Claim Missing Document
Check
Articles

Rebusan Daun kelor Sebagai Terapi Herbal Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus: Literature Review Zega, Angenia Itoniat; Tanjung, Riswani; Nasution, Siti Zahara
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41942

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum di dunia, yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin. Penatalaksanaan diabetes melitus dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan terapi non farmakologi salah satunya dengan pemberian rebusan daun kelor. Daun kelor telah dipercaya memiliki potensi sebagai obat antidiabetes alami dan digunakan sebagai antioksidan sehingga dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi rebusan daun kelor dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus berdasarkan data ilmiah yang dikumpulkan. Metode penelitian ini menggunakan penelusuran literature review dengan pencarian artikel ilmiah menggunakan tiga database elektronik, yaitu Google Scholar, Science Direct, dan Proquest dengan terbitan tahun 2020-2024. Hasil penelusuran ditemukan 7 artikel yang didalamnya terdapat potensi rebusan daun kelor sebagai terapi herbal untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Jurnal dianalisis menggunakan Prisma Diagram Flow sesuai dengan kriteria inklusi dalam penelitian. Hasil literatur beberapa artikel menunjukkan bahwa daun kelor (Moringa Oleifera) mampu menurunkan kadar gula darah dengan sangat efektif, selain itu daun kelor menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap resistensi insulin dan terbukti dengan mengonsumsi rebusan daun kelor mampu mengontrol kadar gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit
PENGARUH TERAPI SUJOK TERHADAP NYERI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nasution, Siti Zahara; Hondro, Helpianus Siswanto; Aprillina, Yeriska
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v10i1.588

Abstract

Tujuan penelitian: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi sujok terhadap nyeri. Metode: penelitian ini menggunakan systematic literature review. Pencarian artikel menggunakan database Google Scholar, Emerald Insight, EBSCO host, dan Science Direct Elsevier dari tahun 2014–2024 dan proses seleksi menggunakan diagram PRISMA. Kriteria inklusi dalam penelitian mencakup artikel penelitian tahun 2014–2024 yang membahas pengaruh terapi sujok pada nyeri dan tersedia dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Kriteria eksklusi mencakup artikel yang tidak relevan dengan penggunaan terapi sujok, kurangnya informasi yang cukup, fokus pada minyak esensial lain, dan sampel yang tidak relevan. Hasil: Didapatkan 10 artikel yang menunjukkan bahwa terapi sujok dapat mengurangi rasa nyeri dengan penggunaan metode yang beragam, instrumen pengukuran nyeri yang berbeda di setiap penelitian, dan tidak semua penelitian melaporkan ada atau tidaknya penggunaan terapi farmakologi yang menyertai. Diskusi: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi sujok mengurangi berbagai jenis nyeri pada responden dengan kondisi berbeda, seperti nyeri persalinan, nyeri muskuloskeletal, nyeri dismenorea, dan gejala dyspnea pada pasien COVID-19. Kesimpulan: Terapi sujok dapat menurunkan nyeri dan penggunaan terapi sujok  dengan frekuensi pemakaian yang tepat dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mengurangi nyeri bagi pasien. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas populasi, menggunakan pengukuran konsisten, serta mengeksplorasi frekuensi, durasi, dan mekanisme terapi sujok. Kata Kunci: nyeri, terapi sujok Effect of Su Jok Therapy on Pain:  A Systematic Literature Review ABSTRACT   Objective: This study aims to investigate the effect of Su Jok therapy on pain.  Methods: This research employs a Systematic Literature Review approach. Articles were retrieved from databases such as Google Scholar, Emerald Insight, EBSCOhost, and ScienceDirect Elsevier, covering publications from 2014 to 2024. The selection process followed the PRISMA diagram. The inclusion criteria comprised research articles published between 2014 and 2024 that discuss the effects of Su Jok therapy on pain, available in either English or Indonesian. The exclusion criteria encompassed articles that were not relevant to the application of Su Jok therapy, lacked sufficient information, focused on other essential oils, or involved irrelevant samples. Results: A total of 10 articles were identified, demonstrating that Su Jok therapy can alleviate pain through various methods. However, the studies used different pain measurement instruments, and not all studies reported whether pharmacological therapy was concurrently administered. Discussion: The findings indicate that Su Jok therapy effectively reduces different types of pain among respondents with varying conditions, such as labor pain, musculoskeletal pain, dysmenorrhea, and dyspnea symptoms in COVID-19 patients.  Conclusion: Su Jok therapy has the potential to alleviate pain, and its appropriate frequency of application can serve as an effective alternative for pain management.  Recommendation: Future research is advised to expand the study population, adopt consistent measurement tools, and further explore the frequency, duration, and mechanisms of Su Jok therapy.  Keywords: pain, Su Jok therapy
Perspektif Keluarga tentang Praktik Manajemen Diri Diabetes Sebuah Studi Kualitatif Harahap, Sairomaito; Tarigan, Mula; Nasution, Siti Zahara; Tanjung, Muhammad Sukri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46877

