Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Bahan Ajar Maharah Kalam di Pondok Pesantren Darut Tarbiyah Kabupaten Mandailing Natal Syaipuddin Ritonga; Zulpina Zulpina; Isra Hayati Darman
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 4: Al Qalam (Juli 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i4.1058

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar maharah kalam pada siswa kelas 1 Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Darut Tarbiyah kabupaten Mandailing Natal. Tulisan ini akan mendeskripsikan bagaimana proses pengembangan bahan ajar maharah kalam, dan sejauh mana efektifitas bahan ajar maharah kalam dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode R & D, yaitu metode penelitian untuk menghasilkan sebuah produk tertentu dan mengujikannya, sedangkan model rancangannya menggunakan model ADDIE (Analyze, Desain, Develop, Implement, Evaluate) yang dipelopori oleh Reiser dan Molenda. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Materi yang dikembangkan terdiri dari lima tema yaitu sakan, dirasah, nazhafah, riyadhah, dan ansyithah yaumiah. Setiap tema memiliki tiga percakapan (hiwar), setiap hiwar memiliki satu tadribat (minimal). Bahan ajar yang dikembangkan disusun berdasarkan tsaqafah mahalliyah (budaya setempat), dalam hal ini tsaqafah yang digunakan adalah tsaqafah (budaya) pesantren. Berdasarkan hasil angket dari para pakar (ahli), peneliti mendapatkan nilai 85,5 %, ini menunjukkan bahwa buku yang dikembangkan sangat baik. Sedangkan hasil angket yang disebarkan kepada siswa, diperoleh nilai rata-rata sebesar92,5 %. ini juga menunjukkan bahwa buku yang dikembangkan mendapat respond an pengaruh yang sangat baik bagi siswa.
Pengaruh Penerapan Metode Munazharah (Debat) Dalam Pembelajaran Muhadatsah III Di PBA STAIN Madina Isra Hayati Darman
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 4: Al Qalam (Juli 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i4.1126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan metode munazharah/debat dan pengaruhnya dalam meningkatkan motivasi berbicara bahasa Arab mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Mandailing natal. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan antara kualitative dan kuatitatif, hal ini tampak dalam analisis datanya. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, dan angket. Objek penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Mandailing Natal semester tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode munazharah/debat ini dapat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi bagi para mahassiwa Prodi Pendidikan Bahasa Arab untuk berbicara bahasa Arab. Hal itu tampak dalam praktek debat yang dilaksanakan dalam pembelajaran Muhadatsah III, para mahasiswa bersemangat untuk melakukan debat dan berusaha aktif berbicara bahasa Arab walaupun sebagian besar belum bisa menggunakan tata bahasa Arab yang baik dan benar. Selain itu, berdasarkan hasil angket kepuasan mahasiswa terhadap penerapan metode ini, didapat nilai berkisar dari 83%-100%, dengan rata-rata 95%, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode munazharah dalam pembelajaran Muhadatsah III ini dapat berpengaruh dalam memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab mereka.
استعارة تمثيلية في اللغة العربية وبريبهاسا في اللغة الإندونيسية Isra Hayati Darman
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v9i1.16053

Abstract

استعارة تمثيلية هي صورة من صور المجاز، وهي أعلى من التشبيه في تعدية المعنى. استعارة تمثيلية في اللغة العربية لها التشابه بــــ peribahasa   في اللغة الإندونيسية، حينما يستعمل كلهما في الكلام في غير معناهما الأصلي. سبيحث هذه الكتابة في هذين مصطلحين لمعرفة جهة التشابه والإختلاف بينهما. فالمنهج المستعمل في هذا البحث هو المنهج التقابلي بحيث يبحث في اللغتين من غير أسرة واحدة. النتيجة من هذا البحث هي بأن استعارة تمثيلية و peribahasa في اللغة الإندونيسية، كلهما جملة تتكون من كلمات، وتستعمل هذه الجملة في غير معناه الأصلي. ولكن قد يكون يستعمل اداة التشبيه في peribahasa، ولم يستعمل اداة التشبيه في استعارة تمثيلية ابدا، لأنه جزء من المجاز ولا جزء من التشبيه. وهناك بعض الجمل أو العبارات من peribahasa في اللغة الإندونيسية التي تعادل معناها بالجمل من استعارة تمثيلية في اللغة العربية، وهناك أيضا من العبارات في استعارة تمثيلية التي خاصة في اللغة العربية ولا يوجد ما تعادله في اللغة الإندونيسية، وكذلك العبارات من peribahasa في اللغة الإندونيسية التي لا توجد ما تعادله في اللغة الإندونيسية، وهذا الحال نتيجة من اختلاف الثقافة والعادات بين المجتمع في اللغتين.
Pelatihan Menghafal Mufradat Bahasa Arab Melalui Lagu Anak-anak di RA Bi’tsatul Islamiyah: Training to Memorize of Arabic Vocabuary With Children’s Song At Bi’tsatul Islamiyah Kindergarten Zulpina Zulpina; Erlina; Isra Hayati Darman; Ria Rafita Supriani
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 1 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i1.298

