Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Program Agrosolution Dalam Meningkatkan Hasil Produksi Kelapa Sawit di Kelompok Tani KUD Kumbang Jaya : studi kasus : Kelompok Tani KUD Kumbang Jaya di Desa Sidomakmur, Kabupaten Banyuasin sastya azzahra; Fildza Arief Syuhada; Andi Alatas; Roni Jarlis; Juli Supriyanti
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 11 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v11i1.26614

Abstract

Abstract This study evaluates the effectiveness of the Agrosolution Program in optimizing oil palm productivity among farmer groups under the KUD Kumbang Jaya cooperative in Sidomakmur Village, Banyuasin Regency. The research is driven by the phenomenon of low yields in smallholder plantations, triggered by barriers to high-quality production inputs, delayed technology adoption, and a lack of continuous technical guidance. As a strategic solution, the Agrosolution Program, initiated by PT Pupuk Indonesia, employs an ecosystem-based approach that integrates technical assistance, provision of superior agricultural inputs, accessible financing, and marketing guarantees. Methodologically, this research adopts a descriptive quantitative design involving 94 oil palm farmers selected through purposive sampling. Primary data collected via observations and questionnaires were analyzed using a multiple linear regression model to examine variable effects both partially and simultaneously. The findings confirm that the Agrosolution Program intervention significantly impacts production enhancement. Specifically, technical assistance and fertilization technology emerge as the primary contributors with a significant influence, while the offtaker’s role shows a positive trend, though statistically it has not yet reached a dominant significance level. The R2 value indicates that the combination of variables in the model accounts for 47% of the variation in farmer production. Furthermore, comparative analysis confirms a substantial leap in productivity after farmers adopted the Agrosolution scheme. These results demonstrate that the program is an effective instrument for strengthening the independence and production capacity of smallholder oil palm farmers in the region. Keywords: Agrosolution Program, production, oil palm, farmer groups, cooperative. Abstrak Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Program Agrosolution dalam mengoptimalkan produktivitas kelapa sawit pada kelompok tani di bawah naungan KUD Kumbang Jaya, Desa Sidomakmur, Kabupaten Banyuasin. Studi ini berangkat dari fenomena rendahnya hasil panen kebun rakyat yang dipicu oleh hambatan akses terhadap sarana produksi berkualitas, keterlambatan adopsi teknologi, serta minimnya bimbingan teknis yang kontinu. Sebagai solusi strategis, Program Agrosolution dari PT Pupuk Indonesia hadir dengan pendekatan ekosistem yang mengintegrasikan pendampingan teknis, penyediaan input pertanian unggul, kemudahan pembiayaan, hingga jaminan pemasaran. Secara metodologis, penelitian ini menerapkan desain kuantitatif deskriptif terhadap 94 petani kelapa sawit yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data primer yang dihimpun melalui observasi dan kuesioner diolah menggunakan model regresi linier berganda guna menguji pengaruh variabel secara parsial maupun simultan. Temuan penelitian menegaskan bahwa intervensi Program Agrosolution berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi. Secara spesifik, variabel pendampingan teknis dan teknologi pemupukan menjadi kontributor utama yang berpengaruh nyata, sementara peran offtaker menunjukkan tren positif meskipun secara statistik belum mencapai level signifikansi yang dominan. Nilai R2 menunjukkan bahwa kombinasi variabel dalam model mampu menjelaskan 47% variasi produksi petani. Lebih lanjut, analisis komparatif mengonfirmasi adanya lompatan produktivitas yang nyata bagi petani setelah mengadopsi skema Agrosolution. Hasil ini membuktikan bahwa program tersebut merupakan instrumen yang efektif dalam memperkuat kemandirian dan kapasitas produksi petani kelapa sawit rakyat di wilayah tersebut. Kata kunci: Program Agrosolution, produksi, kelapa sawit, kelompok tani, KUD.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Agroindustri UMKM Kalamai Urang Awak di Muaro Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Elma Inesia Situmorang Lamris simajuntak; Juli Supriyanti; Fildza Arief Syuhada; Roni Jarlis; Andi Alatas
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 11 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v11i1.26636

