Articles
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMA
Al-Fajri, Nirwana Atiqah;
Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 4 No 1 (2025): Anthor 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v4i1.343
Pendidikan memiliki peran penting dalam merencanakan berbagai keterampilan yang diperlukan pada abad 21. Pembelajaran berbasis konstruktivisme secara aktif memperkuat pondasi pengetahuan yang dilandasi susunan kognitif. Salah satu model pembelajaran bebasis konstruktivisme ialah model problem based learning (PBL). Model problem based learning (PBL) merupakan pengembangan metode inkuiri dan keterampilan berpikir, lewat kemandirian dan percaya diri, melatih peserta didik untuk mengerjakan permasalahan melalui penyusunan pengetahuan. Keberhasilan peserta didik saat berlangsungnya proses pembelajaran dipengaruhi oleh 2 faktor yang berbeda yaitu dari dalam diri dan dari luar diri, salah satu dari dalam diri ialah minat belajar, dengan memiliki minat terhadap suatu hal, cenderung menghadirkan perhatian, rasa senang, keingintahuan yang tinggi dan memperolah hasil belajar yang memuaskan. Hasil belajar sendiri diartikan bagaimana proses pembelajaran dapat mempengaruhi berbagai kepribadian peserta didik. Oleh sebab itu, tulisan ini mengaplikasikan metode literature review untuk mendapatkan serangkaian data dari penelitian terdahulu. Data tersebut diperoleh dari situs publikasi jurnal Google Scholar, dengan rentang waktu 2019-2024 sebagian telah terindeks SINTA. Proses analisis menggunakan matrik metanalisis dari data yang dikumpulkan. Hasil dari tulisan ini pembelajaran berbasis konstruktivisme mendorong peserta didik aktif secara mental dan memperkuat pondasi pengetahuan Salah satu model pembelajaran bebasis konstruktivisme ialah model problem based learning (PBL). Dengan model PBL peserta didik dapat menstimulisasikan minat nya terhadap suatu pembelajaran sehingga mendapatkan hasil belajar lebih tinggi.
Model Pembelajaran Koperatif Tipe Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Agustian, Deni;
Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 5 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v3i5.346
Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan mata pelajaran. Analisis terhadap sepuluh artikel terkait menunjukkan bahwa model GI secara konsisten memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa, baik dalam bidang fisika, maupun IPA. Penelitian-penelitian tersebut juga menggarisbawahi kemampuan GI untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan kolaborasi siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis kelompok. Selain itu, integrasi media pembelajaran seperti peta konsep, video pembelajaran, dan teknologi interaktif (misalnya, Plickers) semakin memperkuat efektivitas GI dalam proses pembelajaran. Meta-analisis menunjukkan bahwa model GI mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa dan memperkaya pengalaman belajar melalui investigasi kelompok yang terstruktur. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif tipe GI layak untuk diimplementasikan sebagai strategi pengajaran yang inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika: Literature Review
Wita, Zhulhijra Rani;
Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 2 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v3i2.350
Kerampilan proses sains yang melakukan eksperimen atau uji coba dalam pembelajar saat ini sangatlah diperlukan bagi siswa, karena hal ini sangat diperlukan dalam pembelajaran sains untuk melatih siswa agar lebih terampil, dan bertanggung jawab . Namun, dari hasil beberapa jurnal yang diriview menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dan kemandirian serta rasa ingin tahu siswa ini belum terlalu diterapkan di sekolah. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengembangkan dan mengimplementasikan Model Pembelajaran Discovery Learning guna melatih siswa untuk mengembangkan keterampilan proses sains dan kemandirian,sikap tanggung jawab serta rasa ingin tahu pada pembelajarnya dalam bereksperimen. Model Pembelajran Discovery Learning untuk Meningkatkan Sikap Tanggung Jawab dan Rasa Ingin Tahu. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yang sudah dianalisis hasil penelitian yang terindeks sinta 2 – 5 dengan tahun penerbitan 2016 – 2024 yang memiliki persamaan tema dan pertanyaan penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan 10 artikel yang telah di review dan ternyata memang benar Model Discovery Learning ini untuk Meningkatkan Sikap Tanggung Jawa Siswa dan Rasa Ingin Tahu sangat membantu siswa dalam pembelajaran.
Model Pembelajaran Koperatif Tipe Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Agustian, Deni;
Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 2 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v3i2.352
Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan mata pelajaran. Analisis terhadap sepuluh artikel terkait menunjukkan bahwa model GI secara konsisten memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa, baik dalam bidang fisika, maupun IPA. Penelitian-penelitian tersebut juga menggarisbawahi kemampuan GI untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan kolaborasi siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis kelompok. Selain itu, integrasi media pembelajaran seperti peta konsep, video pembelajaran, dan teknologi interaktif (misalnya, Plickers) semakin memperkuat efektivitas GI dalam proses pembelajaran. Meta-analisis menunjukkan bahwa model GI mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa dan memperkaya pengalaman belajar melalui investigasi kelompok yang terstruktur. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif tipe GI layak untuk diimplementasikan sebagai strategi pengajaran yang inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkat Hasil Belajar Siswa:: Literatur Review
Meliani, Sapira;
Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 1 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v3i1.354
Hasil belajar merupakan suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran dan dijadikan tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan belajar, Penting untuk mempertimbangkan hasil belajar siswa, karena hasil yang dicapainya akan membantu proses belajar mengajar. Namun beberapa penelitian menemukan bahwa hasil belajar siswa masih kurang memuaskan dan memerlukan perbaikan lebih lanjut. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai bagi siswa agar lebih mudah memahami pelajaran. Riview artikel ini bertujuan untuk menentukan model pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Literature riview ini lakukan dengan meriview 10 artikel yang terindeks Sinta 2- 4 yang ada dalam periode 2015 - 2024. Bahwa Model Contextual Teacing and Lerning ini memang meningkatkan Hasil Belajar Siswa.
