Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

A Study of IPS Teachers Facing The Challenges of Diffusion of Learning Innovations Based on The Era Of Society 5.0 Maftuchin, Maftuchin; Aransyah, Ade; Kusuma, Febra Anjar
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2025): Januari
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v10i1.14170

Abstract

The era of society 5.0 is a continuation of the industrial revolution 4.0 era which emphasizes humanism in solving social problems including education by integrating virtual and reality. This research aims to analyze government policies on teacher development in the era of society 5.0. Basically learning and learning is a change in a person's behavior in achieving a goal. Social studies is a discipline that studies social life. Not only as social science. This research is a study of the challenges of social studies teachers in the diffusion of learning innovations based on ERA SCOETY 5.0. This research uses Systematic Literature Review (SLR). The SLR method is used to identify, review, evaluate and interpret all available research with the topic area of the phenomenon of interest, with specific relevant research questions. It is important to keep in mind that Society 5.0 is a constantly evolving idea, and how it is applied may vary in different countries and environments. When one analyzes a learning system that fits Society 5.0, they must consider the social, economic, and technological changes taking place in modern society. Teachers as the driving force in the education sector, are expected to be able to develop learning and learning processes that are in accordance with the characteristics of the learners, not just developing the challenges of social studies teachers in the future will be more complex and must be ready for a future based on scoety 5.0 in terms of learning and learning
Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Microteaching Prodi PPKn berbasis Project Based Learning Mentari, Ana; Rohman, Rohman; Kusuma, Febra Anjar
JURNAL KULTUR DEMOKRASI (JKD) Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan bahan ajar mata kuliah microteaching prodi ppkn berbasis project based learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methode dengan desain action research. Penelitian ini menggunakan model penelitian kurt lewin yang terdiri dari 4 tahap yaitu; perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PPKn yang mengambil mata kulian Micro teaching. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan penilaian tes tertulis. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dan alternatif dalam pembelajaran di kelas.
The Impact of The Application of Digital Literacy on Teacher Competency Development At State Elementary School 8 Metro Saputri, Rima Yuni; Muhisom, Muhisom; Kusuma, Febra Anjar
urn:nbn:de:0000-jips.v5i28
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study was that educators need to be more competent in digital literacy and be maximal in implementing 21st century education. This study aims to analyze the urgency of digital literacy in the 21st century education era for the competence of educators at SD Negeri 8 Metro Timur. This research uses descriptive methods and qualitative research types. The data collection technique was carried out by purposive sampling through observation, interviews, and documentation.. The data sources were educators, school principals, and education staff. The results showed that educators' understanding of digital literacy and 21st century education is quite good, with a percentage of educators who understand as much as 72%, while those who do not understand are only 28%. Educators are still at a medium level regarding skills in using digital media in the learning process. There are supporting and inhibiting factors in the implementation of 21st century education, such as facilities, parent educators, and students. Literacy Digital plays an important role and is a component of literacy that must exist in schools because good mastery of digital literacy can improve the professional competence of educators.Keywords: 21st century education, digital literacy, educator competenceDoi: https://doi.org/10.23960/JIPS/v5i2.59-62
Dinamika dan Ketimpangan Pembangunan dalam Pelaksanaan Asas Desentralisasi Antar Daerah di Indonesia Ramadhani, Atikah; Prita Laura; Theresia Nicky Apika Diangera; Rizky Wahyudi; Rizki Septia Pratiwi; Femas Erlangga Dwi Saputra; Sujatnico Sujatnico; Fina Tri Nur Maharani; Dini Apriliani; Febra Anjar Kusuma
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 3 No. 12 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v3i12.7465

