Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Development of Learning Strategies to Integrate Computational Thinking in Early Childhood Education Curriculum: A Study on 36 Early Childhood Education Units in Kudus Yuliantina, Irma
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 19 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 19 Number 1 April 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v19i1.40841

Abstract

Indonesia's low achievement in international assessments such as PISA shows the need to strengthen high-level thinking skills from an early age. One of the important competencies of the 21st century is computational thinking, which is a logical and systematic framework of thinking in solving problems. This research aims to develop a learning strategy to integrate computational thinking skills into the Early Childhood Education (PAUD) curriculum. The research was carried out in 36 partner PAUD units in Kudus Regency, Central Java, using the Research and Development (R&D) approach with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model. The research subjects consisted of school principals and PAUD teachers. The development process lasted for eight months, starting with training related to the concept of computational thinking, its relationship with the Independent Curriculum, and its implementation strategy in classroom learning. The results of the study show that teachers need clear and practical guidance to integrate computational thinking skills into learning activities that are in line with the Independent Curriculum. This research does not produce a new curriculum product physically, but gives birth to a model of learning strategies that are conceptual and implementive. The strategy includes steps to prepare a plan, organize the play environment, and provide teacher support that encourages children's computational thinking skills. Implementation in the field showed a positive impact on teacher understanding, child involvement, and parental response, although challenges were still found in a small number of PAUD units. This research makes a concrete contribution to strengthening adaptive and future-oriented PAUD learning practices.
Workshop Stimulasi Literasi Dan Numerasi Bagi Anak Usia Dini Dalam Pendekatan Deep Learning di Komunitas Belajar (KOMBEL) Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Paud Kabupaten Serang: Pengabdian Mutoharoh, Mutoharoh; Zulfikar, Meiby; Yuliantina, Irma
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.769

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang hubungan agama dan negara dalam perspektif politik Islam. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari artikel, jurnal, buku dan dokumen yang relevan dan dapat menunjang tema yang dibahas. Dari data-data yang telah dikaji, dapat diketahui bahwa terdapat tiga paradigma dalam hubungan antara agama dan negara, yaitu paradigma integralistik, paradigma sekularistik dan paradigma simbiotik dan terdapat dua konteks masa dalam membahas mengenai hubungan agama dan negara. Lalu kemudian muncul tiga aliran dalam hubungan agama dan negara, yaitu aliran liberal, aliran fundamentalis dan aliran moderat. Kajian ini berusaha untuk menjelaskan paradigma, masa dan aliran yang terdapat dalam hubungan agama dan negara. Ketiganya memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam memaknai hubungan antara agama dan negara.
Curriculum Development Based on Local Cultural Wisdom at Al Jannah Early Childhood Education Unit Magelang Regency Wiwiek Sumayni; Yuliantina, Irma
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 3 (2025): Vol. 4 No. 3 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i3.893

Abstract

This study aims to develop a curriculum for the Al Jannah Early Childhood Education (PAUD) unit that can optimize the integration of local cultural wisdom. This study uses the Four-D model where this model can be seen as a model for instructional development, namely: 1) Define; 2) Design; 3) Development; 4) Dissemination. The feasibility of the local cultural wisdom-based curriculum development product at the Al Jannah PAUD unit has been tested through expert validation and teacher perception analysis. The validation results from material experts show an average feasibility percentage of 77.22% (category "Good"), with the curriculum objectives component getting the highest score (86%) and the content/material component getting the lowest score (70%). Meanwhile, validation from cultural experts shows a higher feasibility percentage of 85.88% (category "Very Good"), with the Local Language aspect getting a perfect score (100%), followed by Regional Stories and Legends and Celebrations of Local Holidays (93.33%). The results of the teacher perception and readiness questionnaire also showed a very positive response (86% - "Very Good" category), although there is a gap between positive perceptions and implementation readiness, especially in terms of the availability of resources and teaching materials (20% - "Poor" category). Overall, the developed curriculum has met the eligibility standards for implementation in the Al Jannah PAUD unit with several improvements in the content/materials and implementation support aspects.
Pengembangan Modul Sensori Integrasi untuk Meningkatkan Kemampuan Inisiatif Anak Usia 5 - 6 Tahun di TK Refah Kotapinang Siregar, Nurhelan; Ajat, Ajat; Yuliantina, Irma
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7019

