Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI JAYALOKA Sarwoko, Edi; Ariani, Tri; Utami Gumay, Ovilia Putri
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v17i2.2316

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar fisika yang masih di bawah KKM. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X di SMA Negeri Jayaloka?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X di SMA Negeri Jayaloka. Jenis peenelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode True Eksperimental Design, desain yang digunakan adalah Pre-test post-test control grodup design. Populasi dalam penlitian ini adalah seluruh siswa Kelas X MIPA di SMA Negeri Jayaloka yang berjumlah 135 siswa. Dua kelas menjadi sampel diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling, yaitu kelas X MIPA 4 berjumlah 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 3 berjumlah 33 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik tes yang berbentuk soal essay sebanyak 5 soal. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis dengan uji t terhadap nilai akhir dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima karena sesuai kriteria thitung > ttabel yaitu 5,48 > 1,997. Jadi, ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X di SMA Negeri Jayaloka.
Pendidikan Kesehatan Pola Asuh Anak dan Remaja dalam Penanggulangan Stunting Kurniasari Pratiwi; Ariani, Tri
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.727

Abstract

Latar belakang : Saat ini Stunting menjadi salah satu masalah yang cukup membahayakan. Tidak sekedar masalah fisik seseorang, tetapi akan meluas menjadi masalah Nasional dengan kehilangan generasi (lost-generation), sekaligus menjadi beban yang semakin membesar jika tidak dihentikan. Penurunan angka stunting telah dinyatakan sebagai program prioritas nasional. Pada Global Nutrition Target 2025, penurunan Balita yang mengalami Stunting diharapkan dapat mencapai sebesar 40 persen. Sementara, dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN) 2020-2024, pemerintah menargetkan Balita yang menderita Stunting turun menjadi tinggal 14 persen. Stunting merupakan isu strategis dan kompleks karena ditenggarai multiple faktor dan membutuhkan kerjasama lintas sektor untuk mengatasinya. Laporan TNP2K pada tahun 2017 menyebutkan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi terjadinya Stunting dua diantaranya adalah praktek pengasuhan pada anak yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang kesehatan gizi sebelum dan pada masa kehamilan serta sesudah melahirkan, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi yang dapat mempengaruhi terjadinya infeksi berulang yang berdampak pada perkembangan anak. Mengasuh anak adalah memberikan kebutuhan dasar anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi orangtua yaitu kebutuhan kesehatan dan gizi, kebutuhan kasih sayang, dan kebutuhan stimulasi. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak oleh lingkungan (ayah, ibu, anggota keluarga lain, pengasuh anak) untuk mempercepat tumbuh kembang. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang anak. Berdasarkan data pada saat studi pendahuluan di daerah Glugo Kecamatan Sewon pernah terjadi kasus 1 kasus stunting meninggal dengan penyakit penyerta serta kasus gizi buruk 7 kasus. Hal ini merupakan hal yang sangat memprihatikan dan perlu penanganan segera. Metode : Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendidikan kesehatan tentang pola asuh anak dan remaja untuk penanggulangan stunting. Sebelum dan sesudah dilakukan pemaparan materi dilakukan pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil: Berdasarkan data pretest diketahui bahwa mayoritas peserta memiliki pengetahuan sedang, serta data posttest diketahui bahwa peserta mayoritas memiliki pengetahuan tinggi. Kesimpulan: Berdasarkan analisa diketahui bahwa pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang pola asuh anak dan remaja, sehingga harapannya dapat berkontribusi dalam penanggulangan stunting. KATA KUNCI: Pendidikan kesehatan; pola asuh; stunting
Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkat Hasil Belajar Siswa:: Literatur Review Meliani, Sapira; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 1 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i1.354

Abstract

Hasil belajar merupakan suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran dan dijadikan tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan belajar, Penting untuk mempertimbangkan hasil belajar siswa, karena hasil yang dicapainya akan membantu proses belajar mengajar. Namun beberapa penelitian menemukan bahwa hasil belajar siswa masih kurang memuaskan dan memerlukan perbaikan lebih lanjut. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai bagi siswa agar lebih mudah memahami pelajaran. Riview artikel ini bertujuan untuk menentukan model pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Literature riview ini lakukan dengan meriview 10 artikel yang terindeks Sinta 2- 4 yang ada dalam periode 2015 - 2024. Bahwa Model Contextual Teacing and Lerning ini memang meningkatkan Hasil Belajar Siswa.
Model Pembelajaran Discovery Learning Materi Usaha dan Energi untuk Meningkat Hasil Belajar Siswa:: Literatur Review Putri, Eni Asrianti; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 2 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i2.339

