Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Limbah Domestik Gedung Asrama STIKES Kota Kediri Muhammad Husain Alwi; Ulvi Pri Astuti; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah yang dihasilkan oleh Asrama STIKES Kota Kediri dengan total populasi 80 orang adalah 9,6 m3/hari. Air limbah Asrama STIKES Kota Kediri berupa grey water dan black water. Karakteristik air limbah domestik STIKES Kota Kediri yaitu ph 7,06, BOD 188,4 mg/L, COD 389 mg/L serta TSS 156 mg/L. Kadar COD, BOD, dan TSS pada air limbah domestik dari STIKES Kota Kediri melebihi nilai dari baku mutu air limbah. Jika air limbah yang melebihi baku mutu dialirkan menuju badan air akan menimbulkan pencemaran air limbah. Air limbah harus dialirkan menuju ke IPAL dengan diamter pipa yang tepat berdasarkan beban unit alat plambing agar tidak terjadi kebocoran pada pipa penyalur air limbah. Distribusi air limbah domestik memanfaatkan sistem gravitasi dan kemiringan pipa (slope) untuk penyaluran menuju IPAL. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode perencanaan, perencanaan meliputi penentuan beban UAP pada masing masing alat plambing dan perhitungan beban UAP komulatif pada masing masing lantai Asrama STIKES Kota Kediri. Penentuan diameter pipa air buangan masing masing lantai didasarkan pada beban UAP komulatif masing masing lantai. Hasil perencanan sistem plambing STIKES Kota Kediri didapatkan diameter pipa grey water dari lantai 1, 2 dan 3 sebesar 75 mm atau 3 inch. Diameter pipa black water dari lantai 1 dan 2 sebesar 100 mm atau 4 inch dan lantai 3 sebesar 75 mm atau 3 inch. Diameter pipa ven Asrama STIKES Kota Kediri sebesar 65 mm atau 3 inch.
Ketahanan Tanaman Typha angustifolia dan Ipomoea aquatica Terhadap Konsentrasi Air Limbah Tambak Udang dengan Metode Range Finding Test (RFT) Kemala Diaz Maharani; Tanti Utami Dewi; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan budidaya tambak udang selain menghasilkan produk pangan berupa udang juga menghasilkan limbah cair. Tambak udang yang terdapat di Pasuruan memiliki konsentrasi fosfat dan amonia yang melebihi baku mutu yang memiliki besaran 0,1 mg/L. Permasalahan tersebut mendorong adanya pengolahan lebih lanjut untuk mereduksi kadar fosfat dan amonia. Metode pengolahan limbah cair yang umum dilakukan dengan memanfaatkan tanaman disebut fitoremediasi. Proses Range Finding Test (RFT) merupakan tahapan yang harus dilakukan untuk mengetahui berapa besar persentase konsentrasi air limbah yang dapat diterima oleh tanaman. Tahapan ini dilakukan sebelum tanaman dimanfaatkan sebagai agen fitoremediator untuk pengolahan limbah cair. Penelitian ini meliputi pengujian Range Finding Test pada tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) yang disiapkan dengan metode germenasi dan ekor kucing (Typha angustifolia) yang disiapkan dengan metode propagasi. RFT dilakukan selama 96 jam di 5 konsentrasi yang berbeda sesuai dengan USEPA Guidelines Part 850.4500. RFT yang dilakukan pada ekor kucing memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. RFT yang dilakukan pada kangkung air memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 15%, 30%, 45%, 60% dan 75%. Tanaman ekor kucing mampu bertahan hidup pada persentase 100% air limbah, sedangkan kangkung air dapat bertahan hidup pada persentase 50% air limbah.
Analisis Pengaruh Pengomposan Sampah Sisa Makanan dan EcengGondok (Eichornia crassipes) terhadap Suhu dan Kadar Air Tri Utami; Mirna Apriani; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulan sampah tahun 2022 di Indonesia mencapai 17.729.071,73 ton/tahun, dimana 41,7% adalah sisa makanan dari sampah rumah tangga. Eceng gondok dalam badan air dengan jumlah tidak terkendali mengakibatkan banjir, pendangkalan dan permasalahan lainnya. Kedua bahan tersebut berpotensi dijadikankompos karena memiliki kandungan unsur mikro dan makro yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman. Salah satu metode pengomposan yang dapat digunakan yaitu biokonversi menggunakan larva BSF untuk merombak sampah organik. Pengomposan menggunakan larva BSF mampu mendegradasi sampah organik lebih dari 50%, serta menghasilkan kompos dengan kandungan penyubur tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa pengaruh variasi komposisi bahan dan feeding regime terhadap parameter suhu serta kadar air hasil pengomposan. Penelitian ini menggunakan reaktor berukuran 50 cm x 50 cm x 20 cm, dengan jumlah larva BSF sebanyak 1600 ekor per reaktor. Variasi komposisi yang digunakan 100% sisa makanan, 100% eceng gondok, 40% sisa makanan + 60% eceng gondok, dan 60% sisa makanan +40% eceng gondok dengan variasi feeding regime 1 hari dan 3 hari sekali. Kualitas kompos mengacu pada baku mutu SNI 19-7030-2004. Hasil akhir pengamatan suhu berada pada rentang 28?C-30?C dan telah memenuhi baku mutu kompos. Sedangkan untuk kadar air, terdapat beberapa reaktor belum memenuhi baku mutu (<50%). Hasil pengukuran kadar air berada pada rentang nilai 47%-65%.
