Claim Missing Document
Check
Articles

Family Experience in Supporting Diabetes Self-Management Practice: A Qualitative Study Tarigan, Mula; Sairomaito Harahap; Siti Zahara Nasution; Evi Karota Bukit; Dharma Lindarto; Dewi Frintiana Silaban
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 7 No. 2 (2025): Vol 7 No 2 2025 Caring: Indonesia Journal of Nursing
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v7i2.23251

Abstract

Family participation plays a vital role in the success of diabetes self-management (DSM). In Indonesia, family-centered care is culturally embedded, yet limited research has explored how families experience and interpret their roles in supporting self-management among patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). This study aimed to explore family experiences in supporting diabetes self-management practices among patients with T2DM in Medan, Indonesia. A descriptive phenomenological approach was employed. Twelve family members who cared for T2DM patients at Chairuddin Panusunan Lubis Hospital were recruited using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and field notes from February to May 2025. Colaizzi’s seven-step analysis method guided data analysis to extract significant statements and formulate themes. Credibility was ensured through member checking, dependability via team discussion, and confirmability through audit trails. Five interrelated themes emerged: (1) controlling diet, (2) arranging physical training (3) administering medications, (4) emotional support, and (5) utilization of health care facilities. These themes reflected how families act as emotional motivators, behavioral supervisors, and coordinators of care to strengthen patients’ adherence and self-efficacy. Family involvement was not limited to instrumental assistance but extended to emotional reinforcement and facilitation of healthcare access. Family engagement forms the backbone of effective DSM, integrating physical, emotional, and social support. Strengthening family-based interventions is essential to enhance adherence, glycemic control, and quality of life among patients with T2DM. Keyword: Family Experience, Diabetes Self-Management, Family Support, Qualitative Study, Indonesia
Model Ketahanan Keluarga Dalam Menghadapi Bencana Banjir Di Kelurahan Aur Kota Medan Ade Andrian; Evi Karota Bukit; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30202

Abstract

Bencana banjir beresiko tinggi mengancam keselamatan jiwa, merusak infrastruktur dan juga berdampak buruk terhadap fisik maupun psikologis seseorang, sehingga membutuhkan kemampuan ketahanan yang tinggi. Ketahanan keluarga menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki keluarga karena hal ini dapat mempengaruhi kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas model ketahanan keluarga dalam menghadapi bencana banjir di Kelurahan AUR Kota Medan. Jenis penelitian ini studi kuantitatif pre experimental design dengan pendekatan one group pre test - post test design. Sampel penelitian 42 orang kepala keluarga yang mengalami bencana banjir. Adapaun teknik pengambilan sampel purvosive sampling dan pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner ketahanan keluarga dan kesiapsiagaan keluarga. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi ketahanan keluarga dan latihan kesiapsiagaan keluarga efektif terhadap ketahanan dan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana banjir dengan hasil nilai p-value = 0,001 (p<0,005). Diharapkan kepada pemberi pelayanan kesehatan dan keperawatan memberikan edukasi ketahanan keluarga dan latihan kesiapsiagaan dalam penanganan banjir agar keluarga dapat mempertahankan dan beradaptasi terhadap masalah yang mereka hadapi
Efektivitas Self-Care Management Terhadap Perilaku Penderita Hipertensi Pada Lansia : Literature Review Deskrisman Stefan Mendrofa; Evi Karota; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41470

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang melebihi nilai normal, hipertensi berpotensi menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah dan organ vital seperti jantung, ginjal, dan otak. Oleh karena itu diberikan self-care management dalam meningkatkan perilaku penderita hipertensi pada lansia untuk mengelola kondisi kesehatan mereka secara efektif. Tujuan : untuk memberikan gambaran tentang efektivitas self-care management dalam meningkatkan perilaku penderita hipertensi pada lansia. Metode: Penelusuran data literatur review dalam penelitian ini menggunakan tiga database yaitu database Google Scholar, Science Direct, dan Proquest. Artikel yang digunakan sebagai sumber literature dipilih berdasarkan kriteria inklusi secara tunggal, jurnal akreditasi nasional dan internasional ISSN, DOI, artikel full text. Hasil: Didapatkan 7 jurnal yang menyatakan bahwa self-care management mampu meningkatkan perilaku pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia. Kesimpulan : self-care management yang diberikan kepada pasien hipertensi secara signifikan meningkatkan tingkat pengetahuan hipertensi, kepatuhan terhadap pengobatan, dan manajemen perawatan diri.
Rebusan Daun kelor Sebagai Terapi Herbal Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus: Literature Review Angenia Itoniat Zega; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41942

