Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan Website dan Aplikasi SIKAPAL bagi Panglima Laot Guna Meningkatkan Keefektifan Pelaporan Illegal Fishing Afriandi, Fadli; Rahmawati, Rahmawati; Ridho, Abdurrahman; Auliya, Resti; Hakimi, Akhramil
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i2.23837

Abstract

Aceh Singkil has abundant marine fisheries resources, but illegal fishing activities that often occur for profit can damage the marine ecosystem and reduce the welfare of traditional fishermen. In Aceh Singkil there is the Panglima Laot traditional institution tasked with maintaining maritime security, but this task is not in line with the reality on the ground. To assist Panglima Laot in handling illegal fishing in Aceh Singkil, the Panglima Laot website and the SIKAPAL application are used to report illegal fishing activities. This method of community service is demonstration and direct practice. In carrying out this service there are five stages, namely planning, preparation, delivery of technical material, practicum and evaluation. With this activity, Panglima Laot Aceh Singkil has a traditional institutional platform which includes a feature for reporting illegal fishing activities. The SIKAPAL website and application also contribute to providing knowledge and information to the fishing community.
Penguatan kapasitas nelayan teradisional dalam penanganan pasca panen melalui edukasi teknologi cold chain dan higiene di Desa Lhok Kuala Bubon Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Delfian Masrura; Rahmawati Rahmawati; Thaib Rizwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34320

Abstract

Abstrak Sektor perikanan merupakan sumber pangan dan pendapatan utama bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan tradisional di Desa Lhok Kuala Bubon. Namun, keterbatasan pemahaman terkait penanganan pasca panen, sanitasi, dan penerapan sistem cold chain menyebabkan kualitas ikan menurun, cepat rusak, dan harga jual rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada nelayan agar mampu menjaga mutu hasil tangkapan melalui penerapan cold chain serta praktik higiene yang benar. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi, pendampingan, serta evaluasi dan feedback. Sosialisasi dilakukan dengan presentasi, diskusi, dan pemutaran video untuk memperkenalkan prinsip penanganan ikan yang baik. Pendampingan berfokus pada praktik langsung, penggunaan es, cool box, serta kebersihan alat tangkap. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 25% dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test. Nelayan yang menerapkan cold chain melaporkan ikan lebih segar, tahan lebih lama, serta harga jual meningkat sekitar 5–10%. Dampak langsung kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kesadaran dan keterampilan nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, meski keterbatasan akses es dan fasilitas pendingin masih menjadi kendala utama. Program edukasi dan pendampingan cold chain terbukti efektif dalam meningkatkan mutu hasil perikanan dan pendapatan nelayan. Implikasinya, dukungan infrastruktur dan kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan agar penerapan teknologi ini dapat berlanjut secara berkesinambungan. Kata kunci: kualitas ikan; nelayan tradisional; penanganan pasca panen; rantai dingin; sanitasi dan higiene Abstract The fisheries sector is a vital source of food and income for coastal communities, including traditional fishers in Lhok Kuala Bubon Village. However, limited knowledge of post-harvest handling, sanitation, and the application of the cold chain system has led to a decline in fish quality, rapid spoilage, and reduced market value. This community engagement program aimed to provide education and assistance to fishers in maintaining catch quality through the implementation of cold chain practices and proper hygiene. The program was carried out in three stages: socialization, mentoring, and evaluation with feedback. Socialization was delivered through presentations, discussions, and educational videos introducing proper fish handling practices. Mentoring emphasized hands-on training in fish handling, the use of ice and cool boxes, and maintaining equipment hygiene. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure improvements in fishers’ knowledge and skills. The results indicated a 25% increase in understanding, with post-test scores significantly higher than pre-test scores. Fishers who adopted cold chain practices reported that their fish remained fresher, lasted longer, and achieved a price increase of around 5–10%. This program had a direct impact on enhancing awareness and skills in maintaining fish quality, although limited access to ice and adequate cooling facilities remains a key challenge. Overall, the cold chain education and mentoring program proved effective in improving fish quality and increasing fishers’ income. Keywords: fish quality; traditional fishers; post-harvest handling; cold chain; sanitation and hygiene
Edukasi teknologi BuDar (BuBu Dasar) ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal untuk peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon Hamidi Hamidi; Afdhal Fuadi; Rosi Rahayu; Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Rahmawati Rahmawati; Nabila Ukhty; Fiki Rebi Hidayat; Rusdi Rusdi; Fachrorazi Amir; Nurhatijah Nurhatijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34365