Abstract

Ketimpangan pembangunan antar daerah masih menjadi persoalan utama dalam pelaksanaan desentralisasi di Indonesia. Meskipun desentralisasi fiskal dirancang untuk memperkuat otonomi daerah dan mempercepat pemerataan kesejahteraan, pada praktiknya pelaksanaan kebijakan tersebut belum sepenuhnya memberikan hasil yang merata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran desentralisasi fiskal dalam memengaruhi ketimpangan daerah serta mengkaji strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi disparitas antar wilayah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai penelitian, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan mengenai desentralisasi fiskal, ketimpangan regional, kapasitas fiskal, serta kebijakan pembangunan daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal memiliki dua sisi. Di satu sisi, kebijakan ini mampu meningkatkan efektivitas layanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, serta memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi lokal. Namun, di sisi lain, ketimpangan semakin melebar pada daerah dengan kapasitas fiskal rendah akibat keterbatasan pendapatan asli daerah dan tata kelola keuangan yang belum optimal. Selain itu, mekanisme transfer pusat yang belum sepenuhnya berbasis kinerja turut memperlambat pemerataan pembangunan. Berdasarkan temuan tersebut, strategi untuk mengurangi ketimpangan meliputi penguatan kapasitas fiskal daerah, pembangunan infrastruktur yang berorientasi konektivitas, pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Desentralisasi fiskal dapat berfungsi sebagai instrumen penting untuk pemerataan pembangunan apabila didukung oleh tata kelola yang baik, kapasitas fiskal yang kuat, serta strategi pembangunan daerah yang menyeluruh dan berkelanjutan. Tanpa perbaikan tersebut, desentralisasi justru berisiko memperbesar ketimpangan antar wilayah di Indonesia.
Analisis Kesenjangan Antara Teori dan Praktik Hukum Sebagai Kritik Terhadap Pemikiran Tokoh Sosiologi Hukum Atikah Ramadhani; Sabrina Birri Sintia; Najua Fauzani; Yashinta Zahra Alfitri; Komang Windasari; Malikah Alya Azzahra; Febra Anjar Kusuma; Putut Ari Sadewo; Fitrah Endi Fernanda
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qv79rs74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara teori dan praktik hukum sebagai bentuk kritik terhadap pemikiran tokoh-tokoh sosiologi hukum. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai problematika dalam praktik hukum, seperti disfungsi solidaritas sosial, melemahnya legitimasi hukum, dominasi pendekatan positivistik, kekakuan hukum, serta keterbatasan peran hakim dalam mewujudkan keadilan substantif. Pemikiran tokoh seperti Durkheim, Ibnu Khaldun, Weber, Comte, Ibnu Qayyim, Marx, Holmes, dan Cardozo memberikan kontribusi penting, namun memiliki keterbatasan dalam menjelaskan realitas hukum kontemporer yang kompleks. Kesenjangan antara hukum normatif dan empiris menunjukkan bahwa hukum tidak dapat dipahami secara kaku, melainkan harus kontekstual, adaptif, dan responsif terhadap dinamika sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan hukum yang lebih kritis dan integratif agar hukum mampu mewujudkan keadilan sosial, memperkuat legitimasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum.
Perkembangan Mahzab dan Aliran Sosiologi Hukum di Indonesia Laura, Prita; Ramadhani, Dina; Prianti, Desta; Puspita Sari, Dian; Maghfiroh, Luluk; Meilisa, Riska; Anjar Kusuma, Febra; Endi Fernanda, Fitra
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9647

Abstract

 Perkembangan sosiologi hukum di Indonesia mencerminkan interaksi dinamis antara sistem hukum dan kondisi sosial, budaya, dan struktural masyarakat plural. Dalam perspektif ini, hukum tidak hanya dipahami sebagai seperangkat aturan formal yang terkandung dalam peraturan perundang-undangan, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang ada, berkembang, dan beroperasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Konteks sosial Indonesia yang beragam menjadikan studi tentang aliran dan mazhab pemikiran sosiologi hukum penting dalam memahami bagaimana hukum berinteraksi dengan realitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan yurisprudensi sosiologis di Indonesia dan untuk menguji pengaruh berbagai aliran pemikiran terhadap praktik hukum dan dinamika sistem hukum nasional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode berbasis literatur melalui tinjauan literatur sistematis dari sumber-sumber akademis yang relevan, termasuk artikel jurnal ilmiah, buku-buku akademis, dan studi-studi sebelumnya yang berkaitan dengan sosiologi hukum. Temuan menunjukkan bahwa perkembangan sosiologi hukum di Indonesia telah dipengaruhi oleh beberapa aliran pemikiran utama, termasuk sosiologi hukum klasik yang menekankan hubungan antara hukum dan struktur sosial, realisme hukum yang memandang hukum sebagai praktik yang dibentuk melalui proses peradilan dan keputusan pengadilan, dan pemikiran hukum progresif yang menempatkan hukum sebagai sarana untuk mencapai keadilan substantif. Selain itu, sistem hukum Indonesia dicirikan oleh pluralisme hukum, yang tercermin dalam koeksistensi hukum negara, hukum adat, dan hukum agama dalam masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa hukum terkait erat dengan nilai-nilai sosial, praktik budaya, dan hubungan kekuasaan yang berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan sosiologis terhadap hukum penting untuk memahami dinamika hukum secara lebih komprehensif dan untuk mendorong reformasi hukum yang lebih responsif, kontekstual, dan berorientasi pada keadilan sosial.      
STRUKTUR SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM: KONSEP, FUNGSI, DAN DINAMIKA DALAM MASYARAKAT Mila Agustin; Nourel Islamay Diandra; Nadya Mahamida; Laila Fatia Maharani; Sinta Bella Farah Kirani; Perina Dwi Astuti; Febra Anjar Kusuma; Rima Yuni Saputri
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9666

