Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Digital Skills Peserta Didik untuk Membangun Kemampuan Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim Hermanto, Fredy; Sholeh, Muh.; Lukitawati, Lukki; Saddam, Saddam
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i1.28595

Abstract

Abstract: Climate change is a global challenge that requires adaptability, especially for the younger generation. This research aims to analyze how digital skills can be developed to build learners' adaptability to climate change. With a behavioristic theory-based approach, this research is expected to contribute to the development of more relevant, innovative, and sustainable educational strategies. This research uses a quantitative paradigm with a survey method. The research population was the students of Adiwiyata Junior High School in Semarang, with a sample of 251 students selected using stratified random sampling technique. The research instrument was a closed questionnaire, and the data were analyzed using percentages to measure the level of digital skills of students in building adaptation to climate change. The results showed that 78% of students had sufficient to high digital skills, which helped them understand and take adaptive actions to climate change. However, 22% of students still have low digital skills, thus requiring more attention in the learning process. With more structured learning strategies, the use of relevant stimuli, and consistent reinforcement, all students can be encouraged to translate their understanding of climate change into concrete actions that benefit the environment.Abstrak: Perubahan iklim merupakan tantangan global yang memerlukan kemampuan adaptasi, terutama bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana digital skills dapat dikembangkan untuk membangun kemampuan adaptasi peserta didik terhadap perubahan iklim. Dengan pendekatan berbasis teori behavioristik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pendidikan yang lebih relevan, inovatif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan paradigma kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah siswa SMP Adiwiyata di Semarang, dengan sampel sebanyak 251 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup, dan data dianalisis menggunakan persentase untuk mengukur tingkat digital skills peserta didik dalam membangun kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78% siswa memiliki keterampilan digital yang cukup hingga tinggi, yang membantu mereka dalam memahami dan mengambil tindakan adaptif terhadap perubahan iklim. Namun, 22% siswa masih memiliki keterampilan digital yang rendah, sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam proses pembelajaran. Dengan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur, penggunaan stimulus yang relevan, dan penguatan yang konsisten, seluruh siswa dapat didorong untuk menerjemahkan pemahaman mereka tentang perubahan iklim menjadi tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TANAMAN EDAMAME DAN KAKTUS DI PUSAT PERTANIAN TERINTEGRASI “SATNITE” Sri Wahyuni, Dian Eka Mayasari; Sulystyaningsih, Naning Dwi; Saddam, Saddam
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.9696

Abstract

Abstrak: Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkenalkan dan mempraktekkan teknik budidaya tanaman holtikultura kepada masyarakat desa Saribaye. Jenis tanaman holtikultura yang dimaksud yaitu edamame (kedelai Jepang), Kaktus dan sukulen melalui pemberdayaan masyarakat di pusat pertanian terintegrasi “Satnite”. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan: (1) Observasi untuk melihat kondisi awal mitra akan kebutuhan dan potensi yang ada, (2) Sosialisasi dan pelatihan budidaya tanaman, (3) Pendampingan dan evaluasi kegiatan sejauh mana mereka memperoleh manfaat dari program yang dijalankan. Hasil kegiatan ini meningkatkan kapasitas pengetahuan mitra tentang budidaya tanaman edamame dan kaktus dapat menjadi alternatif bagi mereka untuk memperoleh manfaat secara ekonomi sebagai sumber tambahan penghasilan dan inovasi produk hasil tani masyarakat desa Saribaye.Abstract:  The purpose of this service activity is to introduce and practice horticultural plant cultivation techniques to the Saribaye village community. The types of horticultural crops in question are edamame (Japanese soybeans), cacti and succulents through community empowerment in the integrated agricultural center "Satnite". This community service method is carried out through three stages: (1) Observation to see the initial conditions of partners regarding existing needs and potentials, (2) Socialization and training on plant cultivation, (3) Assistance and evaluation of activities to what extent they benefit from the program. run. The results of this activity increase the knowledge capacity of partners about edamame and cactus cultivation, which can be an alternative for them to obtain economic benefits as an additional source of income and innovation of agricultural products from the Saribaye village community.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI  DIGITAL CULTURE Saddam, Saddam; Liesnoor Setyowati, Dewi; Wijaya, Atika; Juraedah, Ade
Madani : Journal of Social Sciences and Social Science Education Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/a1rz8787

