Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Relationship between Emotional Intelligence, Learning Motivation, and Discipline in Early Childhood Pertiwi, Hikmah; Yuliantina, Irma
Journal of Childhood Development Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcd.v4i2.5171

Abstract

This study aims to analyze the relationship between emotional intelligence, learning motivation, and discipline in early childhood at Ikhwanus Shafa Kindergarten. This study uses a quantitative approach with a correlational design to determine the extent to which emotional intelligence and learning motivation affect children's discipline in an early childhood education environment. The research sample consisted of 25 children aged 5-6 years enrolled in Ikhwanus Shafa Kindergarten, with data collection through observation, questionnaires, and structured interviews with teachers and parents. Data analysis was carried out using Pearson correlation statistical techniques to measure the relationship between the variables studied. The results showed that there is a significant positive relationship between emotional intelligence and learning motivation with children's discipline. High emotional intelligence in children contributes to increased learning motivation, which in turn supports the achievement of better discipline. These findings indicate the importance of developing emotional intelligence and learning motivation as determining factors in the formation of disciplinary behaviour in early childhood. The implication of this study is the need for an integrated emotional intelligence development program in the early childhood education curriculum to improve the quality of education and children's character.
Development of Learning Strategies to Integrate Computational Thinking in Early Childhood Education Curriculum: A Study on 36 Early Childhood Education Units in Kudus Yuliantina, Irma
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 19 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 19 Number 1 April 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v19i1.40841

Abstract

Indonesia's low achievement in international assessments such as PISA shows the need to strengthen high-level thinking skills from an early age. One of the important competencies of the 21st century is computational thinking, which is a logical and systematic framework of thinking in solving problems. This research aims to develop a learning strategy to integrate computational thinking skills into the Early Childhood Education (PAUD) curriculum. The research was carried out in 36 partner PAUD units in Kudus Regency, Central Java, using the Research and Development (R&D) approach with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model. The research subjects consisted of school principals and PAUD teachers. The development process lasted for eight months, starting with training related to the concept of computational thinking, its relationship with the Independent Curriculum, and its implementation strategy in classroom learning. The results of the study show that teachers need clear and practical guidance to integrate computational thinking skills into learning activities that are in line with the Independent Curriculum. This research does not produce a new curriculum product physically, but gives birth to a model of learning strategies that are conceptual and implementive. The strategy includes steps to prepare a plan, organize the play environment, and provide teacher support that encourages children's computational thinking skills. Implementation in the field showed a positive impact on teacher understanding, child involvement, and parental response, although challenges were still found in a small number of PAUD units. This research makes a concrete contribution to strengthening adaptive and future-oriented PAUD learning practices.
Pengembangan Buku Panduan Guru Bermain Berpusat pada Anak dengan Buku Digital Yusuf, Diana; Yuliantina, Irma
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.5864

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang mampu mendukung pendekatan pembelajaran berpusat pada anak, khususnya di pendidikan anak usia dini. Di era digital, guru memerlukan panduan yang relevan dan interaktif untuk memfasilitasi proses belajar yang sesuai dengan karakteristik anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku panduan digital bagi guru dalam menerapkan pembelajaran berpusat pada anak di TK Islam Al-Fajar, yang berfokus pada anak usia 4–6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE, yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi di kelas dan wawancara dengan tiga guru, serta dilakukan validasi produk oleh dua ahli, masing-masing ahli materi dan ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku digital yang dikembangkan mendapat penilaian sangat layak dari ahli materi dengan nilai rata-rata 3,9, sedangkan dari ahli media memperoleh nilai 2,6 yang dikategorikan layak, dengan saran untuk peningkatan aspek visual. Produk ini terbukti dapat meningkatkan efektivitas guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi secara aktif melalui media digital. Penggunaan buku digital juga menjadikan kegiatan belajar lebih menyenangkan dan interaktif. Pengembangan buku panduan digital ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pembelajaran di TK Islam Al-Fajar, tetapi juga berpotensi untuk diterapkan secara lebih luas di lembaga pendidikan anak usia dini lainnya. Penelitian ini merekomendasikan integrasi buku digital dalam kurikulum dan pelatihan guru sebagai langkah strategis untuk memperkuat implementasi pembelajaran berpusat pada anak di era digital
Workshop Stimulasi Literasi Dan Numerasi Bagi Anak Usia Dini Dalam Pendekatan Deep Learning di Komunitas Belajar (KOMBEL) Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Paud Kabupaten Serang: Pengabdian Mutoharoh, Mutoharoh; Zulfikar, Meiby; Yuliantina, Irma
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.769