Abstract

AbstrakSalah satu alat penangkapan ikan yang selama ini digunakan oleh nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu pukat tarik dengan hasil tangkapan yang relatif berukuran kecil dan secara perlahan dapat merusak dasar perairan, sehingga perlu adanya alat penangkapan ikan yang ramah terhadap lingkungan dan hasil tangkapan yang diperoleh sudah layak tangkap serta memiliki nilai ekonomis penting salah satunya adalah bubu dasar. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan edukasi pengenalana teknologi BuDar (Bubu Dasar) ramah lingkungan dan berbasis sumberdaya lokal yang diberikan kepada kelompok nelayan tradisional tersebut. Jumlah penerima manfaat langusng dari kegiatan pengabdian ini yaitu 35 orang atau kelompok nelayan tradisional dengan menggunakan armada penangkapan ikan <5 GT di perairan Aceh Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan alat penangkapan ikan tepat guna yaitu BuDar kepada kelompok nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah terhadap lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu menggunakan metode pendidikan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok nelayan tradisional mulai dari FGD persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian, dan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan. Hasil FGD persiapan kegiatan ditemukan beberapa masalah utama pada kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu masih menggunakan alat tangkap pukat tarik yang secara tidak langsung dapat merusak dasar perairan, kemudian nelayan tradisional tersebut masih kurang pahamnya alternatif alat tangkap yang tidak merusak lingkungan. Timbulnya partisipasi aktif oleh kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon dari edukasi teknologi BuDar ramah lingkungan, sehingga nelayan tersebut tertarik menggunakan bubu dasar sebagai alternatif untuk menangkap ikan demersal khususnya ikan karang yang memiliki nilai ekonomis penting. Kemudian terjadi peningkatan pengetahuan kelompok nelayan tradisional sebanyak 80% terkait materi yang diberikanan mulai dari alat dan bahan yang digunakan, manfaatn bubu dasar, dan jenis hasil tangkapan yang akan diperoleh. Kata kunci: edukasi; budar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal; nelayan tradisional. AbstractOne of the fishing tools that has been used by traditional fishermen of Lhok Kuala Bubon is the trawl net, which has a relatively small catch and can slowly damage the bottom of the waters, so there is a need for fishing tools that are environmentally friendly and the catch obtained is suitable for fishing and has important economic value, one of which is the bottom trap. Therefore, there is a need for educational activities to introduce BuDar (bottom trap) technology, which is environmentally friendly and based on local resources, to these traditional fishing groups. The number of direct beneficiaries of this community service activity is 35 people or groups of traditional fishermen using fishing fleets <5 GT in the waters of West Aceh. This community service activity aims to introduce appropriate fishing gear, namely BuDar, to traditional fishing groups to increase income and reduce the use of fishing gear that is not environmentally friendly. The method used in this community service activity is using an educational method by providing education and outreach to traditional fishermen groups starting from FGD preparation for community service, implementation of community service, and evaluation of the implementation of activities. The results of the FGD on preparation for the activity found several main problems in the Lhok Kuala Bubon traditional fishermen group, namely that they still use trawl fishing gear, which can indirectly damage the waters, and that the traditional fishermen still do not understand alternative fishing gear that does not damage the environment. The emergence of active participation by the traditional fishermen group of Lhok Kuala Bubon from the education of environmentally friendly BuDar technology made from local resources available around Lhok Kuala Bubon Village so that the fishermen are interested in using bottom traps as an alternative to catch demersal fish, especially reef fish, which have important economic value. Keywords: education; BuDar; environmentally friendly; local resources; traditional fishermen.
Edukasi mangrove: upaya peningkatan literasi bagi kelompok perempuan kawasan konservasi mangrove Aceh Jaya Rahmawati Rahmawati; Fadli Afriandi; Eka Lisdayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25959

