: Soy milk substitution and lecithin addition, individually and in combination, significantly influenced multiple physical and chemical properties of steamed sponge cake. These findings demonstrate the potential for partial replacement of eggs with soy milk, combined with soy lecithin, to produce high-quality steamed sponge cake with possible cost benefits.
Synthesis of a Slow-Release Fertilizer Composite Based on Microcrystalline Cellulose from Coconut Husk Waste Andini, Vicka; Dwiwibangga, Yoravika; Safniyeti, Safniyeti; Az Zahra, Nasywa; Anis, Ulfah; Elfia, Mega
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 29, No 2 (2026): Volume 29 Issue 2 Year 2026
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.29.2.149-160

Abstract

This study reports the synthesis and evaluation of a biodegradable slow-release fertilizer based on microcrystalline cellulose (MCC) extracted from coconut husk waste from Seluma Regency, Bengkulu Province. MCC was prepared through sequential acid washing, alkaline delignification, bleaching, and acid hydrolysis. A composite fertilizer was synthesized by incorporating maleate-containing polymer segments into MCC through limited radical grafting and/or esterification, followed by incorporation of polydihydroxymethylurea potassium phosphate (PDMU–KP) using citric acid as an interaction agent. Fourier transform infrared (FTIR) analysis indicates the presence of carbonyl, amide, and phosphate-related functional groups associated with the composite structure. Scanning electron microscopy (SEM) revealed a dense and agglomerated composite morphology with a rough, layered surface and crystalline aggregates, while energy-dispersive X-ray (EDX) analysis verified the presence of C, N, O, P, and K elements within the copolymer matrix. X-ray diffraction (XRD) analysis showed a reduction in cellulose crystallinity after copolymerization, indicating the formation of a polymer composite. Nutrient release tests conducted in distilled water for 28 days demonstrated controlled and differential release behavior governed by polymer swelling and matrix relaxation processes. Phosphate exhibited a maximum release concentration of 0.398 mg/L on day 7, followed by a gradual decrease to 0.058 mg/L by day 28. In contrast, nitrogen release occurred more gradually, reaching a maximum concentration of approximately 3.08 mg/L on day 14 before declining at later stages. These results indicate that the MCC-g-PMA/PDMU–KP copolymer provides sustained nutrient release with distinct release maxima for phosphorus and nitrogen, highlighting its potential as a cellulose-based slow-release fertilizer designed to improve nutrient use efficiency and reduce nutrient losses, derived from locally available coconut husk waste.
PELATIHAN MANAJEMEN WIRAUSAHA DAN HARGA POKOK PRODUKSI PRODUK OLAHAN PANGAN PADA KOPERASI PEREMPUAN PELESTARI HUTAN DI REJANG LEBONG Ulfah Anis; Fitri Yuwita S.
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.288-292

Abstract

Pelatihan kewirausahaan dalam masyarakat sangat diperlukan, terutama usaha kecil. Masalah-masalah yang sering muncul terutama pada pengusaha kecil yaitu masih lemahnya mental berwirausaha, tidak konsisten, kurang percaya diri, kurang update tentang teknologi, dan tidak memperhatikan mutu bahan yang digunakan, serta perhitungan biaya yang masih kurang tepat. Oleh karena itu, pelatihan diperlukan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan mental berwirausaha serta perhitungan biaya produksi yang tepat. Metode kegiatan pengabdian ini yaitu ceramah serta praktek menghitung harga pokok produksi secara langsung. Kegiatan pengabdian diawali dengan ceramah mengenai mental dan kepribadian yang harus dimiliki seorang wirausahawan. Tim kemudian melanjutkan dengan penyampaian materi tentang perhitungan harga pokok produksi. Khalayak sasaran diminta menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Tim pengabdian menemukan bahwa dari perhitungan harga pokok produksi pada semua kelompok belum ada yang mendapatkan keuntungan. 60% kelompok mengalami impas, dan 40% kelompok mengalami kerugian. Tim pengabdian menyarankan kepada khalayak sasaran bahwa kedepannya dapat menghitung seluruh biaya yang diekluarkan selama produksi serta meningkatkan harga jual produknya.  
PERBAIKAN PROSES PENGOLAHAN PADA PRODUK OLAHAN REBUNG KELOMPOK PEREMPUAN PEDULI LINGKUNGAN (KPPL) DI KABUPATEN REJANG LEBONG Ulfah Anis; Damres Uker; Fitri Yuwita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2536-2540

Abstract

Rebung mengandung nutrisi yang bermanfaat dalam kesehatan tubuh manusia. Rebung biasanya dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk sayuran. Akan tetapi, terdapat beberapa olehan dari rebung yaitu tepung rebung yang bisa dibuat menjadi produk donat, mie basah, nugget, dan stik rebung. Stik rebung sudah dikembangkan sebagai salah satu produk pangan olahan oleh Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) karya Mandiri di Rejang Lebong. Akan tetapi stik rebung yang dihasilkan kualitasnya masih perlu ditingkatkan, misalnya teksturnya yang kurang renyah. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan proses pengolahan pada produk rebung untuk meningkatkan kualitas mutunya terutama tekstur stik rebung yang dihasilkan. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini yaitu diskusi dan tanya jawab antara tim pengabdian dengan khalayak sasaran (pertemuan 1). Pertemuan kedua dilanjutkan dengan praktek pembuatan stik rebung dengan mencoba resep baru. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah resep yang berbeda yaitu penggunaan margarin dan irisan rebung dapat memperbaiki tekstur dari stik rebung yang dihasilkan.