Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEMBERDAYAAN POTENSI TENUN MENUJU MASYARAKAT KERJA, MANDIRI, DAN SEJAHTERA DI DESA SIDOMULYO, KECAMATAN SELOREJO, KABUPATEN BLITAR Setiawati, Eti; Dewi, Putri Kumala; Ardhian, Dany; Fatmawati, Fatmawati; Widodo, Wahyu
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v4n1.p32-40

Abstract

In Sidomulyo Village there is a weaving craft industry that has the potential to be international. This weaving industry is AJZ's weaving industry, owned by Mrs. Asih Tri Tanti, a full-time female worker. According to the results of an interview with Ms. Asih Tri Tanti on April 13, 2017, it is known that her weaving skills are currently acquired while working as a migrant worker in Brunei Darussalam. Then in 2013, this craftsman returned to Sidomulyo Village to develop the potential of weaving craft in his village. However, there were many obstacles. Finally, from 2013 to 2017, Bu Asih worked with businessmen from the Sultanate of Brunei Darussalam and had been contracted for 10 years by this country. Each sheet, this woven fabric is sold at Rp. 5,000,000. The potential of Asih bu is very likely to be developed. The development of these handicrafts can open employment opportunities from local residents and certainly improve the welfare of the community, especially vulnerable women and women with disability. This service aims to (1) increase the availability of human resources from diffable groups and vulnerable women, (2) shape the mindset of the people who have the character of independence, (3) establish coordination between the government and the community regarding the development of weaving potential, and (4) provide a place for people with disabilities who are members of PPDI to develop their skills. The method of implementation is carried out through seminars and weaving training for vulnerable women and women with disabilities. The results show that UB's community service activities in this weaving training are able to (1) improve Human Resources (HR) (disabled and vulnerable women) in Sidomulyo Village, Blitar Regency, (2) improve the mindset of the people who have the character of independence, and (3) able to change the mindset of the local community to not be ashamed to work in weaving in their own neighbors.
Learning Loss Lessons in Moji-Goi Indrowaty, Sri Aju -; Setiawati, Eti; Dewandono, Wiranto Aji; Faizah, Nurul; Sachputra, Sofyan Sukrian; Febrianda, Sony Difa
EDUCATIO : Journal of Education Vol 8 No 1 (2024): May 2024
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/educatio.v9i2.1478

Abstract

After the COVID-19 pandemic for approximately 2 years, a lot of learning that is usually face-to-face is finally done online or in hybrid ways. Certain learning phases, like writing hiragana, katakana, and kanji in a face-to-face classroom, are not transferable to online learning. The goal of this study is to mitigate the learning loss that happens when face-to-face instruction in Japanese language classes is substituted by online learning. The method used is descriptive qualitative by presenting various ways of teaching Moji-Goi using learning media and YouTube. According to John Keller (2021), learning should use the ARCS method (Attention, Relevance, Confidence, and Satisfaction) so that learning loss can be overcome with various treatments including the ARCS method and various uses of media such as cards, games, songs, role-play, and YouTube. This research also intends to introduce JF (Japan Foundation) Standard learning and share information about Japanese language teaching, especially about Moji-Goi (Vocabulary-letters)
FAKTOR PSIKOLOGIS BUDAYA JEPANG YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI ORANG JEPANG DI BALI Indrowaty, Sri Aju; Faizah, Nurul; Setiawati, Eti; Lestari, Ida Puji; Yhustien, Dhea; Hasna, Oktavia
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2022.002.01.08