Komposisi Biochar dan Suhu Pembakaran Pirolisis Terhadap Kadar Air Biochar Tia Amelia; Ulvi Pri Astuti; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi buah kelapa yang tinggi di Indonesia berdampak pula pada tingginya produk samping berupa sabut kelapa. Sabut kelapa sering kali dibiarkan menumpuk hingga kering dan digunakan sebagai kayu bakar. Sabut kelapa mengandung rasio C/N yang tinggi sehingga potensial untuk dimanfaatkan menjadi biochar. Biochar merupakan bahan kaya karbon dari limbah padat biomassa pertanian yang melalui proses pirolisis. Setiap biomassa memiliki karakteristik yang berbeda sehingga terdapat perbedaan karakteristik biochar yang dihasilkan. Limbah biomassa yang digunakan dalam penelitian ini selain sabut kelapa, digunakan juga sekam padi dan tulang ikan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pengaruh dari perbedaan komposisi biochar dari dan suhu pembakaranterhadap kadar air biochar. Bahan baku biochar berupa sabut kelapa, tulang ikan, dan sekam padi akan diolah menjadi biochar dengan proses pembakaran dengan menggunakan rangkaian alat pirolisis dengan suhu pembakaran 350? dan 500?. Pengujian parameter yang dilakukan dalam penelitian ini berupa uji kadar air. Hasil pengujian kadar air biochar sebanyak 10 sampel berada pada rentang 2,58% - 0,62%.
Karakteristik Fisik dan Berat Cacing dari Hasil Kompos Limbah Ikan M. Abdulloh Azam; Vivin Setiani; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik yang dihasilkan di masyarakat harus dimanfaatkan untuk diubah menjadi bahan yang bermanfaat, salah satunya melalui pengomposan. Vermicomposting dianggap sebagai salah satu metode pengomposan yang efektif dengan bantuan cacing tanah untuk mengubah limbah organik menjadi kompos berkualitas tinggi. Salah satu jenis cacing tanah yang digunakan adalah Eisenia fetida,. Cacing ini cepat berkembang biak dan mudah beradaptasi dengan berbagai media. Limbah organik seperti limbah ikan, kulit nangka, kotoran sapi, dan serbuk gergaji digunakan dalam proses pengomposan dalam penelitian ini. Reaktor Continuous Flow Bin berukuran 50 cm x 45 cm x 15 cm. Tahap yang dilakukan dalam penelitian ini pre-vermicomposting, aklimatisasi, dan vermicomposting. Tujuan dilakukan penelitian ini antara lain yakni menganalisis parameter kompos seperti tekstur, warna, bau kompos, dan berat cacing. Tekstur, warna dan bau kompos yang dihasilkan sesuai SNI 19- 7030-2004 Tentang Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. Berat cacing tertinggi dihasilkan pada R3 dengan bahan limbah ikan, kotoran sapi, dan serbuk gergaji dengan tanpa penambahan EM4 yakni sebesar 72 gram.
Pengaruh Penambahan MoL Sayur dan Susu Reject Terhadap Pengomposan Sampah Sisa Makanan, Limbah Ikan, Kotoran Sapidengan Metode Black Soldier Fly Maura Diza Aviantari; Ulvi Pri Astuti; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan yang terjadi setiap tahunnya terhadap volume sampah menimbulkan dampak negatif karenatidak adanya pengolahan yang berakibat terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian inimemanfaatkan sampah organik seperti limbah sisa makanan, limbah ikan, kotoran sapi, susu reject dan MoL sayur. Metode yang digunakan pada pengolahan sampah dilakukan dengan metode larva komposting dengan larva Black Soldier Fly. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi bahan, variasi MoL sayur dan variasi susu reject terhadap karakteristik hasil pupuk organik dari proses komposting BSF. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi 100% sampah sisa makanan, 70% sisa makanan dengan 30% kotoran sapi, 30% sisa makanan dengan 70% limbahikan. Variasi dosis MoL sayur yaitu 0 ml/kg dan 30 ml/kg dan variasi susu reject yaitu 0 ml dan 200 ml. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan pengaruh pada penambahan MoL sayur dan penambahan Susu Reject terhadap parameter fisik, kimia, dan karakteristik larva. Hasil kompos terbaik pada parameter kimia terdapat pada reaktor 12 yaitu variasi sisa makanan 30% : limbah ikan 70%. Hasil pengujian kandungan protein larva terbaik terdapat pada reaktor 12 yaitu variasi sisa makanan 30% : limbah ikan 70% dengan nilai 38,92%.
