p-Index From 2021 - 2026
12.043
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

SIMULASI USULAN ANTRIAN PADA PROSES PEMUATAN PUPUK DI PT.PETROSIDA GRESIK Abdullah Sidik; Said Salim Dahda; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.696 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2030

Abstract

Sistem operasional pada dasarnya adalah rangkaian proses yang dilakukan untuk memaksimalkan target perusahaan dan mengurangi resiko-resiko lainnya yang dapat menghambat proses pemuatan di perusahaan. Sistem operasional pemuatan sangat berpengaruh pada lingkungan sekitarnya. Kemacatan pada suatu proses pemuatan tidak saja menimbulkan kerugian, tetapi juga dapat mengganggu proses kerja secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak meluas. PT.Petrosida Gresik merupakan perusahaan pupuk yang memiliki 6 mekanisme pemuatan truck. Namun dari hasil wawancara didapati bahwa proses pemuatan tersebut dirasa masih kurang efektif yang menimbulkan antrian panjang. Padahal proses pemuatan truck tersebut dapat menganggu produktivitas perusahaan. Berdasarkan permasalahan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan perlu dilakukan analisa menentukan alternatif perbaikan/peningkatan pada bagian proses pemuatan pupuk di PT.Petrosida Gesik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan simulasi untuk merencanakan proses produksi guna memenuhi permintaan konsumen di lakukan dengan perencanaan model simulasi dari sistem nyata. Hasil simulasi sistem pengisian pada pembuatan model awal simulasi sistem sistem system pemuatan truck dari sistem nyata. Dengan output utilitas sebesar 0%, 2%, 4%, 2%, 82%, 4%. Dapat memodelkann system proses pemuatan pupuk pada truck dari ACD (Aktivity Cicle Diagram). Waktu tunggu per truck 30 menit, dari hasil Simulasi Skenario Pemuatan Pupuk di dapatkan Utilitas output sebesar 0%, 2%, 4%, 2%, 56%, 3%, sehingga dapat dikatakan bahwa pada proses pemuatan mempunyai rata-rata waktu tunggu paling lama, jumlah antrian paling banyak, sehingga mempunyai tingkat kesibukan paling tinggi yaitu 81%. Sedangkan untuk perbaikan pada proses pemuatan harus dilakukan penambahan SDM yang sebelumnya 2 SDM ditambah 1 SDM menjadi 3 SDM dan sehingga hasilnya dapat merubah nilai tersebut yang kurang efektif menjadi lebih efektif dari 81% menjadi 59%
ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN BLOWING DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN (STUDI KASUS : UD. KARUNIA PLASTIK) Mughni Murtadlo; Deny Andesta; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.61 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2616

Abstract

Pemeliharaan dan penanganan mesin yang tidak tepat dapat menyebabkan menurunnya tingkat produktivitas dan efisiensi mesin. UD. Karunia Plastik merupakan perusahan yang memproduksi plastik kemasan. Mesin yang beroperasi secara terus menerus dituntut dapat memenuhi target yang telah di tetapkan dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Namun seringkali proses produksi terhambat akibat terjadinya kerusakan komponen mesin. Penelitian ini menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) sebagai langkah memperbaiki permasalahan yang ada. OEE digunakan untuk mengetahui nilai efektifitas mesin dan penyebab masalah dapat diselesaikan dengan menggunakan FMEA. Penelitian yang dilakukan pada Desember 2017 – Februari 2018 menghasilkan nilai Availability sebesar 84,57%, nilai Performance sebesar 82,49%, nilai Rate Of Quality sebesar 92,88% dan didapatkan nilai OEE 64,79%. Kemudian dilanjutkan dengan pengukuran OEE Six Big Losses untuk mengetahui besarnya efisiensi yang hilang pada keenam faktor Six Big Losses. Dari keenam faktor tersebut Idle and Minor Stoppages Losses adalah faktor terbesar yaitu sebesar 41,34% , kemudian di ikuti Reduced Speed Losses 30,22%, Setup and Adjusment Losses 12,22%, Defect Losses 4,96%, Equipment Failure Losses 3,21% dan Reduced Yield 0%. Berdasarkan analisis menggunakan FMEA, dapat diketahui bahwa penyebab kegagalan yang akan diperbaiki sesuai urutan prioritas adalah Mengganti komponen mesin yang sudah tua dan pemeliharaan mesin berkala.
PENDEKATAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL DENGAN KOMBINASI OHSAS 18001 DI SEKSI FABRIKASI PT. XYZ Muhammad Afifuddin; Deny Andesta; Said Salim Dahda
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.968 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2828

