Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Arsitektur Dan Implementasi Pengkode-pendekode Hard Decision Ldpc Menggunakan Algoritma Message Passing Aditia Tarigan; Rita Purnamasari; Efa Maydhona Saputra
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Low Density Parity Check atau LDPC merupakan teknik channel coding yang dikembangkan oleh Robert G. Gallager pada tahun 1962. LDPC dikenal akan kemampuannya sebagai teknik pengkode yang terdekat untuk mencapai maksimum dari Shannon capacity dan kompleksitas rendah pada implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur dan mengimplementasikan teknik pengkode dan pendekode LDPC pada FPGA. Metode koreksi error yang digunakan pada implementasi adalah algoritma message passing. Proses implementasi menggunakan dua jenis code rate yaitu code rate ½ dan code rate ¾. Pada code rate ½, matriks yang digunakan adalah matriks 4x8, matriks 8x16, dan matriks 24x48. Pada code rate ¾, matriks yang digunakan adalah matriks 4x16. Dari hasil percobaan menunjukkan bahwa algoritma message passing dapat melakukan koreksi error lebih dari satu bit error. Hasil implementasi sistem menunjukkan bahwa frekuensi kerja matriks 4x8 adalah 1,35 MHz, frekuensi kerja matriks 8x16 adalah 0,909 MHz, frekuensi kerja matriks 24x48 adalah 0,156 MHz, dan frekuensi kerja matriks 4x16 adalah 1,35 MHz. Kata kunci : code rate, FPGA, LDPC, message passing.
Perbandingan Metode Surf Dan Sift Dalam Sistem Identifikasi Tanda Tangan Felix Pidha Hilman; Ledya Novamizanti; Rita Purnamasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Identifikasi tanda tangan merupakan langkah yang penting untuk menghindari tindakan pemalsuan tanda tangan. Sebuah sistem identifikasi tanda tangan sangat dibutuhkan agar pemalsuan tanda tangan tidak merugikan orang lain. Metode ekstraksi ciri Speed Up Robust Features dan Scale Invariant Feature Transform akan sesuai digunakan untuk sistem tersebut. Selain itu didukung juga penggunaan k-Nearest Neighbour untuk proses klasifikasi. Data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah tanda tangan dari 10 orang dengan masing-masing memberikan 30 tanda tangan. Jumlah total 300 tanda tangan akan dibagi untuk data latih sebanyak 100 buah dan data uji sebanyak 200 buah. Hasil yang diperoleh dari pengujian adalah dengan jumlah poin=100 menggunakan ekstrasi ciri SIFT, rata-rata persentase citra benar tertinggi adalah 68% dari 200 data uji yang terbagi dalam 10 kelas. Sedangkan dengan ekstraksi ciri SURF dengan jumlah poin=125, rata -rata persentase citra benar tertinggi adalah 68% dari 200 data uji yang terbagi dalam 10 kelas. Kata kunci : Pengenalan tanda tangan, ekstraksi ciri, SURF, SIFT, k-NN
Analisis Performansi Video Encoder Dan Decoder (codec) High Efficiency Video Coding Dan Advanced Video Coding Pada Video Digital Firos Fathul Alam; Rita Purnamasari; R. Yunendah Nur Fuadah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah informasi dalam bentuk data yang dihasilkan semakin banyak setiap harinya, diiringi dengan terus meningkatnya kebutuhan akan kapasitas dan kecepatan pengiriman informasi yang semakin meningkat. Untuk mendukung efisiensi dalam pengiriman dan penyimpanan data video dapat dilakukan pendekatan berupa kompresi video. Kompresi pada video dilakukan dengan bantuan video codec. Video codec memiliki beragam standar, antara lain H.265/MPEG-H HEVC codec dan H.264/MPEG-4 AVC codec Analisis terhadap codec High Efficiency Video Coding dan Advanced Video Coding dilakukan dengan perhitungan terhadap parameter kualitas objektif menggunakan metode Full Reference. Parameter yang dianalisis meliputi kecepatan kompresi, nilai PSNR, MSE, dan rasio kompresi, dengan melakukan analisis komparasi secara objektif dari hasil kompresi menggunakan kedua video codec tersebut, akan dihasilkan informasi yang mampu menunjukkan codec manakah yang menghasilkan hasil kompresi yang lebih baik.