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum di dunia, yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin. Penatalaksanaan diabetes melitus dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan terapi non farmakologi salah satunya dengan pemberian rebusan daun kelor. Daun kelor telah dipercaya memiliki potensi sebagai obat antidiabetes alami dan digunakan sebagai antioksidan sehingga dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi rebusan daun kelor dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus berdasarkan data ilmiah yang dikumpulkan. Metode penelitian ini menggunakan penelusuran literature review dengan pencarian artikel ilmiah menggunakan tiga database elektronik, yaitu Google Scholar, Science Direct, dan Proquest dengan terbitan tahun 2020-2024. Hasil penelusuran ditemukan 7 artikel yang didalamnya terdapat potensi rebusan daun kelor sebagai terapi herbal untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Jurnal dianalisis menggunakan Prisma Diagram Flow sesuai dengan kriteria inklusi dalam penelitian. Hasil literatur beberapa artikel menunjukkan bahwa daun kelor (Moringa Oleifera) mampu menurunkan kadar gula darah dengan sangat efektif, selain itu daun kelor menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap resistensi insulin dan terbukti dengan mengonsumsi rebusan daun kelor mampu mengontrol kadar gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit
Efektivitas Self-Care Management Terhadap Perilaku Lansia Penderita Hipertensi Deskrisman Stefan Mendrofa; Evi Karota; Siti Zahara Nasution; Kiking Ritarwan; Riswani Tanjung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46568

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang umum ditemukan pada lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Intervensi manajemen perawatan diri diyakini dapat meningkatkan perilaku kesehatan pada lansia yang menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas self-care management terhadap perilaku pasien lansia dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental non-equivalent control group pretest-posttest design. Sebanyak 64 pasien lansia dengan hipertensi dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi menerima edukasi berupa video tentang self-care management sebanyak dua kali seminggu selama dua minggu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta dianalisis menggunakan uji paired t-test dan uji t-test independen. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan, sikap dan tindakan juga meningkat secara signifikan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa self-care management berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam self-care management pada lansia dengan hipertensi.
Perspektif Keluarga tentang Praktik Manajemen Diri Diabetes Sebuah Studi Kualitatif Sairomaito Harahap; Mula Tarigan; Siti Zahara Nasution; Muhammad Sukri Tanjung
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46877

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is one of the global health problems that continues to increase in number from year to year. Diabetes self-management practice which is an important component in diabetes management, always involving the family in its implementation. This study aimed to explore family perspectives on diabetes delf-management practices. The research design used was a qualitative-descriptive phenomenology. Participants in this study were family members who cared for patients. A total participants of 10 people were recruited by purposive sampling at the Prof.dr. Chairuddin P Lubis Hospital Medan, North Sumatra, from March to Mei 2025. Data was collected through in-depth interviews with a semi-structured questions and analyzed using Colaizzi method. This study found 4 themes and 10 theme clusters related to diabetes self-management practices as follows: diet patterns (non-adherence to healthy diet, food preparation by the patient, and the patient sets his own dietary portions), physical exercise (not regularly doing physical exercise, independent physical exercise, reasons of not doing physical exercise), medications (non-adherence to medication and medication management by patients), and spirituality (patients routinely carry out religious activities and non-religious spiritual needs). According to the family's perspective, diabetic patients have not optimally implemented diabetes self-management practices in diet, medication, and exercise. Health workers are expected to provide support to patients and families so that diabetes self-management practices can run more optimally. Keywords: Type 2 diabetes, self-management practice, family, perspective, phenomenology
Pengaruh Terapi Herbal Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus di Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara Angenia Itoniat Zega; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Khairunnisa Khairunnisa; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47000

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi secara global, yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Pengelolaan diabetes tidak hanya mengandalkan terapi obat, namun dapat dilengkapi dengan pendekatan non-farmakologis, seperti pemanfaatan tanaman herbal. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai agen antidiabetes alami adalah daun kelor (Moringa oleifera), yang diketahui mengandung senyawa aktif penurun gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi herbal daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasy Experimental Pretest-Postest Non-Equivalent with Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara, sampel yang diperlukan adalah 32 orang kelompok intervensi dan 32 kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T-test. Hasil penelitian kedua kelompok intervensi dan kontrol terbukti signifikan secara statistik dengan nilai p-value sebesar 0,002 atau <0,05 dengan rerata selisih kedua kelompok sebesar 106,74 mg/dl yang menunjukkan bahwa terapi herbal daun kelor efektif mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam perubahan penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus.
Pengaruh Terapi Herbal Jus Tomat Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir Lia Mayang Sari Sijabat; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Evawany Yunita Aritonang; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47046

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke, dll. Penanganan non-farmakologis, termasuk terapi herbal jus tomat menjadi suatu alternatif yang baik karena efek samping yang minimal Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian Quasy-Experiment Pretest-Postest Non-Equivalen With Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah UPT Puskesmas Aek Natolu Toba Samosir, dengan total sampel sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok Kontrol yang dipilih dengan menggunakan Teknik simple random sampling, data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan uji statistic T-test. Terdapat perbedaan tekanan darah penderita hipertensi sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan dengan nilai P-Value sistol 0,000 dan P-Value diastole 0,000 dan nilai rerata selisih sistol kelompok kontrol dan intervensi adalah 13,73, pada diastol 4,69. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh terapi herbal jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi herbal jus tomat memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. sehingga jus tomat ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan non-farmakologis dalam manajemen hipertensi.
Efektivitas Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan Cahaya Artha Anastasia Gultom; Siti Zahara Nasution; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47689

