Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Carbon Emission Mitigation Potential from Solid Waste Management at Campus Environment Vivin Setiani; Ulvi Priastuti; Ahmad Erlan Afiuddin; Mar’atus Sholihah; Denny Dermawan; Mirna Apriani; Dewi Kurniasih; Agus Khumaidi; Aulia Della Cornellia; Lina Indawati; Sekarsari Wibowo
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 23, No 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v0i0.%p

Abstract

Greenhouse gas emissions from waste management contribute to climate change, including in higher education institutions. This study aimed to evaluate the potential for carbon emission mitigation from waste management at the Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya campus through organic waste composting and inorganic waste recycling using a waste bank system. The application of solid waste generation measurement was combined with the Intergovernmental Panel Climate Change guidelines and SNI 3964:2025. A descriptive quantitative approach was employed, utilizing primary data on solid waste characteristics from selected campus buildings. Baseline emission estimates and mitigation scenarios were used, assuming partial implementation of the 3R program: organic waste composting and recycling. The results indicate that the waste management sector produces approximately 5.44 tons of CO₂ per year, and the proposed emission reductions could reduce emissions by approximately 63%. The findings of this study indicate that integrated waste management has significant potential for reducing carbon emissions and supporting the development of low-carbon campuses aligned with Sustainable Development Goals 12 and 13, despite the methodological limitations related to the assumptions of emission factors and the level of implementation
Perbandingan Efektifitas Jaring Ikan Bekas dan Botol Plastik Bekas sebagai Media Biofilter dengan Sistem Batch pada Limbah Laundry Aditya Kresna Putra; Denny Dermawan; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah laundry merupakan salah satu sumber pencemar pada badan air. Alternatif pengolahan limbah laundry bisa menggunakan biofilter dengan memanfaatkan mikroorganisme yang melekat pada media untuk mengurangi senyawa pencemar. Biofilter merupakan pengolahan air limbah dengan biaya yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif media biofilter dengan menggunakan jaring ikan bekas dan botol plastik dalam mengolah limbah laundry. Pada penelitian ini media yang digunakan yaitu jaring ikan bekas dan botol plastik bekas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 6 buah reaktor yang dilengkapi dengan aerator dan diisi dengan media berbeda. Variasi waktu tinggal 4 jam, 6 jam dan 8 jam. Parameter yang diamati adalah Chemical Oxygen Demand (COD) dan Fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi media dan waktu tinggal terbaik terdapat pada media jaring dengan waktu tinggal 8 jam. Efisiensi penyisihan COD dan fosfat pada media tersebut 89,3% dan 64%.
Penurunan Kadar Minyak dan Lemak Industri Bir dan Minuman Ringan dengan Dissolved Air Flotation Ahmad Randi Taufiqussyakir; Ahmad Erlan Afiuddin; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap industri yang menghasilkan limbah cair diwajibkan memiliki IPAL dan IPLC (Izin Pembuangan Limbah Cair) yang berdasarkan pada PP no. 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kuantitas air dan pengendalian pencemaran, KepMen LH No.111 Tahun 2003 tentang pedoman mengenai syarat tata cara perizinan serta pedoman kajian pembuangan buih air limbah ke air atau sumber air. Salah satu parameter yang terdapat pada IPLC adalah minyak dan lemak. Hasil pengamatan fisik di lapangan dan pada unit fish pond didapatkan hasil kadar minyak dan lemak sebesar 20 mg/L. Penelitian ini menerapkan teknologi DAF (Dissolved Air Flotation) sebagai pre - treatment dengan cara sistem flotasi udara sebagai solusi terhadap permasalahan tersebut. Hasil perhitungan diperoleh dimensi untuk tangki saturasi (L= 222 mm x D = 148,3 mm), zona kontak (100 mm x 400 mm x 500 mm), zona separasi (700 mm x 400 mm x 700 mm) dan zona sedimentasi (A1= 400 mm x 600 mm , A2= 200 mm x 100 mm, H= 300 mm). Hasil pengujian prototype DAF pada tekanan 4 bar mampu menurunkan konsentrasi beban pencemar minyak dan lemak dari 254,7 mg/L menjadi 1,6 mg/L dengan efisiensi 99,4% dan telah memenuhi baku mutu IPLC industri bir dan minuman ringan yaitu 1,79 mg/L.
