Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Faktor Lingkungan, Sosial Ekonomi Dan Pemukiman Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Karya Wanita Kota Pekanbaru Tahun 2026 Desi Susanti; Herniwanti Herniwanti; Sri Irianti; Yessi Harnani; Kamali Zaman; Iswadi Iswadi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.261

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a significant public health problem in Indonesia, including in Pekanbaru City, which has shown a relatively high trend of cases in recent years. TB cases in Pekanbaru remain high, with 1,685 cases in 2024 and 1,616 cases in 2025. In the working area of Karya Wanita Public Health Center, there were 58 cases, with slum areas accounting for 8.57%. This study aimed to analyze the relationship between home environmental conditions, socioeconomic factors, behavior, and settlement conditions with the incidence of tuberculosis in the working area of the Karya Wanita Public Health Center, Pekanbaru City. This study employed a quantitative analytical approach with a case-control study design. The research was conducted in the working area of the Karya Wanita Public Health Center, Pekanbaru City, from February to March 2026. The total sample consisted of 174 respondents, including 58 TB cases and 116 non-TB controls. Data were collected through interviews using questionnaires and observations of housing conditions. Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis with the Chi-square test, and multivariate analysis using logistic regression. The results showed that, in the multivariate analysis, variables significantly associated with TB incidence were house ventilation (p=0.040; OR=5.929), residential density (p=0.047; OR=4.754), type of floor (p=0.044; OR=9.707), income (p<0.001; OR=41.207), and settlement conditions (p=0.048; OR=0.164). Income was identified as the most dominant factor associated with TB incidence. Meanwhile, lighting, humidity, mask-wearing habits, education, and occupation were not statistically significant but were retained in the model as confounding variables. The logistic regression model produced a Nagelkerke R Square value of 0.773, indicating that the variables included in the model explained 77.3% of the variation in TB incidence. The study concludes that home environmental conditions and socioeconomic factors, particularly income, play an important role in the occurrence of tuberculosis. TB control efforts should focus on improving housing environmental
Analysis of Compliance with the Use of Personal Protective Equipment (PPE) among Healthcare Workers in the Emergency Department of Lirik Primary Health Care Center Risty Nanda Maisi Putri; M. Kamali Zaman; Said Mardani
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/tpkakc23

Abstract

The Emergency Department (ED) is a healthcare service area with a high risk of exposure to biological hazards, making the proper use of Personal Protective Equipment (PPE) in accordance with Occupational Health and Safety (OHS) standards essential for healthcare workers. However, non-compliance with PPE use is still frequently observed in primary healthcare facilities. This study aimed to analyze the level of healthcare workers’ compliance with PPE use in the Emergency Department of Lirik Primary Health Care Center, Indragiri Hulu Regency, in 2025. This study was conducted as a residency activity using a descriptive observational design with a risk analysis approach. The study population consisted of all healthcare workers in the Emergency Department of Lirik Primary Health Care Center. The main informant was the ED coordinator, while supporting informants included OHS officers and other healthcare workers. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, and document reviews of standard operating procedures (SOPs) and OHS reports. The variables analyzed included the level of PPE compliance and factors contributing to non-compliance. Data analysis employed a fishbone diagram to identify root causes and the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) method to determine problem priorities. The results showed that PPE compliance among healthcare workers in the Emergency Department had not yet reached an optimal level. This condition was influenced by behavioral factors, limited availability of OHS educational materials, inadequate supervision, and insufficient availability of PPE at service points. In conclusion, improving PPE compliance requires integrated interventions, including strengthening SOP implementation, providing continuous training, ensuring adequate PPE availability, and conducting routine supervision to support healthcare worker safety and the quality of emergency services.
Peningkatan Kepuasan Pengguna SIMRS iCARES Melalui Pendampingan dan Evaluasi System di RS Amalia Medika Nadya Hasnafi Inra; Hetty Ismainar; Budi Hartono; Emy Leonita; Kamali Zaman; Awaliyah Ulfa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/52dt6e38