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana faktor psikologis budaya Jepang mempengaruhi komunikasi orang Jepang di Bali. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, menyimak, mencatat dan merekam antara percakapan bahasa Jepang pada masyarakat Jepang dengan bahasa Bali, kemudian hasil percakapan tersebut dikaitkan dengan faktor psikologis. Banyak penelitian tentang komunikasi di Bali seperti Dewi, et.al (2019), Kusumarini, I. (2021) tetapi banyak yang belum menjelaskan tentang faktor psikologis budaya asal dari Jepang yang mempengaruhi komunikasi di Bali, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memberi pendidikan psikologis pemelajar bahasa Jepang di Indonesia agar tujuan komunikasi  berjalan dengan lancar. Sehingga dari segi pendidikan dapat dijadikan contoh dalam berkomunikasi dengan bahasa menarik dengan tidak meninggalkan adat kebudayaan Jepang. Hasil penelitian bentuk pengaruh psikologis budaya yang dipergunakan untuk komunikasi percakapan orang Bali di Jepang menggunakan Omote-Ura, Kireigoto, Hajirai, juga karena pengaruh barat sering juga menggunakan Gairaigo.Kata Kunci : Faktor Psikologis, Omote-Ura, Kireigoto, Hajirai, Gairaigo AbstractThe purpose of this research is to describe how the psychological factors of Japanese culture affect Japanese communication in Bali. The approach used is descriptive qualitative with observation, listening, note-taking and recording techniques between Japanese conversations in Japanese society and Balinese, then the results of these conversations are associated with psychological factors. There are many studies on communication in Bali such as Dewi, et.al (2019), Kusumarini, I. (2021) but many have not explained the psychological factors of Japanese culture that affect communication in Bali, therefore this research aims to provide education psychology of Japanese language learners in Indonesia so that communication goals run smoothly. So from an educational point of view it can be used as an example of communicating in an interesting language without leaving Japanese cultural customs. The results of research on the form of cultural psychological influence used for Balinese conversational communication in Japan use Omote-Ura, Kireigoto, Hajirai, , also because of western influences often also use GairaigoKeywords: Psychological Factors, Omote-Ura, Kireigoto, Hajirai, Gairaigo
Polemik Gitasav-netizen pada wacana childfree di media sosial: Analisis wacana kritis Sara Mills Salamah, Salamah; Nazilah, Halimah Milladunka; Setiawati, Eti
Sintesis Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v17i2.6914

Abstract

Salah satu isu kontroversial yang digaungkan aliran feminisme radikal dan liberal adalah isu childfree yang di Indonesia dipopulerkan oleh influencer Gita Savitri (Gitasav). Penelitian ini bertujuan mengkaji polemik wacana childfree dalam perdebatan di media sosial dengan mengidentifikasi bagaimana penempatan perempuan sebagai subjek-objek serta posisi pembaca dalam menerima wacana childfree di ruang publik. Melalui penelitian kualitatif deskriptif, digunakan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan data, dan model analisis wacana kritis Sara Mills sebagai metode analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gitasav sebagai subjek membawa ideologi feminisme yang menghendaki adanya childfree. Gitasav sebagai objek oleh kubu pro didukung karena tubuh wanita adalah haknya dan tidak semua orang tua layak memiliki anak, sedangkan Gitasav sebagai objek oleh kubu kontra ditentang ideologinya karena terlalu bebas, terkesan menuduh dan memojokkan, serta disampaikan dalam tuturan yang tidak santun. Dengan kata lain, terdapat pertentangan ideologi antara ideologi feminisme yang menghendaki adanya childfree dengan budaya Indonesia yang pronatalis. Pembaca dalam wacana Gitasav dan kubu pro ditempatkan sebagai pihak yang mendukung adanya childfree melalui alasan dalam sudut pandangan feminis, sedangkan pembaca dalan pihak kontra diposisikan sebagai pihak yang menentang Gitsasav maupun ideologinya karena adanya ketidaksesuaian budaya. Namun, terdapat juga pihak netral yang menempatkan pembaca sebagai pihak yang mengkritisi sekaligus mendukung kedua ideologi.
Penerapan Konsep Mubadalah terhadap Pencegahan Marital Rape dalam Perspektif Gender Latifah, Nurul; Utaminingsih, Alifiulahtin; Setiawati, Eti
ISLAMIKA GRANADA Vol 4, No 3 (2024): ISLAMIKA GRANADA MEI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v4i3.137

