p-Index From 2021 - 2026
5.997
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Calf Raise Exercise on Heart Rate, Oxygen Saturation, and Blood Pressure in Anesthesiology Nursing Students Astika Nur Rohmah; Riska Risty Wardhani; Ratih Kusuma Dewi; Gatot Suparmanto
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6874

Abstract

Physical exercise is a body activity that is carried out in a planned, structured and repetitive manner with the aim of improving or maintaining physical fitness and overall health. The busyness experienced by students in terms of theoretical and practical learning makes students do less physical exercise, and this can have implications for decreased muscle flexibility and the risk of muscle injury. Lack of physical exercise has a significant impact on the cardiovascular system, especially on heart rate (HR), oxygen saturation (SpO2), and blood pressure (BP). The purpose of this study was to determine the effect of the calf raise exercise on heart rate, oxygen saturation and blood pressure. This research method is using a pre-experimental with a pre-post one-group design. This research method is using a pre-experimental with a pre-post one-group design. The number of samples in this study was 170. Using the total sampling technique by using inclusion we’re resting HR less than 100 x/min and BP within normal limits, namely systolic less than 120 mmHg and diastolic less than 110 mmHg, the statistical test in this study was the Friedman test. The mean results after the calf raise training for heart rate were 93.47±8.65, oxygen saturation 98.27±1.26, systolic blood pressure 120.28±10.97, and diastolic blood pressure 79.97±7.25. The conclusion of this research is that there are differences in heart rate variables, oxygen saturation, blood pressure at six measurement time points with a p-value of 0.000 each.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Warga Sekolah dalam Penanganan Tersedak pada Anak di SD Muhammadiyah Pendowohardjo Fadhela Efrilia; Astika Nur Rohmah; Gatot Suparmanto
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i3.4756

Abstract

Choking is a condition where the airway is blocked by a foreign object, which can cause difficulty breathing and may lead to death. Proper techniques such as back blows, chest thrusts, and the Heimlich maneuver are essential in handling such situations. Therefore, it is important for school members to have adequate knowledge of choking first aid so they can respond quickly and accurately when a child is choking. This study aims to determine the relationship between school members' knowledge and attitudes in handling choking incidents in children at SD Muhammadiyah Pendowohardjo. The research used a quantitative approach with a correlational design and a cross-sectional method. A total of 30 respondents were selected using the total sampling technique. The instruments used were knowledge and attitude questionnaires. The results showed that 26 respondents (86.7%) had good knowledge, and 21 respondents (70%) demonstrated good attitudes in handling choking incidents. Statistical analysis using the Spearman rank correlation test revealed a significant relationship between knowledge and attitude, with a p-value of 0.001 (<0.05) and a correlation coefficient of 0.631. This indicates a strong relationship between school members' knowledge and their attitudes in handling choking in children.
HUBUNGAN RIWAYAT PEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERSEKRESI MUKUS PADA PASIEN INTRA ANESTESI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RSUD KOTA YOGYAKARTA Diana Puspita Sari; Ratih Kusuma Dewi; Astika Nur Rohmah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.763

Abstract

Tindakan operasi dengan general anestesi secara global semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Anestesi juga dapat memicu komplikasi seperti hipersekresi mukus yang mengganggu saluran napas dan berisiko menyebabkan hipoksia. Pasien perokok memiliki risiko lebih tinggi karena kebiasaan merokok meningkatkan produksi mukus dan merusak mekanisme pembersihan saluran napas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien intra anestesi dengan general anestesi di RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian terdiri dari 84 pasien yang menjalani anestesi umum, dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa kejadian hipersekresi mukus paling banyak terjadi pada kelompok perokok sedang (89,6%) dan berat (90,9%), dibandingkan dengan perokok ringan (56%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien yang menjalani anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta (p value = 0,002).
Perbandingan E-pocket Book dan PowerPoint Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap Tingkat Motivasi Belajar Rianti, Meisya Putria; Rohmah, Astika Nur; Rosidah, Istiqomah
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 14 No. 1 (2026): JKP JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v14i1.1364

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa praklinik Keperawatan Anestesiologi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta memiliki motivasi belajar rendah terhadap materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebelum praktik klinik, salah satunya akibat penggunaan buku teks konvensional yang monoton dan kurang efisien. Hal ini mendorong perlunya perbandingan media digital E-pocket Book dan PowerPoint BHD sebagai alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Tujuan: Mengetahui perbandingan efektivitas E-pocket Book dan PowerPoint BHD terhadap tingkat motivasi belajar mahasiswa praklinik angkatan 2023. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 60 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 30 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk masing-masing kelompok dan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan kedua kelompok Hasil: Terdapat perbandingan yang signifikan antara pemberian media E-pocket Book dan PowerPoint BHD terhadap motivasi belajar mahasiswa praklinik. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai P-value < 0,001pada kedua kelompok, sementara uji Mann-Whitney U menunjukkan p < 0,05 dengan mean rank E-pocket Book (36,02) lebih tinggi dibandingkan PowerPoint (24,98). Kesimpulan: Kedua media efektif meningkatkan motivasi belajar, namun E-pocket Book lebih efektif dibandingkan PowerPoint .
Hubungan Emotional Intelligence dengan Kesiapsiagaan Gempa Bumi pada Relawan FPRB Jambidan Bantul Novita, Chindy; Rohmah, Astika Nur; Rosidah, Istiqomah
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 14 No. 1 (2026): JKP JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v14i1.1365