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi operasional, mutu pelayanan, dan ketepatan dokumentasi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan untuk melakukan evaluasi penggunaan SIMRS, memberikan pendampingan kepada pengguna, mengidentifikasi kendala yang dihadapi petugas, serta menyusun rekomendasi perbaikan sistem untuk mendukung optimalisasi pelayanan rumah sakit. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi penggunaan SIMRS pada unit pelayanan, pendampingan langsung kepada tenaga kesehatan dan petugas administrasi, diskusi kelompok, identifikasi kendala penggunaan sistem, serta evaluasi terhadap beberapa modul pelayanan. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pengguna dalam mengoperasikan SIMRS serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem sesuai kondisi pelayanan di rumah sakit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SIMRS dinilai membantu mempercepat proses pelayanan, mempermudah pencatatan data pasien, serta mendukung efektivitas pekerjaan petugas. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti gangguan jaringan pada jam pelayanan sibuk, tampilan modul yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan pengguna, kesulitan pencarian rekam medis bayi, pencatatan nilai kritis, input hasil USG, serta proses rekonsiliasi obat yang belum optimal. Melalui kegiatan evaluasi dan pendampingan ini, pengguna memperoleh penguatan dalam pemanfaatan SIMRS dan rumah sakit memperoleh rekomendasi perbaikan sistem, terutama peningkatan stabilitas jaringan, evaluasi modul secara berkala, serta pengembangan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Edukasi Ergonomi Kerja Dalam Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) pada Petugas Front Office di RS Awal Bros Panam Tahun 2025 Desri Resfita; Kamali Zaman; Siti Rachmayani Emka
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/y6ev2m83

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang sering terjadi pada pekerja administrasi rumah sakit akibat postur kerja statis, penggunaan komputer berkepanjangan, dan desain workstation yang tidak ergonomis. Petugas front office sebagai garda terdepan pelayanan memiliki risiko tinggi mengalami keluhan MSDs yang berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas layanan. Tujuan untuk mengetahui gambaran keluhan MSDs dari aspek ergonomi kerja pada petugas front office di RS Awal Bros Panam tahun 2025 serta merumuskan rekomendasi pencegahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), observasi ergonomi, dan wawancara pendukung. Hasil menunjukkan bahwa 25,6% responden berada pada tingkat risiko MSDs kategori sedang, dengan keluhan dominan pada leher bagian bawah, bahu, punggung, dan pinggang. Faktor penyebab utama meliputi postur kerja tidak ergonomis, durasi duduk lama, keterbatasan micro-break, serta ketidaksesuaian kursi dan workstation dengan antropometri pekerja. Kesimpulan bahwa keluhan MSDs pada petugas front office masih signifikan dan memerlukan intervensi ergonomi komprehensif melalui edukasi ergonomi, penyesuaian workstation, penerapan micro-break, serta monitoring berkala untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kinerja pekerja.
Edukasi dan Pelatihan Pencegahan Needle Stick Injury Bagi Tenaga Laboratorium di Klinik X Donny Alfianda Putra; Kamali Zaman; Ilham Kurniawan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4m9y3435

Abstract

Insiden needle stick injury (NSI) merupakan salah satu risiko utama keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di laboratorium klinik karena berpotensi menularkan patogen yang ditularkan melalui darah. Laboratorium Klinik X sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dengan aktivitas pengambilan dan pengelolaan sampel biologis memiliki potensi terjadinya NSI yang perlu dikendalikan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengevaluasi penerapan sistem manajemen K3 dalam pencegahan NSI di Laboratorium Klinik X. Metode yang digunakan adalah kegiatan residensi dengan pendekatan observasional kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, yang dianalisis menggunakan pendekatan manajemen risiko berbasis ISO 45001, diagram fishbone, dan metode USG (urgency, seriousness, growth). Hasil menunjukkan bahwa risiko NSI dipengaruhi oleh faktor manusia, metode kerja, peralatan, lingkungan, dan sistem manajemen, dengan prioritas utama permasalahan pada sistem pelaporan dan dokumentasi insiden yang belum terintegrasi, serta penerapan SOP yang belum konsisten. Meskipun fasilitas K3 dan standar operasional telah tersedia, pengendalian risiko belum berjalan optimal secara berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan sistem manajemen risiko K3, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta perbaikan sistem pelaporan insiden berbasis standar ISO 45001 diperlukan untuk menurunkan risiko NSI dan meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium klinik.
Analisis Peran Rekam Medis yang dilakukan Perawat pada Unit Dialisis RSUD X Yorismanto Yorismanto; Budi Hartono; Ubaidillah Ubaidillah; M Kamali Zaman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.6474