Abstract

ABSTRAK Kecemasan merupakan respons psikologis yang umum dialami oleh pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi, yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan keberhasilan terapi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas relaksasi autogenik terhadap tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Jumlah sampel sebanyak 64 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri dari 32 orang. Intervensi relaksasi autogenik diberikan selama 15–20 menit selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran kecemasan dilakukan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa relaksasi autogenik efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam mengurangi kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kata Kunci: relaksasi autogenik, kecemasan, kanker payudara, kemoterapi ABSTRACT Anxiety is a common psychological response experienced by breast cancer patients undergoing chemotherapy, often affecting their quality of life and treatment adherence. One non-pharmacological intervention that can reduce anxiety is autogenic relaxation. This study aimed to evaluate the effectiveness of autogenic relaxation on the anxiety levels of breast cancer patients undergoing chemotherapy at Murni Teguh Hospital Medan. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was used. A total of 64 respondents were selected using purposive sampling and divided equally into intervention and control groups. The autogenic relaxation intervention was administered for 15–20 minutes over three consecutive days. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). The results showed a significant decrease in anxiety levels in the intervention group compared to the control group. These findings suggest that autogenic relaxation is effective as an independent nursing intervention to reduce anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Keywords: autogenic relaxation, anxiety, breast cancer, chemotherapy
Pengaruh Terapi Herbal Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Asam di Wilayah Kerja Puskesmas Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Yeriska Aprillina; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Khairunnisa Khairunnisa; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47931

Abstract

Abstrak Kadar asam urat yang tinggi pada penderita gout arthritis menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi herbal daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group pretest-posttest, melibatkan 62 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberi terapi air rebusan daun salam dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar asam urat yang lebih signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata kadar asam urat menurun dari 10,87 mg/dL menjadi 7,90 mg/dL. Terapi daun salam terbukti efektif menurunkan kadar asam urat melalui kandungan flavonoid dan efek diuretiknya. Penelitian ini mendukung penggunaan terapi herbal sebagai pendekatan non-farmakologis dalam keperawatan komunitas.Kata Kunci: terapi herbal, daun salam, asam urat, keperawatan komunitas, gout arthritis. Abstract High uric acid levels in gout arthritis patients are a significant health issue, particularly in the working area of Sibolangit Health Center, Deli Serdang Regency. This study aimed to analyze the effect of bay leaf herbal therapy on reducing uric acid levels. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group pretest-posttest was applied, involving 62 respondents divided into intervention and control groups. The intervention group received boiled bay leaf water therapy twice daily for 14 days. Results showed a more significant decrease in uric acid levels in the intervention group compared to the control. The average uric acid level decreased from 10.87 mg/dL to 7.90 mg/dL. Bay leaf therapy proved effective in reducing uric acid levels due to its flavonoid content and diuretic effects. This study supports the use of herbal therapy as a non-pharmacological approach in community nursing. Keywords: herbal therapy, bay leaf, uric acid, community nursing, gout arthritis.
Co-Authors Abul A’la Tarigan Ade Andrian Adinda Juwita Sari Aizar, Ellyta Angenia Itoniat Zega Angenia Itoniat Zega Anwar, Lufthiani Aprillina, Yeriska Arlinda Sari Wahyuni Asrizal Bayu Anggileo Pramesona Bustami Syam Cahaya Artha Anastasia Gultom Deskrisman Stefan Mendrofa Dewi Frintiana Silaban Dewi Mustikani Saragih dharma Lindarto, dharma Dwi Amalia Sari Elfina Elfina Evawany Yunita Aritonang Evi Karota Bukit Fajar Amanah Ariga Fajrinur Syarani Farah Darayana Fitriani Fitriani Fitriany Fitriany Fransiska, Rosa Berlina Fujiati, Isti Ilmiati Ginting, Sadar Hariesty Talenta Narwastu Telaumbanua Haris, Zulfan Hasaroh, Yunita Hasibuan, Anisah Hasnida Hondro, Helpianus Siswanto Hulu, Yusuf Panserito Ika Maidah Nazli Matondang Indra Chahaya Irma Yuni Karota, Evi Khairunnisa Khairunnisa Kiking Ritarwan Laina Noviana Lia Mayang Sari Sijabat Lily Putri Marito Lufthiani Manalu, Ance Ria Maria Uli Marselina Saragih Muhammad Ridha Haykal Amal Muhammad Sukri Tanjung Mula Tarigan Mula Tarigan Novita, Ari Osi Draini Purba, Jenny Marlindawani Purba, Widya Darayani Reni Asmara Ariga Rika Endah Nurhidayah Riswani Tanjung Sairomaito Harahap Sairomaito Harahap Santi, Kartika Sari, Dewi Keumala Sari, Farida Linda Sembiring, Muhammad Nur Maghribi Sidabutar, Icceng Sirait, Trisno Sitepu, Nunung Sitepu, Nunung Febriany Sitindaon, Sry Rumondang Suhesti, Tri Sumaiyah Sumaiyah Suri Mutia Siregar, Suri Mutia Tahan, Tahan Tanjung, Riswani Taufik Ashar Ulfah Hidayah Almadany Wahyuni, Arlinda Sari Winarti, Gusti Yeriska Aprillina Zulfendri Zulfendri Zulhaida Lubis