Abstract

Abstrak Ekosistem mangrove memiliki peran penting bagi lingkungan pesisir, diantaranya sebagai sumber pangan dan sumber ekonomi bagi masyarakat. Keberlanjutan ekosistem mangrove sangat dipengaruhi oleh pengelolaan yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat, khususnya kelompok perempuan. Perempuan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memegang peranan penting dalam  menjaga  kelestarian dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Oleh sebab itu perempuan harus memahami dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan mangrove.  Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan fungsi dan manfaat mangrove sebagai upaya pelestarian mangrove Aceh Jaya kepada kelompok perempuan sejumlah 15 orang di sekitar kawasan tersebut yang terdiri dari 12 orang perempuan dan 3 orang aparatur gampong. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode diskusi partisipatif. Antusiasme dan partisipasi perempuan dalam kegiatan tersebut terlihat dari hasil pretest dan post test yang dilakukan terhadap pemahaman mangrove menjadi sangat tinggi dari rata rata skor 54 poin menjadi 86 poin atau meningkat sebesar 70 persen setelah dilakukannya kegiatan edukasi tentang menjaga dan melestarikan mangrove dan sangat membantu meningkatkan literasi dalam upaya pelestarian mangrove. Kata kunci: edukasi; mangrove; perempuan. Abstract Mangrove ecosystems have an essential role for the coastal environment, including as sources of nourishment and economic resources for the community. The sustainability of mangrove ecosystems is strongly influenced by management carried out by involving the community, especially women's groups. Women are one of the community groups that play an important role in maintaining the preservation and sustainability of coastal ecosystems. Therefore, women must understand and participate in mangrove management activities.  This service activity aims to educate and socialize the functions and benefits of mangroves as an effort to preserve Aceh Jaya mangroves to a group of 15 women around the area consisting of 12 women and 3 gampong officials. This activity was carried out using the participatory discussion method. The enthusiasm and participation of women in these activities can be seen from the results of the pretest and post test conducted on mangrove understanding to be very high from an average score of 54 points to 86 points or increased by 70 percent after the implementation of educational activities about maintaining and preserving mangroves and greatly helping to increase literacy in mangrove conservation efforts. Keywords: educate; mangrove; women.
Model Edukasi Konservasi melalui Pendekatan Layanan Ekosistem Lamun bagi Anak Sekolah Dasar Eka Lisdayanti; Rahmawati Rahmawati; Anisah Nasution; Nurul Najmi; Abdiel Khaleil Akmal
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.615

Abstract

Lingkungan laut mengalami tekanan yang dalam banyak kasus menyebabkan kerusakan permanen, sementara kesadaran anak usia sekolah dasar terhadap pentingnya ekosistem lamun masih relatif Anak-anak umumnya hanya mengenal hutan mangrove dan terumbu karang sebagai ekosistem pesisir, sehingga lamun kurang mendapat perhatian meskipun memiliki fungsi ekologis penting sebagai penyerap karbon, habitat biota, dan penahan sedimen, serta penyedia jasa ekosistem bagi kehidupan pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model edukasi konservasi melalui pendekatan layanan ekosistem lamun sebagai sarana meningkatkan literasi laut, pengetahuan, dan sikap peduli lingkungan pada anak sekolah dasar. Model yang dikembangkan menekankan keterkaitan antara manfaat ekosistem lamun dengan kehidupan sehari-hari secara kontekstual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif melalui permainan edukatif, pembuatan poster kreatif, observasi sederhana, serta diskusi kelompok yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan anak dari 34,66% menjadi 74,66%, yang diikuti dengan partisipasi aktif, kemampuan mengaitkan peran lamun dengan kehidupan sehari-hari, serta munculnya sikap peduli terhadap lingkungan pesisir. Model ini juga terbukti mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual dan mudah dipahami. Dengan demikian, pengenalan ekosistem lamun sejak dini menjadi langkah strategis dalam membentuk kesadaran lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
Penilaian Variabilitas Pertumbuhan Propagul Mangrove Rhizophora apiculata pada Media Tanam yang Berbeda Eka Lisdayanti; Kasman Arip; Nurul Najmi; Rahmawati Rahmawati; Agusriati Muliana
Buletin Oseanografi Marina Vol 15, No 2 (2026): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v15i2.75976