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa logistik dan fabrikasi. Dalam melakukan pekerjaan difabrikasi tak lepas dengan potensi bahaya dan risiko mulai dari pekerjaan marking cutting, welding, grinding, finishing painting yang nantinya menimbulkan kecelakaan kerja. Maka kesehatan dan keselamatan kerja lebih diutamakan dalam pekerjaan ini. Diketahui bahwa selama bulan April-Desember 2018 terjadi 17 near miss kecelakaan kerja dengan total jumlah 30-50 pekerja. Penelitian ini menganalisis potensi bahaya menggunakan metode Hazard Identification Risk Assesment And Risk Control dengan kombinasi OHSAS 18001, dimana metode ini digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko bahaya dan pengendalian risiko, bertujuan untuk meminimalisir atau mencegah terjadinya kecelakaan kerja di masa yang akan datang. Dari penilaian risiko yang telah dilakukan, diklafikasikan menjadi 4 level yaitu extreme risk, high risk, medium risk dan low risk. Hasil penelitian ini menunjukkan pada proses marking cutting terdapat 2 bahaya extreme risk, 4 bahaya high risk, 4 bahaya medium risk dan 6 bahaya low risk. Pada proses welding terdapat 2 bahaya extreme risk, 4 bahaya high risk, 6 bahaya medium risk dan 2 bahaya low risk. Pada proses grinding terdapat 5 bahaya extreme risk, 4 bahaya high risk, 4 bahaya medium risk dan 2 bahaya low risk. Dan pada proses finishing painting terdapat 3 bahaya extreme risk, 2 bahaya high risk, 2 bahaya medium risk dan 2 bahaya low risk. Kemudian dilakukan pengendalian dengan menggunakan acuan OHSAS 18001 meliputi: eliminasi, subtitusi, pengendalian teknis, pengendalian administratif dan alat pelindung diri
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK KERUPUK DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE TAGUCHI DI SENTRA PRODUKSI KERUPUK IKAN DESA SROWO Muhammad Syarif Hidayatullah; Pregiwati Pusporini; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.247 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2621

Abstract

Kerupuk ikan yang berada di Desa Srowo masih belum memiliki standar proses produksi yang tepat, sehingga sering terjadi keluhan dari para pelanggan mengenai cacat pada kerupuk ikan diantaranya seperti remuk, bantat dan tekstur yang kasar. Metode taguchi adalah metode yang digunakan perbaikan dan pengendalian kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerupuk dengan mengidentikasi faktor dan level yang berpengaruh supaya dapat meminimalisir cacat pada kerupuk ikan. Faktor-faktor yang diguanakan antara lain pengukusan, pengirisan, pengeringan pertama, pengeringan kedua dan penggorengan. Level yang digunakan yaitu 2 level dengan karakteristik kualitas yang digunakan pada cacat remuk dan bantat adalah STB (Small The Better). Dan pada cacat tekstur adalah LTB (Large The Better). Perbandingan faktor dan level yang terpilih pada respon defect remuk yaitu pengukusan (40 menit), pengirisan (3 mm), pengeringan pertama (13 jam), pengeringan kedua (12 jam) dan penggorengan (30 detik). Perbandingan faktor dan level yang terpilih pada respon defect bantat yaitu pengukusan (30 menit), pengirisan (3 mm), pengeringan pertama (14 jam), pengeringan kedua (12 jam) dan penggorengan (30 detik). Perbandingan faktor dan level yang terpilih pada respon defect tekstur yaitu pengukusan (40 menit), pengirisan (3 mm), pengeringan pertama (14 jam), pengeringan kedua (12 jam) dan penggorengan (30 detik)
PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PADA KUALITAS PRODUK SONGKOK Norman Isawega; Pregiwati Pusporini; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.638 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2026

