Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keterampilan Dasar Kader Posyandu Di Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Yahya Boikaway; Dolfinus Y. Bouway; Arius Togodly; Novita Medyati; Septevanus Rantetoding
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.782

Abstract

Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang berperan penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Namun, keterampilan dasar kader masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura. Kementerian Kesehatan menargetkan penguasaan 25 keterampilan dasar oleh 70% kader, namun capaian di lapangan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan dasar kader Posyandu, meliputi usia, pendidikan, lama menjadi kader, pengetahuan, sikap, dukungan tenaga kesehatan, dan keaktifan dalam pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2025 di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Seluruh kader dari enam Posyandu sebanyak 30 orang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-square serta regresi logistik berganda untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel, dengan tingkat signifikansi p < 0,05 dan confidence interval 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p = 0,001), sikap (p = 0,015), dan keaktifan dalam pelatihan (p = 0,008) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keterampilan dasar kader. Analisis multivariat mengungkap bahwa pengetahuan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi keterampilan dengan odds ratio sebesar 19,0. Sementara variabel usia, pendidikan, lama menjadi kader, dan dukungan tenaga kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader melalui penguatan pengetahuan dan pelatihan berkelanjutan guna memastikan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Dekai Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan Fram Oktovianus Yalak; Sarce Makaba; Hasmi; Arius Togodly; Dolfinus Yufu Bouway; Yacob Ruru
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3013

Abstract

Tuberkulosis paru (TBC Paru) adalah penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Papua Pegunungan. Berbagai faktor risiko, seperti perilaku merokok, status HIV/AIDS, diabetes mellitus (DM), serta faktor sosial ekonomi, diketahui dapat memengaruhi kejadian TBC Paru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TBC Paru di Puskesmas Dekai, Kabupaten Yahukimo. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien yang terdiagnosis TBC Paru dan kelompok kontrol yang tidak terdiagnosis TBC Paru di Puskesmas Dekai. Sampel penelitian terdiri dari 21 kasus TBC Paru dan 39 kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini dilakukan pada April-Mei 2025 di Puskesmas Dekai, Kabupaten Yahukimo. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square atau Fisher’s Exact untuk uji bivariat dan odds ratio (OR) untuk mengukur kekuatan asosiasi antara faktor risiko dan kejadian TBC Paru. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kelamin (p = 0,725; OR = 1,404; 95%CI (0,482 – 4,085)), umur (p = 0,619. OR = 1,545; 95%CI (0,511 – 4,672)), tingkat pendidikan (p = 0,568. OR = 1,581; 95%CI (0,544 – 4,600)), pekerjaan (p = 0,406. OR = 1,466; 95%CI (0,397 – 5,404)), jarak ke faskes (p = 0,653. OR =  1,500; 95%CI (0,504 – 4,466)), perilaku merokok (p = 1,000. OR = 0,943; 95%CI: (0,326 – 2,729)), status HIV positif (p = 0,568. OR = 1,581; 95%CI: (0,544 – 4,600)), dan status DM (p = 0,495. OR = 1,275; 95%CI: (0,341 – 4,771)) tidak berhubungan signifikan dengan kejadian TBC Paru. (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor risiko yang diteliti dengan kejadian TBC Paru di Puskesmas Dekai. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar variabel yang diteliti kemungkinan memiliki peran lebih besar dalam kejadian TBC Paru di wilayah tersebut, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan variabel yang lebih luas.
Analisis Risiko Infertilitas Akibat Konsumsi Ikan yang Mengandung Logam Berat pada Suku Port Numbay di Kampung Enggros, Tobati, dan Nafri di Teluk Youtefa, Kota Jayapura Anna Bethseba Lizabella Mien Manyakori; Dolfinus Yufu Bouway; Martapina Anggai; Hasmi; Sarce Makaba; Novita Medyati; Yacob Ruru
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4481

