Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

CONTRIBUTION OF PPKN TEACHERS TO POLITICAL EDUCATION THROUGH PPKN INSTRUCTION AT STATE MIDDLE SCHOOL 6 TERNATE Noe, Wahyudin; Adnan, Mardiana; Misrina, Misrina; Wicaksono, Muhammad Arif; Djohra, M. Rifaldi A.
Jambura Journal Civic Education Vol 5, No 2 (2025): Vol.5 No.2 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v6i2.34849

Abstract

Engagement in political activities reflects a high degree of citizencomprehension and awareness in achieving democracy.Consequently, political education within PPKn lessons in schools iscrucial for enhancing students' understanding and politicalconsciousness as young citizens, who are anticipated to activelyengage in politics in the future. This research seeks to explore therole of educators in delivering political education through PPKninstruction at SMP Negeri 6 Ternate. This investigation is adescriptive qualitative study. The findings reveal that: 1) Teachersplay a role in political education within PPKn lessons by: a)encouraging student participation by allowing them to voice theiropinions, b) instilling democratic values and independence, and c)fostering democratic attitudes among students; 2) Factors affectingteachers in delivering political education include teacher quality andschool support, such as learning facilities and a conducive sociallearning environment; and 3) Student feedback on the politicaleducation provided through PPKn lessons is very positive, as it helpsstudents become more confident and courageous in expressing theirviews, enhances critical thinking and civic awareness, and boostsstudent interaction and collaboration.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Indriani Hamka; Wahyudin Noe; Syaharuddin Syaharuddin; Irwan Abbas
Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2025): PAKIS, Maret 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pakis.v5i1.15036

Abstract

Cooperative learning encourages students to work together in a group to achieve learning objectives. This study aims to determine the effectiveness of the Student Teams Achievement Division (STAD) type cooperative learning model in improving learning outcomes on the material of the Gotong Royong Citizenship Project in class X IPA SMA Negeri 35 South Halmahera. The method used is Classroom Action Research (PTK) with research subjects as many as 31 students. Data obtained through documentation, tests, and observations was analyzed descriptively. The results showed a significant increase from cycle I to cycle II. Participants' learning activities increased from 46% (sufficient category) to 83% (very good category). Learning evaluation results also showed improvement: from only six learners (19%) who passed in cycle I to 29 learners (94%) in cycle II, with the average score increasing from 48 to 81. These findings support the effectiveness of the STAD model in improving participation and learning outcomes.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER MANDIRI ANAK SUKU BAJO DI DESA LALUIN HALMAHERA SELATAN Udi Murad; Wahyudin Noe; Camellia; Dyla Fajhriani N
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.113

Abstract

Suku Bajo dikenal sebagai suku yang erat dengan kehidupan laut. Pola interaksi suku ini terpusat di laut dan laut sebagai sumber kehidupan mereka. Sejak kecil, anak-anak suku ini diajarkan mengenai tehnik berenang, menyelam, serta memancing sehingga memiliki keterampilan mencari kehidupan dari hasil laut. Namun di sisi lain, tingkat kemandirian anak dalam hal menuntut ilmu masih rendah karena kurangnya dorongan dan motivasi orang tua terhadap pendidikan anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kondisi demikian sebagaimana terjadi di masyarakat desa Laluin kecamatan Kayoa Selatan kabupaten Halmahera Selatan. Hal tersebut disebabkan pola asuh orang tua yang belum optimal dalam mengembangkan karakter mandiri anak terlebih pada pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai pola asuh orang tua Suku Bajo dalam membentuk karakter mandiri anak di desa Laluin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasilnya menggambarkan bahwa: 1) pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak suku Bajo di desa Laluin dilakukan dalam pola asuh otoriter, permisif, ataupun demokratis; 2) faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua dalam membentuk karakter mandiri anak suku Bajo di desa Laluin, diantaranya: a) tingkat pendidikan orang tua, dan b) status ekonomi dan pekerjaan orang tua.   The Bajo tribe is known as a tribe that is close to marine life. This tribe's interaction pattern is centered on the sea and the ocean as their source of life. Since childhood, the children of this tribe are taught swimming, diving and fishing techniques so that they have the skills to earn a living from sea products. However, on the other hand, the level of independence of children in terms of studying is still low due to a lack of parental encouragement and motivation for their children's education to continue their education to a higher level. This condition occurs in the community of Laluin village, South Kayoa subdistrict, South Halmahera district. This is due to parents' parenting patterns which are not yet optimal in developing children's independent character, especially in formal education. This research aims to obtain descriptive information regarding the parenting patterns of Bajo parents in forming the independent character of children in Laluin village. This research is qualitative research with a case study method. The results illustrate that: 1) parents' parenting patterns in shaping the character of Bajo children in Laluin village are carried out in authoritarian, permissive or democratic parenting patterns; 2) factors that influence parents' parenting patterns in shaping the independent character of Bajo children in Laluin village, including: a) parents' education level, and b) parents' economic and employment status.
Penyuluhan Pencegahan Bullying dan Narkoba Berbasis Kemitraan Untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 5 Ternate Andi Tenri Pada Agustang; Rusman Rasyid; Wahyudin Noe; Sasmayunita Sasmayunita; Muhammad Ali Wahid; Umihani Naser; Yusri N Syamsudin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1553