Abstract

Kemampuan inisiatif merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun praktik pembelajaran masih banyak berfokus pada aktivitas rutin dan berpusat pada guru sehingga kurang memberikan kesempatan bagi anak untuk berinisiatif. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara kebutuhan pengembangan potensi anak dengan ketersediaan media pembelajaran yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul Sensori Integrasi yang sesuai dengan karakteristik anak usia 5-6 tahun, (2) mengetahui tingkat kelayakan modul tersebut, serta (3) menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan inisiatif anak. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B di TK Refah Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, sedangkan efektivitas diuji melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen kemampuan inisiatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul Sensori Integrasi berhasil dikembangkan secara sistematis melalui tahap 4D dan menghasilkan produk berupa panduan guru, kartu aktivitas sensori, lembar kerja anak, panduan orang tua, serta instrumen penilaian; (2) hasil validasi ahli menempatkan modul pada kategori sangat layak dengan skor rata-rata 87,3%, sehingga dapat digunakan dengan revisi minor; dan (3) uji coba lapangan terbatas memperlihatkan adanya peningkatan signifikan kemampuan inisiatif anak, dengan nilai N-Gain pada kategori sedang hingga tinggi. Dengan demikian, modul Sensori Integrasi yang dikembangkan terbukti layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan inisiatif anak usia 5-6 tahun.
Peningkatan Motorik Kasar Melalui Pembelajaran Daring Berbasis Whats App Andini, Diah Puspita; Marlinah, Marlinah; Nurchahyani, Nurchahyani; Apriyanti, Sesiyana; Silaban, Esnirani; Yuliantina, Irma
Efektor Vol 8 No 1 (2021): Efektor Vol.8 No.1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v8i1.15880

Abstract

Improving learning through rough motoric activities using WhatsApp application at RA Al Muttaqin. This research was implemented using offline (Visit School) and online (WhatsApp applications) methods as a problem solver for teaching and learning activities (KBM) at RA Al Muttaqin during the Covid-19 pandemic. Based on the results of motoric physical activity through WhatsApp learning was applied by making video of learning to know children’s rough motoric development. Generally, WhatsApp-based online learning challenges teacher’s creativity, in planning fun and interesting learning programs by developing collaboration between teachers, parents and participants, that is become the best solution in the Covid-19 pandemic that demands to take care of the physical.
Pengembangan Metode Lagu Tepuk Lompat (Tepat) Berbasis Budaya Lokal untuk Mengenal Lambang Bilangan 1-10 pada Anak Usia 4-5 Tahun di Paud Mitra Bersama Simatupang, Eli Verawati; Ajat, Ajat; Yuliantina, Irma
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7118