Abstract

This community service program aims to improve students' abilities in learning Arabic, especially memorizing Arabic vocabulary at Bi'tsatul Islamiyah Kindergarten North Panyabungan, Mandailing Natal Regency, North Sumatra. This activity involves partners, namely teachers and students of the Arabic Language Education Study Program at STAIN Mandailing Natal. This activity uses the training method. The activity begins with an initial visit to analyze the situation and needs of the students in the classroom. From the results of the visit, it was agreed that this activity was focused on improving students' abilities in learning Arabic. This is done because this kindergarten has only been established for 2 years and only has one teacher. This activity was carried out for two days, starting from students arriving until students leaving. Monitoring and assessment to follow up on the results of PkM activities is carried out on the last day. The results of this service activity show that after going through several activities and training students are able to understand and memorize Arabic vocabulary easily and with fun. While singing, they are able to name Arabic colors, body parts, family members, and so on. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar bahasa Arab, khususnya menghafal kosakata bahasa Arab di RA Bi’tsatul Islamiyah Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara. Kegiatan ini melibatkan mitra yaitu para guru dan mahasiswa Program Studi pendidikan Bahasa Arab STAIN Mandailing Natal. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan. Kegiatan dimulai dengan kunjungan awal untuk menganalisis situasi dan kebutuhan para siswa di kelas. Dari hasil kunjungan tersebut disepakati bahwa kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan siswa dalam belajar bahasa arab. Hal ini dilakukan karena TK ini baru berdiri 2 tahun dan hanya memiliki satu orang guru. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai dari siswa datang sampai siswa pulang. Pemantauan dan penilaian untuk menindaklanjuti hasil kegiatan PkM adalah dilakukan pada hari terakhir. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa setelah melalui beberapa kegiatan dan pelatihan siswa mampu memahami dan menghafal kosa kata bahasa arab dengan mudah dan menyenangkan. Sambil bernyanyi, mereka mampu menyebutkan warna-warna berbahasa Arab, anggota tubuh, anggota keluarga, dan lain sebagainya.
PENGAWAS MADRASAH KOTA PAYAKUMBUH DAN PROBLEMATIKANYA Isra Hayati Darman
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah al-Furqan: al-Qur'an, Bahasa dan Seni (Desember, 2016)
Publisher : STAI Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v3i2.26