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is one of the global health problems that continues to increase in number from year to year. Diabetes self-management practice which is an important component in diabetes management, always involving the family in its implementation. This study aimed to explore family perspectives on diabetes delf-management practices. The research design used was a qualitative-descriptive phenomenology. Participants in this study were family members who cared for patients. A total participants of 10 people were recruited by purposive sampling at the Prof.dr. Chairuddin P Lubis Hospital Medan, North Sumatra, from March to Mei 2025. Data was collected through in-depth interviews with a semi-structured questions and analyzed using Colaizzi method. This study found 4 themes and 10 theme clusters related to diabetes self-management practices as follows: diet patterns (non-adherence to healthy diet, food preparation by the patient, and the patient sets his own dietary portions), physical exercise (not regularly doing physical exercise, independent physical exercise, reasons of not doing physical exercise), medications (non-adherence to medication and medication management by patients), and spirituality (patients routinely carry out religious activities and non-religious spiritual needs). According to the family's perspective, diabetic patients have not optimally implemented diabetes self-management practices in diet, medication, and exercise. Health workers are expected to provide support to patients and families so that diabetes self-management practices can run more optimally. Keywords: Type 2 diabetes, self-management practice, family, perspective, phenomenology
Pengalaman Ibu dalam Merawat Anak Talasemia Sidabutar, Icceng; Bukit, Evi Karota; Nasution, Siti Zahara
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 3 (2025): Jurnal Keperawatan: September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i3.3813

Abstract

Talasemia merupakan penyakit genetik dengan kondisi kronis serius yang memerlukan transfusi darah seumur hidup. Keadaan ini membutuhkan perhatian serius agar kesehatan anak terus terjaga, tetapi juga menimbulkan beban emosional dan sosial yang berat, terutama bagi ibu sebagai pengasuh utama. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam merawat anak dengan talasemia di Murni Teguh. Pendekatan deskriptif kualitatif fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam terhadap lima belas partisipan ibu dengan anak terdiagnosa talasemia. Data dikumpulkan dari bulan Maret hingga Mei 2025. Wawancara direkam menggunakan audio, dan analisis data dengan menggunakan metode Colaizzi untuk mengidentifikasi tema-tema spesifik terkait dengan pengalaman ibu. Delapan tema yang ditemukan: 1) Beban emosional dan psikologis Ibu, 2) Tantangan ekonomi dan akses layanan, 3) Strategi perawatan anak, 4) Dukungan sosial dan lingkungan, 5) Pengalaman negatif, 6) Harapan terhadap sistem pelayanan kesehatan, 7) Spiritualitas ibu, 8) Kurang pemahaman tentang Talasemia. Temuan menunjukkan bahawa ibu-ibu yang memiliki anak dengan talasemia menghadapi banyak tantangan, maka diperlukan komunikasi yang efektif dan dukungan komprehensif serta koordinasi antara sistem layanan.
Efektivitas Self-Care Management Terhadap Perilaku Lansia Penderita Hipertensi Mendrofa, Deskrisman Stefan; Karota, Evi; Nasution, Siti Zahara; Ritarwan, Kiking; Tanjung, Riswani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46568