Abstract

Konsumsi Ikan yang Terkontaminasi Logam Berat Merupakan Faktor Risiko Potensial terhadap Infertilitas, terutama di wilayah pesisir dengan aktivitas perikanan yang tinggi seperti pada Suku Port Numbay di Teluk Youtefa, Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko infertilitas akibat konsumsi ikan yang mengandung logam berat pada masyarakat di Kampung Enggros, Tobati, dan Nafri. Desain penelitian menggunakan pendekatan kasus-kontrol dengan 42 responden (15 infertil dan 27 fertil). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Risiko diukur menggunakan Odds Ratio (OR) dan 95% Confidence Interval (CI). Ditemukan bahwa perilaku konsumsi ikan yang terpapar logam berat berhubungan signifikan dengan infertilitas (p = 0.038; OR = 0.188; 95% CI: 0.038–0.914). Faktor lain seperti usia, pendidikan, pendapatan, akses layanan kesehatan, dan kualitas hidup menunjukkan kecenderungan hubungan, namun tidak signifikan secara statistik. Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa perilaku konsumsi ikan yang terkontaminasi logam berat dan usia merupakan faktor dominan yang memengaruhi infertilitas, dengan Odds Ratio (OR) masing-masing sebesar 7,10 dan 5,13. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi ikan yang terkontaminasi logam berat dan kejadian infertilitas pada masyarakat Suku Port Numbay. Diperlukan pemantauan konsumsi ikan, edukasi kesehatan reproduksi, serta penelitian lanjutan menggunakan biomarker logam berat untuk memperdalam pemahaman terhadap risiko ini.
Analisis Hubungan Dimensi Kualitas Pelayanan (SERVQUAL) dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Vonny Mais Numberi; Arius Togodly; Dolfinus Yufu Bouway; Martapina Anggai; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57137

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat dengan regresi linier berganda metode enter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti fisik (B=0,261; p=0,001), keandalan (B=0,134; p=0,002), dan empati (B=0,436; p<0,001) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan jaminan (B=-0,037; p=0,691) dan daya tanggap (B=0,005; p=0,947) tidak signifikan. Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di RSUD Yowari dipengaruhi terutama oleh empati, keandalan, dan bukti fisik, dengan empati sebagai faktor paling dominan.
Persepsi dan Pengalaman Pasien Terhadap Mutu Pelayanan dan Kinerja Pegawai di Puskesmas Walelagama Kabupaten Jayawijaya Lorina Lorina; Arius Togodly; Novita Medyati; Paula Nancy Lefaan; Dolfinus Y. Bouway; Wahyuti Wahyuti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57473

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan menjadi indikator utama dalam menilai kualitas Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Tingginya pemanfaatan layanan di Puskesmas Walelagama Kabupaten Jayawijaya belum diimbangi dengan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem pelayanan yang memadai, sehingga menimbulkan kesenjangan antara standar dan pengalaman pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi dan pengalaman pasien terhadap mutu pelayanan serta kinerja pegawai. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif digunakan, dengan informan pasien, tenaga kesehatan, dan kepala puskesmas yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan pengalaman pasien relatif positif, terutama pada aksesibilitas dan alur pelayanan. Dimensi SERVQUAL menilai tangible, responsiveness, assurance, dan empathy baik, sedangkan reliability masih lemah. Kinerja pegawai dinilai cukup baik, namun terkendala kedisiplinan dan beban kerja. Hambatan lain berupa keterbatasan tenaga kesehatan, sarana prasarana, serta perbedaan bahasa yang memengaruhi efektivitas komunikasi. Secara keseluruhan mutu pelayanan tergolong baik, tetapi membutuhkan penguatan pada aspek kehandalan, ketersediaan sumber daya, dan komunikasi.
Manajemen Laktasi antara Ibu Pekerja dan Ibu Rumah Tangga pada Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya Yuliana Reniban; Agus Zainuri; Novita Medyati; Dolfinus Y. Bouway; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58096

Abstract

Manajemen laktasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama pada enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, praktik menyusui seringkali dipengaruhi oleh status pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan manajemen laktasi antara ibu pekerja dan ibu rumah tangga dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan bersifat komparatif. Populasi penelitian adalah 97 ibu dengan bayi berusia lebih dari 6 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki manajemen laktasi yang baik, dengan persentase lebih tinggi pada ibu rumah tangga dibandingkan ibu pekerja. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja, sedangkan pada ibu rumah tangga terdapat hubungan signifikan. Kesimpulannya, manajemen laktasi pada ibu rumah tangga cenderung lebih baik dibandingkan ibu pekerja, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik.
EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RSUD YOWARI KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA Agustina Klembeyab; Agus Zainuri; Dolfinus Yufu Bouway; Sarce Makaba; Septevanus Rantetoding
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58320

