Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Model Edukasi Konservasi melalui Pendekatan Layanan Ekosistem Lamun bagi Anak Sekolah Dasar Eka Lisdayanti; Rahmawati Rahmawati; Anisah Nasution; Nurul Najmi; Abdiel Khaleil Akmal
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.615

Abstract

Lingkungan laut mengalami tekanan yang dalam banyak kasus menyebabkan kerusakan permanen, sementara kesadaran anak usia sekolah dasar terhadap pentingnya ekosistem lamun masih relatif Anak-anak umumnya hanya mengenal hutan mangrove dan terumbu karang sebagai ekosistem pesisir, sehingga lamun kurang mendapat perhatian meskipun memiliki fungsi ekologis penting sebagai penyerap karbon, habitat biota, dan penahan sedimen, serta penyedia jasa ekosistem bagi kehidupan pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model edukasi konservasi melalui pendekatan layanan ekosistem lamun sebagai sarana meningkatkan literasi laut, pengetahuan, dan sikap peduli lingkungan pada anak sekolah dasar. Model yang dikembangkan menekankan keterkaitan antara manfaat ekosistem lamun dengan kehidupan sehari-hari secara kontekstual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif melalui permainan edukatif, pembuatan poster kreatif, observasi sederhana, serta diskusi kelompok yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan anak dari 34,66% menjadi 74,66%, yang diikuti dengan partisipasi aktif, kemampuan mengaitkan peran lamun dengan kehidupan sehari-hari, serta munculnya sikap peduli terhadap lingkungan pesisir. Model ini juga terbukti mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual dan mudah dipahami. Dengan demikian, pengenalan ekosistem lamun sejak dini menjadi langkah strategis dalam membentuk kesadaran lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
Community perceptions of the existence of mangrove ecosystems in Peunaga Cut Ujong Village, Meureubo District Nurul Najmi; Rahmawati Rahmawati; Eka Lisdayanti
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 1: May 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i1.2383

Abstract

Local communities played an important part of thepi existence of the mangrove ecosystem in Peunaga Cut ujong Village. Community perspectives on the existence of mangrove ecosystems have an impact on mangrove management steps in the local area. The purpose of this study was to identify community perceptions of the existence of mangrove ecosystems around the Peunaga Cut Ujong Village community. This research uses survey methods and in-depth interviews using a questionnaire sheet as a guide. The technique of determining respondents through snowball sampling. Respondents totaled 35 people who were selected based on the area of residence of the youth hamlet of Peunaga Cut Ujong Village. Data analysis of this research used Likert scale. The results showed that community perceptions of the functions and benefits of mangrove ecosystems had the lowest score of 858, the form of management score 916, and the level of participation with a score of 1246. Overall, the perceptions and opinions of local communities about the existence of mangrove ecosystems are in the very good category, with a score of 127. This value shows that the existence of mangroves is very good in the view of the Peunaga Cut Ujong community. Community involvement in mangrove conservation efforts will actually have an impact on the success of sustainable management.