Abstract

 Social structure is a fundamental concept in the study of sociology of law that explains relatively stable patterns of social relationships within society, including the arrangement of institutions, roles, statuses, and norms that guide human interaction. This article aims to analyze the concept of social structure, its functions within the legal system, and the dynamics that influence social life in a more comprehensive manner. The method used is qualitative research with a literature review approach, drawing on recent and relevant scientific sources to ensure the validity and depth of analysis. The results of the study indicate that social structure plays a crucial role in creating social order, maintaining stability, regulating the distribution of roles and responsibilities, and functioning as an effective mechanism of social control through both formal and informal legal norms, while also shaping how laws are formed, implemented, and enforced within society. In addition, the dynamics of social structure—driven by factors such as social change, modernization, technological advancement, and globalization—significantly influence the evolution and adaptation of legal systems, creating both challenges and opportunities in achieving justice and legal certainty. Therefore, understanding social structure from the perspective of sociology of law is essential for developing a legal system that is responsive to societal changes, ensures fairness, and supports social integration within an increasingly complex society.
Gerakan Pelajar Bijak Digital: Membangun Kesadaran Hukum Melalui Penggunaan Media Sosial yang Bijak di Lingkungan Sekolah Anis Sri Wijayanti; Febra Anjar Kusuma; Puspita Sari; Ahmad Rama; Sifah Maharani; Rozalia Rozalia; Naela Faiza Khaerani; Enggy Yose; Mutiara Putri Syahrani; Desvika Putri Lailani; Rezky Tania; Sella Agri Bardana; Susilo Susilo
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zrkqqa55

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah membawa dampak signifikan pada kehidupan pelajar, khususnya dalam penggunaan media sosial. Pelajar yang belum memiliki kesadaran hukum dan literasi digital yang baik rentan terhadap berbagai penyalahgunaan media sosial seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, dan pelanggaran privasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan sosialisasi “Gerakan Pelajar Bijak Digital: Membangun Kesadaran Hukum Melalui Penggunaan Media Sosial yang Bijak di Lingkungan Sekolah” di SMP Negeri 10 Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan edukasi interaktif. Subjek sasaran adalah siswa kelas VII dan VIII yang berjumlah 64 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi, sebagian besar siswa memiliki pemahaman yang rendah tentang etika digital dan aturan hukum di media sosial. Setelah mengikuti sosialisasi, siswa mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai etika bermedia sosial, perlindungan privasi, bahaya cyberbullying, dan konsekuensi hukum berdasarkan UU ITE. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran hukum dan tanggung jawab digital pelajar serta mendorong terciptanya lingkungan digital yang aman, sehat, dan positif di lingkungan sekolah.
Konstruksi Makna dan Realitas Sosial dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik dan Postmodernisme Rezky Tania; Susan Febriyanti; Rozalia Rozalia; Andita Novaliana; Ayu Nur Safitri; Aftesia Labira Lauli; Febra Anjar Kusuma; Dian Permata Sari; Karyadi Hidayat
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t833gd54

Abstract

The construction of meaning and social reality is a process in which individuals and groups actively construct an understanding of the social world through interactions and symbols. From a symbolic interactionist perspective, meaning is understood as the result of individual interpretations formed through social interactions using symbols such as language, gestures, and actions. Meanwhile, from a postmodernist perspective, social reality is understood as something that is not singular and objective, but relative, variable, and influenced by media and technological advances. This study aims to analyze the construction of meaning and social reality by combining these two perspectives in the context of modern life. The method used is a qualitative approach with a descriptive-analytical type through a literature review of various related scientific sources. The results show that meaning and social reality are formed through social interactions and are also influenced by digital media, which expands and accelerates the construction process. Social media plays a significant role in shaping identities, perceptions, and social realities, such as beauty standards, concepts of success, and ideal lifestyles. Therefore, a critical attitude and media literacy are needed so that individuals can understand and filter the reality constructed in social life.
Mazhab dan Aliran Sosiologi Hukum: Perspektif Teoretis dan Relevansinya dalam Kajian Hukum Kontemporer Ratri Pramudita; Enggy Yose; Hendi Efrianto Harianja; Nayla Azizah; Yuninda Fikri; Mutiara Putri Syahrani; Febra Anjar Kusuma; Susilo Susilo
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3kv46784