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang umum ditemukan pada lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Intervensi manajemen perawatan diri diyakini dapat meningkatkan perilaku kesehatan pada lansia yang menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas self-care management terhadap perilaku pasien lansia dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental non-equivalent control group pretest-posttest design. Sebanyak 64 pasien lansia dengan hipertensi dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi menerima edukasi berupa video tentang self-care management sebanyak dua kali seminggu selama dua minggu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta dianalisis menggunakan uji paired t-test dan uji t-test independen. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan, sikap dan tindakan juga meningkat secara signifikan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa self-care management berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam self-care management pada lansia dengan hipertensi.
Pengaruh Terapi Herbal Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus di Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara Zega, Angenia Itoniat; Tanjung, Riswani; Nasution, Siti Zahara; Khairunnisa, Khairunnisa; Bukit, Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47000

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi secara global, yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Pengelolaan diabetes tidak hanya mengandalkan terapi obat, namun dapat dilengkapi dengan pendekatan non-farmakologis, seperti pemanfaatan tanaman herbal. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai agen antidiabetes alami adalah daun kelor (Moringa oleifera), yang diketahui mengandung senyawa aktif penurun gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi herbal daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasy Experimental Pretest-Postest Non-Equivalent with Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara, sampel yang diperlukan adalah 32 orang kelompok intervensi dan 32 kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T-test. Hasil penelitian kedua kelompok intervensi dan kontrol terbukti signifikan secara statistik dengan nilai p-value sebesar 0,002 atau <0,05 dengan rerata selisih kedua kelompok sebesar 106,74 mg/dl yang menunjukkan bahwa terapi herbal daun kelor efektif mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam perubahan penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus.
Pengaruh Terapi Herbal Jus Tomat Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir Sijabat, Lia Mayang Sari; Tanjung, Riswani; Nasution, Siti Zahara; Aritonang, Evawany Yunita; Bukit, Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47046

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke, dll. Penanganan non-farmakologis, termasuk terapi herbal jus tomat menjadi suatu alternatif yang baik karena efek samping yang minimal Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian Quasy-Experiment Pretest-Postest Non-Equivalen With Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir, dengan total sampel sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok Kontrol yang dipilih dengan menggunakan Teknik simple random sampling, data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan uji statistic T-test. Terdapat perbedaan tekanan darah penderita hipertensi sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan dengan nilai P-Value sistol 0,000 dan P-Value diastole 0,000 dan nilai rerata selisih sistol kelompok kontrol dan intervensi adalah 13,73, pada diastol 4,69. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh terapi herbal jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi herbal jus tomat memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. sehingga jus tomat ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan non-farmakologis dalam manajemen hipertensi.
Efektivitas Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan Cahaya Artha Anastasia Gultom; Nasution, Siti Zahara; Bukit, Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47689

Abstract

ABSTRAK Kecemasan merupakan respons psikologis yang umum dialami oleh pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi, yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan keberhasilan terapi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas relaksasi autogenik terhadap tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Jumlah sampel sebanyak 64 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri dari 32 orang. Intervensi relaksasi autogenik diberikan selama 15–20 menit selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran kecemasan dilakukan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa relaksasi autogenik efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam mengurangi kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kata Kunci: relaksasi autogenik, kecemasan, kanker payudara, kemoterapi ABSTRACT Anxiety is a common psychological response experienced by breast cancer patients undergoing chemotherapy, often affecting their quality of life and treatment adherence. One non-pharmacological intervention that can reduce anxiety is autogenic relaxation. This study aimed to evaluate the effectiveness of autogenic relaxation on the anxiety levels of breast cancer patients undergoing chemotherapy at Murni Teguh Hospital Medan. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was used. A total of 64 respondents were selected using purposive sampling and divided equally into intervention and control groups. The autogenic relaxation intervention was administered for 15–20 minutes over three consecutive days. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). The results showed a significant decrease in anxiety levels in the intervention group compared to the control group. These findings suggest that autogenic relaxation is effective as an independent nursing intervention to reduce anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Keywords: autogenic relaxation, anxiety, breast cancer, chemotherapy
The Effect of Self-Care Behavior on Blood Glucose Control Levels Among Patients with Type II Diabetes Mellitus Hondro, Helpianus Siswanto; Karota, Evi; Tanjung, Riswani; Lubis, Zulhaida; Nasution, Siti Zahara
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6937