Abstract

Keberhasilan rehabilitasi mangrove sangat ditentukan oleh kualitas pertumbuhan awal bibit, yang dipengaruhi oleh komposisi media tanam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara ekperimental pengaruh berbagai media tanam berbasis topsoil dan bahan organik terhadap pertumbuhan propagul Rhizophora apiculata. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P1 (topsoil 100% sebagai kontrol), P2 (pupuk kandang sapi + topsoil 1:1), P3 (pupuk kandang kambing + topsoil 1:1), dan P4 (sekam padi + topsoil 1:1). Setiap perlakuan diulang sebanyak 20 kali sehingga total unit percobaan berjumlah 80 unit. Percobaan dilakukan selama 10 minggu dengan parameter kelangsungan hidup, pertambahan tinggi, dan diameter batang. Hasil menunjukkan tingkat kelangsungan hidup sangat tinggi (99,13) pada seluruh perlakuan. Pertambahan tinggi propagul pada P1-P4 berturut-turut sebesar 1,169 cm; 1,136 cm; 1,051 cm; dan 1,080 cm, tanpa perbedaan signifikan antar perlakuan (P = 0,939). Sebaliknya, pertambahan diameter batang menunjukkan perbedaan nyata (P < 0,005), dengan nilai tertinggi pada perlakuan pupuk kandang kambing + topsoil (0,059 cm). Temuan ini menegaskan bahwa meskipun variasi media tanam tidak berpengaruh signifikan terhadap pertambahan tinggi propagul, kombinasi bahan organik tertentu mampu meningkatkan kualitas morfometrik bibit, terutama melalui peningkatan diameter batang sebagai indikator pertumbuhan struktural. Hasil ini memberikan dasar ilmiah dalam pemilihan media pembibitan untuk meningkatkan keberhasilan rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan
Community perceptions of the existence of mangrove ecosystems in Peunaga Cut Ujong Village, Meureubo District Nurul Najmi; Rahmawati Rahmawati; Eka Lisdayanti
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 1: May 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i1.2383

Abstract

Local communities played an important part of thepi existence of the mangrove ecosystem in Peunaga Cut ujong Village. Community perspectives on the existence of mangrove ecosystems have an impact on mangrove management steps in the local area. The purpose of this study was to identify community perceptions of the existence of mangrove ecosystems around the Peunaga Cut Ujong Village community. This research uses survey methods and in-depth interviews using a questionnaire sheet as a guide. The technique of determining respondents through snowball sampling. Respondents totaled 35 people who were selected based on the area of residence of the youth hamlet of Peunaga Cut Ujong Village. Data analysis of this research used Likert scale. The results showed that community perceptions of the functions and benefits of mangrove ecosystems had the lowest score of 858, the form of management score 916, and the level of participation with a score of 1246. Overall, the perceptions and opinions of local communities about the existence of mangrove ecosystems are in the very good category, with a score of 127. This value shows that the existence of mangroves is very good in the view of the Peunaga Cut Ujong community. Community involvement in mangrove conservation efforts will actually have an impact on the success of sustainable management.
Pemberdayaan Kelompok Poklahsar Camar Laut dalam Peningkatan Kualitas Pengolahan Produk Ikan Asin dengan Teknologi Penjemuran Berbasis Sumberdaya Lokal Akbardiansyah Akbardiansyah; Ishak Hasan; Afdhal Fuadi; Ikhsanul Khairi; Nabila Ukhty; Rahmawati Rahmawati; Muhammad Arif; Hamidi Hamidi; Rosi Rahayu; Syarifah Zuraidah; Iyan Al Misbah; Syahrul Muhharram; Nurul Najmi; Rudi Hermi; Ikromatun Nafsiyah
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15282