Pengaruh Removal TDS dan Warna dengan Menggunakan Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Tawas pada Limbah Industri Minuman Bir Arwinda Praditasari; Adhi Setiawan; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi industri minuman bir menghasilkan limbah, parameter TDS dan warna cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan koagulan PAC dan Tawas terhadap removal TDS dan warna dengan menggunakan flokulan polymer anionic. Metode penelitian ini dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pertama analisis karakteristik TDS dan warna air limbah fish pond dilakukan dengan pengujian jartest. Hasil analisis parameter TDS dan warna yang belum memenuhi standart baku mutu. Konsentrasi awal TDS dan warna air limbah industri menunjukan adalah 1450 mg/L dan 218 PtCo. Hasil penelitian didapatkan dosis optimum koagulan PAC dan flokulan polymer anionic sebesar 40 mg/L dan 3 mg/L dengan efisiensi removal TDS dan warna sebesar 82,46 % dan 82,09%. Dosis optimum koagulan tawas dan flokulan polymer anionic yaitu 35 mg/L dan 3 mg/L dengan efisiensi removal TDS dan warna sebesar 70,69 % dan 78,60 %.
Seeding dan Aklimatisasi Tutup Botol Plastik Bekas Sebagai Alternatif Media Biofilter Aerobik untuk Mengolah Air Limbah Restoran Cepat Saji Vivian Zuraida Atiqoh; Mirna Apriani; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya usaha restoran cepat saji menyebabkan semakin banyaknya air limbah yang memiliki zatpencemar organik tinggi. Disisi lain, jumlah timbulan tutup botol plastik yang terdapat di lingkungan jugameningkat. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mereduksi kandungan zat organik yaitumenggunakan biofilter. Penelitian ini memanfaatkan tutup botol plastik bekas sebagai media tumbuh danberkembangnya mikroorganisme. Mikroorganisme yang tumbuh pada media biofilter dapat mereduksikandungan organik seperti COD dan TSS pada air limbah restoran cepat saji. Pertumbuhan biofilmditentukan oleh proses seeding dan aklimatisasi. Tujuan penelitian ini melakukan proses seeding danaklimatisasi pada reaktor biofilter aerobik. Media yang digunakan pada penelitian ini yaitu modifikasi tutupbotol plastik bekas dengan bentuk lubang lingkaran. Parameter yang diukur yaitu pH, suhu, dan COD. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa pada proses seeding memiliki nilai pH antara 7,53-8,11 dan suhu antara27,60C-290C. Proses seeding membutuhkan waktu selama 2 minggu. Penurunan konsentrasi COD secarakonstan pada proses aklimatisasi terjadi pada hari ke-7 hingga hari ke-10. Kesimpulan penelitian ini yaituproses seeding ditandai dengan terbentuknya lapisan biofilm dan proses aklimatisasi ditandai denganpenurunan konsentrasi COD secara konstan dengan fluktuasi efisiensi penyisihan tidak lebih dari 10%.
Seeding dan Aklimatisasi Karung Plastik Reject sebagai Alternatif Media Biofilter Aerobik Lingga Manunggal Bhakti; Mirna Apriani; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan. Air limbah domestik menjadi salah satu penyumbang kerusakan yang serius di perkotaan besar. Dampak negatif lain adalah peningkatan timbulan sampah plastik. Bahan yang tidak dapat diurai oleh air laut dan juga sulit terdegradasi walaupun telah terpendam di dalam tanah tentunya menimbulkan permasalahan. Timbulan karung plastik reject menjadi penyumbang bertambahnya jumlah sampah plastik. Tujuan penelitian untuk melakukan seeding dan aklimatisasi menggunakan media modifikasi sejajar karung plastik reject. Proses dilakukan pada reaktor biofilter aerobik menggunakan air limbah domestik. Parameter yang diukur yaitu suhu, pH, dan COD. Proses seeding terjadi pada temperatur substrat dengan rentang 28 - 33,3 OC dan pH 5,92 - 8,91. Proses seeding dapat dilanjutkan aklimatisasi setelah diamati terbentuknya biofilm pada hari ke - 26, sehingga media mengalami penambahan volume. Proses aklimatisasi berakhir dengan adanya fluktuasi konsentrasi COD yang konstan di bawah 10 % pada percobaan ke 7, 8, dan 9
Pengaruh Variasi Konsentrasi Air Limbah pada Proses Range Finding Test (RFT) terhadap Ketahanan Tanaman Typha Angustifolia Bhagaskara Cipta Linuwih; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah domestik di industri galangan kapal memiliki kadar total coliform yang melebihi dari baku mutu, yaitu sebesar 6000 – 15.400 CFU / 100 mL. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik menyatakan bahwa batas kadar total coliform yang boleh dibuang ke badan air sebesar 3000 CFU/100 mL. Alternatif pengolahan untuk menurunkan kadar total coliform yaitu menggunakan kombinasi metode Contructed Wetland. Tanaman yang dapat digunakan pada pengolahan air limbah metode Constructed Wetland yaitu tanaman Ekor Kucing (Typha Angustifolia). Langkahpertama yang dilakukan yaitu uji Range Finding Test (RFT). Tujuan dilakukan pengujian RFT adalah untuk mengetahui besarnya konsentrasi maksimum air limbah yang tidak memberikan efek terhadap tumbuhan. Uji RFT dilakukan selama 4 hari dengan variasi konsentrasi air limbah yang digunakan antara lain 0% ; 20% ; 40% ; 60% ; 80% ; dan 100%. Uji RFT juga dilakukan pengamatan pH, suhu, dan morfologi tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, dan warna tanaman). Tanaman Typha angustifolia tidak mengalami kematian dan tidak terjadi perubahan warna, serta mampu bertahan hidup hinggahari ke-empat pada konsentrasi tertinggi air limbah yaitu 100%.
