p-Index From 2021 - 2026
6.941
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Di Desa Botugolu Kabupaten Buol Eko Hardianto; Sukarman Kamuli; Lucyane Djaafar
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5791

Abstract

Pemberdayaan kelompok tani merupakan upaya taktis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai keterbatasan kelembagaan dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa serta mengidentifikasi kendala dalam pemberdayaan kelompok tani di Desa Botugolu, Kabupaten Buol. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah menjalankan peran sebagai fasilitator melalui penyediaan sarana produksi dan anggaran, sebagai dinamisator melalui sosialisasi dan pendampingan, serta sebagai regulator melalui mekanisme musyawarah desa dan implementasi kebijakan. Namun, efektivitas peran tersebut masih terbatas karena belum berbasis kebutuhan yang utuh, rendahnya partisipasi petani, serta lemahnya pemahaman terhadap kebijakan. Selain itu, kendala internal seperti keterbatasan anggaran, infrastruktur, kapasitas aparatur, dan koordinasi, serta kendala eksternal seperti rendahnya literasi, keterbatasan ekonomi, dan kemampuan administratif petani turut memengaruhi keberhasilan pemberdayaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan kelompok tani belum berjalan optimal secara substantif sehingga diperlukan pendekatan yang lebih integratif, partisipatif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian petani.
Legal Impact of Criminal Acts on Family Resilience in Gorontalo City Verawati Arnol; Nopiana Mozin; Lucyane Djaafar
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 3: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8080

Abstract

Gambling is a societal issue that negatively affects morality, the economy, and family resilience. This practice can lead to financial loss, domestic violence, and the deterioration of social functions within society. Although gambling is regulated under criminal law in Indonesia, such as Article 303 of the Indonesian Criminal Code and Law No. 7 of 1974, gambling cases continue to rise, including in Gorontalo. This study aims to analyze the legal impact of gambling as a criminal act and how law enforcement is implemented to maintain family resilience. This study uses a qualitative method with a case study approach conducted at the Polres (Kepolisian Resor or Precinct Police Station) of Gorontalo City to examine the legal impact of gambling crimes on family resilience. The findings show that gambling crimes in Gorontalo City, particularly lottery gambling, have fluctuated between 2020 and 2024, with a significant increase in 2023. Gambling has serious impacts on family resilience, causing economic loss, domestic conflict, social stigma, and psychological disorders, especially among children. The main contributing factors include economic pressure, environmental influence, weak supervision, and suboptimal law enforcement. Perpetrators who are repeat offenders, organizers, or who involve others are subject to heavier penalties. The legal impact is not only experienced by the perpetrators but also undermines family stability and causes public concern. Gambling crimes in Gorontalo City have wide- reaching effects, legally disadvantaging the perpetrators and destroying family resilience economically, socially, and psychologically. Key factors such as economic pressure, environmental influence, and weak law enforcement contribute to gambling behavior. As a result, offenders' families experience conflict, stigma, and even household breakdowns. These social impacts create a ripple effect that disrupts community stability.