Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Self-Care Management Berbasis Pemberdayaan Keluarga Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Rahmah Syahfitri; Evi Karota; Jenny Marlindawani Purba; Kiking Ritarwan; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58238

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis tidak menular yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Pengendalian tekanan darah yang tidak optimal sering dikaitkan dengan kurangnya kemampuan self care-management, rendahnya kepatuhan pengobatan, serta minimnya keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien. Pendekatan self-care management berbasis pemberdayaan keluarga dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam mempertahankan perilaku hidup sehat dan mengontrol tekanan darah secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas self-care management berbasis pemberdayaan keluarga terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group design yang melibatkan 68 pasien hipertensi yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan edukasi self-care management berbasis keluarga, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan rutin. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna (p > 0,05). Selain itu, kelompok intervensi menunjukkan kepatuhan self-care yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Self-care management berbasis pemberdayaan keluarga efektif dalam meningkatkan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.
Efektivitas Simulation-Based Interprofessional Education Terhadap Peningkatan Kompetensi Kolaborasi, Komunikasi Interprofesional dan Patient Safety Pada Mahasiswa Keperawatan: A Literature Review Siti Zahara Nasution; Yuliani Krisna Lubis; Evi Karota; Rika Endah Nurhidayah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59635

Abstract

Kolaborasi interprofesional merupakan kompetensi penting dalam pelayanan kesehatan karena kualitas pelayanan dan keselamatan pasien sangat dipengaruhi oleh komunikasi efektif dan kerja sama antar tenaga kesehatan. Simulation-Based Interprofessional Education (SIPE) merupakan metode pembelajaran inovatif yang memberikan pengalaman belajar klinis realistis melalui skenario simulasi untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam praktik kolaboratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Simulation-Based Interprofessional Education terhadap peningkatan kompetensi kolaborasi, komunikasi interprofesional, dan patient safety pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan narrative synthesis berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui database Scopus, PubMed, Google Scholar, dan Garuda menggunakan kata kunci simulation-based learning, interprofessional education, teamwork, communication, patient safety, dan nursing students. Sebanyak 10 artikel yang terdiri dari 5 jurnal internasional dan 5 jurnal nasional yang dipublikasikan tahun 2021–2026 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Simulation-Based Interprofessional Education efektif meningkatkan kompetensi kolaborasi, komunikasi interprofesional, teamwork, clinical judgement, dan kesadaran terhadap keselamatan pasien pada mahasiswa keperawatan. Penggunaan high-fidelity simulation, virtual simulation, dan simulasi berbasis TeamSTEPPS meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam praktik klinis kolaboratif melalui pengalaman belajar yang realistis dan interaktif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Simulation-Based Interprofessional Education merupakan strategi pembelajaran inovatif yang efektif dalam pendidikan keperawatan untuk meningkatkan kompetensi kolaborasi, komunikasi interprofesional, dan patient safety mahasiswa keperawatan.
PENGARUH CARING DAN SPIRITUALITAS TERHADAP MOTIVASI PASIEN STROKE YANG MENJALANI FISIOTERAPI DI RUMAH SAKIT Nunung Sitepu; Ellyta Aizar; Asrizal Asrizal; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i1.1835

Abstract

  Stroke patients often experience decreased motivation in undergoing physiotherapy, which results in a slow recovery process. Patient motivation is influenced by various factors, including the quality of care provided by nurses and the patient's level of spirituality. Caring and spirituality are believed to be able to strengthen the patient's spirit to undergo the rehabilitation process consistently. Objective: This study was conducted to examine the effect of Caring and spirituality on the motivation of stoke patients. Methods: This study used analytical research methods with a cross-sectional design. This study involved 75 respondents with stroke who underwent physiotherapy at H. Adam Malik Medan Hospital in April - August 2020 with a sampling technique, namely purposive sampling. Data collection used Caring instrument by Watson, spirituality with daily spiritual experience scale and motivation with participation motivation questionnaire with data analysis using fisher's exact test. The results showed that there was a significant relationship between caring and spirituality on motivation with each p-value of 0.001 (p-value <0.05). Conclusion: caring and spirituality each have a relationship to the motivation of stroke patients undergoing physiotherapy in the hospital
PENGARUH TERAPI SUJOK TERHADAP NYERI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Siti Zahara Nasution; Helpianus Siswanto Hondro; Yeriska Aprillina
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v10i1.588

Abstract

Tujuan penelitian: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi sujok terhadap nyeri. Metode: penelitian ini menggunakan systematic literature review. Pencarian artikel menggunakan database Google Scholar, Emerald Insight, EBSCO host, dan Science Direct Elsevier dari tahun 2014–2024 dan proses seleksi menggunakan diagram PRISMA. Kriteria inklusi dalam penelitian mencakup artikel penelitian tahun 2014–2024 yang membahas pengaruh terapi sujok pada nyeri dan tersedia dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Kriteria eksklusi mencakup artikel yang tidak relevan dengan penggunaan terapi sujok, kurangnya informasi yang cukup, fokus pada minyak esensial lain, dan sampel yang tidak relevan. Hasil: Didapatkan 10 artikel yang menunjukkan bahwa terapi sujok dapat mengurangi rasa nyeri dengan penggunaan metode yang beragam, instrumen pengukuran nyeri yang berbeda di setiap penelitian, dan tidak semua penelitian melaporkan ada atau tidaknya penggunaan terapi farmakologi yang menyertai. Diskusi: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi sujok mengurangi berbagai jenis nyeri pada responden dengan kondisi berbeda, seperti nyeri persalinan, nyeri muskuloskeletal, nyeri dismenorea, dan gejala dyspnea pada pasien COVID-19. Kesimpulan: Terapi sujok dapat menurunkan nyeri dan penggunaan terapi sujok  dengan frekuensi pemakaian yang tepat dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mengurangi nyeri bagi pasien. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas populasi, menggunakan pengukuran konsisten, serta mengeksplorasi frekuensi, durasi, dan mekanisme terapi sujok. Kata Kunci: nyeri, terapi sujok Effect of Su Jok Therapy on Pain:  A Systematic Literature Review ABSTRACT   Objective: This study aims to investigate the effect of Su Jok therapy on pain.  Methods: This research employs a Systematic Literature Review approach. Articles were retrieved from databases such as Google Scholar, Emerald Insight, EBSCOhost, and ScienceDirect Elsevier, covering publications from 2014 to 2024. The selection process followed the PRISMA diagram. The inclusion criteria comprised research articles published between 2014 and 2024 that discuss the effects of Su Jok therapy on pain, available in either English or Indonesian. The exclusion criteria encompassed articles that were not relevant to the application of Su Jok therapy, lacked sufficient information, focused on other essential oils, or involved irrelevant samples. Results: A total of 10 articles were identified, demonstrating that Su Jok therapy can alleviate pain through various methods. However, the studies used different pain measurement instruments, and not all studies reported whether pharmacological therapy was concurrently administered. Discussion: The findings indicate that Su Jok therapy effectively reduces different types of pain among respondents with varying conditions, such as labor pain, musculoskeletal pain, dysmenorrhea, and dyspnea symptoms in COVID-19 patients.  Conclusion: Su Jok therapy has the potential to alleviate pain, and its appropriate frequency of application can serve as an effective alternative for pain management.  Recommendation: Future research is advised to expand the study population, adopt consistent measurement tools, and further explore the frequency, duration, and mechanisms of Su Jok therapy.  Keywords: pain, Su Jok therapy
Nilai – Nilai dan Norma Budaya Batak Toba dalam Perawatan Diri Lansia Untuk Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus: Studi Ethnonursing Evi Metti Purba; Evi Karota; Siti Zahara Nasution; Farida Linda Siregar; Jenny Marlindawani Purba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58163

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan diri (self-care) optimal untuk mencegah komplikasi, khususnya pada lansia. Namun, penelitian mengenai peran nilai budaya dalam membentuk perilaku self-care pada komunitas etnis tertentu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai dan norma budaya Batak Toba dalam perawatan diri lansia dengan diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain ethnonursing yang mengintegrasikan Culture Care Theory dan Goal Attainment Theory. Sebanyak 15 informan dipilih secara purposive di wilayah kerja Puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan thematic analysis. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) penggunaan herbal tradisional dan praktik penyembuhan budaya, (2) pengaruh kepercayaan spiritual terhadap keputusan kesehatan, (3) peran keluarga dalam sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu, dan (4) norma budaya yang memengaruhi pola makan, kepatuhan pengobatan, dan interaksi sosial. Nilai budaya tersebut membentuk perilaku self-care lansia secara holistik. Penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan diri lansia Batak Toba bersifat multidimensional dan berbasis budaya. Oleh karena itu, intervensi keperawatan yang sensitif budaya dan berbasis keluarga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan diabetes dan pencegahan komplikasi. Kata kunci: Diabetes melitus, self-care, budaya Batak Toba, lansia, ethnonursing
Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Kemandirian Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas PB Selayang II Medan Meilinda Nainggolan; Wardiyah Daulay; Siti Zahara Nasution; Zulhaida Lubis; Evi Karota
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59135

Abstract

Peningkatan jumlah lansia berhubungan dengan meningkatnya risiko penurunan kemampuan fungsional, terutama dalam melakukan Activities of Daily Living (ADL), yang dapat menyebabkan ketergantungan dan menurunkan kualitas hidup. Upaya mempertahankan kemandirian lansia memerlukan intervensi keperawatan yang tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga pada pemberdayaan melalui dukungan emosional dan pelatihan keterampilan. Edukasi suportif merupakan pendekatan keperawatan yang mengintegrasikan pemberian informasi, dukungan emosional, motivasi, dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi suportif terhadap kemandirian lansia berdasarkan skor Activities of Daily Living (ADL) di wilayah kerja Puskesmas PB Selayang II Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test–post-test delayed treatment control group. Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri atas kelompok intervensi (44 orang) dan kelompok kontrol (44 orang) dengan teknik purposive sampling. Pengukuran kemandirian dilakukan menggunakan Katz Index of Independence in Activities of Daily Living. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney karena data tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro–Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor ADL kelompok intervensi meningkat dari 3,07 ± 0,789 menjadi 4,09 ± 1,007 dengan perbedaan bermakna (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna dari 3,14 ± 0,668 menjadi 3,14 ± 0,632 (p=1,000). Uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan perubahan skor ADL yang bermakna secara statistik antara kedua kelompok (p=0,000), dengan rerata perubahan lebih tinggi pada kelompok intervensi (1,02 ± 0,73) dibandingkan kelompok kontrol (0,00 ± 0,37). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi suportif berpengaruh terhadap peningkatan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan berpotensi menjadi intervensi keperawatan komunitas berbasis pemberdayaan pada pelayanan kesehatan primer.
Pengaruh Manajemen Diri Berbasis Dukungan Keluarga Terhadap Kecemasan dan Kesepian Pada Lansia dengan Hipertensi: Studi Quasi-Experimental Dewi Fortuna Grace Dayanty Napitupulu; Jenny Marlindawani Purba; Evi Karota; Kiking Ritarwan; Siti Zahara Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59137

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan mental emosional seperti kecemasan dan loneliness yang berpotensi menurunkan kualitas hidup serta menghambat pengendalian penyakit. Intervensi psikososial dengan pendekatan keluarga sangat dibutuhkan oleh lansia untuk mengatasi masalah psikososial sehingga mereka dapat mencapai kualitas hidup yang baik meskipun mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh manajemen diri berbasis dukungan keluarga terhadap kecemasan dan loneliness pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Medan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Jumlah responden sebanyak 84 orang yang terdiri dari kelompok intervensi (n=42) dan kelompok kontrol (n=42) dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Family Support Scale (FSS). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kecemasan pada kelompok intervensi berkurang secara signifikan dari (Mean=11,21; SD=3,159) menjadi (Mean=5,93; SD=1,488), dibandingkan dengan kelompok kontrol dari (Mean=12,79; SD=4,508) menjadi (Mean=11,69; SD=2,236) setelah mengikuti manajemen diri berbasis dukungan keluarga. Rerata loneliness pada kelompok intervensi berkurang dari (Mean=40,69; SD=7,703) menjadi (Mean=33,67; SD=5,299), dibandingkan dengan kelompok kontrol dari (Mean=44,12; SD=9,696) menjadi (Mean=38,00; SD=4,768). Terdapat pengaruh manajemen diri berbasis dukungan keluarga terhadap kecemasan dan loneliness pada kelompok intervensi (p=0,000). Pada kelompok kontrol tidak ditemukan pengaruh bermakna terhadap kecemasan (p=0,113), sedangkan pada variabel loneliness masih ditemukan perubahan bermakna (p=0,000). Terdapat perbedaan nilai rerata kecemasan dan loneliness antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah mengikuti manajemen diri berbasis dukungan keluarga (p=0,000; p<0,05) dan (p=0,000; p<0,001). Manajemen diri berbasis dukungan keluarga terbukti memberikan dampak positif dalam membantu lansia dengan hipertensi mengatasi kecemasan dan loneliness serta mencegah terjadinya gangguan mental emosional.
Efektivitas Edukasi Terhadap Perilaku Ibu Dalam Pemberian MPASI Pada Anak Usia 6-23 Bulan Rissa Restina Utami; Farida Linda Sari Siregar; Siti Zahara Nasution; Zulhaida Lubis; Siti Saidah Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59856

Abstract

Masalah gizi pada anak usia 6–23 bulan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah urban seperti Jakarta Timur. Praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang belum sesuai rekomendasi menunjukkan perlunya edukasi yang memadai, terstruktur, dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi edukasi terhadap perilaku ibu dalam pemberian MPASI pada anak usia 6–23 bulan yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pretest-posttest control group design. Penelitian dilakukan Januari–Juni 2026 di Puskesmas Duren Sawit sebagai kelompok intervensi dan Puskesmas Jatinegara sebagai kelompok kontrol. Sampel berjumlah 84 responden yang terdiri dari 42 ibu pada kelompok intervensi dan 42 ibu pada kelompok kontrol, dipilih menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi menerima edukasi MPASI melalui buklet, video edukasi, demonstrasi memasak, diskusi interaktif, dan tindak lanjut melalui WhatsApp, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dalam kelompok intervensi setelah edukasi (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang signifikan. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan perilaku yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol dengan mean rank 52,65 dan 32,35 (p=0,000). Disimpulkan bahwa edukasi MPASI berbasis buklet, video edukasi, demonstrasi memasak, dan tindak lanjut WhatsApp efektif meningkatkan perilaku ibu dalam pemberian MPASI sehingga mendukung pencegahan masalah gizi pada anak usia 6–23 bulan.
Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Sumtera Utara Juando Juando; Riswani Tanjung; Siti Zahara Nasution; Arlinda Sari Wahyuni; Wardiyah Daulay
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60055

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering dialami oleh lansia akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang terjadi selama proses penuaan. Kondisi depresi yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi depresi adalah terapi tertawa, yang mampu meningkatkan hormon endorfin, menurunkan stres, serta memperbaiki suasana hati dan interaksi sosial lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan two group pretest posttest design. Populasi penelitian terdiri dari lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai dan Panti Sosial Karya Kasih Medan. Sampel berjumlah 84 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (42 responden) dan kelompok kontrol (42 responden). Tingkat depresi diukur menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS). Kelompok intervensi diberikan terapi tertawa selama satu bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu selama 20–30 menit per sesi, sedangkan kelompok kontrol menjalani aktivitas rutin panti. Analisis data menggunakan uji dependent t-test dan independent t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat depresi pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi tertawa dibandingkan sebelum intervensi. Selain itu, terdapat perbedaan rerata tingkat depresi yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah perlakuan. Kesimpulan terapi tertawa berpengaruh efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah, aman, dan ekonomis untuk meningkatkan kesehatan mental serta kualitas hidup lansia.
The Effect of Self-Care Behavior on Blood Glucose Control Levels Among Patients with Type II Diabetes Mellitus Helpianus Siswanto Hondro; Evi Karota; Riswani Tanjung; Zulhaida Lubis; Siti Zahara Nasution
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6937