Evaluasi Teknis Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Supit Urang Kota Malang Tahun Pembangunan 2017 Annisa Nikmatul Lathifah; Ulvi Pri Astuti; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPLT merupakan fasilitas untuk mengolah lumpur tinja. IPLT Supit Urang Kota Malang merupakan IPLT dengan sistem pengolahan konvensional yang berlokasi di daerah Mulyorejo, Kecamatan Sukun. IPLT yang aktif beroperasi saat ini merupakan fasilitas yang dibangun pada tahun 2017. Permasalahan yang dihadapi IPLT saat ini yaitu overloadcapacity (kapasitas terbangun 25 m3/hari dan kapasitas yang masuk sebesar 41 m3/hari). Permintaan penyedotan dan pengolahan di IPLT akan terus meningkat seiring pencapaian target 100% akses sanitasi layak dari pemerintah. Sebelum dilakukan optimalisasi lebih lanjut pada IPLT sehingga dapat mengolah kelebihan kuantitas lumpur tinja eksisting maupun timbulan lumpur tinja di masa depan maka perlu dilakukan evaluasi IPLT terutama dalam aspek teknis. Evaluasi yang dilakukan diantaranya evaluasi sistem pengolahan termasuk dimensi, waktu tinggal, efisiensi pengolahan unit eksisting serta kualitas efluen IPLT. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa SSC eksisting tidak mampu menerima kelebihan volume yang diterima; waktu tinggal wetland tidak mencukupi;unit kolam maturasi memiliki efisiensi total coliform dibawah kriteria desain, IPLT eksisting mengalami penurunan kinerja pengolahan namun effluen IPLT masih memenuhi bakumutu air limbah domestik.
Model Dispersi Emisi SO2 dari Cerobong Sub-Pabrik Asam Sulfat Industri Asam Fosfat Menggunakan Metode Gaussian Inayatul Wulandari; Ahmad Erlan Afiuddin; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan operasional sub-pabrik asam sulfat industri asam fosfat menghasilkan emisi dominan SO2. Pada subpabrik asam sulfat terdapat unit SO2 Conversion yang berfungsi mengkonversi SO2 menjadi SO3 dengan bantuan katalis V2O5. Pada kondisi lapangan katalis dapat mengalami yang menyebabkan penurunan kualitas produk serta emisi gas buang SO2. Apabila kadar SO2 yang dihasilkan oleh industri asam fosfat melebihi baku mutu maka akan menyebabkan ISPA. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pola sebaran emisi SO2. Pemodelan emisi SO2 menggunakan metode Gaussian dilakukan dengan software Surfer. Dispersi emisi SO2pada musim hujan tersebar ke arah barat darisumber emisi, sedangkan pada musim kemarau emisi SO2 tersebar ke arah timur dari sumber emisi. Konsentrasi emisiSO2 maksimum pada musim hujan sebesar 126,597 ?g/m3 yangterletak pada koordinat 680768,19 E; 9210461,95 S. Pada musim kemarau konsentrasi emisi SO2 maksimum sebesar 32,331 ?g/m3 yang terletak pada koordinat 680768,19 E; 9210461,95 S.