Abstract

Kelompok Poklahsar Camar Laut merupakan salah satu pelaku usaha mikro di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, yang bergerak dalam pengolahan ikan asin. Potensi usaha kelompok ini cukup besar karena didukung oleh lokasi yang strategis, ketersediaan lahan penjemuran yang luas, serta pasokan bahan baku yang berkelanjutan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan nelayan tradisional. Namun demikian, proses pengolahan ikan asin yang masih sederhana dan kurang higienis menyebabkan mutu produk belum optimal. Penjemuran ikan yang dilakukan di atas tanah atau rumput menurunkan kualitas serta tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk ikan asin melalui penerapan teknologi penjemuran berbasis sumber daya lokal yang higienis dan efisien. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra untuk perencanaan kegiatan, sosialisasi dan workshop tentang pengolahan ikan asin sesuai standar SNI, pelatihan pembuatan alat penjemuran dari bahan lokal, serta pelatihan pengolahan ikan teri siap saji (teri asam sunti) guna meningkatkan nilai jual produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam teknik penggaraman, penjemuran, serta diversifikasi produk. Selain itu, kegiatan ini mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk ikan asin kelompok Poklahsar Camar Laut.
Pelatihan Pengolahan Amplang Ikan sebagai Upaya Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Gampong Ujong Drien, Aceh Barat Nabila Ukhty; Ikhsanul Khairi; Akbardiansyah Akbardiansyah; Rosi Rahayu; Rahmawati Rahmawati; Yasrizal Yasrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10784

Abstract

Fish cracker production training in Ujong Drien Village, West Aceh Regency, was chosen because the location of the village is along the coast of West Aceh. The absence of small industries or MSMEs in the fish processing sector is proof of the need for this training program. By utilizing the potential of local natural resources, this activity can contribute to the community's economic growth. The aim of this training activity is to equip local communities with knowledge, skills, and motivation, thereby enabling them to develop fish cracker production as a sustainable source of livelihood. This is expected to have a positive impact on the economic welfare of the village. The training process consists of four stages, namely community situation analysis, problem identification, recipe testing, and field implementation. The main results of this program are that participants are able to prepare raw materials and process them according to hygienic standards, participants are able to produce fish crackers according to the correct procedures, and participants are able to produce fish crackers that are tasty and have a crunchy texture.
Pengolahan Daging Kelapa Menjadi Manisan Kelapa Kering di Desa Gunong Rambong Martin Christian Pane; Rahmawati; Yernia Wati Nazara; Cut Fanni Juliana Putri; Syaibah; Ajaftria; Dinda Try Ramadhaniati; Maulina Darajah; Melia Yunarsi
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/b8gbgh37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap manisan kering daging kelapa. Salah satu aspek penting yang diperhatikan adalah penambahan sukrosa dalam proses pembuatannya. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi penambahan sukrosa. Parameter yang dianalisis meliputi sifat kimia (kadar air, kadar abu, total gula, dan FFA) serta uji sensorik (rasa, warna, tekstur, dan aroma). Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa penambahan sukrosa sebesar 70% menghasilkan perlakuan terbaik dengan kadar air 9,15%, kadar abu 0,91%, dan total gula 54,52%, sesuai dengan standar mutu SNI, sementara kadar FFA sebesar 0,94% belum memenuhi standar tersebut. Berdasarkan uji sensorik, penambahan sukrosa 70% lebih disukai pada aspek warna, tekstur, dan aroma, sedangkan penambahan sukrosa 60% lebih diminati pada aspek rasa.