Penentuan Persentase Air Limbah Cair Laundry dalam Proses Aklimatisasi dan Range Finding Test (RFT) oleh Tanaman Azolla pinnata Aulia Aminatul Ula; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya usaha laundry yang dijalankan masyarakat pada umumnya tidak memiliki unit pengolahan air limbah (IPAL). Apabila limbah laundry ini dibuang langsung ke perairan maka akan menimbulkan dampak negatif terhadap perairan itu sendiri, seperti eutrofikasi, kadar oksigen berkurang drastis dan menyebabkan biota air mengalami degradasi serta dapat membahayakan kesehatan manusia. Salah satu alternatif untuk mengolah air yang tercemar adalah dengan mengolahnya dengan fitoremediasi menggunakan tanaman Azolla pinnata. Uji aklimatisasi dan range finding test (RFT) merupakan tahap awal dalam rangkaian pengolahan limbah cair laundry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase maksimum limbah cair laundry yang dapat ditolerir olehAzolla pinnata. Persentase maksimum untuk tanaman bisa bertahan hidup ditunjukkan dengan tidak terjadinya perubahan fisik (warna daun) tanaman. Penelitian dilakukan selama 3 hari pengamatan pada proses aklimatisasi dan 6 hari pengamatan untuk proses range finding test (RFT). Hasil penelitian didapatkan kadar maksimum yang dapat ditolerir oleh Azolla pinnata adalah 60% air limbah pada proses aklimatisasi, dan 80% air limbah pada proses RFT.
Ketahanan Tanaman H. verticillata dan E. hyemale Terhadap Konsentrasi Air Limbah Tahu dengan Metode Range Finding Test (RFT) Mohammad Irfan Hidayat; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan industri tahu menghasilkan limbah cair. Industri Tahu yang terdapat di Kabupaten Mojokerto memiliki konsentrasi COD dan TSS yang melebihi baku mutu yaitu 4531 mg/L dan 380 mg/L. Permasalahan tersebut mendorong adanya pengolahan lebih lanjut untuk mereduksi kadar COD dan TSS. Metode pengolahan limbah cair yang umum dilakukan dengan memanfaatkan tanaman disebut fitoremediasi. Proses Range Finding Test (RFT) merupakan tahapan yang harus dilakukan untuk mengetahui berapa besar persentase konsentrasi air limbah yang dapat diterima oleh tanaman. Tahapan ini dilakukan sebelum tanaman dimanfaatkan sebagai agen fitoremediator untuk pengolahan limbah cair. Penelitian ini meliputi pengujian Range Finding Test pada tanaman H. verticillata dan E. hyemale yang disiapkan dengan metode propagasi. RFT dilakukan selama 96 jam dengan 5 konsentrasi yang berbeda sesuai dengan USEPA Guidelines Part 850.4500. RFT yang dilakukan pada H. verticillata memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. RFT yang dilakukan pada E. hyemale memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, dan 65%. Tanaman H. verticillata mampu bertahan hidup pada persentase 100% air limbah, sedangkan E. hyemale dapat bertahan hidup pada persentase 65% air limbah.
Pengaruh Pemberian Umpan Terhadap Suhu dan Kadar Air pada Pengomposan Limbah Sisa Makanan dan Kotoran Sapi dengan menggunakan Metode Larva Black Soldier Fly Muhammad Wahyu Ramadhany; Mirna Apriani; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah makanan dan kotoran sapi yang tidak diolah dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan bau busuk. Salah satu alternatif untuk mengurangi limbah makanan dan kotoran sapi adalah dengan mengubahnyamenjadi kompos. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi pakan dan bahan terhadap kualitas fisik dan kimia pupuk kandang dan pengomposan kotoran sapi. Metode yang digunakan menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Bioaktivator yang digunakan adalah Effective Microbial (EM4). Penelitian ini menganalisis parameter fisik, kimiawi, keseimbangan hidup dan protein larva. Kompos menggunakan variasikomposisi 100% sisa makanan: Sisa 40% dan Kotoran sapi 60% : Sisa 60% dan Kotoran sapi 40% dengan pakan setiap hari dan setiap 3 harisekali.Semua varian yang digunakan memenuhi standarSNI 19-7030-2004untuk parameter fisik kompos. Parameter kimiawi sebagian besar varian kompos memenuhi SNI, kecuali varian 100% limbah makanan (parameter yang tidak memenuhi SNI adalah kalium dan fosfor). Nilai protein terbaik terdapat pada 60% varian sisa makanan dan Kotoran sapi 40% dengan nilai 27,66%.