Rancang Bangun Electromyograph Untuk Deteksi Wicara Huruf Vokal Pada Penderita Tuna Rungu Edwin Rizki Handiarno; Mas Sarwoko Suraatmadja; Rita Purnamasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuna rungu adalah kondisi dimana seseorang memiliki masalah dalam pendengaran baik permanen maupun non permanen yang berkebutuhan khusus karena memiliki hambatan dalam pendengaran individu tunarungu memiliki hambatan juga dalam berbicara sehingga mereka disebut tunawicara. Pada tugas akhir ini akan dirancang sebuah kesatuan sistem elektromiograf untuk mendeteksi wicara huruf vocal yang akan ditampilkan pada lcd 16x2.Metode yang digunakan untuk pengolahan data pada tugas akhir ini menggunakan jaringan syaraf tiruan dengan metode pembelajaran backpropagation dengan mengambil nilai ADC yang menjadi sumber informasi pengolaahan data yang didapatkan dari kontraksi pada otot daerah wajah. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk perancangan jaringan syaraf tiruan dapat bekerja pada deteksi huruf vokal dengan learning rate 0.01, epoch 100, target eror sebesar 0. 265 dengan hidden layer 10 neuron mengasilkan menghasilkan tingkat akurasi 74 % Kata kunci : tunarungu, elektromiograf, huruf vokal
Implementasi Discrete Cosine Transform (dct) Pada Field Programmable Gate Array (fpga) Untuk Aplikasi Kompresi Citra Taufik Yumna; Rita Purnamasari; Estananto Estananto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak DCT adalah transformasi data yang mengubah dari domain waktu ke domain frekuensi, yang mampu memisahkan informasi pada frekuensi rendah hingga frekuensi tinggi. Manfaat dari transformasi ini cukup banyak, namun yang terasa saat era digital saat ini adalah pada kompresi citra. Dengan bantuan transformasi ini dapat mengurangi besar data yang dikandung oleh citra tanpa merusak kulaitas citra tersebut. Pada tugas akhir ini penulis telah merancang sistem DCT dengan N=8 dan N=2 dan berhasil diimplementasikan pada FPGA Altera Cyclone II – EP2C20F484C7. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa DCT dapat diimplementasikan pada FPGA dan hasilnya tidak jauh beda dengan perhitungan menggunakan MATLAB. Sistem ini dirancang menggunakan bahasa VERILOG yang merupakan bahasa hardware yang dimengerrti oleh FPGA, pemilihan bahasa ini untuk memudahkan dalam mengkodekan perhitungan sistem DCT. Sistem ini dikodekan menggunakan Quartus Lite 16.0.0.2.1.1 dan disimulasikan dengan MODELSIM lalu kemudian disintesa pada FPGA. Hasil keluaran dari FPGA akan dibandingkan dengan hasil keluaran dari MATLAB. Setelah disimulasikan dan didapatkan hasilnya, sistem disintesa ke board FPGA Altera Cyclone II – EP2C20F484C7. Dari hasil simulasi yang dapat diimplementasikan pada board FPGA Altera Cyclone II – EP2C20F484C7 hanya DCT dengan N=2 karena DCT dengan N=8 memakan resource memory yang cukup besar yaitu 3285% sedangkan sistem DCT dengan N=2 sebesar 92%. Dari hasil simulasi juga didapatkan perbandingan waktu delay dan BER antara perhitungan menggunakan MATLAB dan FPGA. Hasilnya adalah waktu delay yang dibutuhkan oleh MATLAB untuk menghitung DCT dengan N=8 adalah 0.10894 s dan dengan N=2 adalah 0.12107 s sedangkan waktu yang dibutuhkan oleh FPGA untuk menghitung DCT dengan N=8 adalah 0.00000024 s dan dengan N=2 adalah 0,00000136 s. BER yang dihasilkan antara MATLAB dengan FPGA adalah 0.2930 untuk DCT dengan N=2 dan 0.0503 untuk DCT dengan N=8. Kata kunci : Discrete Cosine Transform, Kompresi Citra, Field Programmable Gate Array. Abstract DCT is a data transform that converts from time domain to frequency domain, it capables to separating informations from low frequency to high frequency. The benefits of this data transform quite a lot, because with the help of this data transform can reduce the amount of data contained by the image without damaging the image's quality. In this final project the author has designed DCT system with N = 8 and N = 2 and successfully implemented on FPGA Altera Cyclone II - EP2C20F484C7. This study aims to prove that DCT can be implemented on FPGA and the result is not much different from the calculation using MATLAB. This system is designed using VERILOG language which is a hardware language dimeringrti by FPGA, this language selection to facilitate in coding calculation of DCT system. The system is encoded using Quartus Lite 16.0.0.2.1.1 and simulated with MODELSIM and then synthesized on FPGA. The output of the FPGA will be compared with the output of MATLAB. Once simulated and obtained the result, the