Abstract

Supervisor is a functional position of a civil servant in Indonesia whose duty is to execute supervising programs in the field of education both at schools and madrasahs. Meanwhile, supervision is an important program to increase the quality of education. Good supervision can motivate teachers, principals, and other educational staff to improve their profesionalism and work. Lately, Supervising programs at schools become better and professional. The program was an inspecting action in the past, but now it develops to be a guide and training. However, it still has problems that need to solve accurately. The research is aimed at expressing, discussing, and finding a solution to the problems faced by supervisors of madrasah at the Ministry Of Religious Affairs (MORA) of Payakumbuh. The main problem of the research is the quantity of supervisor is not logical if it is compared to the number of madrasahs and teachers. Based on the data at MORA of Payakumbuh, it was obtained the number of supervisors, madrasahs, and teachers as follows; 3 supervisors, 14 madrasahs, and 408 teachers. The illustration above shows that the heaviness of supervisors’ duty in supervising three hundred and twenty-nine madrasah teachers in Payakumbuh. In order to solve the problem, the supervisors with MORA of Payakumbuh conducted programmed supervision through activities of Teachers’ Association (MGMP & KKG) twice a month regularly, and The Madrasah’s Principals Association (MKKM. The activities are funded by MORA of Payakumbuh.
الألفاظ المتضادة فى سورة البقرة ومعانيها Isra Hayati Darman
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 1 No. 2 (2014): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : STAI Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang lafaz-lafaz yang mutadhadah beserta maknanya yang terdapat di dalam al-Qur’an yang difokuskan pada surat al-baqarah. Fenomena tadhad merupakan salah satu keistimewaan yang ada dalam bahasa Arab dibandingkan bahasa lainnya di dunia. Keberadaan tadhad juga memberikan pengaruh yang cukup besar dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an yang diturunkan dengan bahasa Arab ini, karena terdapat di dalamnya beberapa lafadz yang termasuk ke dalam apa yang dinamakan ilmuan bahasa Arab dengan “tadhad” atau “adhdad” tersebut. Maka kepentingan dalam memahami al-alfadz al-mutadhadah ini tidak terbatas pada kepentingan bahasa, akan tetapi juga kepentingan agama. Penelitian ini bersifat library reseach yang menjadikan berbagai litetarur buku-buku fiqh lughah dan berbagai tafsir sebagai sumber utama dalam penelitiannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, yaitu dengan mengumpulkan teori-teori yang berhubungan dengan tadhad dalam bahasa arab, lalu menganalisis tiap kata yang dianggap bagian dari al-alfadz al-mutadhadah dalam bahasa arab, kemudian memilahnya berdasarkan alasan tiap-tiap ilmuan lingustik Arab, dan dilanjutkan dengan meneliti kata-kata tersebut dalam surat al-baqarah dan mencari makna yang dikehendaki terpakai melalui beberapa buku tafsir yang populer, khususnya tafsir lughawi. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan sebanyak 37 lafaz yang mutadhadah dalam surat al-baqarah, 9 lafaz digunakan langsung dengan dua makna yang berlawanan dalam satu konteks secara ihtimal, 18 lafaz digunakan dengan makna yang berlawanan dalam konteks yang berbeda, 5 lafaz digunakan dalam al-Qur’an hanya untuk salah satu maknanya saja, dan sisanya lafaz-lafaz yang terkadang digunakan dengan makna yang berlawanan dalam satu konteks, dan terkadang berbeda makna dengan berbedanya konteks kalimat.
Media Digital dan Non-Digital untuk meningkatkan Keterampilan Bahasa Arab Afrina Refdianti; Afwan Afwan; Isra Hayati Darman
Lisanan Arabiya: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 8 No 1 (2024): June 2024
Publisher : Pusat Studi Kependidikan (PSKp) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/liar.v8i1.5834

Abstract

يهدف هذا البحث إلى الكشف عن وسائل التعليم الرقمية وغير الرقمية التي يستخدمها المعلمون لتحسين المهارات اللغوية الأربع لدى الطلاب في تعليم اللغة العربية المكثفة بجامعة شيخ علي حسن أحمد الداري بادانج سيدمبوان الإسلامية الحكومية. يستخدم أسلوب البحث المنهج الوصفي النوعي. وتم الحصول على البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والاستبيانات والوثائق. ثم تم تحليل البيانات باستخدام نظرية مايلز وهوبرمان: تقليل البيانات،وعرضها ثم الاستنتاج. وقد توصل البحث إلى نتائج مفادها أن استخدام الوسائل الرقمية وغير الرقمية في تعليم اللغة العربية المكثفة يتكون من عدة أنواع حسب أغراض استخدامها. إن استخدام الوسائل الرقمية ليس الأمثل بعد بسبب عدة عوامل تعني من حيث الطلاب والمحاضرين والظروف المؤسسية. ومع ذلك، فإن الجمع بين استخدام الوسائل الرقمية وغير الرقمية في تعليم اللغة العربية يمكن أن يوفر تجربة تعليمية متوازنة ويعظم نتائج تعلم الطلاب وترقية المهارات اللغوية لديهم بشكل أفضل. الكلمات الرئيسية : الوسائل ؛ الرقمية ؛ غير الرقمية ؛ المهارات اللغوية
Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Multikultural Untuk Membentuk Sikap Moderasi Beragama Adri, Adri; Anhar, Anhar; Rafiq, Mohd; Darman, Isra Hayati
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 22 No. 1 (2024): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v22i1.14144