Abstract

Pengelolaan limbah medis di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Provinsi Papua telah berjalan sejak beroperasinya rumah sakit. Hasil observasi pelaksanaan pengelolaan limbah medis padat masih jauh dari standar karena limbah padat medis masih di musnahkan pada lahan terbuka dengan cara dibakar. Metode pemusnahan seperti ini tentu saja berisiko mencemari lingkungan dan resiko terhadap petugas pengelola limbah padat medis. Tujuan penelitian adalah evaluasi sistem pengelolaan limbah medis padat di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus (case study), jumlah informan sebanyak 15 orang terdiri dari internal rumah sakit sebanyak 12 orang, eksternal dari Dinas Lingkungan Hidup 1 orang dan 2 orang pasien dan masyarakat secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan wawancara semi terstruktur. Data dianalisis secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat di RSUD Yowari pada evaluasi aspek input RSUD Yowari memiliki standar operasional prosedur namun terbatasnya petugas, sarana dan prasarana disebabkan minimnya anggaran yang berdampak pada belum tersedianya fasilitas pengolahan limbah yang memadai serta kerja sama dengan pihak ketiga. Evaluasi proses telah dilaksanakan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan pelaporan. namun implementasinya, seperti pemilahan limbah yang belum konsisten di unit pelayanan, keterbatasan fasilitas tempat penampungan limbah, serta kurangnya pemahaman petugas dan belum optimal pengawasan dan pelaporan karena sumber daya yang dimiliki rumah sakit.
Epidemiologi kasus suspek campak pada anak di zona pasca-KLB, Kabupaten Teluk Bintuni, 2024–2025: Epidemiology of suspected measles cases among children in the post-outbreak zone, Teluk Bintuni Regency, 2024–2025 Farida Bakri; Rosmin M Tingginehe; Samuel Piter Irab; Dolfinus Yufu Bouway; Hasmi; Arius Togodly
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v9i1.500

Abstract

Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) campak pada tahun 2023 dan masih melaporkan kasus suspek pada fase pasca-KLB di tengah cakupan imunisasi campak yang baru mencapai 65,90% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi kasus suspek campak pada anak berdasarkan karakteristik orang, tempat, dan waktu di Distrik Bintuni dan Manimeri tahun 2024–2025. Desain penelitian adalah observasional deskriptif dengan total sampling. Data sekunder bersumber dari formulir MR-01 dan MR-02 Puskesmas Bintuni dan Puskesmas Manimeri; analisis dilakukan secara univariat. Dari 50 kasus yang dianalisis, 78,0% terjadi pada anak usia di bawah lima tahun, dengan proporsi tertinggi pada bayi usia kurang dari satu tahun (28,0%). Distribusi jenis kelamin setara (50,0% masing-masing). Imunisasi tidak lengkap ditemukan pada 85,7% bayi usia kurang dari satu tahun dan menurun menjadi 18,8% pada kelompok 2–<5 tahun. Sebanyak 86,0% kasus tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kabupaten dan 86,0% tidak tercatat memiliki riwayat kontak dengan penderita campak. Distrik Bintuni menyumbang 72,0% kasus. Jumlah kasus menurun 21,4% dari tahun 2024 ke 2025, disertai peningkatan proporsi bayi usia kurang dari satu tahun dari 17,9% menjadi 40,9%. Kasus terkonsentrasi pada kelompok usia dini dengan celah imunisasi yang nyata dan pola transmisi yang mengarah pada penularan lokal. Penguatan imunisasi rutin pada anak usia di bawah dua tahun dan pemantauan surveilans berbasis kasus individual pada fase pasca-KLB perlu diprioritaskan. Teluk Bintuni Regency, West Papua Province, experienced a measles outbreak in 2023 and continued to report suspected cases in the post-outbreak phase, amid a district-level measles immunization coverage of only 65.90% in 2024. This study aimed to analyze the distribution of suspected measles cases among children by person, place, and time characteristics in Bintuni and Manimeri Districts during 2024–2025. A descriptive observational design was applied using total sampling. Secondary data were obtained from MR-01 and MR-02 surveillance forms from Puskesmas Bintuni and Puskesmas Manimeri; univariate analysis was conducted. Of 50 cases analyzed, 78.0% occurred in children under five years, with the highest proportion in infants under one year (28.0%). Sex distribution was equal at 50.0% each. Incomplete immunization was recorded in 85.7% of infants under one year, declining to 18.8% in the 2–<5 year group. A total of 86.0% of cases had no travel history outside the regency, and 86.0% had no documented contact history with measles cases. Bintuni District accounted for 72.0% of cases. Cases declined 21.4% from 2024 to 2025, alongside an increase in the proportion of infants under one year from 17.9% to 40.9%. Cases were concentrated in early age groups with notable immunization gaps and a transmission pattern consistent with local spread. Strengthening routine immunization in children under two years and sustaining individual case-based surveillance in the post-outbreak phase are priority actions.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Terapi Antiretroviral (ARV) pada ODHA di Puskesmas Sanggeng Kabupaten Manokwari Makalius Taribaba; Yacob Ruru; Sarce Makaba; Hasmi Hasmi; Yulius Sarungu Paiting; Dolfinus Y. Bouway
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57995