system is synthesized to the Altera Cyclone II FPGA board - EP2C20F484C7. From the simulation results that can be implemented on the Altera Cyclone II FPGA board - EP2C20F484C7 only DCT with N = 2 because DCT with N = 8 consumes a large resource memory of 3285% while the DCT system with N = 2 is 92%. From the simulation results also obtained comparison of time delay and BER between calculations using MATLAB and FPGA. The result is the time delay required by MATLAB to calculate DCT with N = 8 is 0.10894 s and with N = 2 is 0.12107 s whereas the time required by FPGA to calculate DCT with N = 8 is 0.00000024 s and with N = 2 is 0, 00000136 s. The BER produced between MATLAB and FPGA is 0.2930 for DCT with N = 2 and 0.0503 for DCT with N = 8. Keywords: Discrete Cosine Transform, Image Compression, Field Programmable Gate Array
Perumusan Sidik Ibu Jari Berjenis Loop Dengan Menggunakan Metode Wdfs Siti Lainatul Afifah; MMohamad Ramdhani Ramdhani; Rita Purnamasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumus sidik jari merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi seseorang. Dalam dunia kepolisian rumus sidik jari digunakan juga untuk mengidentifikasi seseorang. Sampai saat ini pihak kepolisian masih menggunakan cara konvensional dalam pembuatan rumus sidik jari. Oleh karena itu perlu adanya perangkat lunak yang dapat membuat rumus sidik jari secara otomatis. Tugas akhir ini dirancang untuk membuat rumus sidik ibu jari secara otomatis dengan menggunakan metode WDFs. Dalam pembuatan rumus sidik ibu jari ada beberapa parameter yang harus diperhatikan yaitu letak titik core, delta dan ridge counting. Berdasarkan proses pengujian yang telah dilakukan, tingkat keberhasilan dalam pendeteksian core mencapai 49.33%, delta 55.33%, dan ridge counting 7.78%. Dari hasil tingkat keberhasilan dalam perumusan sidik ibu jari hanya mencapai 9.11%, dikarenakan beberapa faktor yaitu semakin besar noise yang ada pada gambar sidik ibu jari maka gambar sidik ibu jari semakin sulit untuk diproses oleh sistem, kualitas sidik ibu jari yang terlalu kering dan basah pada saat pengambilan sample dapat mempengaruhi letak titik core, delta, dan ridge counting pada sidik ibu jari tidak terlihat dengan jelas, terdapat garis-garis kecil pada sidik ibu sehingga pada saat proses filter garis tersebut terdeteksi dan mengakibat timbulnya garis baru selain garis sidik jari, sehingga hasil pendeteksian titik core, delta, ridge counting, dan rumus sidik ibu jari tidak semua nya bisa terdeteksi dengan benar. Kata kunci: Perumusan sidik ibu jari, WDFs, Loop
Deteksi Kelainan Tulang Belakang Berdasarkan Citra Medis Digital Dengan Menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (glcm) Dan K-nearest Neighbor (knn) Yudhi Afriyana; Rita Purnamasari; Raditiana Patmasari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kelengkungan dan postur tulang belakang sangat penting dalam mengukur tingkat masalah kesehatan pada tubuh manusia. Kondisi postur tulang belakang yang salah dapat mempengaruhi kesehatan pada tubuh seperti ketegangan pada otot dan sakit pada punggung. Skoliosis adalah salah satu kelainan pada tulang yang membuat tulang belakang dapat melengkung ke sisi kiri dan kanan. Sehingga kelainan tersebut dapat mengganggu efektifitas pada fungsi tulang belakang tersebut. Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem yang dapat mendeteksi kelainan pada tulang belakang pada hasil citra rontgen, sehingga sistem dapat secara otomatis memilah kelaianan skoliosis sesuai dengan arah kemiringannya dan dokter hanya tinggal menentukan besar derajat kemiringannya. Dibuatnya sistem ini diharapkan dapat membantu proses pemilahan data klasifikasi citra rontgen, sehingga diharapkan dapat membantu proses pengklasifikasian data dengan cepat dan akurat. Pada Tugas Akhir ini citra yang digunakan merupakan hasil CT imaging dari hasil rontgen yang terdiri dari beberapa proses penghitungan. Sistem menggunakan metode ekstraksi ciri Gray Level Co-Occurance Matrix (GLCM) untuk mendapatkan extract level dari citra alat diagnostik kesehatan dengan format .jpg. Kemudian hasil extract level tersebut diklasifikasikan dengan K-Nearest Neighbor (KNN) sehingga akan dihasilkan 3 klasifikasi yaitu tulang punggung manusia normal, kelainan dekstroskoliosis dan kelainan levoskoliosis. Untuk pengujian ini, dilakukan pengujian dengan 128 citra tulang belakang, dengan komposisi masingmasing kelas citra memilki 53 citra normal, 36 citra dekstroskoliosis, dan 39 citra