Abstract

Keterampilan proses sains dan melakukan uji coba atau eksperimen dalam pembelajar saat ini sangatlah diperlukan bagi siswa, karena hal ini sangat diperlukan dalam pembelajaran sainsuntuk melatih siswa agar lebih terampil dan dapatmandiri. Namun, dari hasil beberapa hasil studimenunjukkan bahwa keterampilan proses sainsdan kemandirian belajar ini belum terlaluditerapkan di sekolah. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengembangkandan mengimplementasikan Model PembelajaranDiscovery Learning guna melatih siswa untuk mengembangkan keterampilan proses sains dan kemandirian belajarnya dalam eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melatihketerampilan proses sains dan kemandirianterhadap belajar siswa melalui Model Pembelajran Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yaitu menganalisis hasil penelitianterdahulu yang terindeks sinta 2 – 6 dengan tahunpenerbitan 2019 – 2023 yang memiliki persamaantema dan pertanyaan penelitian. Dalam penelitianini menggunakan 10 artikel yang telah di review dan ternyata memang benar Model Discovery Learning ini sangat membantu dalammengembangkan keterampilan proses sains dan kemandirian belajar siswa. Dan keterampilanproses sains dan kemandirian belajar siswameningkat setelah menggunakan model pemelajaran tersebut.
Video Pembelajaran Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains dan Keterampilan Kolaboratif: A Literature Review Aureli, Bunga Zahaa; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 2 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i2.341

Abstract

Pendidikan era abad 21, mengalami berbagai dilematika tantangan dimana ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju. Para pembimbing di dorong untuk beradaptasi dan memperbaiki media pembelajaran. Video pembelajaran merupakan media yang mendorong peserta didik tertarik dan termotivasi dalam belajar. Keterbatasan media pembelajaran video seringkali hanya berupa tontonan tanpa proses didalam pembelajaran, dengan menggunakan pendekatan CTL peserta didik secara penuh dapat terlibat dalam proses pembelajaran yang mengaitkannya dengan kehidupan. Keselarasan pengetahuan sains dan keterampilan kolaboratif yang sejalan dengan perkembangan teknologi merupakan kunci bagi individu untuk siap menghadapi era revolusi yang menuju pada era sociaty 5.0. Oleh sebab itu, tulisan ini mengaplikasikan metode literature review untuk mendapatkan serangkaian data dari berbagai penelitian terdahulu. Data yang digunakan diperoleh dari situs publikasi jurnal terpercaya, yaitu Google Scholar, dengan rentang waktu 2019-2024 sebagian dari jurnal telah terindeks SINTA 2-6. Proses analisa, menggunakan matrik metanalisis dari data yang dikumpulkan. Hasil dari tulisan menunjukkan bahwa video pembelajaran dengan metode CTL menghasilkan produk pembelajaran yang inovativ dan kreatif, selaras dengan kerangka pembelajaran metode CTL, dimana menekankan peserta didik untuk mampu berliterasi sains lewat materi yang disajikan didalam video dan mampu berkolaboratif lewat learning community sehingga menciptakan pembelajaran yang efektif, berpola pikir saintifik, dan terampil dalam berkomunikasi di lingkungan sekitar.
Model Pembelajaran Koperatif Tipe Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Agustian, Deni; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 5 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i5.346

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan mata pelajaran. Analisis terhadap sepuluh artikel terkait menunjukkan bahwa model GI secara konsisten memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa, baik dalam bidang fisika, maupun IPA. Penelitian-penelitian tersebut juga menggarisbawahi kemampuan GI untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan kolaborasi siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis kelompok. Selain itu, integrasi media pembelajaran seperti peta konsep, video pembelajaran, dan teknologi interaktif (misalnya, Plickers) semakin memperkuat efektivitas GI dalam proses pembelajaran. Meta-analisis menunjukkan bahwa model GI mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa dan memperkaya pengalaman belajar melalui investigasi kelompok yang terstruktur. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif tipe GI layak untuk diimplementasikan sebagai strategi pengajaran yang inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika: Literature Review Wita, Zhulhijra Rani; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 2 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i2.350