Abstract

This study aims to analyze the income generated by the Kalamai Urang Awak MSME in Nagari Muaro, Sijunjung District, and to assess the business feasibility of its agro-industrial opeRations. The research is driven by the strategic role of agro-industrial MSMEs in the regional economy and the importance of preserving traditional culinary products like kalamai, which possess significant cultural value and economic potential despite challenges in production efficiency and financial management. The method employed is descriptive quantitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Business feasibility is measured using the Revenue-Cost Ratio (R/C Ratio), Break-Even Point (BEP), Payback Period (PP), and Net Present Value (NPV) indicators. The results show that Kalamai Urang Awak generates a monthly net income of Rp59,077,403 from a total revenue of Rp88,920,000, with production costs amounting to Rp29,842,597. The feasibility analysis indicates an R/C Ratio of 2.98, a production BEP of 180 packages per month, and a Payback Period of 1.43 indicating capital recovery within 1 year and 5 months which is well below the actual monthly production of 4,446 packages. Furthermore, the NPV is positive at Rp750,801,087 with a 10% discount rate. Based on these findings, it can be concluded that the Kalamai Urang Awak business is highly profitable and feasible for further opeRation and development as a leading agro-industrial enterprise.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PRODUKSI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PT HINDOLI (STUDI KASUS DI ESTATE TANJUNG DALAM) Abdul Khafidh Siddiq Siregar; Fildza Arief Syuhada; Roni Jarlis; Andi Alatas
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/ejmrsx92

Abstract

Investasi pada sektor perkebunan kelapa sawit menuntut komitmen modal jangka panjang dengan eksposur risiko yang tinggi terhadap volatilitas pasar global dan dinamika agronomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif kelayakan finansial produksi Tandan Buah Segar (TBS) pada salah satu perusahaan perkebunan swasta di Provinsi Sumatera Selatan, dengan fokus khusus pada fase transisi investasi peremajaan tanaman (replanting). Melalui pendekatan studi kasus yang mendalam, penelitian ini mengintegrasikan data historis operasional tahun fiskal 2019-2025 dengan proyeksi finansial hingga tahun 2029, menggunakan tingkat diskonto 8,75% yang merefleksikan biaya modal dan premi risiko sektor agribisnis. Analisis dilakukan menggunakan instrumen Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Profitability Index (PI), serta dilengkapi dengan analisis sensitivitas untuk menguji ketahanan proyek terhadap guncangan harga eksternal. Temuan empiris pada skenario dasar (base case) dengan horizon waktu lima tahun mengungkapkan bahwa proyek mengalami tekanan likuiditas yang signifikan, ditandai dengan NPV negatif sebesar Rp34,48 miliar, IRR 4,89%, dan PI 0,909. Kondisi ini merefleksikan beban arus kas keluar yang masif untuk belanja modal (CAPEX) replanting di tengah absennya pendapatan dari tanaman belum menghasilkan. Namun, analisis sensitivitas memberikan perspektif yang kontras; kenaikan harga TBS sebesar 50% yang didorong oleh siklus komoditas atau kebijakan energi nasional mampu mentransformasi kelayakan proyek secara radikal, menghasilkan NPV positif Rp293,9 miliar dan IRR 37,25%. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun indikator finansial jangka pendek tertekan akibat siklus investasi biologis, fundamental proyek tetap solid dengan elastisitas profitabilitas yang tinggi terhadap momentum harga pasar. Penelitian ini merekomendasikan strategi manajemen risiko harga (hedging) dan efisiensi biaya input sebagai mitigasi utama.
IMPLEMENTASI QRIS (QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI TRANSAKSI PELAKU AGRIBISNIS DI NAGARI MUARO, KECAMATAN SIJUNJUNG, KABUPATEN SIJUNJUNG Fatihatul Rahmad, Arief; Roni Jarlis, Roni Jarlis; Alatas, Andi; Arief Syuhada, Fildza
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/q4rj5p35

Abstract

Perkembangan sistem pembayaran saat ini menunjukkan pergeseran dari metode konvensional menuju transaksi non-tunai, salah satunya melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS merupakan standar pembayaran nasional berbasis kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dengan tujuan menciptakan sistem transaksi yang lebih efisien, aman, serta terintegrasi dalam satu platform. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana implementasi QRIS mampu meningkatkan efisiensi transaksi pada pelaku agribisnis di Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan skala Likert. Populasi penelitian meliputi seluruh pelaku agribisnis di Nagari Muaro yang telah memanfaatkan QRIS dalam kegiatan usahanya, dengan jumlah responden sebanyak 18 pelaku usaha. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, di mana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Dalam penelitian ini, variabel independen adalah implementasi QRIS yang diukur melalui beberapa indikator, yaitu kondisi lingkungan, hubungan dengan institusi, ketersediaan sumber daya, serta karakteristik institusi pelaksana. Sementara itu, variabel dependen adalah efisiensi transaksi yang diukur berdasarkan indikator kecepatan transaksi, kelancaran proses pembayaran, efisiensi biaya, serta ketepatan dalam pencatatan transaksi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perhitungan indeks persentase serta bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QRIS pada pelaku agribisnis di Nagari Muaro memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan efisiensi transaksi. Hal ini ditunjukkan oleh percepatan waktu transaksi, kemudahan dalam proses pembayaran, penurunan biaya operasional, serta meningkatnya akurasi dalam pencatatan transaksi. Dengan demikian, implementasi QRIS berperan penting dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran serta meningkatkan kinerja usaha agribisnis, khususnya di wilayah pedesaan.