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang hubungan agama dan negara dalam perspektif politik Islam. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari artikel, jurnal, buku dan dokumen yang relevan dan dapat menunjang tema yang dibahas. Dari data-data yang telah dikaji, dapat diketahui bahwa terdapat tiga paradigma dalam hubungan antara agama dan negara, yaitu paradigma integralistik, paradigma sekularistik dan paradigma simbiotik dan terdapat dua konteks masa dalam membahas mengenai hubungan agama dan negara. Lalu kemudian muncul tiga aliran dalam hubungan agama dan negara, yaitu aliran liberal, aliran fundamentalis dan aliran moderat. Kajian ini berusaha untuk menjelaskan paradigma, masa dan aliran yang terdapat dalam hubungan agama dan negara. Ketiganya memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam memaknai hubungan antara agama dan negara.
Manfaat Digitalisasi Sebagai Sumber Belajar Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Anak Usia Dini Yuliantina, Irma; Anggriani, Susy
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 9 No 1 (2025): JCE (Journal of Childhood Education) Maret - Agustus 2025
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v9i1.2402

Abstract

The development of digital technology today is increasingly rapid, teachers use digital tools for various purposes. Through the digitization system, it will speed up and make it easier for teachers to get various information related to teaching materials, so that the learning process and objectives will be achieved optimally. This study aims to understand the benefits of digitalization as a learning resource in improving the early childhood learning process. The methodology in this study uses descriptive qualitative, researchers try to describe and interpret teacher perceptions in relation to the benefits of digitalization as a learning resource in improving the early childhood learning process. From the results of the study, a significant comparison was obtained between the use of digitalization as a learning resource with the improvement of the early childhood learning process. This is reinforced by the average percentage of digitalization utilization of 93.63% directly proportional to the increase in the learning process of 97.01%. Teacher respondents as children's learning companions gave positive approval that there was an improvement in the learning process by utilizing digitalization as a learning resource. The use of digitalization as a learning resource is proven to improve the process of quality child learning. The use of digital tools can help in meeting children's learning needs according to the characteristics and stages of early childhood development.
Curriculum Development Based on Local Cultural Wisdom at Al Jannah Early Childhood Education Unit Magelang Regency Wiwiek Sumayni; Yuliantina, Irma
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 3 (2025): Vol. 4 No. 3 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i3.893

Abstract

This study aims to develop a curriculum for the Al Jannah Early Childhood Education (PAUD) unit that can optimize the integration of local cultural wisdom. This study uses the Four-D model where this model can be seen as a model for instructional development, namely: 1) Define; 2) Design; 3) Development; 4) Dissemination. The feasibility of the local cultural wisdom-based curriculum development product at the Al Jannah PAUD unit has been tested through expert validation and teacher perception analysis. The validation results from material experts show an average feasibility percentage of 77.22% (category "Good"), with the curriculum objectives component getting the highest score (86%) and the content/material component getting the lowest score (70%). Meanwhile, validation from cultural experts shows a higher feasibility percentage of 85.88% (category "Very Good"), with the Local Language aspect getting a perfect score (100%), followed by Regional Stories and Legends and Celebrations of Local Holidays (93.33%). The results of the teacher perception and readiness questionnaire also showed a very positive response (86% - "Very Good" category), although there is a gap between positive perceptions and implementation readiness, especially in terms of the availability of resources and teaching materials (20% - "Poor" category). Overall, the developed curriculum has met the eligibility standards for implementation in the Al Jannah PAUD unit with several improvements in the content/materials and implementation support aspects.
Pengembangan Modul Sensori Integrasi untuk Meningkatkan Kemampuan Inisiatif Anak Usia 5 - 6 Tahun di TK Refah Kotapinang Siregar, Nurhelan; Ajat, Ajat; Yuliantina, Irma
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7019