Abstract

Perilaku Bullying (perundungan) dan Narkoba yang terjadi di dunia pendidikan khususnya siswa perlu mendapat perhatian serius agar tidak berkembang. Kedua perilaku negatif tersebut dapat berdampak buruk baik bagi pelaku, korban, sekolah, orang tua, maupun masyarakat. Pentingnya sosialisasi atau penyuluhan di sekolah khususnya SMA Negeri 5 Kota Ternate sebagai tindakan preventif untuk memberikan edukasi kepada para siswa dalam rangka mencegah dan menjauhkan diri dari perilaku menyimpang, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, inklusif, sehat, serta berprestasi. Metode yang digunakan pada kegiatan penyuluhan adalah ceramah dan diskusi. Hasilnya menggambarkan bahwa kegiatan peyuluhan Pencegahan Bullying dan Narkoba Berbasis Kemitraan untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila sangat bermanfaat bagi siswa guna menambah pengetahuan, pengalaman, serta membentuk karakter yang baik berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai bekal dalam menghadapi tantangan era disrupsi dan meraih masa depan yang cerah. Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dengan indikator keberhasilan dilihat dari aspek kehadiran mencapai 100% dan partisipasi yang tinggi dalam memberikan suatu pandangan terhadap topik yang dibahas.
PENGUATAN CIVIC LITERACY BERBASIS KARAKTER, MULTIKULTURAL, DAN GREEN EDUCATION Wahyudin Noe; Yunisca Nurmalisa; Anwar Nada
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 4 No 1 May 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v4i1.38789

Abstract

This community service activity, in the form of a guest lecture involving students of the Civics Education Study Program at the University of Lampung, aimed to analyze the integration of Civics Education, character education, and multicultural education based on green education in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). This activity employed an educational and participatory approach through material delivery and interactive discussions. The results of this activity contributed to improving participants' understanding of the concept of citizenship and environmental character values, as well as fostering multicultural awareness and environmental concern. The activity ran smoothly and successfully, as indicated by high enthusiasm from participants in listening to the material and high interaction throughout. Furthermore, this activity can contribute to the achievement of the SDGs in the areas of quality education (SDG 4), climate (SDG 13), peace (SDG 16), and partnership (SDG 17). The integration of Civics Education, character education, and multicultural education based on green education creates a holistic and transformative learning model that addresses the challenges of the times.
PENERAPAN MODEL TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA LAPBOOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SD NEGERI 50 KOTA TERNATE Nurul Sandi; Wahyudin Noe; Selvi Wulandari
Jurnal PGSD Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal PGSD Volume 12 (1) Januari-Juni 2026
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v12i1.8695

Abstract

Rendahnya minat belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 50 Kota Ternate pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila disebabkan oleh model pembelajaran yang kurang inovatif dan partisipasi siswa yang pasif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Talking Stick berbantuan media Lapbook. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 23 peserta didik kelas IV. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis berdasarkan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta skor minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ketuntasan klasikal minat belajar dari 43,47% pada Siklus I menjadi 86,95% pada Siklus II, berhasil melampaui indikator keberhasilan 81%. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari 80% (Baik) menjadi 100% (Sangat Baik), dan aktivitas peserta didik meningkat dari 67,05% menjadi 92,05% (Sangat Baik). Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran Talking Stick berbantuan media Lapbook efektif meningkatkan minat belajar dan menciptakan interaksi pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih aktif serta inovatif.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI KELURAHAN KASTELA, KOTA TERNATE BUANG SIRHAN; WAHYUDIN NOE; HASMAWATI HASMAWATI; A. TRI ARWINA DHEAFATI
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v9i1.11552

Abstract

Sampah saat ini merupakan salah satu permasalahan kritis di daerah perkotaaan, salah satunya di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate. Hal demikian disebabkan oleh pertumbuhan populasi manusia, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang tidak diiringi dengan pengelolaan sampah yang benar dan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik serta menganalisis faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik masih tergolong rendah dan bersifat pasif karena sebagian besar warga hanya terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan namun belum sampai pada tahap pengelolaan sampah organik secara mandiri dan kolektif, dan 2.) Faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik terdiri dari dua faktor, yaitu: a) faktor pendukung karena adanya budaya gotong-royong warga yang masih kuat, dukungan pemerintah setempat, dan ketersediaan sumber daya organik, dan b) faktor penghambatnya karena keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya pengetahuan teknis, kurangnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah, serta minimnya motivasi ekonomi. Oleh karena itu peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik memerlukan dukungan edukatif, pelatihan berkelanjutan, dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sustainable.
EDUKASI INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) MELALUI PENDIDIKAN MENUJU SMART AND GOOD CITIZEN Wahyudin Noe; Ariyanto Nggilu
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 3 No 1 May 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v3i1.28884