Abstract

Infeksi HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan keberhasilan terapi antiretroviral (ARV) sangat bergantung pada kepatuhan pasien. Data di Puskesmas Sanggeng Kabupaten Manokwari menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah ODHA yang masuk layanan dengan yang konsisten menjalani terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat ARV, meliputi pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga, serta menentukan faktor dominan yang memengaruhi kepatuhan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 71 responden ODHA dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk hubungan bivariat serta regresi Poisson robust untuk analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan minum obat ARV sebesar 71,8%. Analisis multivariat mengidentifikasi tiga variabel signifikan yaitu pengetahuan (RP=2,92; p=0,011), sikap (RP=0,75; p=0,015), dan dukungan keluarga (RP=0,70; p=0,047). Pengetahuan baik meningkatkan kepatuhan hampir tiga kali lipat, sedangkan sikap negatif dan dukungan keluarga rendah menurunkan kepatuhan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi, konseling sikap, dan penguatan dukungan keluarga.
PENGARUH KONSELING GIZI TERHADAP STATUS GIZI PASIEN HIV/AIDS DI WAMENA, KABUPATEN JAYAWIJAYA, PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN: EVALUASI PROGRAM DENGAN PENDEKATAN CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT (CIPP) Merlina Tabuni; Dolfinus Yufu Bouway; Rosmin M Tingginehe; Yacob Ruru; Arius Togodly; Martaphina Anggai
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.13492