Abstract

Latar belakang: Indonesia berada di  jalur Cincin Api Pasifik yang menyebabkan 90% gempa bumi di dunia dengan Kabupaten Bantul sebagai salah satu wilayah berisiko tinggi. Dampak gempa tidak hanya fisik, tetapi juga psikososial sehingga relawan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana)  sebagai garda terdepan tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis, melainkan juga kemampuan mengelola emosi. Emotional intelligence menjadi fondasi penting ketahanan emosional relawan, namun penelitian mengenai hubungannya dengan kesiapsiagaan bencana di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara emotional intelligence dengan kesiapsiagaan gempa bumi pada relawan FPRB Jambidan Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional cross-sectional dengan total sampling berjumlah 35. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Emotional intelligence Scale sejumlah 25 item dan kuesioner kesiapsiagaan berjumlah 50 item, dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil: Sebagian besar relawan memiliki emotional intelligence kategori tinggi (94,3%) dan kesiapsiagaan kategori sangat siap (88,6%). Terhadap hubungan positif signifikan antara keduanya dengan p-value < 0,001 dan koefisien korelasi 0,662. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang kuat antara emotional intelligence dengan kesiapsiagaan gempa bumi. Semakin tinggi emotional intelligence maka semakin tinggi kesiapsiagaan relawan.
Pengaruh Posisi Sniffing Terhadap Keberhasilan Intubasi pada Pasien Odontektomi dengan General Anestesi Di RSUD Dr.Tjitrowardojo Purworejo Deshita Putri Maharani; Astika Nur Rohmah; Ellyda Septiani Pramita
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.574

Abstract

  Latar Belakang: Intubasi endotrakeal merupakan prosedur utama dalam pengelolaan jalan napas pada pasien yang menjalani anestesi umum, dengan tujuan menjaga kecukupan ventilasi dan oksigenasi selama berlangsungnya tindakan pembedahan. Keberhasilan proses intubasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengaturan posisi kepala dan leher pasien. Posisi sniffing berperan dalam meningkatkan tampilan glotis dengan mengoptimalkan keselarasan sumbu oral, faring, dan laring, sehingga proses pemasangan ETT menjadi lebih mudah dilakukan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh penerapan posisi sniffing terhadap tingkat keberhasilan tindakan intubasi pada pasien odontektomi yang menjalani anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metode: Penelitian menerapkan metode quasi experimental dengan rancangan Posttest-Only with Control Group Design. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 50 responden dipilih melalui teknik total sampling, dengan pembagian 25 responden pada kelompok intervensi dan 25 responden pada kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa penerapan posisi sniffing sebelum dilakukan tindakan intubasi, sedangkan kelompok kontrol menggunakan posisi standar yang diterapkan di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi keberhasilan intubasi, kemudian menganalisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Keberhasilan intubasi pada kelompok intervensi sebesar 64,0% (16 responden), sedangkan kelompok kontrol hanya 36,0% (9 responden). Uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,048 (p<0,05) dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,16, yang berarti pasien yang mendapatkan posisi sniffing memiliki peluang keberhasilan intubasi 3,16 kali dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan posisi sniffing terhadap keberhasilan intubasi, dengan arah hubungan positif yaitu penerapan posisi sniffing meningkatkan keberhasilan intubasi dibandingkan posisi standar pasien odontektomi dengan general anestesi di IBS RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo.
Pengaruh pelatihan penggunaan life vest terhadap keterampilan pertolongan pertama korban tenggelam pada karyawan wisata SKE City Park : The effect of life vest use training on first aid skills for drowning victims in SKE city park tourist employees Intan Jelita Cinta Jelita Cinta; Gatot Suparmanto; Astika Nur Rohmah
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.129

Abstract

Latar belakang: Tenggelam adalah cedera akibat perendaman dalam air yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kemampuan berenang serta kelelahan atau kram saat beraktivitas di air. Life vest merupakan alat keselamatan penting yang dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat Tujuan: Mengetahui pengaruh pelatihan penggunaan life vest terhadap keterampilan pertolongan pertama korban tenggelam pada karyawan wisata SKE City Park. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest and posttest. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah responden 33 orang. Intervensinya adalah berupa pelatihan penggunaan life vest pada karyawan wisata SKE City Park. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner observasi keterampilan. Uji statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil: Sebelum pelatihan, sebagian besar responden berada pada kategori keterampilan kurang yakni 11 orang (33,3%). Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan ke kategori terampil yakni 8 orang (24,2%) dan sangat terampil yakni 17 orang (51,5%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Pelatihan life vest efektif meningkatkan keterampilan karyawan dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus tenggelam (nilai p<0,05).