Abstract

Kerampilan proses sains yang melakukan eksperimen atau uji coba dalam pembelajar saat ini sangatlah diperlukan bagi siswa, karena hal ini sangat diperlukan dalam pembelajaran sains untuk melatih siswa agar lebih terampil, dan bertanggung jawab . Namun, dari hasil beberapa jurnal yang diriview menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dan kemandirian serta rasa ingin tahu siswa  ini belum terlalu diterapkan di sekolah. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengembangkan dan mengimplementasikan Model Pembelajaran Discovery Learning guna melatih siswa untuk mengembangkan keterampilan proses sains dan kemandirian,sikap tanggung jawab serta rasa ingin tahu pada pembelajarnya dalam bereksperimen. Model Pembelajran Discovery Learning untuk Meningkatkan Sikap Tanggung Jawab dan Rasa Ingin Tahu. Metode  digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yang sudah dianalisis hasil penelitian  yang terindeks sinta 2 – 5 dengan tahun penerbitan 2016 – 2024 yang memiliki persamaan tema dan pertanyaan penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan 10 artikel yang telah di review dan ternyata memang benar Model Discovery Learning ini untuk Meningkatkan Sikap Tanggung Jawa Siswa dan Rasa Ingin Tahu sangat membantu siswa dalam pembelajaran.
Model Pembelajaran Koperatif Tipe Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Agustian, Deni; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 2 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i2.352

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan mata pelajaran. Analisis terhadap sepuluh artikel terkait menunjukkan bahwa model GI secara konsisten memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa, baik dalam bidang fisika, maupun IPA. Penelitian-penelitian tersebut juga menggarisbawahi kemampuan GI untuk meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan kolaborasi siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis kelompok. Selain itu, integrasi media pembelajaran seperti peta konsep, video pembelajaran, dan teknologi interaktif (misalnya, Plickers) semakin memperkuat efektivitas GI dalam proses pembelajaran. Meta-analisis menunjukkan bahwa model GI mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa dan memperkaya pengalaman belajar melalui investigasi kelompok yang terstruktur. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif tipe GI layak untuk diimplementasikan sebagai strategi pengajaran yang inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Model Pembelajaran Berbasis Teams Games Tournament (TGT) untuk Menigkatkan Hasil Belajar Siswa: Literature Review Hasryani, Novia; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 5 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i5.358

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna menganalisis metode yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengunakan model pembelajaran teams games tournament (TGT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yaitu menganalisis hasil penelitian terdahulu yang terindeks sinta 2 – 5 dengan tahun penrbitan 2019 – 2024 yang memiliki persamaan tema dan pertanyaan penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan 13 artikel yang akan di review dan ternyata memang benar Model pembelajaran koopratif tipe teams games tournament sangat membantu dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Selain itu ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif, melatih kerja sama dan tanggung jawab dalam kelompok, sehingga membantu membangun rasa percaya diri serta memotivasi siswa untuk bersama-sama meningkatkan perolehan poin kelompoknya.
LKPD Berbantuan PhET Simulation untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa: Literature Review Putri, Reka; Ariani, Tri
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 3 No 5 (2024): Anthor 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v3i5.359

Abstract

Pada proses mengajar pendidik sering kali kesusahan dalam membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar dan tak banyak juga peserta didik yang kurang tertarik dengan pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga hal ini berimbas kepada pemahaman konsep peserta didik yang rendah. Dengan kondisi yang demikian maka pendidik membutuhkan bahan ajar yang membuat hasil belajar peserta didik meningkat tanpa menimbulkan kebosanan salah satunya yaitu LKPD dengan berbantuan PhET Simulation. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode Literature Review. Dari beberapa hasil menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dalam meningkatkan pemahaman konsep belajar ini belum terlalu diterapkan di sekolah. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengimplementasikan pembelajaran LKPD Berbantuan PhET Simulation guna melatih siswa untuk meningkatkan pemahaman konsep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review yaitu menganalisis hasil penelitian terdahulu yang terindeks sinta 2 – 5 dengan tahun penebitan 2020 – 2024 yang memiliki persamaan tema dan pertanyaan penelitian. Dalam review ini menggunakan 10 artikel yang telah di review dan ternyata memang benar hasil dari pembelajaran LKPD Berbantuan Aplikasi PhET Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa.