Ni Komang Ari Sawitri
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM Ni Nyoman Candraningsih; Ni Putu Emy Darma Yanti; Ni Komang Ari Sawitri; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p13

Abstract

Kegiatan praktikum laboratorium merupakan tahapan pembelajaran penting dalam mempersiapkan mahasiswa keperawatan sebelum menghadapi praktik klinik pada situasi nyata. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Tim Pelaksana Penjaminan Mutu (TPPM) salah satu Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners  mengenai tingkat kepuasan terhadap praktikum pada tahun 2021-2023, masih ditemukan adanya ketidakpuasan yang cukup signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan praktikum di Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling pada 260 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen SERVQUAL dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dimensi memiliki gap negatif, yaitu tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), dan assurance (jaminan), yang mengindikasikan bahwa aspek fasilitas, pengelolaan kelas, responsivitas laboran, jumlah laboran yang tersedia, serta supervisi dosen masih perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap kegiatan praktikum. Sementara itu, dimensi empathy (perhatian) memiliki gap positif, menunjukkan bahwa perhatian dosen telah memenuhi ekspektasi mahasiswa dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan praktikum yang lebih kondusif dan efektif. Adapun saran penelitian ini diharapkan kepada institusi keperawatan dapat menjadi bahan evaluasi mengenai gambaran tingkat kepuasan mahasiswa keperawatan dalam kegiatan praktikum, guna meningkatkan kualitas pendidikan dalam membentuk calon tenaga keperawatan.
HUBUNGAN TINGKAT KESEPIAN DENGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA LANSIA DI BANJAR ABIANSOAN, KARANGASEM I Gusti Putu Eka Raditya; Ni Komang Ari Sawitri; Putu Ayu Sani Utami; Komang Menik Sri Krisnawati; Kadek Eka Swedarma
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p08

Abstract

Lansia akan mengalami beberapa perubahan baik secara fisik maupun psikososial. Perubahan yang biasanya dialami pada seorang lansia seperti masalah melemahnya tubuh, berkurangnya sistem imun, ditinggal keluarga, pasangan, dan teman-teman dapat menyebabkan lansia mengalami masalah kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu masalah psikologis yang biasanya dialami oleh lansia adalah kesepian. Masalah psikologis seperti kesepian serta perubahan fisik yang lansia alami dapat menyebabkan lansia malas untuk beraktivitas keluar rumah akibatnya risiko lansia mengalami masalah kesehatan fisik meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kesepian dengan tingkat aktivitas fisik lansia di Banjar Abiansoan Desa Bungaya Kangin Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampling menggunakan teknik aksidental sampling sebanyak 129 orang lansia berusia ≥60 tahun dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk mengukur tingkat kesepian dan PASE untuk mengukur tingkat aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden tidak merasakan kesepian sebanyak 63 (48,8%) orang lansia dan mayoritas responden memiliki aktivitas fisik sedang hingga berat sebanyak sebanyak 70 (54,3%) orang lansia. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan sig. (2-tailed) < 0,001 sehingga p-value < 0,05 dan r = -0,320, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, semakin rendah tingkat aktivitas fisik lansia. Lansia disarankan tetap melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan fisik dan memperkuat hubungan sosial untuk mencegah masalah psikososial seperti kesepian.