Abstract

Tujuan pernikahan adalah membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Akan tetapi ikatan lahir batin tersebut akan ternodai jika terdapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Marital rape merupakan bentuk kekerasan seksual dalam rumah tangga. Kehadiran marital rape menuai pro-kontra ditengah sebagian masyarakat karena adanya pemahaman yang parsial dalam memaknai tafsir agama, penerimaan hukum yang diskriminasi terhadap perempuan dalam mengatur tentang relasi suami istri serta penciptaan bias gender akibat sistem patriarki dalam masyarakat. Mubadalah merupakan konsep kesalingan yang menawarkan kesetaraan dan keadilan gender dalam relasi suami isteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan konsep mubadalah dalam pencegahan marital rape. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode library research. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa marital rape merupakan suatu tindakan pemaksaan hubungan seksual dalam lingkup rumah tangga antara suami dan istri. Melalui konsep mubadalah, tindakan marital rape dapat teratasi sebab Islam dengan tegas melarang segala bentuk kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga serta memerintahkan pemeluknya untuk bergaul dengan baik (muasyarah bi al-ma’ruf).
Study of Directive Speech Acts in Online Loans Advertisement Discourse Putri, Yusriani Febrian Ramadani; Setiawati, Eti
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2023.3.2.9936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi dari tindak tutur direktif dalam wacana iklan pinjaman online, serta mendeskripsikan efek yang akan ditimbulkan dari adanya tindak tutur direktif tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode dan pendekatan deskriptif. Jenis dari penelitian yang digunakan dalam proses penyusunan artikel ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah iklan pinjaman online yang ada di media sosial. Data dari penelitian yang dilakukan adalah berwujud kutipan kalimat pada iklan pinjaman online yang menyesuaikan dengan tindak tutur direktif. Teknik yang akan digunakan dalam pengumpulan data yaitu menggunakan metode dokumentasi dan metode catat. Lalu analisis data yang ada di penelitian ini berupa analisis data kualitatif dan metode padan pragmatik. Peneliti mendapatkan hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan tindak tutur direktif dalam wacana iklan pinjaman online terdapat, jenis tindak tutur direktif berupa mengajak, memerintah, dan menasihati. Hasil lainnya adalah fungsi tindak tutur direktif berupa menyuruh, memohon, menasihati, menyarankan dan menentang. Serta efek dari masing-masing fungsi tindak tutur direktif tersebut.
Ulak-alik BIPA di Era VUCA: Studi Kasus Darmasiswa TFSU China Salamah; Setiawati, Eti
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1368

Abstract

Ulak-alik Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di era VUCA mengacu pada tantangan dan adaptasi yang dihadapi dalam pembelajaran BIPA dengan konteks dunia yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Tujuan penelitian ini memetakan permasalahan yang dialami oleh pembelajar BIPA sebagai dampak dari era VUCA serta alternatif solusi yang dapat ditawarkan. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dengan data berupa hasil wawancara dan observasi yang bersumber dari darmasiswa Tianjin Foreign Studies University China. Teknik pengumpulan data memanfaatkan teknik wawancara dan observasi partisipatif lalu dianalisis dengan model studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan volatilitas dan ketidakpastian datang dari kekhawatiran pembelajar terhadap karier masa depan dan ilmu pengetahuan yang sangat dinamis menimbang tren yang cepat berubah. Di sisi lain, permasalahan kompleksitas dan ambiguitas datang dari adanya perbedaan budaya yang cukup signifikan menimbang kearifan lokal Indonesia yang sangat beragam sehingga pembelajar kesulitan mengelola informasi yang diterima. Alternatif solusi yang dapat ditawarkan dari permasalahan tersebut di antaranya memanfaatkan teknologi secara efektif untuk menghadirkan bahan ajar dengan isu mutakhir dan bentuk yang fleksibel, misalnya pengembangan modul digital edisi khusus berbasis kebutuhan pembelajar. Selain itu, pengajar dapat menerapkan FGD berkala agar pembelajar dapat berkonsultasi hal-hal yang mereka khawatirkan di luar materi pembelajaran.
Teachers' and students' perceptions towards digital humanities in the English as a foreign language (EFL) teaching and learning Salsabilah, Farah Tasya; Emaliana, Ive; Sutiyarti, Ulfah; Setiawati, Eti
LITERA Vol. 23 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2024)
Publisher : Faculty of Languages, Arts, and Culture Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v23i3.76585