Abstract

Diabetes mellitus is characterized by elevated blood glucose levels above normal, with random blood glucose levels ≥ 200 mg/dl and fasting blood glucose levels ≥ 126 mg/dl. This study employed a quantitative research method with a quasi-experimental design and an equivalent control group design approach. The study utilized power analysis with consecutive sampling techniques. Data collection techniques involved distributing questionnaires to 74 diabetes mellitus patients in the Onolalu Health Center Working Area, South Nias District. Data analysis techniques used independent t-test statistical analysis and presented in the form of a T-test table. The results of the study indicate that there is an influence of self-care behavior on blood sugar control levels in type II diabetes mellitus patients in the Onolalu Health Center Working Area, South Nias Regency, with a Sig. (2-tailed) of 0.024 < 0.05. Therefore, in the independent sample t-test, it can be concluded that the null hypothesis (HO) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Thus, it can be concluded that there is a significant (statistically significant) difference between the average blood sugar levels of type II diabetes mellitus patients in the intervention group and the control group.
Efektivitas E-Protokol Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Perawat dalam Menilai Tingkat Ketergantungan Pasien di Rumah Sakit Umum Martha Friska Multatuli Hulu, Yusuf Panserito; Purba, Jenny Marlindawani; Nasution, Siti Zahara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.17598

Abstract

ABSTRACT The patient dependency level e-protocol is an electronic-based form used to assess the level of patient dependency in hospitals. Patient dependence means the specific needs of each patient and some time required by the patient. This e-protocol aims to make it easier for nurses to assess patients and is expected to provide services to patients according to their different needs according to the characteristics and level of dependence of patients and be able to improve the knowledge, attitudes and actions of nurses in nursing assessment. This study aims to determine the effectiveness of e-protocols on nurses' knowledge, attitudes and actions in assessing the level of patient dependence at Martha Friska Multatuli General Hospital. The research method used pre-experimental design type one group pretest-postest with a sample of 34 respondents as an intervention group selected based on purposive sampling using power analysis. The results showed that there were differences in the mean knowledge, attitudes and actions of nurses after being given the intervention of using e-protocols (p=0.000). e-protocols can improve nurses' knowledge, attitudes and actions in assessing the level of patient dependence. This e-protocol is recommended to be used as a tool to assess the level of patient dependence in hospitals. Keywords: E-Protocol, Patient Dependency Level, Knowledge, Attitude, Action  ABSTRAK E-protokol tingkat ketergantungan pasien adalah formulir berbasis elektronik yang digunakan untuk menilai tingkat ketergantungan pasien di rumah sakit. Ketergantungan pasien berarti kebutuhan spesifik setiap pasien dan beberapa waktu yang diperlukan pasien. e-protokol ini bertujuan agar mempermudah perawat dalam melakukan penilaian terhadap pasien dan diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan kebutuhannya yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan tingkat ketergantungan pasien serta mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan Tindakan perawat dalam penilaian keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-protokol terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan perawat dalam menilai tingkat ketergantungan pasien di Rumah Sakit Umum Martha Friska Multatuli. Metode penelitian menggunakan pre-experimental design type one group pretest-postest  dengan sampel sebanyak 34 responden sebagai kelompok intervensi dipilih berdasarkan purposive sampling menggunakaan power analysis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rerata pengetahuan, sikap dan Tindakan perawat setelah diberikan intervensi penggunaan e-protokol (p=0,000). e-protokol dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan Tindakan perawat dalam menilai tingkat ketergantungan pasien. e-protokol ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai alat menilai tingkat ketergantungan pasien di rumah sakit. Kata Kunci: E-Protokol, Tingkat Ketergantungan Pasien, Pengetahuan, Sikap, Tindakan