Abstract

Kemampuan inisiatif merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun praktik pembelajaran masih banyak berfokus pada aktivitas rutin dan berpusat pada guru sehingga kurang memberikan kesempatan bagi anak untuk berinisiatif. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara kebutuhan pengembangan potensi anak dengan ketersediaan media pembelajaran yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul Sensori Integrasi yang sesuai dengan karakteristik anak usia 5-6 tahun, (2) mengetahui tingkat kelayakan modul tersebut, serta (3) menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan inisiatif anak. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B di TK Refah Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, sedangkan efektivitas diuji melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen kemampuan inisiatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul Sensori Integrasi berhasil dikembangkan secara sistematis melalui tahap 4D dan menghasilkan produk berupa panduan guru, kartu aktivitas sensori, lembar kerja anak, panduan orang tua, serta instrumen penilaian; (2) hasil validasi ahli menempatkan modul pada kategori sangat layak dengan skor rata-rata 87,3%, sehingga dapat digunakan dengan revisi minor; dan (3) uji coba lapangan terbatas memperlihatkan adanya peningkatan signifikan kemampuan inisiatif anak, dengan nilai N-Gain pada kategori sedang hingga tinggi. Dengan demikian, modul Sensori Integrasi yang dikembangkan terbukti layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan inisiatif anak usia 5-6 tahun.
Pengembangan Media Tabung Angka Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Konsep Bilangan pada Anak Usia Dini Lisnawati, Rita; Priyanti, Nita; Yuliantina, Irma
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.7015

Abstract

Kemampuan kosakata merupakan fondasi utama dalam penguasaan bahasa Inggris karena menjadi kunci dalam memahami, berbicara, membaca, dan menulis. Namun, banyak siswa sekolah menengah pertama yang masih mengalami kesulitan dalam memperkaya kosakata akibat penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan kurang interaktif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Inggris siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen penelitian terdiri atas angket validasi ahli materi dan media, serta tes pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas produk. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.Proses pengembangan menghasilkan media pembelajaran berbasis AI yang layak digunakan dengan nilai validasi ahli sebesar 90% (kategori sangat layak). Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kosakata siswa dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 35% antara pre-test dan post-test.Dengan demikian, media pembelajaran berbasis AI ini efektif dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk memperkaya kosakata bahasa Inggris siswa SMP secara interaktif, menarik, dan adaptif terhadap perbedaan kemampuan belajar.
Peningkatan Motorik Kasar Melalui Pembelajaran Daring Berbasis Whats App Andini, Diah Puspita; Marlinah, Marlinah; Nurchahyani, Nurchahyani; Apriyanti, Sesiyana; Silaban, Esnirani; Yuliantina, Irma
Efektor Vol 8 No 1 (2021): Efektor Vol.8 No.1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v8i1.15880

Abstract

Improving learning through rough motoric activities using WhatsApp application at RA Al Muttaqin. This research was implemented using offline (Visit School) and online (WhatsApp applications) methods as a problem solver for teaching and learning activities (KBM) at RA Al Muttaqin during the Covid-19 pandemic. Based on the results of motoric physical activity through WhatsApp learning was applied by making video of learning to know children’s rough motoric development. Generally, WhatsApp-based online learning challenges teacher’s creativity, in planning fun and interesting learning programs by developing collaboration between teachers, parents and participants, that is become the best solution in the Covid-19 pandemic that demands to take care of the physical.
Pengembangan Metode Lagu Tepuk Lompat (Tepat) Berbasis Budaya Lokal untuk Mengenal Lambang Bilangan 1-10 pada Anak Usia 4-5 Tahun di Paud Mitra Bersama Simatupang, Eli Verawati; Ajat, Ajat; Yuliantina, Irma
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7118

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini adalah kurangnya perhatian siswa dalam mengenal budaya local dalam hal mengenal lambing bilangan disebabkan kurangnya metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, menilai kelayakan, dan menguji efektivitas metode Lagu Tepuk Lompat (TEPAT) berbasis budaya lokal dalam meningkatkan kemampuan anak usia 4–5 tahun mengenal lambang bilangan 1–10 di PAUD Mitra Bersama, Medan. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive terhadap 20 anak kelompok A yang mengikuti kegiatan pembelajaran reguler. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli (materi, bahasa, musik, motorik), lembar observasi, serta tes kinerja pra dan pasca perlakuan (pretest–posttest). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara guru, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan perhitungan skor validasi dan N-Gain. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan rata-rata sebesar 92,3%, termasuk kategori “sangat valid”. Secara kuantitatif, rata-rata skor kemampuan anak meningkat dari 45,4% (kategori mulai berkembang) pada pretest menjadi 75,4% (kategori berkembang sesuai harapan) pada posttest, dengan peningkatan sebesar 30% dan nilai N-Gain 0,56 (kategori sedang–efektif). Secara kualitatif, anak menunjukkan antusiasme tinggi, koordinasi motorik lebih baik, dan keterlibatan aktif selama pembelajaran. Metode Lagu TEPAT terbukti efektif karena mengintegrasikan unsur musik, tepuk, lompat, serta bahasa dan ritme Batak yang familiar bagi anak, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran berbasis budaya lokal dapat meningkatkan kemampuan numerik anak sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap identitas budaya sejak dini.