Pengomposan Limbah Ikan dan Susu Reject menggunakan Larva Black Soldier Fly Firda Dwi Rahmadhani; Vivin Setiani; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya limbah organik dapat menimbulkan besarnya timbulan sampah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu upaya pengolahan limbah organik adalah dengan memanfaatkan limbah organik menjadi kompos melalui proses biokonversi. Penelitian ini memanfaatkan limbah organik yaitu limbah ikan dan kotoran sapi dengan penambahan susu reject dan MoL nasi basi. Metode yang digunakan yaitu Black Soldier Fly Larvae Composting. Komposisi limbah ikan dan kotoran sapi pada pengomposan yaitu sebesar 50% limbah ikan dan 50% kotoran sapi. Penelitian ini menggunakan penambahan susu reject sebanyak200 ml/kg dan penambahan MoL sebanyak 20 ml/kg. Proses pengomposan dilakukan selama 15 hari dengan feedinglarva setiap 3 hari sekali. Parameter yang diamati yaitu parameter fisik dan kimia kompos serta karakteristik larva meliputi WRI. Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik (suhu, kadar air) dan kimia (C-Organik, N-Total, rasio C/N, fosfor, kalium) telah memenuhi SNI 19-7030-2004. Penambahan susu reject dan MoL pada pengomposan limbahikan dan kotoran sapi memberikan nilai indeks pengurangan sampah (WRI) sebesar 14,17%
Co-Authors Adhi Setiawan Adhi Setiawan Aditya Kresna Putra Agus Khumaidi Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad Randi Taufiqussyakir Alma Vita Sophia alvin vafik prihatomo Alya Andien Sajidah Am Maisarah Am Maisarah Disrinama Amelia Novitrie, Nora Anastasya Helmalia Putri Annisa Nikmatul Lathifah Arief Nugroho Arwinda Praditasari Aulia Aminatul Ula Aulia Della Cornellia Aulia Della Cornellia Aulia Nadia Rachmat Aviantari, Maura Diza Ayu Nindyapuspa Ayu Nindyapuspa Bagas Adhiwangsa Bambang Antoko Bella Naziel Iqmalia Bhagaskara Cipta Linuwih Bhagaskara Cipta Linuwih Danang Hadi Danang Hadi Suhadak Denny Dermawan Denny Dermawan Denny Dermawan Devi Regina Sari Devina Puspita Sari Dewi Kurniasih Dwi Pradevi Yuniarta Erlan Afiuddin, Ahmad Fadilla, Laras Nur Fajrin, Roihana Fani Firmansyah Fatmawati, Meilinda Eka Ferisa Jenisa Ferisa Jenisa Putri Ferisa Jenisa Putri Fipka Bisono Firda Dwi Rahmadhani Gigih Alam Pambudi Gusma Hamdana Putra Hayati, Debby Zintya Iga Ayu Wiratih Ika Erawati Imam Hambali Azhori Ina Hafidah Affan Inayatul Wulandari Jannah, Nabillah Rodhifatul Kemala Diaz Maharani Lina Indawati LINDAYANI LINDAYANI Lingga Manunggal Bhakti Livia Armesta Luqman Cahyono Luqman Cahyono Lutfi Wicaksono M. Abdulloh Azam Mar’atus Sholihah Maura Diza Aviantari Mey Rohma Dhani Mikail Rahmadnegara Mirna Apriani Moch Luqman Ashari Mochammad Choirul Rizal Moh Hasan Haibatul Islam Mohammad Irfan Hidayat Muhammad Abdulloh Azam Muhammad Husain Alwi Muhammad Rizqy Dwi Aditya Muhammad Wahyu Ramadhany Nabillah Rodhifatul Jannah Nindyapuspa, Ayu Nisa Bella Ainindia Nora Amelia Novitrie Novi Eka Mayangsari Nyoto Sulistiyo Prasetyo, Dafit Ari Putri, Anindya Taffana Rabbani Rifqi Fannani Rachma Dinihaque Pristantia Putri Rafi Narariya Ramadhan Rahayu Mekar Bisono, Rahayu Mekar Ramadhani, Dhiya’ Arnada Renanda Nia Ria Rismawati Ryan Yudha Adhitya Savira Laily Hendriatiningsih Sekarsari Wibowo Setiani, Vivin Setiawan, Shinta Dewingga Setyawati, Emeralda Eka Putri Sholikah, Umi Syafinda Mulia Chairin Nisa Tanti Utami Dewi Tanti Utami Dewi Tarikh Azis Ramadani Tarikh Aziz Ramadani Tia Amelia Tri Utami Utami Dewi, Tanti Vanessa Alfarizka Ranani Vannisa Ayu Marcellia Violita, Elvira Anne Vivian Zuraida Atiqoh Vivin Setiani Vivin Setiani Vivin Setiani Yesica Novrita Devi