Abstract

The sociology of law as a scientific discipline has developed through various schools and currents of thought that offer diverse theoretical perspectives on the relationship between law and society. This study aims to analyze the main schools and currents in the sociology of law, including the positivist school, the sociological jurisprudence school, the critical legal studies school, and the feminist legal theory school, as well as their relevance to contemporary legal studies. Using a normative-empirical legal research method with a conceptual and comparative approach, this study finds that each school offers a unique contribution to understanding the dynamics of law in social life. The positivist school emphasizes the autonomy and certainty of law, while the sociological jurisprudence school bridges formal law and social reality. Critical legal studies question the neutrality of law, and feminist legal theory reveals gender biases in the legal system. In the context of contemporary legal studies in Indonesia, the integration of these schools is relevant for overcoming the limitations of a purely normative approach and producing law that is more responsive to social needs and justice.
Co-Authors Adinda Salsabila Rizki O Aftesia Labira Lauli Agus Ananda Agustine, Yolanda Fatima Ahmad Rama Andita Novaliana Anis Sri Wijayanti Anisa Dwi Lestari Annisa Salsabila Azzahra aransyah, Ade Ari Setiawan ARI SETIAWAN Atik Kartika Atikah Ramadhani Ayu Nur Safitri Bagus Putra Setiawan Chaca Alfarica Cahyani Darsono Darsono Dea Azahra Dea Resman Manurung Destiani Destiani Destri Zadia Arini Desvika Putri Lailani Detia Aulia Oktarina Deva Diani Devi Sutrisno Putri Devi, Sandriana Dewi Ayu Nawang Dhea Novitasari Dhea Novitasi Dian Permata Sari Diki Rahmawati Dina Ramadhani Dini Apriliani Dini Apriliani Dwi Nabila Setiyowati Edi Siswanto Elsa Aura Savana Enggy Yose Erniyanti Erniyanti Febri Hana Nurholisah Femas Erlangga Dwi Saputra Fina Tri Nur Maharani Fitra Endi Fermanda Fitra Endi Fernanda Fitra Endi Fernanda, Fitra Endi Fitrah Endi Fernanda Hendi Efrianto Harianja Herbiyansa Putra Pratama Hermi Yanzi Hikmah Nur Azizah Indriani Anggita Putri Ira Kurniawan Irma Yunita Izwah Marhamah Kandiri Karyadi Hidayat Komang Windasari Laila Fatia Maharani Lanang Maulana Laura, Prita Leonardus Pandu Priambodo Lisa Lorensa Maftuchin Maftuchin, Maftuchin Maghfiroh, Luluk Malikah Alya Azzahra Marsela Marsela Martika Suci Ristyawati Maulana, Bayu Akbar Meilisa, Riska Mentari, Ana Mila Agustin Muhammad Mona Adha Muhammad Rizky Al-Farizi Muhisom Mulyanto Widodo Mutiara Putri Syahrani Nadiyah Salamah Nadya Mahamida Nadya Mahamida Naela Faiza Khaerani Najua Fauzani Natanael Sitinjak Nayla Azizah Nikki Tri Sakung Ninda Putri Sherlyana Nourel Islamay Diandra Nugraha Gading Priandana Nurhayati Nurhayati Nurwahidin, Muhammad Pargito Pargito Perina Dwi Astuti Prakasa, Nugraha Medica Prianti, Desta Prita Laura Puspita Sari Puspita Sari, Dian Putut Ari Sadewo Putut Ary Sadewo Qitallya Adinda Zahrani Qorry Aina Rahmat Prayogi, Rahmat Ramadhani, Atikah Ramadhani, Dina Ratri Pramudita Regi Risnanda Rezky Tania Rezky Tania Rhaina Rifka Nefindia Rima Yuni Saputri Rima Yuni Saputri Rizka Maydikta Rizki Septia Pratiwi Rizky Wahyudi Rohman Rohman Rohman Rohman Rozalia Rozalia Rozalia Sabrina Birri Sintia Salma Tabina Sandika Ali SAPUTRI, RIMA YUNI Sella Agri Bardana Septia Uswatun Hasanah Shalwa Desti Alfiana Sifah Maharani Sinta Bella Farah Kirani Siska Meirita Sujatnico Sujatnico Susan Febriyanti Susan Febriyanti Susilo Susilo Susilo Susilo Susilo Tara Marza Citra Dewi Teki Prasetyo Sulaksono Teki Sulaksono Theresia Nicky Apika Diangera Umi Wahyutin Wilda Efendi Ruslan Yashinta Zahra Alfitri Yosia Manurung Yuninda Fikri