Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Preservation Of Local Traditions As An Effort To Strengthen The Character Of Citizen Social Care (Case Study Of Basalwir Tradition In Dofa Village, Sula Islands) Sapsuha, Karti; Noe, Wahyudin; Abbas, Irwan; Nurfan, Roy
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 2 (2024): Vol 4. No. 2 November 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i2.27473

Abstract

Basalwir is a tradition of cooperation of the Sula tribe in every celebration event, whether it is a wedding, circumcision, tasyakuran departure of Hajj, or Italian, to foster the social care character of the community. However, this tradition has experienced a shift in value and meaning due to the modern lifestyle of the community, who tend to carry out celebrations practically and economically, such as using catering services. This research aims to describe the efforts of the people of Dofa Village, West Mangoli District, Sula Islands Regency, North Maluku Province, in preserving the Basalwir tradition as an effort to strengthen the social care character of citizens. This research is qualitative research with an ethnographic study method. The results illustrate that most of the Dofa community still preserves the Basalwir tradition, but its existence is starting to be threatened by changes in people's behavior that follow modern lifestyles. The values contained in Basalwir are togetherness, unity, and responsibility, which can shape citizens' social care character and strengthen the bonds of brotherhood of the Dofa village community. Supporting factors for the preservation of the Basalwir tradition because: a) the support and commitment of the community in maintaining the Basalwir tradition, and b) the enactment of customary laws that residents still uphold. The inhibiting factor in preserving the Basalwir tradition is the need for greater public awareness of its values and meanings as local community wisdom.
Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Pendidikan Anak di Desa Gorua Utara Kabupaten Halmahera Utara Noe, Wahyudin; Seng, Tirai; Sialana, Fatimah; Hasmawati, Hasmawati
Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024, Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jce.v8i2.10681

Abstract

Penelitian ini didorong oleh keprihatinan peneliti terhadap fenomena perceraian orang tua yang antara lain disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), persoalan finansial, adanya orang ketiga/perselingkuhan, dsb. Perceraian tidak hanya berdampak kepada orang tua saja, melainkan berdampak buruk juga terhadap kondisi kejiwaan dan pendidikan anak sebagaimana fenomena yang terjadi di Desa Gorua Utara, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang sejauhmana dampak perceraian orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Gorua Utara. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: 1) dampak perceraian orang tua terhadap pendidikan anak di Desa Gorua Utara, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, diantaranya: a) anak mengalami gangguan psikologis dan mental seperti menyalahkan diri sendiri, rasa kehilangan, serta rasa putus asa; dan b) prestasi pendidikan anak menjadi buruk karena hilangnya konsentrasi, motivasi dan semangat belajar. 2) upaya yang dapat dilakukan untuk menangani masalah pendidikan anak akibat perceraian orang tua yaitu memberikan dukungan psikososial kepada anak oleh stakeholder seperti Pemerintah Desa, KUA, pihak Sekolah dan Tokoh Masyarakat, mengawasi pergaulan anak korban perceraian, serta memberikan bantuan finasial untuk kelanjutan pendidikan anak.