Abstract

Education is starting to move from the conventional to the digital world. One form of this change is the presence of Digital Humanities in the world of education. Digital humanities can provide many benefits, especially in English teaching and learning. This study aims to investigate teachers' and students' perceptions towards digital humanities in the EFL classes. This study was conducted with 103 teachers and students from various schools and universities in Indonesia. In a quantitative phase, a survey questionnaire was distributed to collect the data. The 63 question items are divided into 6 parts: demographics, experiential learning, multimodal communication, digital ethics & critical inquiry, collaborative learning, and AI for language teaching and learning. Moreover, a semi-structured interview was obtained to get details about digital tools and technologies implementation in the EFL teaching and learning. The study revealed that the use of digital humanities effectively enhance EFL teaching and learning. Digital humanities offer a dynamic learning environment for English language learners, providing access to a wealth of resources and tools while streamlining administrative processes for teachers. These findings are align with the intended purpose of digital humanities in classroom, which is to enhance efficiency and accessibility in information retrieval.
PENDAMPINGAN PENGUATAN TATA KELOLA PENCEGAHAN, PENANGANAN DAN PEMULIHAN KEKERASAN SEKSUAL DI SATUAN PENDIDIKAN Koentjoro, Maharani Pertiwi; Riniwati, Harsuko; Wike, Wike; Setiawati, Eti; Irawati, Ina; Arifin, Nur Hikmah; Fitriyah, Ikhrotul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27831

Abstract

Abstrak: Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, mengalami peningkatan jumlah kasus akibat pertumbuhan penduduk, perkembangan teknologi, dan ketimpangan gender yang belum terselesaikan. Di sisi lain, kesadaran hak asasi manusia terus meningkat. Sebagai upaya pencegahan dan penanganan yang komprehensif, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 menetapkan peraturan mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di satuan pendidikan, termasuk sekolah umum. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk membantu meningkatkan pemahaman dan strategi pimpinan satuan pendidikan dalam upaya mencegah kasus kekerasan seksual melalui kolaborasi dengan instansi terkait. Mitra program pengabdian ini adalah guru pengajar di SMP Brawijaya Smart School, Kota Malang sebanyak 30 orang. Sebagai upaya peningkatan kapasitas, metode pengabdian dilakukan melalui diskusi, sosialisasi, dan pelatihan pencegahan serta penanganan kekerasan seksual kepada guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya pemahaman peserta terkait tata kelola kekerasan seksual. Hasil post-test menunjukkan tingkat pemahaman naik sebesar 30%. Program ini diharapkan berkontribusi terhadap penguatan kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan di Malang.Abstract: Sexual violence in educational settings has increased in number of cases due to population growth, technological development, and unresolved gender inequality. On the other hand, human rights awareness continues to increase. As a comprehensive prevention and handling effort, the Minister of Education, Culture, Research and Technology Regulation No. 46 of 2023 stipulates regulations regarding the prevention and handling of sexual violence in educational units, including public schools. The purpose of this service activity is to help improve the understanding and strategies of education unit leaders in preventing cases of sexual violence through collaboration with related agencies. The partners of this service programme are thirty teacher at SMP Brawijaya Smart School in Malang City. As a capacity building effort, the service method was carried out through discussions, socialisation, and training on prevention and handling of sexual violence to teachers and education personnel. This activity showed positive results with an increase in participants' understanding of sexual violence governance. The post-test results showed that the level of understanding increased by 30%. This programme is expected to contribute to the strengthening of policies for the prevention and handling of sexual violence in the educational environment in Malang. 
How Multilingual Japanese Speakers Communicate With People in Bali Indrowaty, Sri Aju; Faizah, Nurul; Setiawati, Eti; Lestari, Ida Puji; Yhustien, Dhea; Hasna, Oktavia
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 8, No 1 (2024): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v8i1.40225

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to describe how multilingual Balinese Japanese speakers interact with Bali residents. In this instance, being multilingual means being able to communicate in English, Indonesian, and one's mother tongue, which in this case is Japanese. The method employed is a descriptive qualitative approach using listening, recording, and recording techniques used between Japanese conversations that are in the Japanese community of Bali. The participants of this study are two couples of mixed marriages of Balinese and Japanese who live in Bali and have children. Methods are Code-switching, mingling, cooperative strategy, and nonlinguistic strategy which types of communication strategies are employed. The goal of this communication is to ensure that the conversation flows well and that the speaker realizes their objectives. This research is that in a society that is classified as multilingual, fluency and accuracy in conveying messages, or goals is something that must continue to be studied. This means that every language user when communicating verbally, not only conveys verbal messages but also needs to understand the function, context, topic, and situationKeywords: Multilingual; Communication strategy; Balinese; Japanese