Abstract

Abstrak Pemanfaatan teknologi digital telah menjadi elemen kunci dalam transformasi pendidikan modern. Dalam era digital, teknologi tidak hanya menyediakan alat untuk mendukung proses pembelajaran, tetapi juga membentuk pola pikir dan nilai yang berkembang di kalangan peserta didik. Konsep digital culture, yang mencakup literasi digital, etika penggunaan teknologi, dan kolaborasi dalam lingkungan virtual, menjadi landasan penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran berbasis nilai digital culture. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan langkah pengumpulan data, seleksi dan pengumpulan data, kriteria seleksi, dan analisis konten. Penelitian ini fokus pada pengembangan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya kebijakan pendidikan yang mendukung pengembangan ekosistem teknologi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Rekomendasi strategis mencakup integrasi nilai digital culture dalam kurikulum pendidikan, pelatihan profesional untuk pendidik, peningkatan literasi digital di kalangan siswa dan masyarakat, serta penyediaan akses yang merata terhadap teknologi. Dengan langkah-langkah tersebut, teknologi digital dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan pendidikan yang tidak hanya efektif secara akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa sebagai warga digital yang bertanggung jawab. Abstract The utilization of digital technology has become a key element in the transformation of modern education. In the digital era, technology not only provides tools to support the learning process but also shapes the mindset and values developing among learners. The concept of digital culture, encompassing digital literacy, ethical use of technology, and collaboration within virtual environments, serves as a fundamental framework for creating an educational ecosystem relevant to contemporary demands. This study aims to analyze the effectiveness of digital technology in value-based learning digital culture. This study uses a qualitative descriptive approach, with steps of data collection, selection and data collection, selection criteria, and content analysis. This research focuses on developing 21st-century competencies such as critical thinking, creativity, communication, and collaboration. The results of this study show the importance of education policies that support the development of an inclusive and sustainable digital technology ecosystem. Strategic recommendations include integrating the value of digital culture in the education curriculum, professional training for educators, improving digital literacy among students and the community, and providing equitable access to technology. With these measures, digital technology can be optimally utilized to create an education that is not only academically effective but also shapes students' character as responsible digital citizens.
Integrasi Nilai Digital Culture Melalui Mata Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Penguatan Etika Komunikasi Mahasiswa Saddam, Saddam; Hardati, Puji; Sunario Tanggur, Femberianus; Mirzachaerulsyah, Edwin
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pemahaman mahasiswa UMMat tentang nilai digital culture di lingkungan akademik, mengidentifikasi dan menganalisis strategi integrasi nilai digital culture melalui Matakuliah Pendidikan Pancasila, dan menganalisis dan mendeskripsikan habituasi nilai digital culture untuk penguatan etika komunikasi digital mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa memahami konsep dasar digital culture sebagai cara menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, namun hanya sedikit yang memahami kaitannya dengan nilai-nilai Pancasila. Integrasi nilai digital culture melalui Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dilakukan melalui kurikulum, melalui metode pengajaran dalam perkuliahan, melalui tugas-tugas, dan kolaborasi antar unit. Mahasiswa secara bertahap menunjukkan peningkatan dalam sopan santun digital, terutama di semester kedua. Habituasi nilai dilaksanakan melalui kegiatan akademik maupun non-akademik. Perlunya pengembangan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada penguatan digital culture untuk membangun karakter mahasiswa. This research aims to identify and analyze UMMat students' understanding of digital culture values in the academic environment, identify and analyze strategies for integrating digital culture values through Pancasila Education Courses, and analyze and describe digital culture value habituation for strengthening students' digital communication ethics. Using a descriptive qualitative approach, this study involves students, lecturers, and education staff as the main informants. Data collection techniques use observations, in-depth interviews, and documentation studies. The study's results show that most students understand the basic concept of digital culture as a way to use technology responsibly, but only a few understand the relationship with Pancasila values. The integration of digital culture values through the Pancasila Education Course is carried out through the curriculum, teaching methods in lectures, assignments, and collaboration between units. Students are gradually improving in digital manners, especially in the second semester. Value habituation is carried out through academic and non-academic activities. There is a need to develop educational policies oriented toward strengthening digital culture to build student character.
Memperkenalkan Budaya Belis Manggarai Melalui Teknologi Digital: Pendekatan Kognitivisme Dalam Pembelajaran IPS Tanggur, Femberianus Sunario; Shole, Moh.; Saddam, Saddam; Nuryanti, Nuryanti; Wisnuwardana, I Gede Wayan
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/jipend.v9i2.2001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan teknologi digital dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya Belis Manggarai melalui pendekatan kognitivisme dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat sekolah dasar. Dengan perkembangan teknologi digital yang pesat, pendidikan dihadapkan pada tantangan dalam mengintegrasikan budaya lokal, khususnya budaya Belis, ke dalam kurikulum sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan guru, siswa, dan tokoh masyarakat sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti video interaktif dan aplikasi pembelajaran meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam memahami budaya Belis. Teknologi digital memungkinkan siswa untuk belajar secara lebih interaktif dan multisensori, memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai budaya Belis. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berbasis teknologi digital tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan, tetapi juga memperkuat keterlibatan emosional siswa terhadap budaya lokal mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode pengajaran yang inovatif untuk melestarikan budaya lokal di era digital.
PENGUATAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS BERBASIS DIGITAL CULTURE PADA ERA DIGITALISASI PENDIDIKAN Saddam, Saddam; Handoyo, Eko; Purnomo, Arif
Madani : Journal of Social Sciences and Social Science Education Vol. 3 No. 02 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/b3gs5y40