Abstract

Songkok atau kopyah merupakan sebuah tambahan pemanis dalam beribadah khususnya di Indonesia. Ketidaksesuaian songkok dengan ktriteria keinginan konsumen merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan kualitas produk songkok tersebut. Akibat dari songkok yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen, mengakibatkan konsumen tidak merasa puas terdahap produk tersebut dan dapat mengakibatkan pelanggan beralih ke produk lain yang sudah sesuai dengan kriteria konsumen. Dalam penelitian ini membahas tentang analisa kualitas produk songkok di salah satu perusahaan, analisa produk songkok yang berkualitas sesuai dengan atribut keinginan konsumen dan sesuai dengan pengkatagorian Model Kano. Metode yang digunakan dalam Analisa songkok menggunakan metode pengkatagorian Model Kano dan QFD (Quality Function Deployment). Untuk data Kano dan QFD menggunakan penyebaran prakuisioner pendahuluan untuk mencari pengkatagorian konsumen dan selanjutmya penyebaran kuisioner untuk atribut produk songkok, kemudian dilakukan penyebaran kuisioner kedua untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan atribut produk songkok serta penyebaran kuisioner untuk mengetahui kepuasan dan kepentingan pesaing. Untuk data penyebaran kuisioner dilakukan penyebaran sebanyak 90 dari konsumen maupun pelanggan. Berdasarkan pengolahan data kuisioner dengan bantuan Metode Kano dan metode QFD (Quality Function Deployment) maka didapatkan kebutuhan yang diinginkan konsumen berdasarkan urutan raw weight konsumen dari yang pertama sampai yang terakhir label merk songkok (0,087).
Analisis Efektivitas Mesin Injection Moulding Menggunakan Metode OEE dan FMEA (Studi Kasus di PT. Cahaya Bintang Plastindo) May Dian Susanto; Deny Andesta; Moh. Jufriyanto
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.763 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3685

Abstract

PT Cahaya Bintang Plastindo salah satu perusahaan yang memproduksi plastik kebutuhan rumah tangga.Produki plastik yang dihasilkan seperti meja,kursi,almarii dan peralatan rumah tangga lainya,untuk memproduksi plastik dinbutuhkan mesin injection sebagai alat untuk proses produksiUntuk mengetahui tingkat efektivitas mesin injection moulding dilakukan pengukuran menggunakan metode OEE. Metode OEE memiliki tiga faktor utama dalam OEE yaitu Avaibility, Performance Efficiency, dan Quality Product. Jika nilai OEE belum memenuhi standart nilai kelas dunia, maka dilakukan perhitungan Six Big Losses, kemudian dilakukan menggunakan fishbone diagram.Tingkat Efektivitas mesin injection moudling, dilihat berdasarkan perhitungan OEE. Rata-rata nilai OEE mesin injection moulding sebesar 63,27%, hasil tersebut belum memenuhi standart nilai OEE kelas dunia. Hasil dari sixx big losses dan analisis fishbone diagram menunjukan bahwa faktor terbesar yang mempengaruhi mesin tersebut adalah Breakdown Losses dan Reduce Speed Losses
PENERAPAN METODE AHP DAN TOPSIS PADA PERANGKINGAN SUPPLIER BAHAN BAKU PLATE PEMBUATAN HOPPER (Studi Kasus: PT Semen Indonesia Logistik) Dhimas Safaatur Rochman; Deny Andesta; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.245 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2031

Abstract

PT Semen Indonesia Logistik adalah sebuah perusahaan dalam bidang usaha barang industri. Dimana di dalam perusahaan tersebut memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh sebuah industri, baik kontruksi, akomodasi dan lain-lain yang berhubungan dengan barang industri. Perusahaan ini terkadang mempunyai masalah pada bahan baku(plate) produksi, yaitu sering terlambatnya kedatangan bahan baku(plate) dari supplier. Supplier tersebut adalah PT Krakatau Steel, PT Gunung Raja paksi, PT Gunawan Dianjaya Steel. Dari keterlambatan tersebut akan berakibat terganggunya proses produksi di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria, subkriteria dan supplier terbaik dengan pembobotan dan perangkingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AHP digunakan pembobotan terhadap kriteria, subkriteria dan TOPSIS untuk perangkingan. Nilai yang didapat dari hasil kuesioner oleh 3 orang responden. Hasil dari penelitian ini terdapat 9 kriteria dan 23 subkriteria. Dari hasil pembobotan dengan AHP kriteria terbesar adalah kriteria kualitas (0,29), sedangkan dari metode TOPSIS rangking terbesar adalah PT Gunawan Dianjaya Steel dengan nilai preferensi 0.521447. Supplier terbaik harus memiliki jarak terdekat dari solusi ideal positif (0.39281) dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif (0.428019) dibanding supplier lainnya.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE MULTI-OBJECTIVE FUNCTION DAN SIMULASI ARENA Rizaldi Syargawi; Deny Andesta; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1759.362 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2617