Pengaruh Konsentrasi NaOH Terhadap Nilai Derajat Deasetilasi Kitosan dari Limbah Udang Nabillah Rodhifatul Jannah; Ulvi Pri Astuti; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer yang diturunkan dari kitin. Kitosan disintesis dari sumber alam yang berasal dari limbah crustacean, ikan, dan udang. Kitosan memiliki kegunaan yang sangat luas dalam kehidupan sehari-hari seperti sebagai adsorben limbah, pengawet, anti jamur, kosmetik, dan flokulan. Limbah udang meliputi kulit, ekor, dan kepala memiliki kandungan kitin yang dapat dimanfaatkan menjadi kitosan. Preparasi kitosan terbagi menjadi tiga tahap yaitu demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya nilai derajat deasetilasi melalui proses deasetilasi yang dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH. Konsentrasi NaOH yang digunakan yaitu 70% dan 80%. Kitosan yang didapatkan dikarakterisasi menggunakan FTIR untukmengetahui nilai derajat deasetilasi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum nilai derajat deasetilasi tertinggi yaitu 74,41% menggunakan konsentrasi NaOH 80%.
Co-Authors Adhi Setiawan Adhi Setiawan Aditya Kresna Putra Agus Khumaidi Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad Randi Taufiqussyakir Alma Vita Sophia alvin vafik prihatomo Alya Andien Sajidah Am Maisarah Am Maisarah Disrinama Amelia Novitrie, Nora Anastasya Helmalia Putri Annisa Nikmatul Lathifah Arief Nugroho Arwinda Praditasari Aulia Aminatul Ula Aulia Della Cornellia Aulia Della Cornellia Aulia Nadia Rachmat Aviantari, Maura Diza Ayu Nindyapuspa Ayu Nindyapuspa Bagas Adhiwangsa Bambang Antoko Bella Naziel Iqmalia Bhagaskara Cipta Linuwih Bhagaskara Cipta Linuwih Danang Hadi Danang Hadi Suhadak Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Devi Regina Sari Devina Puspita Sari Dewi Kurniasih Dwi Pradevi Yuniarta Erlan Afiuddin, Ahmad Fadilla, Laras Nur Fajrin, Roihana Fani Firmansyah Fatmawati, Meilinda Eka Ferisa Jenisa Ferisa Jenisa Putri Ferisa Jenisa Putri Fipka Bisono Firda Dwi Rahmadhani Gigih Alam Pambudi Gusma Hamdana Putra Hayati, Debby Zintya Iga Ayu Wiratih Ika Erawati Imam Hambali Azhori Ina Hafidah Affan Inayatul Wulandari Jannah, Nabillah Rodhifatul Kemala Diaz Maharani Lina Indawati LINDAYANI LINDAYANI Lingga Manunggal Bhakti Livia Armesta Luqman Cahyono Luqman Cahyono Lutfi Wicaksono M. Abdulloh Azam Mar’atus Sholihah Maura Diza Aviantari Mey Rohma Dhani Mikail Rahmadnegara Mirna Apriani Moch Luqman Ashari Mochammad Choirul Rizal Moh Hasan Haibatul Islam Mohammad Irfan Hidayat Muhammad Abdulloh Azam Muhammad Husain Alwi Muhammad Rizqy Dwi Aditya Muhammad Wahyu Ramadhany Nabillah Rodhifatul Jannah Nindyapuspa, Ayu Nisa Bella Ainindia Nora Amelia Novitrie Novi Eka Mayangsari Nyoto Sulistiyo Prasetyo, Dafit Ari Putri, Anindya Taffana Rabbani Rifqi Fannani Rachma Dinihaque Pristantia Putri Rafi Narariya Ramadhan Rahayu Mekar Bisono, Rahayu Mekar Ramadhani, Dhiya’ Arnada Renanda Nia Ria Rismawati Ryan Yudha Adhitya Savira Laily Hendriatiningsih Sekarsari Wibowo Setiani, Vivin Setiawan, Shinta Dewingga Setyawati, Emeralda Eka Putri Sholikah, Umi Syafinda Mulia Chairin Nisa Tanti Utami Dewi Tanti Utami Dewi Tarikh Azis Ramadani Tarikh Aziz Ramadani Tia Amelia Tri Utami Utami Dewi, Tanti Vanessa Alfarizka Ranani Vannisa Ayu Marcellia Violita, Elvira Anne Vivian Zuraida Atiqoh Vivin Setiani Vivin Setiani Vivin Setiani Yesica Novrita Devi