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasarkan pada pentingnya integrasi nilai-nilai budaya digital seperti netiket, literasi digital, dan kewargaan digital dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter siswa yang adaptif terhadap perubahan zaman. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi penguatan karakter melalui pembelajaran IPS berbasis digital culture, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang relevan dalam integrasi digital culture, dan menguraikan tantangan serta solusi penerapan digital culture dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Kabupeten Semarang. Informan terdiri dari guru IPS, dan siswa yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS yang terintegrasi dengan nilai-nilai digital culture mampu menumbuhkan nilai karakter seperti tanggung jawab, toleransi, kerjasama, kepedulian sosial, dan kesadaran kewarganegaraan. Implementasi nilai-nilai tersebut tampak dalam berbagai aktivitas pembelajaran berbasis media digital interaktif dan proyek kolaboratif daring. Namun, proses ini masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital guru, kurang optimalnya pengawasan terhadap aktivitas digital siswa, serta kesenjangan infrastruktur teknologi. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan literasi digital secara berkala, penguatan peran guru sebagai pembimbing digital, serta dukungan kebijakan dan pendanaan dari lembaga pendidikan dan pemerintah. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi budaya digital dalam pembelajaran IPS merupakan strategi efektif dalam membentuk karakter siswa di era digital. Abstract This study is based on the importance of integrating digital culture values such as netiquette, digital literacy, and digital citizenship into the learning process to shape students' character that is adaptive to the changes of the times. The purpose of this study is to describe strategies for strengthening character through social studies (IPS) learning based on digital culture, to identify relevant character values in the integration of digital culture, and to explain the challenges and solutions in implementing digital culture in IPS learning. This research uses a descriptive qualitative approach, with the research location in Semarang Regency. The informants consist of IPS teachers and students selected through purposive sampling. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation, using the interactive data analysis model of Miles and Huberman. The results of the study show that IPS learning integrated with digital culture values can foster character values such as responsibility, tolerance, cooperation, social care, and civic awareness. The implementation of these values is reflected in various learning activities based on interactive digital media and collaborative online projects. However, the process still faces several challenges, including low digital literacy among teachers, suboptimal supervision of students' digital activities, and gaps in technological infrastructure. The proposed solutions include regular digital literacy training, strengthening the role of teachers as digital mentors, and policy and funding support from educational institutions and the government. These findings affirm that the integration of digital culture into IPS learning is an effective strategy for shaping student character in the digital era.
Campus Habituation and Digital Culture in Strengthening Communication Ethics Saddam, Saddam; Hermanto, Fredy; Wisnuwardana, I Gede Wayan; Mirzachaerulsyah, Edwin; Tanggur, Femberianus Sunario; Garba, Malami Muhammad; Nuryanti, Nuryanti; Rahmandari, Ismi Arifiana
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 5 No. 3 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v5i3.391