Abstract

PT. Sumber Urip Sejati adalah perusahaan yang bergerak di bidang karoseri dan juga distributor velg. Dalam produksi trailer ada beberapa tahap untuk menghasilkan sebuah produk trailer, yaitu tahap perakitan, tahap pengecatan dan tahap perakhir adalah tahap pemasangan aksesoris. Tata letak PT. Sumber Urip Sejati memiliki kekurangan yaitu layout yang tidak menguntungkun dalam segi material handling. Pada metode MOF (Multi_Objective Function) pengatuiran site layout harus mempunyai data berupa jarak dan juga frekuensi penggunaan fasilitas untuk melakukan perhitungan demi mendapatkan site layout yang maksimal. Pada metode MOF terdapat 2 variabel yang biasanya digunakan pada metode ini yaitu Travel Distance (TD) dan Safety Index (SI). Pada penelitian ini juga meggunakan Arena untuk mengetahui performa layout awal dan layout usulan. Dari hasil penelitian bahwa dalam penelitian ini terjadi pengurangan jarak perpindahan material dari layout awal sebesar 47786 meter menjadi 44066 meter pada layout usulan dan juga pada layout usulan terjadi penurunan nilai Safety Index dari layout awal sebesar 1649,9 menjadi 1626,4.
PERENCANAAN PENJADWALAN PERAWATAN MESIN WHEEL LOADER DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE DI PT. SWADAYA GRAHA Muhamat Rizal Abidin; Said Salim Dahda; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 1 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.244 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i1.3221

Abstract

PT Swadaya Graha merupakan anak perusahan dari PT Semen Indonesia Tbk yang merupakan perusahan yang memproduksi semen. Tugas dari PT Swadaya Graha adalah untuk mengelola dan mempelihara alat – alat berat jenis Wheel loader. Permasalahan yang terjadi pada pengelolaan adalah tidak tercapainya rencana jam operasional dari wheel loader dikarenakan waktu downtime yang tinggi dan tidak adanya penjadwalan untuk perawatan mesin wheel loader. Permasalan ini akan di selesaikan menggunakan pendekan Reliability Centered Maintenance (RCM) dengan pengaplikasian dari FMEA untuk mengetahui mode kegagalan dan efek dari kegagalan kemudian menentukan komponen kritis. Logict Tree Analysis digunakan untuk mengategorikan mode kegagalan kebeberapa kategori kemudian pemilihan tindakan atau Task Selection. Setelah itu menentukan interval perawatan dari komponen kritis yang optimal dengan perhitungan Total Minimum Downtime (TMD). Hasil pengolahan data dari FMEA terdapat 28 komponen dari 28 jenis kegagalan. Terdapat 4 komponen yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu yaitu Pump Hydroulic, Block engine, Radiator dan Bostpump. Hasil dari proses RCM penjadwal perawatan dan pemilihan tindakan untuk komponen Pump Hydroulic masuk dalam kategori A (safety problem) dengan pemilihan tindakan yaitu CD/ Conditional Direted dengan perencanaan penjadwalan perawatan 52 hari. Komponen Block Engine masuk dalam kategori B (Outage problem) dengan pemilihan tindakan yaitu CD/ Conditional Direted perencanaan penjadwalan perawatan 58 hari. Komponen Radiator masuk dalam Kategori A (safety problem) dengan pemilihan tindakan yaitu CD/ Conditional Direted perencanaan penjadwalan perawatan 18 hari. Komponen Bostpump masuk dalam kategori B (outage problem) dengan pemilihan tindakan yaitu CD/ Conditional Direted perencanaan penjadwalan perawatan 16 hari
Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Limbah B3 (Studi Kasus: PT. PJB UP Gresik) Imroatul Fadlilah; Deny Andesta; Said Salim Dahda
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 1 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.471 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i1.3179