Abstract

Pendidikan merupakan instrumen paling efektif dalam membangun peradaban bangsa. Syaratnya perlu dibentuk pola pikir (mindset) warga negara dalam melihat pendidikan sebagai investasi masa depan yang tepat. Peningkatan kompetensi Sumber Daya manusia (SDM) handal harus menjadi prioritas utama, meliputi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), dan watak kewarganegaraan (civic disposition) sehingga membawa transformasi sosial masyarakat untuk berkembang dan maju. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk dialog budaya dengan tema “Pendidikan sebagai Investasi Menuju Smart and Good Citizen'' dapat membekali warga negara agar menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan generasi bangsa. Kegiatan dialog ini dilaksanakan dengan menggunakan metode diskusi dengan langkah-langkah pelaksanaan yang terdiri dari 3 tahapan yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini meliputi: 1) kemajuan suatu bangsa ditandai dengan majunya SDM, 2) pengembangan SDM lebih penting daripada SDA, 3) kehandalan SDM ditentukan oleh kompetensi kewarganegaraan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan watak kewarganegaraan, serta 4) investasi SDM sebagai investasi yang tepat dalam memajukan suatu bangsa. Adapun rekomendasi kegiatan ini, yaitu: 1) aspek komitmen dan konsistensi pemerintah, akademisi, masyarakat, pengusaha, serta media massa perlu ditunjukkan dalam memajukan pendidikan di daerah, dan 2) adanya kesamaan persepsi di kalangan masyarakat dimana pendidikan sebagai investasi yang paling tepat dalam membangun warga negara yang cerdas dan baik, serta sejahtera.   
The Mayae Tradition and the Dynamics of Citizenship Politics: Local Wisdom Study of the Maregam Community in Tidore Islands City Wahyudin Noe; Abd. Firman Bunta; Triyanto; Misnah; Aziah Ismail; Yuli Adhani; M. Azrul Marsaoly
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v23i1.67693

Abstract

This research is motivated by the researchers’ concern about the low level of public awareness to actively participate in political life, such as being apathetic towards political choices and the strengthening of a patronage political culture in the form of political support in every general election. However, this is not reflected in the Maregam community in Tidore Islands City, where political attitudes and choices appear more active and varied because they are influenced by the “MAYAE” tradition (mutual help). The purpose of this research is to further and in-depth analyze the dynamics of citizenship politics in the Maregam community based on the “Mayae” tradition. This research used a qualitative approach with a case study. The results show that the dynamics of citizenship politics in the Maregam community based on the “Mayae” tradition are evident in: 1) active involvement in every aspect of political life, 2) respect for different political choices, 3) consensual decision-making as a way to reach agreement and solve problems, and 4) the candidate's track record and concern for citizens as the primary consideration in choice-making. The findings of this study constitute a good model of citizenship political participation that to be recommended to other communities, and serve as a basis for further research development.
MODEL KADERISASI ORGANISASI KEMAHASISWAAN EKSTRA KAMPUS UNTUK PENGUATAN CIVIC SKILLS GENERASI MUDA M. Azrul Marsaoly; Wahyudin Noe; Irwan Djumat; Abd. Firman Bunta
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.538

Abstract

Menurunnya partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan ekstra kampus mencerminkan pergeseran orientasi generasi muda yang cenderung memprioritaskan efisiensi studi di atas keterlibatan organisasional. Kecenderungan ini mengabaikan potensi besar organisasi kemahasiswaan sebagai arena pembentukan karakter, kepemimpinan, dan internalisasi keterampilan kewargaan (civic skills). Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu organisasi ekstra kampus yang secara konsisten mempertahankan fungsi kaderisasi sebagai mekanisme sistematis dalam pembinaan kompetensi kewargaan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kaderisasi HMI Cabang Ternate sebagai instrumen penguatan civic skills mahasiswa. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi dinamika dan struktur kaderisasi secara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa model kaderisasi HMI Cabang Ternate terstruktur secara berjenjang melalui dua tahapan utama, yaitu tahap pengenalan organisasi, serta tahap pembentukan dan pengembangan kader. Tahap pengenalan dijalankan melalui strategi rekrutmen langsung maupun tidak langsung guna membangun kesadaran dan ketertarikan mahasiswa terhadap nilai-nilai organisasi. Tahap pembentukan dan pengembangan mencakup internalisasi nilai keislaman, keindonesiaan, dan kepemimpinan yang diperkuat melalui jalur kaderisasi formal, seperti Basic Training dan Intermediate Training. Pengembangan kapasitas kader selanjutnya dilaksanakan melalui kegiatan follow up, up-grading, senior course, kajian rutin, forum diskusi, pelatihan menulis, aksi sosial, pengabdian masyarakat, serta aktivitas advokasi. Keseluruhan model kaderisasi tersebut terbukti berkontribusi signifikan terhadap penguatan civic skills mahasiswa, yang termanifestasi dalam peningkatan kapasitas berpikir kritis, kecakapan komunikasi dan kolaborasi, serta kompetensi kepemimpinan. Kata Kunci: Kaderisasi; Civic Skills; HMI; Organisasi Kemahasiswaan; Kepemimpinan Mahasiswa