Model Pembelajaran Berbasis Teams Games Tournament (TGT) untuk Menigkatkan Hasil Belajar Siswa: Literature Review
Hasryani, Novia;
Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 5 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v3i5.358
Penelitian ini bertujuan guna menganalisis metode yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengunakan model pembelajaran teams games tournament (TGT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yaitu menganalisis hasil penelitian terdahulu yang terindeks sinta 2 – 5 dengan tahun penrbitan 2019 – 2024 yang memiliki persamaan tema dan pertanyaan penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan 13 artikel yang akan di review dan ternyata memang benar Model pembelajaran koopratif tipe teams games tournament sangat membantu dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Selain itu ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif, melatih kerja sama dan tanggung jawab dalam kelompok, sehingga membantu membangun rasa percaya diri serta memotivasi siswa untuk bersama-sama meningkatkan perolehan poin kelompoknya.
LKPD Berbantuan PhET Simulation untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa: Literature Review
Putri, Reka;
Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 5 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v3i5.359
Pada proses mengajar pendidik sering kali kesusahan dalam membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar dan tak banyak juga peserta didik yang kurang tertarik dengan pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga hal ini berimbas kepada pemahaman konsep peserta didik yang rendah. Dengan kondisi yang demikian maka pendidik membutuhkan bahan ajar yang membuat hasil belajar peserta didik meningkat tanpa menimbulkan kebosanan salah satunya yaitu LKPD dengan berbantuan PhET Simulation. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode Literature Review. Dari beberapa hasil menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dalam meningkatkan pemahaman konsep belajar ini belum terlalu diterapkan di sekolah. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengimplementasikan pembelajaran LKPD Berbantuan PhET Simulation guna melatih siswa untuk meningkatkan pemahaman konsep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review yaitu menganalisis hasil penelitian terdahulu yang terindeks sinta 2 – 5 dengan tahun penebitan 2020 – 2024 yang memiliki persamaan tema dan pertanyaan penelitian. Dalam review ini menggunakan 10 artikel yang telah di review dan ternyata memang benar hasil dari pembelajaran LKPD Berbantuan Aplikasi PhET Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa.
Pengaruh Game Based Learning terhadap Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa: Literature Review
Anita, Geby;
Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 5 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v3i5.361
Fenomena yang terjadi menunjukkan bahwa pembelajaran fisika sering kali dianggap sulit dan membosankan oleh siswa, sehingga berdampak negatif pada minat belajar dan hasil belajar mereka. Masalah penelitian ini berfokus pada bagaimana model pembelajaran berbasis permainan (game based learning) dapat mempengaruhi minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran fisika. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode Literature Riview. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dari jurnal-jurnal terindeks Sinta 2-6 yang diterbitkan pada rentang tahun 2019-2024. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis, ditemukan bahwa penerapan game based learning dalam pembelajaran fisika berdampak positif terhadap peningkatan minat dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran ini mampu menjadikan materi fisika lebih menarik dan mudah dipahami, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajar. Kesimpulan ini didukung oleh berbagai studi yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek motivasi dan prestasi belajar siswa setelah diimplementasikannya game based learning dalam kurikulum fisika.
Komik Berbasis Saintifik untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa: Literature Review
Surati, Winda;
Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 2 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v3i2.362
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komik berbasis saintifik sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode yang digunakan adalah Literature Riview terhadap 10 artikel yang terindeks sinta 2 – 4 dan dipublikasikan antara tahun 2019 – 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran berupa komik berbasis saintifik efektif meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah. Komik ini dinilai sangat layak digunakan karena mampu menyajikan materi secara visual dan naratif, menarik minat siswa, serta memudahkan pemahaman konsep. Komik dengan pendekatan model saintifik dapat diterapkan secara langsung di sekolah untuk pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan menarik. Media ini juga mengurangi kejenuhan dalam belajar melalui penyajian materi yang singkat, padat, dan jelas.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SDN 31 LUBUKLINGGAU
Agustina, Agustina;
Satinem, Satinem;
Ariani, Tri
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31540/jpp.v17i2.2410
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 31 Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode experimen dengan design one-group pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini menggunakan satu kelas yaitu siswa kelas IV dengan jumlah siswa 28 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan teknik sampling jenuh. Instrument yang digunakan peneliti berbentuk soal essay yang berjumlah 8 soal. Teknik pengumpulan data diambil menggunakan tes. Data dianalisis dengan menggunakan rumus uji-z. Berdasarkan hasil uji analisis data dengan taraf α = 5% menunjukkan besar Zhitung = 5,07 dan Ztabel = 1,64. Karena Zhitung > Ztabel (5,07 > 1,64), yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Hα diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) pada pembelajaran IPA kelas IV SD Negeri 31 Lubuklinggau signifikan tuntas dengan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79,07.