Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Influence of port concession schemes on the performance of port business entities in Indonesia: A systematic literature review Fauhidzi Zulistian; Syairi Anwar; Rudi Harun Irwansyah; Rahmat Santoso
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.228

Abstract

Port concession schemes have emerged as a primary policy instrument for the Indonesian government to accelerate infrastructure development, enhance operational efficiency, and stimulate private sector participation in the maritime sector. Following the enactment of Shipping Law No. 17 of 2008, Indonesia's port governance transitioned from a service port to a landlord port model, wherein Port Authorities act as regulators while Port Business Entities (Badan Usaha Pelabuhan/BUP) operate facilities via concession agreements. Despite the widespread adoption of these arrangements, their actual impact on port performance, investment realization, and service quality remains contested. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) to evaluate the influence of concession schemes on BUP performance in Indonesia. Drawing on scientific journals, regulatory documents, and international publications, the analysis reveals that concessions generally foster infrastructure modernization, operational efficiency, and service competitiveness. However, significant hurdles persist, including regulatory ambiguities, disputes over concession durations, asset transfer complexities, tariff determinations, and institutional friction. Ultimately, the findings indicate that the success of port concessions extends beyond contractual terms, demanding robust governance, regulatory consistency, and performance-based monitoring. This paper concludes with strategic recommendations to refine concession policies, thereby securing the long-term competitiveness and sustainability of Indonesian ports.   Skema konsesi pelabuhan kini menjadi salah satu kebijakan andalan pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan efisiensi operasional, dan menarik keterlibatan sektor swasta di industri maritim. Sejak disahkannya UU Pelayaran No. 17 Tahun 2008, sistem tata kelola pelabuhan kita beralih dari model service port ke landlord port. Dalam sistem ini, Otoritas Pelabuhan berperan sebagai regulator, sedangkan fasilitasnya dioperasikan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) lewat perjanjian konsesi. Meski skema ini sudah banyak diterapkan, efektivitasnya terhadap peningkatan kinerja pelabuhan, masuknya investasi, dan kualitas layanan masih sering diperdebatkan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk melihat sejauh mana pengaruh skema konsesi tersebut terhadap kinerja BUP di Indonesia. Berdasarkan telaah terhadap berbagai jurnal ilmiah, dokumen regulasi, dan publikasi internasional, terlihat bahwa pemberian konsesi secara umum membawa dampak positif. Infrastruktur pelabuhan menjadi lebih modern, operasional lebih efisien, dan layanannya makin berdaya saing. Namun, di lapangan masih terdapat sejumlah hambatan besar. Beberapa di antaranya adalah aturan yang masih ambigu, perdebatan soal masa berlaku konsesi, rumitnya proses serah terima aset, penetapan tarif, hingga masalah koordinasi antarlembaga. Temuan ini menegaskan bahwa kesuksesan konsesi pelabuhan tidak bisa hanya mengandalkan isi kontrak hitam di atas putih. Diperlukan tata kelola yang kuat, aturan yang konsisten, serta pengawasan yang benar-benar berbasis pada pencapaian kinerja. Sebagai penutup, kajian ini memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperbaiki kebijakan konsesi, demi menjaga daya saing dan keberlanjutan pelabuhan Indonesia di masa depan.
Penanaman mangrove sebagai upaya pencegahan abrasi dan menjaga kelestarian lingkungan laut Desa Karang Serang Rahmat Santoso; Moejiono; Riyanto; Soleh Uddin; Susiarni Magdalena; Tuti Supriatiningsih; Alvian Demaz Peramutya; Dapid Rikardo; Indah Purnaningratri; Yollanda Octavitri
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.241