Abstract

HIV/AIDS affects patients' nutritional status through increased energy requirements, metabolic disturbances, and reduced appetite caused by opportunistic infections, making nutritional counseling an important intervention whose effectiveness and implementation warrant evaluation. This study aimed to analyze the effect of nutritional counseling on the nutritional status of HIV/AIDS patients in Wamena, Jayawijaya Regency, and to evaluate program implementation using the Context, Input, Process, Product (CIPP) approach. This study employed a mixed-methods approach with an Explanatory Sequential Design. The quantitative phase used a cross-sectional design with total sampling of 166 patients at Wamena Regional Hospital and Wamena Kota Public Health Center, analyzed using a paired difference test. The qualitative phase used an exploratory descriptive case study with 14 informants selected through purposive sampling. Results showed no significant difference in nutritional status before and after counseling (pre-mean 24.974±4.4400; post-mean 24.962±4.2696; mean difference 0.0123; 95% CI −0.3103 to 0.3348; Cohen's d=0.006; p=0.940), with an uneven shift in nutritional status across categories. Qualitative evaluation revealed limited numbers of nutritionists and educational media in the input aspect, irregular counseling schedules in the process aspect, improved knowledge and healthier eating behavior in the output aspect, and weight gain among some patients in the outcome aspect. It is concluded that nutritional counseling showed no statistically significant short-term effect on nutritional status, yet provided benefits for patients' knowledge and eating behavior. Strengthening resources and structuring counseling schedules more systematically are needed. ABSTRAK HIV/AIDS memengaruhi status gizi penderita akibat peningkatan kebutuhan energi, gangguan metabolisme, dan penurunan nafsu makan akibat infeksi oportunistik, sehingga konseling gizi menjadi salah satu intervensi penting yang perlu dievaluasi efektivitas dan pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling gizi terhadap status gizi pasien HIV/AIDS di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, serta mengevaluasi pelaksanaan program menggunakan pendekatan Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain Explanatory Sequential. Tahap kuantitatif menggunakan rancangan potong lintang dengan total sampling terhadap 166 pasien di RSUD Wamena dan Puskesmas Wamena Kota, dianalisis menggunakan uji beda berpasangan. Tahap kualitatif menggunakan studi kasus deskriptif eksploratif dengan 14 informan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan status gizi yang signifikan sebelum dan sesudah konseling (rerata pre 24,974±4,4400; post 24,962±4,2696; mean difference 0,0123; 95% CI −0,3103 hingga 0,3348; Cohen's d=0,006; p=0,940), dengan pergeseran status gizi yang tidak seragam antarkategori. Evaluasi kualitatif menunjukkan keterbatasan ahli gizi dan media edukasi pada aspek input, pelaksanaan konseling yang belum terjadwal rutin pada aspek proses, peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku makan pada aspek output, serta peningkatan berat badan pada sebagian pasien pada aspek outcome. Disimpulkan bahwa konseling gizi belum berpengaruh signifikan secara statistik dalam jangka pendek, namun bermanfaat terhadap pengetahuan dan perilaku makan pasien. Penguatan sumber daya dan penjadwalan konseling yang lebih terstruktur diperlukan.
Co-Authors Adimuntja, Natalia Paskawati Agus Zainuri Agus Zainuri Agustina Klembeyab Agustina R Yufuai Agustina R. Yufua Aibesa Adventa A.M Amin, Annisa Rizky Ananda Anggai, Martapina Anggai, Martapina Maria Anna Bethseba Lizabella Mien Manyakori Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Asmuruf, Frans Augusthinus Asriati Asriati Asriati Asriati Azwad Rizky H B. Hutadjulu, Marlina Bowaire, Anike N Chinthya Christien Anes Farida Bakri Fitriana, Nursyah Fram Oktovianus Yalak Gratiaregina Mappa Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hebe Marlen Tiblola Helmin Rumbiak, Helmin Ida Gamiarsih Inriyanti Assa Juwita Ba&#039;ka Katarina L Tuturop Katarina L. Tuturop Katarina L. Tuturop Katarina Lodia Tuturop Kawulur, Hanna S Konstantina Pariaribo Konstantina Pariaribo Lina Ba’ka Linda Margared Antaribaba Lorina Lorina Makalius Taribaba Mamani Christanto R Mamoribo, Sherly N Martaphina Anggai Martapina Anggai Martapina Anggai Medyati, Novita Merlina Tabuni Mina Blandina Ayomi Novita Medyati Novita Medyati Nurdin, Muhammad Akbar Nurmalisa Gita Savitri Odi Haluk Pangayow, Bill J.C Pariaribo, Konstantina Pariaribo, Konstantina M Pariaribo, Konstantina Marthina Paula Nancy Lefaan Ramandey, Sherly Ratnasariani W Ratnasariani, Widyawati Robeka Amsor, Yustina Rosmin M Tingginehe Rosmin M Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Ruru, Yacob Samuel Piter Irab Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Sarni Rante Allo Bela Semuel Piter Irab Semuel Piter Irab Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Setyarini, Kaida Irma Sigalingging, Hartati Riania Simanjuntak, Lamria Sinaga Yoshua I Subratha I Dewa.G.A Sude, Ellen Vinardya Sulistiyana Sulistiyana Tingginehe, Rosmin Mariati Togodly, Arius Tuturop, Katarina L Tuturop, Katarina Lodia Vonny Mais Numberi Wahyuti Wahyuti Wonda, Yumin Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yahya Boikaway Yufuai, Agustina Yufuai, Agustina Regina Yuliana Reniban Yulius Sarungu Paiting Yustina Robeka Amsor