Abstract

This study examines how integrating digital culture values in campus habituation strengthens students’ digital communication ethics as social capital. Using a qualitative descriptive method in Mataram City, data were collected from students, lecturers, staff, and campus leaders through interviews and observations. Findings reveal that students recognize the importance of digital values such as netiquette, digital literacy, and digital citizenship. However, the implementation of these values remains inconsistent and unstructured. Ethical awareness in digital communication varies among students, especially regarding personal social media use. Despite these challenges, digital platforms like WhatsApp and Instagram support the development of bonding and bridging social capital through trust-building and collaboration. The study suggests the need for structured campus policies, regular digital ethics training, curriculum integration, and digital communities to foster ethical digital behavior in academic settings.
Rumah Belajar: Sebagai Media Pembelajaran Daring Berbasis Android Bagi Siswa di Lombok Barat Mandailina, Vera; Pramita, Dewi; Syaharuddin, Syaharuddin; Saddam, Saddam; Mahsup, Mahsup; Abdillah, Abdillah
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 1 No. 1 (2021): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.408 KB) | DOI: 10.31004/jh.v1i1.6

Abstract

Pembelajaran daring merupakan kebijakan pemerintah yang harus dilaksanakan di setiap jenjang lembaga pendidikan. Namun fakta di lapangan banyak ditemukan kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa. Oleh sebab itu, pemerintah bekerjasama dengan penyedia platform pembelajaran daring termasuk “rumah belajar”. Jadi, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam menguasai sumber belajar “rumah belajar” yang telah dikembangkan oleh Kemendikbud. Kegiatan ini diikuti oleh 16 siswa SMA. Kegiatan dilakukan secara praktik langsung di computer yang tersedia di lokasi mitra. Hasil evaluasi menggunakan teknik observasi diperoleh informasi bahwa rata-rata 87,5% siswa memahami cara mengaplikasikan “rumah belajar”. Harapan di masa mendatang, tim guru dan siswa secara kontinyu menerapkan “rumah belajar” sebagai sumber belajar secara daring sehingga para siswa mendapatkan rujukan yang sesuai kurikulum untuk dipelajari.
The Influence of Politeness Norms and Language Skills on How Students Communicate with Teachers in Civic Education Learning Subjects Sari, Juliana; Rejeki, Sri; Saddam, Saddam
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v6i1.1118

Abstract

This study investigates the influence of politeness norms and language skills on communication procedures between students and teachers in junior and senior high school students learning subjects in pink. This research method uses quantitative research with an observational approach involving 92 respondents, and this research instrument uses a Likert scale with 92 questions. The data results using multiple regression tests show that the influence of politeness norms on communication manners significantly affects communication manners with a regression value of 18.6%. Annova F produces a value of 10,024, indicating the significance of the model as a whole, while the sign value of 0.000 confirms each independent variable. This study plays an important role in understanding the influence of politeness norms and language skills on communication manners between students and teachers in civic education learning subjects. This research provides insight into how politeness norms and language skills affect communication between students and teachers, especially in Civics subjects at the junior and senior high school levels.
Strategies of The Government and Laot Customary Institutions in Increasing Fishermen’s Capacity and Developing Sustainable Fisheries Businesses on Sabang Island Aceh Junaidi, Muhammad; Saprijal, Saprijal; Syahroni, Faez; Saddam, Saddam; Junaidi, Agus; Jamali, Yusra; Maulana, Syukran
Jurnal Community Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v11i2.13512

Abstract

Sabang boasts abundant marine resources and serves as a mainstay for the fishing community. The purpose of this study was to determine the strategies of the government and traditional maritime institutions in increasing the capacity of fishermen and developing sustainable fisheries businesses. The type of research is descriptive qualitative, and data collection is carried out through documentation, interviews, and observation. Data analysis includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the strategy of the government and traditional sea institutions is to provide facilities, regulations, and economic improvement and provide assistance such as Big Bot, Small Bot, subsidized fuel and provision of business premises for salted fish, cracker processing, etc.The development of sustainable fisheries businesses in Sabang includes strengthening fishery product processing to absorb fishermen's production, improving supporting facilities and infrastructure such as cold storage and distribution access, and increasing the adoption of technology and institutions such as vessel registration and fishermen registration for legality and access to subsidized fuel, as well as educating fishermen in more effective and environmentally friendly fishing methods such as the use of handline fishing gear and others.