Abstract

Desa pesisir Karang Serang memiliki kekayaan sumber daya laut yang besar namun rentan terhadap ancaman abrasi dan degradasi lingkungan akibat akumulasi sampah serta perubahan iklim global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove serta melakukan aksi nyata rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman bibit pohon. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi teori, diskusi interaktif antara akademisi dan masyarakat, serta praktik lapangan penanaman mangrove secara berkelompok. Hasil dari kegiatan ini adalah tertanamnya bibit mangrove di area pesisir Desa Karang Serang yang berfungsi sebagai pemecah ombak alami dan penyaring polutan. Kesimpulan dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan keterampilan praktis masyarakat dalam menjaga kelestarian laut yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem dan ekonomi lokal di masa depan.   Karang Serang coastal village possesses significant marine resources but is vulnerable to abrasion and environmental degradation caused by waste accumulation and global climate change. This community service activity aims to provide education on the importance of mangrove ecosystems and take concrete action in rehabilitating coastal areas through seedling planting. The methods employed include theoretical socialization, interactive discussions between academics and the community, and field practice of collective mangrove planting. The results of this activity include the successful planting of mangrove seedlings in the coastal area of Karang Serang Village, serving as natural wave breakers and pollutant filters. The conclusion of this program indicates an increase in community awareness and practical skills in maintaining marine sustainability, which is expected to yield positive impacts on the ecosystem and local economy in the future.
Sosialisasi eduwisata kawasan mangrove di pesisir pantai Politeknik Pelayaran Banten (kolaborasi dengan Politeknik Negeri Lampung) Kusharyanto; Nurfadhlina; Indah Purnaningratri; Soleh Uddin; Wiratno; Rahmat Santoso; Agus Widodo; Susiarni Magdalena; Yollanda Octavitri; Hari Sunanto; Riza Nur Amala; Fauzi Syah Putra; Eulis Marlina; Dona Setya
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.242

Abstract

Pantai Prestasi yang berada di kawasan Politeknik Pelayaran Banten memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan bagi masyarakat Tangerang dan Jakarta, namun pengembangannya saat ini masih terhambat oleh masalah penumpukan sampah di tepi pantai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mewujudkan konsep eduwisata melalui sosialisasi dan aksi nyata penanaman mangrove dengan melibatkan masyarakat Desa Karang Serang serta taruna-taruni Kementerian Perhubungan. Metode pelaksanaan yang diterapkan mencakup tahapan survei, penyuluhan materi keilmuan, diskusi interaktif, serta praktik lapangan penanaman bibit mangrove secara langsung di pesisir pantai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kolektif peserta mengenai manfaat ekologi dan ekonomi mangrove, serta terciptanya komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan pantai guna meningkatkan nilai jual kawasan tersebut sebagai objek wisata. Secara keseluruhan, program kolaborasi ini berhasil menginisiasi transformasi Pantai Prestasi menjadi kawasan eduwisata yang asri dan berkelanjutan.   Pantai Prestasi, located within the Banten Merchant Marine Polytechnic area, possesses significant potential as a premier tourist destination for the people of Tangerang and Jakarta, yet its development is currently hindered by the accumulation of waste along the shoreline. This community service activity aims to realize the concept of edutourism through socialization and concrete action of mangrove planting, involving the community of Karang Serang Village and cadets from the Ministry of Transportation. The implemented methods include survey stages, scientific material counseling, interactive discussions, and direct field practice of planting mangrove seedlings on the coast. The results of the activity indicate an increase in the participants' collective understanding of the ecological and economic benefits of mangroves, as well as the establishment of a shared commitment to maintaining the coastal environmental cleanliness to enhance the area's value as a tourist object. Overall, this collaborative program successfully initiated the transformation of Pantai Prestasi into a beautiful and sustainable edutourism area.
Penataan lingkungan dan sosialisasi kampung cinta lingkungan laut Desa Karang Serang Kusharyanto; Moejiono; Riyanto; Rahmat Santoso; Susiarni Magdalena; Tuti Supriatiningsih; Alvian Demaz Peramutya; Sandy Wahyu Purnomo; Jaja Miharja; Ageng Permadi; Yollanda Octavitri
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.245

Abstract

Masalah utama di wilayah pesisir Desa Karang Serang adalah akumulasi sampah dan limbah yang merusak ekosistem serta mengganggu kesehatan masyarakat akibat belum efektifnya sistem pengelolaan sampah lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penataan lingkungan yang bersih dan sehat melalui sosialisasi serta aksi nyata kerja bakti bersama masyarakat desa. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup tiga tahapan utama: penyuluhan teori keilmuan, diskusi interaktif untuk menjaring aspirasi warga, serta praktik lapangan berupa pembersihan pantai dan pemasangan fasilitas tempat sampah organik serta non-organik. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya transformasi fisik lingkungan pesisir yang semula kumuh menjadi lebih asri, serta adanya peningkatan kesadaran masyarakat yang ditandai dengan partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan dermaga dan area klinik kesehatan. Kesimpulan dari program ini menekankan bahwa penataan lingkungan yang terintegrasi dengan edukasi mampu menciptakan investasi jangka panjang bagi kehidupan masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun potensi ekonomi eduwisata di masa depan.   The primary issue in the coastal area of Karang Serang Village is the accumulation of waste and litter that degrades the ecosystem and affects public health due to the lack of an effective local waste management system. This community service activity aims to organize a clean and healthy environment through socialization and concrete collective cleanup actions with the villagers. The implementation methods used include three main stages: scientific theory counseling, interactive discussions to gather resident feedback, and field practice involving beach cleanup and the installation of organic and non-organic waste bin facilities. The results indicated a physical transformation of the coastal area from a neglected site into a more beautiful environment, alongside increased community awareness as evidenced by active resident participation in maintaining the cleanliness of the pier and the health clinic area. The conclusion of this program emphasizes that integrated environmental management and education can create long-term investments for community life, in terms of both health and potential economic edutourism in the future.
Implementasi Go Green di kampus Politeknik Pelayaran Banten untuk masa depan lingkungan yang asri & berkelanjutan Andesvan Gumay; Rob Danang Priatmaja; Siwi Woro Herningsih; Rahmat Santoso; Ageng Permadi; Deny Adi Setyawan; Dwi Endah Kurniasari; Indah Purnaningratri; Nurfadhlina; Mokhammad Zulkarnain; Weli Agus Setiawan
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.246