Abstract

Sejak tahun 2011, industri di dunia sedang memasuki era Industri 4.0, dimana semua kegiatannya memanfaatkan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Sejalan dengan hal tersebut, PT PJB UP Gresik memiliki rencana jangka panjang perusahaan yang mendukung pada peningkatan digitalisasi perusahaan, demi tercapainya kinerja yang cepat, akurat dan efisien. Disisi lain, untuk pencatatan kegiatan pengelolaan limbah B3 masih dilakukan secara manual diatas kertas sebanyak 480 menit atau 37,2% dari total alokasi waktu. Pencatatan manual menyebabkan terupdatenya data yang disimpan menjadi lebih lama. Selain itu, metode pencatatan tersebut tidak sesuai dengan era sekarang, sehingga perlu dibuat manajemen data dengan sistem informasi berbasis Website. Pembuatan sistem informasi ini dapat meningkatkan fleksibilitas perusahaan untuk menyimpan dan memperoleh data tentang limbah B3 yang masuk maupun keluar dari gudang limbah B3, serta dapat memberikan penghematan waktu pekerjaan pengelolaan limbah B3 sebanyak 1035 menit dalam setahun
Co-Authors Abdul Azis Alghushan Abdul Lathif Abdullah Sidik Abdulloh Faqih Achmad Firdaus Achmad Najibur Rochman Achmad Rizal Firmansyah Achmed Ersyad Luthfi Fahmi Agung Dharma Eka Ahmad Husamuddin Ahmad Sukma Amrul Mukmin Ahmad Taqqiyuddin Ahmad Ubaidis Sholihin Akhmad Wasiur Rizqi Aldi Refi Magriza Alfarisyi, Salman Alif Rachmad Hidayatullah Andi Rahmad Rahim Angga Prasetyo Tanto Ardiansyah Armawan Ardin Ardiansyah Ari Diharto Ari Septian Cahyadi Arif, Muhammad Wildan Baad, Muhammad Fairuz Bagus Wahyu Prayoga Bimby Khrisdamara Bisri, Mochammad Hasan cholis majid Chusnul Khotimah Denni Aditama Eko Samsudin Dhartikasari Priyana, Efta Dhartikasari, Efta Dhidu Usrin Yadani Dhidu Usrin Yadani DHIMAS ADI PUTRA Dhimas Indra Saputra Dhimas Safaatur Rochman Dian Safitri Diharto, Ari Dimas Latif Rohman Putra Dwi Putri Fajar Dzakiyah Widiyaningrum Dzakiyah Widyaningrum Dzulfikar Fauzi, Ahmad Efta Dhartikasari Efta Dhartikasari Priyana Efta Dhartikasari Priyana Eko Budi Leksono Elly Ismiyah Fajarillah, Agung Futurhesa, Dwi Anggraini Ghofur, M. Abdul Hanif Rahma Saputra Hendra Pratama Herlambang Adriano, Moh Kevin Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Imroatul Fadlilah Iwa Pramudya iwan fauzi sutiono Kharis Dianto Khusnul Ma’arif Kurniawan Kurniawan M. Afdholul Fikri M. Bachmid, Zainal Abidin Ma'arif, Muhammad Syafiqul Maulana Aldi Pratama Maulana, Putra Arif May Dian Susanto Maya Eka A Mirza Firdiansah Isnanta Moch Nuruddin Moch Nuruddin, Moch Moch Nurul Iqbal Al Farizi Moch Rizky Ramadhan Moch. Nuruddin Moch. Nurul Iqbal Alfarizi Mochamad Henry Cipta Dinata Mochammad Anshori Mochammad Nuruddin Moh. Dian Kurniawan Moh. Fikri Pratama Moh. Jufriyanto Moh. Jufriyanto Mohammad Fachrurrozi Adi Mohammad Fachrurrozi Adi Mohammad Ikhwan Nudin Mohammad Rizal Muchammad Dio Indranata Mughni Murtadlo Muhamat Rizal Abidin Muhammad Afifuddin Muhammad Ainul Yaqin Muhammad chabibi aziz Muhammad Dhomiri Muhammad Firman Afandi Muhammad Ighfir Romadhoni Muhammad Ikhlasul Amal Muhammad Indra Rizaldi Muhammad Isma'il Muhammad Maulidun Na’am Muhammad Rif'an Muhammad Rizky Surya Aistiawan Muhammad Syarif Hidayatullah Muhammad Zainuddin Fathoni Mustafa, Falah Najib, Muhammad Abdullah Najiyatul Qonita Nasir, Macdevis Alala Nina Aini Mahbubah Norman Isawega Noviyatur R Nur Fauziyah Nurfadi, Mohammad Ridho nuruddin, mochammad Okta Mardatillah Oqni Huda Nur Qodzbari Pradana, Hafidz Lingga Allen Prasmana, Muhammad Farid Prayoga Rizky Hermawan Pregiwati Pusporini Putri, Dias Ratna Rahmat Nova Andi Priantoro Ramadhon, Mohammad Ahasanul Rifki Rizkina Arifin Rizaldi Syargawi Rizki Fajar Nugroho Said Salim Dahdah Sajidin, Mochammad Afif Salim Dahda, Said Salsabila, Cindy Aulia Sara Ramadona Setyo, Faris Aulia Dwi Sidah Sidah Siti Inayah Soffiana Agustin, Soffiana solikhin solikhin Sukaris Surya Putri kiara Santi Syaputra, Gilang Taufan A. Pradana Thezar Alfarozi thoyyibul hikam Tri Rahmawati Tsaqofi Bintang Muslimah Tsaqofi Bintang Muslimah Wijaya, Bagas Satria Wiranaka, Johan Yanuar Pandu Negoro Yanuar Pandu Negoro