Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Strategi Pembelajaran Guru PJOK Melalui Permainan Bola Voli Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Ardian Ardian; Baiq Satrianingsih; Lukman Lukman
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 2 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i2.25000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) melalui permainan bola voli terhadap kemampuan motorik kasar siswa SMP Negeri 1 Manggelewa. Kemampuan motorik kasar merupakan aspek penting dalam perkembangan fisik siswa yang mendukung pelaksanaan berbagai aktivitas olahraga dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 180 siswa SMP Negeri 1 Manggelewa, sedangkan sampel penelitian berjumlah 90 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian berupa angket strategi pembelajaran guru PJOK sebanyak 25 item dengan skala Likert 1–5 dan reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,891. Kemampuan motorik kasar diukur menggunakan Shuttle Run Test, Standing Long Jump, Zig-zag Run, dan Wall Pass Test. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran guru PJOK berada pada kategori tinggi (M = 84,72; SD = 7,65), sedangkan kemampuan motorik kasar siswa berada pada kategori baik (M = 81,34; SD = 8,21). Hasil regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 32,417 + 0,577X dengan nilai t hitung sebesar 7,864 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Koefisien determinasi sebesar 0,413 menunjukkan bahwa strategi pembelajaran guru PJOK melalui permainan bola voli memberikan kontribusi sebesar 41,3% terhadap kemampuan motorik kasar siswa. Dengan demikian, strategi pembelajaran guru PJOK melalui permainan bola voli berpengaruh signifikan terhadap kemampuan motorik kasar siswa SMP Negeri 1 Manggelewa. 
Pengaruh Latihan Small Sided Games 3v3 Dan 4v4 Terhadap Peningkatan Vo₂Max Pemain Futsal Baya Fc Muhammad Taufik; Baiq Satrianingsih; Lukman Lukman
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 2 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i2.24998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Small Sided Games (SSG) 3v3 dan 4v4 terhadap peningkatan kapasitas aerobik (VO₂max) pemain futsal Baya FC. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest-posttest two group design. Sampel penelitian berjumlah 30 pemain futsal Baya FC yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok latihan SSG 3v3 (n=15) dan kelompok latihan SSG 4v4 (n=15). Program latihan dilaksanakan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Instrumen yang digunakan adalah Multistage Fitness Test (MFT) untuk mengukur VO₂max. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, paired sample t-test, dan independent sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok SSG 3v3 mengalami peningkatan VO₂max dari 41,87 ± 2,96 ml/kg/menit menjadi 48,12 ± 2,71 ml/kg/menit (p<0,001), sedangkan kelompok SSG 4v4 meningkat dari 42,04 ± 3,01 ml/kg/menit menjadi 46,01 ± 2,65 ml/kg/menit (p<0,001). Hasil independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan VO₂max yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,021). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan Small Sided Games 3v3 dan 4v4 sama-sama efektif meningkatkan VO₂max pemain futsal Baya FC, namun latihan Small Sided Games 3v3 memberikan peningkatan yang lebih besar dibandingkan latihan Small Sided Games 4v4. 
From Field to Life: Conditional Value Transfer and Ecological Constraint in Elementary Physical Education Nina Jermaina; Eko Purnomo; Baiq Satrianingsih; Ali Md Nadzalan
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i2.22523

Abstract

The claim that sport builds character is asserted more often than it is examined. This study investigated what changes elementary physical education teachers actually observe in students after values-based instruction, how far those values travel beyond lesson time, and which constraints shape the work. A descriptive qualitative design was applied with nine physical education teachers from five public elementary schools in Padang, Indonesia, whose teaching experience ranged from five to twenty years. Semi-structured interviews were transcribed verbatim and analyzed through open, axial, and selective coding with cross-case matrix comparison, and reported constraints were subsequently classified by ecological system level. Teachers observed change in four domains, namely habit and self-regulation, social relations, emotional regulation, and fitness with achievement. Transfer beyond the lesson was visible in classrooms, informal school spaces, and relationships with former students, but participants stated that their observation ends at the school gate. Change was described as incremental and fragile, sustained only by continuous reminding, and every success claim rested on unaided observation without any assessment instrument. Constraints formed four layers running from student development to teacher competence, most of them outside teacher control.