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif civitas akademika serta masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus Politeknik Pelayaran Banten melalui program "Go Green". Kampus yang terletak di wilayah pesisir Sukadiri menghadapi tantangan lingkungan berupa pesatnya pembangunan dan dampak polusi udara dari aktivitas pelayaran serta aktivitas nelayan yang padat. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi kurangnya ruang terbuka hijau dan rendahnya motivasi komunitas kampus untuk terlibat dalam aksi konservasi nyata. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup survei analisis kebutuhan lahan, penyuluhan edukatif mengenai gaya hidup ramah lingkungan, serta aksi praktis penanaman 50 pohon pelindung dan pohon buah di area strategis kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan motivasi taruna dalam menerapkan praktik hijau, serta terciptanya lingkungan kampus yang lebih asri, sejuk, dan nyaman. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya budaya lingkungan berkelanjutan yang mendukung kesehatan dan estetika kawasan pesisir Banten secara jangka panjang.   This community service activity aims to increase the awareness and active participation of the academic community and the surrounding society in preserving the environment of the Banten Marine Polytechnic campus through the "Go Green" program. The campus, located in the Sukadiri coastal area, faces environmental challenges such as rapid development and the impact of air pollution from shipping activities and busy fishing operations. The main issues identified include a lack of green open spaces and low motivation among the campus community to engage in concrete conservation actions. The methods applied in this activity consist of a land needs analysis survey, educational counseling on eco-friendly lifestyles, and practical implementation by planting 50 shade and fruit trees in strategic campus areas. The results of the activity show a significant increase in the knowledge and motivation of cadets to implement green practices, as well as the creation of a more beautiful, cool, and comfortable campus environment. The success of this program is expected to be a foundation for creating a sustainable environmental culture that supports the health and aesthetics of the Banten coastal region in the long term.
Penyuluhan kebersihan terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan pada kawasan pesisir Kabupaten Tangerang Rahmat Santoso; Boedi Prihandono; Astri Kustina Dewi; Deny Adi Setyawan; Alvian Demaz Peramutya; Nurfadhlina; Ade Taopik Hidayatuloh; Rabbani Ischak; Weli Agus Setiawan
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.251

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dalam mengelola sampah secara berkelanjutan di kawasan pesisir. Kawasan pesisir sering kali menjadi tempat pembuangan sampah yang tidak terkelola, sehingga mengancam ekosistem laut dan kesehatan masyarakat. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya pemahaman mengenai dampak sampah plastik serta keterbatasan sarana pembuangan sampah yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyuluhan teori mengenai klasifikasi sampah dan daur ulang, diskusi interaktif, serta implementasi praktis berupa pembagian 25 drum sampah dan aksi pembersihan pantai bersama warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan warga mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik serta terciptanya lingkungan pesisir yang lebih bersih. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa pesisir lainnya untuk mewujudkan lingkungan maritim yang asri dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan komunitas lokal.   This community service activity aims to increase the awareness and active participation of the people in Kohod Village, Pakuhaji District, Tangerang Regency, in managing waste sustainably in coastal areas. Coastal regions often become unmanaged waste disposal sites, threatening marine ecosystems and public health. The main issues identified include low understanding of the impact of plastic waste and the limited availability of adequate waste disposal facilities. The methods used in this activity include theoretical counseling on waste classification and recycling, interactive discussions, and practical implementation through the distribution of 25 trash drums and a joint beach cleanup with residents. The results show a significant increase in residents' knowledge regarding organic and non-organic waste sorting and the creation of a cleaner coastal environment. This success is expected to serve as a model for other coastal villages to achieve a beautiful and sustainable maritime environment through collaboration between academics, village governments, and local communities.