Abstract

SMAN 1 Nagajuang merupakan sekolah multikultural dan multiagama. Pada tahun ajaran 2022/2023, jumlah siswa sebanyak 134 siswa yang terdiri dari 48,5% beragama Islam dan 51,5% non-Muslim. Namun belum ada bahan ajar khusus terkait moderasi beragama di sekolah ini yang sesuai dengan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar PAI berbasis multikultural untuk membentuk sikap moderasi beragama siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan angket yang melibatkan siswa, guru dan kepala sekolah, data diolah secara kualitatif dan kuantitatif.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah buku teks dengan judul: Buku Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama untuk SMAN 1 Nagajuang Kelas XI, yang terdiri dari sampul, pendahuluan, daftar isi, kompetensi inti dan kompetensi dasar (KI dan KD), pedoman penggunaan buku, materi terpadu sikap dan prinsip moderasi beragama dalam 5 bab, referensi dan glosarium. Total skor uji validitas bahan ajar ini sebesar 80,75% dengan kualifikasi valid dan total skor uji praktikalitas sebesar 86,80% dengan kualifikasi sangat praktis. Jadi buku ajar ini dinilai valid, praktis dan layak digunakan sebagai bahan ajar kelas XI SMAN 1 Nagajuang.
زمن الفعل في اللغة العربية: THE TENSE OF VERB IN ARABIC LANGUAGE Erlina; Isra Hayati Darman
El-Jaudah : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol. 2 No. 1 (2021): El-Jaudah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Department of Arabic Education of State Collage for Islamic Studies of Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/faf.v2i1.359

Abstract

مستخلص البحث: يهدف هذا البحث إلى وصف زمن الفعل في اللغة العربية ويعين أقسام وأمثال زمن الفعل في القران الكريم وتفسيره. والمنهج المستخدم في هذا البحث هو المنهج الوصفي الكيفي. ونتائج هذا البحث ظهرت أن عدد زمن الفعل في اللغة العربية ستة عشر أقسام وهو تسعة زمن الماضي وثلاثة زمن الحال وأربعة زمن المستقبل. ثم يوجد زمن الماضى بمعنى مضارع وزمن المضارع بمعنى ماضى. زمن الماضى البعيد المنقطع مثله في سورة الانعام:35، زمن الماضى القريب المنقطع مثله في سورة ال عمران:40، زمن الماضى المتجدد مثله في سورة البقرة:61،وما الى ذلك. الكلمات المفتاحية: زمن الفعل،اللغة العربية، القرآن الكريم Abstract: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan zaman fiil (verb tenses) dalam bahasa Arab beserta penjelasannya. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah zaman fiil dalam bahasa Arab ada 16 bentuk, yaitu 9 untuk zaman madhi (past), 3 untuk zaman haal (present), and 4 for zaman mustaqbaal (future). Selain itu, zaman madhi (past tense) juga bisa menunjukkan mudhari’ (present) dan begitu juga sebaliknya. Bentuk dari zaman madhi ba’id munqathi’ contohnya ada dalam QS. Al-an‘am: 35, zaman madhi qarib munqathi’ ditunjukkan dalam QS. Ali Imran: 40, zaman madhi mutajaddid ada didalam QS. Al-Baqarah: 61, dan sebagaimana yang tertulis dalam hasil penelitian pada tulisan ini.
Tadrīs Mahārah al-Kalām ma’a al-Nāṭiq al-Aṣlī (Mazāyāhu wa Naqāiṣuhu) Darman, Isra Hayati; Hakim, Rani Ismil
Journal of Language Intelligence and Culture Vol. 2 No. 2 (2020): Journal of Language Intelligence and Culture
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jlic.v2i2.40

Abstract

Learning the speaking skill needs practice and a correct example from the teacher. Then, the Islamic Higher Institute Dar al-Qur’an Payakumbuh using the native speaker to teach the speaking skill at that institute. This research aims to find out the implementation of the process of learning the speaking skill with a native speaker, its advantages and disadvantages. The research method used in this research is the descriptive method with qualitative approach analysis. The results of this research are: The first: The process of teaching and learning the speaking skill with the native speaker at the Islamic Higher Institute Dar Al-Qur’an Payakumbuh is implemented to the beginner level. The second: The advantages of learning the speaking skill with the native speaker, including: The students found the example of correct pronunciation from vocabulary and speaking with correct accent, intonation,vocabulary, phrases and styles of the famous Arabic language and used by Arabs. Also, by learning the speaking skill with native speaker, the students found exciting, enthusiastic, and encouraged to upgrade their ability to speak, and the third: disadvantages of learning the speaking skill with the native speaker, which is especially for beginners in the Arabic language, they are difficult to understand the explanation from the teacher because of his speed in speaking, and lack of their Arabic vocabularies, and lack of their comprehension in grammar and morphology.