Abstract

Pelayanan hemodialisis merupakan layanan kesehatan berisiko tinggi yang membutuhkan dukungan sistem informasi kesehatan yang akurat, khususnya dalam pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME). RSUD X telah menerapkan RME melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) aplikasi PILAR pada Unit Dialisis. Namun, dalam pelaksanaannya, pengelolaan RME masih dilakukan oleh perawat dialisis karena belum tersedianya petugas rekam medis yang ditempatkan secara khusus di unit tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban kerja perawat, menurunkan fokus pelayanan klinis, serta meningkatkan risiko kesalahan pencatatan data medis, terutama dengan adanya rencana pengembangan kapasitas unit dialisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengelolaan RME di Unit Dialisis RSUD X serta mengidentifikasi permasalahan dan strategi optimalisasi peran petugas rekam medis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap perawat dialisis, petugas rekam medis, kepala unit, serta pihak manajemen rumah sakit. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Problem Solving Cycle (PSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh proses pengisian RME di unit dialisis dilakukan oleh perawat, sementara petugas rekam medis belum terlibat langsung. Masalah utama yang teridentifikasi adalah ketiadaan petugas rekam medis dan belum adanya SOP pembagian tugas yang jelas. Penelitian ini merekomendasikan penempatan petugas rekam medis khusus di unit dialisis, penyusunan SOP pengelolaan RME, serta optimalisasi SIMRS sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan.
Co-Authors Agus Alamsyah Ahmad Hanafi Aldiga Rienarti Abidin Alni Diniati Apriadi Saputra Asril Asril Awaliyah Ulfa Benny Yulianto Beny Yulianto Buchari Lapau Budi Hartono chaliza bebby ewys Chirstine Vita G.P Christine Vita G.P Dendi Zulheri Desi Susanti Despitasary Despitasary Desri Resfita Djasmudin Djalal Donny Alfianda Putra Edi Sudarto Elly Satriani Harahap Erisca Feroza Estri Kartika fatimah MKM Fitri Ariani fitri mandasari Five Indah Lestari Hayana Hayana Herdian Herdian Herlina Susmaneli Herniwanti Herniwanti Hetty Ismainar Hikmah safitri Iin Rodearni Ilham Kurniawan Irham Ansya Bastian Iswadi Iswadi Jepisah, Doni Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Leon Chandra Leonita, Emy Liza Oktarina Marlina, Hastuti Medy Surtiawaty Mishbahuddin Mishbahuddin Mitra Mitra Muhamadiah Muhamadiah Mutiara Arnanda Nadya Hasnafi Inra Nila Puspita Sari Nopriadi Novita Rany Nurhapipa Nurvi Susanti Oktavia Dewi Prasika Nilasari Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Putri Hidayah Putri Nurhidayah Rahayu, Endang Purnawati Raviola Raviola Renaldi, Reno Resky Rindra Savira Retno Titi Humairoh Riri Maharani Risa Amalia Risty Nanda Maisi Putri Rustam, Musfardi Said Mardani Sangap Daniel T Santoso Santoso Santoso Santoso Santoso Sherly Vermita Sherly Vermita Warlenda Sindi Novia Safitri Siti Rachmayani Emka Sri Desfita, Sri Sri Irianti Suci Fanesa Febrilia Sulistina Sulistina Sumengen Sutomo Suryani Arif Syafrani Syafrani Syafrani Syafrani Tin Gustina Ubaidillah Ubaidillah Ummi Khomarisah Vanny Hilda Fabiola Wahyu Hidayat winda septiani Wiwiek Rismawatiningsih Yessi Harnani Yorismanto Yorismanto Yoza Rismelia Yuli Devila Yunita, Jasrida Zulfan Saam Zulkarnaini Zulkarnaini Zulmeliza Rasyid