Abstract

Diabetes mellitus is characterized by elevated blood glucose levels above normal, with random blood glucose levels ≥ 200 mg/dl and fasting blood glucose levels ≥ 126 mg/dl. This study employed a quantitative research method with a quasi-experimental design and an equivalent control group design approach. The study utilized power analysis with consecutive sampling techniques. Data collection techniques involved distributing questionnaires to 74 diabetes mellitus patients in the Onolalu Health Center Working Area, South Nias District. Data analysis techniques used independent t-test statistical analysis and presented in the form of a T-test table. The results of the study indicate that there is an influence of self-care behavior on blood sugar control levels in type II diabetes mellitus patients in the Onolalu Health Center Working Area, South Nias Regency, with a Sig. (2-tailed) of 0.024 < 0.05. Therefore, in the independent sample t-test, it can be concluded that the null hypothesis (HO) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Thus, it can be concluded that there is a significant (statistically significant) difference between the average blood sugar levels of type II diabetes mellitus patients in the intervention group and the control group.
Co-Authors Abul A’la Tarigan Ade Andrian Adelina Rizki Wardani Rangkuti Adinda Juwita Sari Angenia Itoniat Zega Angenia Itoniat Zega Anwar, Lufthiani Arlinda Sari Wahyuni Asrizal, Asrizal Asrizal Bayu Anggileo Pramesona Bustami Syam Cahaya Artha Anastasia Gultom Daulay, Wardiyah Deskrisman Stefan Mendrofa Dewi Fortuna Grace Dayanty Napitupulu Dewi Mustikani Saragih Dwi Amalia Sari Elfina Elfina Ellyta Aizar Evawany Yunita Aritonang Evi Karota Bukit Evi Metti Purba Fajar Amanah Ariga Fajrinur Syarani Farah Darayana Farida Linda Siregar Fitriani Fitriani Fitriany Fitriany Fransiska, Rosa Berlina Fujiati, Isti Ilmiati Ginting, Sadar Hariesty Talenta Narwastu Telaumbanua Haris, Zulfan Hasaroh, Yunita Hasibuan, Anisah Hasnida Helpianus Siswanto Hondro Helpianus Siswanto Hondro Hulu, Yusuf Panserito Ika Maidah Nazli Matondang Indra Chahaya Irma Yuni Juando Juando Karota, Evi Khairunnisa Khairunnisa Kiking Ritarwan Laina Noviana Lia Mayang Sari Sijabat Lily Putri Marito Lufthiani Manalu, Ance Ria Maria Uli Marselina Saragih Meilinda Nainggolan Muhammad Ridha Haykal Amal Muhammad Sukri Tanjung Mula Tarigan Mula Tarigan Nasution, Siti Saidah Novita, Ari Nunung Sitepu Nur Hanifah Oasenea Melliany Osi Draini Purba, Jenny Marlindawani Purba, Widya Darayani Rahmah Syahfitri Reni Asmara Ariga Rika Endah Nurhidayah Rissa Restina Utami Riswani Tanjung Sairomaito Harahap Santi, Kartika Sari, Dewi Keumala Sari, Farida Linda Sembiring, Muhammad Nur Maghribi Shofi Auliya Sari Nasution Sidabutar, Icceng Sirait, Trisno Sitepu, Nunung Febriany Sitindaon, Sry Rumondang Sovie Ramadhanty Silalahi Suhesti, Tri Sumaiyah Sumaiyah Suri Mutia Siregar, Suri Mutia Tafrina Ginting Tahan, Tahan Taufik Ashar Ulfah Hidayah Almadany Ulfah Salwani Wahyuni, Arlinda Sari Winarti, Gusti Yeriska Aprillina Yeriska Aprillina Yuliani Krisna Lubis Zulfendri Zulfendri Zulhaida Lubis