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini adalah kurangnya perhatian siswa dalam mengenal budaya local dalam hal mengenal lambing bilangan disebabkan kurangnya metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, menilai kelayakan, dan menguji efektivitas metode Lagu Tepuk Lompat (TEPAT) berbasis budaya lokal dalam meningkatkan kemampuan anak usia 4–5 tahun mengenal lambang bilangan 1–10 di PAUD Mitra Bersama, Medan. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive terhadap 20 anak kelompok A yang mengikuti kegiatan pembelajaran reguler. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli (materi, bahasa, musik, motorik), lembar observasi, serta tes kinerja pra dan pasca perlakuan (pretest–posttest). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara guru, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan perhitungan skor validasi dan N-Gain. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan rata-rata sebesar 92,3%, termasuk kategori “sangat valid”. Secara kuantitatif, rata-rata skor kemampuan anak meningkat dari 45,4% (kategori mulai berkembang) pada pretest menjadi 75,4% (kategori berkembang sesuai harapan) pada posttest, dengan peningkatan sebesar 30% dan nilai N-Gain 0,56 (kategori sedang–efektif). Secara kualitatif, anak menunjukkan antusiasme tinggi, koordinasi motorik lebih baik, dan keterlibatan aktif selama pembelajaran. Metode Lagu TEPAT terbukti efektif karena mengintegrasikan unsur musik, tepuk, lompat, serta bahasa dan ritme Batak yang familiar bagi anak, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran berbasis budaya lokal dapat meningkatkan kemampuan numerik anak sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap identitas budaya sejak dini.
Pengaruh Metode Bermain Peran terhadap Literasi Baca Tulis dan Numerasi Anak Usia 5–6 Tahun R., Erniati; Watini, Sri; Yuliantina, Irma
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Vol 5 No 1 (2026): BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, January 2026
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bocah.v5i1.12531

Abstract

This study examined the effect of role-playing activities on reading, writing, and numeracy skills in children aged 5-6 years. The study was motivated by low early literacy and numeracy levels in rural areas, as well as the limited number of studies that investigate both skills simultaneously using a factorial experimental design. A quantitative approach was employed using a true experimental factorial 2×2 design involving 32 children aged 5–6 years at Mutiara Kindergarten, Bongkal Malang Village, Kelayang District, Indragiri Hulu Regency, Riau Province. Participants were assigned to an experimental group receiving role-playing activities and a control group using a conventional learning model, with gender considered as a moderating variable. Research instruments included validated assessments of reading and writing literacy and numeracy. Data were analyzed using two-way ANOVA and simple effect tests. The findings revealed significant differences in reading and writing literacy (p < 0.001, η²p = 0.512) and numeracy skills (p < 0.001, η²p = 0.504) between the role-playing and conventional groups. No significant interaction was found between learning model and gender for either literacy or numeracy. Overall, role-playing activities effectively improved literacy and numeracy skills in early childhood and provided empirical evidence through the simultaneous examination of these two abilities within a factorial experimental framework.
Workshop Pembelajaran Computational Thinking Menggunakan Edugame Play Inquiry pada Gugus VIII PAUD di Pamulang Tangerang Selatan Priyanti, Nita; Yuliantina, Irma; Mulyanto, Ali; Apriyansyah, Chandra; Andrian, Tedy; Sujoni, Oni Kelana Ihasan; A'yun, Qurota; Hayatunnufus, Hayatunnufus; Aziz, Hida Hidayah
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1270

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di era digital menuntut integrasi keterampilan berpikir komputasional (computational thinking), namun observasi di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi metode konvensional berbasis lembar kerja akibat keterbatasan kompetensi guru dalam teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di Gugus VIII PAUD Pamulang melalui penerapan strategi Edugame Play Inquiry menggunakan media edukatif digital yang dirancang khusus oleh tim pengabdi. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan partisipatif dengan lima strategi utama: pendidikan masyarakat, difusi ipteks, pelatihan (hands-on), mediasi, dan advokasi. Hasil kegiatan menunjukkan efektivitas program yang signifikan, dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai kompetensi guru dari 58,50 pada pre-test menjadi 80,45 pada post-test, yang menempatkan penguasaan guru pada kategori tinggi (>80%). Analisis statistik menggunakan Paired Sample t-Test mengonfirmasi signifikansi perbedaan tersebut dengan nilai Sig. (2-tailed) < 0,001. Selain peningkatan kompetensi, program ini menghasilkan luaran berupa modul pembelajaran dan software edugame yang mendukung implementasi pembelajaran interaktif di kelas.. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan solusi praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD serta terlaksana atas dukungan pendanaan dari DPPM Kemendiktisaintek tahun 2025.