levoskoliosis. Sehingga didapatkan akurasi terbaik sebesar 84,84% pada sistem yang menggunakan parameter GLCM orde dua dikeempat parameter, jarak sebesar 3 piksel dengan arah (0o , 45o , 90o , 135o ) , dan level kuantisasi 8 , sedangkan pada parameter KNN dengan nilai k = 1 di keempat parameter KNN yang digunakan . Kata kunci: Skoliosis, Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM), K-Nearest Neighbor (K-NN) ABSTRACT The curvature and posture of the spine is very important in in measuring the level of health problems in the human body. The wrong posture of the spine can affect health in the body such as muscle tension and back pain. Scoliosis is one of the abnormalities in the bones that make the spine curl to the left and right sides. So the abnormality can interfere with the effectiveness of the spine function. This final project aims to create a system that can detect abnormalities in the spine on X-ray images, so that the system can automatically sort the scoliosis gap according to the direction of slope and the doctor only determines the degree of slope. The creation of this system is expected to help sort out X-ray image classification data, so that it is expected to help the data classification process quickly and accurately. In this Final Project, the image used is the result of CT imaging from X-ray results which consists of several counting processes. The system uses the extraction method feature Gray Level Co-Occurance Matrix (GLCM) to get extract level from the image of the health diagnostic tool with the .jpg format. Then the extract level results are classified with K-Nearest Neighbor (KNN) so that there will be 3 classifications namely normal human backbone, dextroscoliosis disorder and levoskoliosis disorder. This testing is conducted using 128 images of spinal, with the composition of each image class having 53 normal images, 36 decstroscoliosis images and 39 levoskoliosis images. So that obtained the best accuracy ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 4675 2 of 84.84% in a system that uses second-order GLCM parameters in four parameters, a distance of 3 pixels with direction (0o , 45o , 90o , 135o ), and the quantization level of 8, while the KNN parameter with a value of k = 1 in the four KNN parameters used. Keywords: Scoliosis, Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM), K-Nearest Neighbor (K-NN)
Klasifikasi Tipe Emosi Arousal Pada Sinyal Eeg Dengan Metode Support Vector Machine Nur Arviah Sofyan; Rita Purnamasari; Sugondo Hadiyoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi Brain Computer Interface saat ini telah menyebar dalam kasus mengklasifikasikan emosi berdasarkan sinyal otak (EEG) pada manusia, yang dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari DEAP. Salah satu parameter emosi yang difokuskan di sini adalah tipe emosi arousal dengan jangkauan dari rendah (uninterested) ke tinggi (excited). Penelitian ini menerapkan Principal Component Analysis sebagai ekstraksi fitur. Tidak hanya itu, ekstraksi fitur juga dilakukan secara statistik. Sedangkan untuk klasifikasi fitur menggunakan Support Vector Machine dengan akurasi maksimum yang hanya mampu mencapai 60% yang menandakan sistem masih membutuhkan perbaikan untuk penelitian selanjutnya. Kata Kunci: EEG, PCA, SVM, deteksi emosi Abstract The development of Brain Computer Interface technology nowadays has spread out in a case of classifying emotions based on brain signal (EEG) in human, which in this work using a set of secondary data from DEAP. One of the emotion parameters being focused on here is arousal with the range from low (uninterested) to high (excited). This study is applying Principal Component Analysis as the feature extraction. Not only that, feature extraction also being done statistically. As for feature classification is using Support Vector Machine with the maximum accuracy that only able to reach 60% which still needs improvements in the system for future works. Keyword : EEG, PCA, SVM, emotion detection
Analisis Sinyal Radar Cuaca Menggunakan Discrete Cosine Transform Wibisono Sabdo Utomo; Rita Purnamasari; Sofia Saidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hujan merupakan salah satu fenomena cuaca yang merupakan jatuhnya cairan yang jatuh dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku ke permukaan bumi. Radar merupakan teknologi yang sagat bermanfaat bagi manusia, dimana radar dapat menentukan sesuatu pada jarak tertentu, dan prinsip kerja pada radar seperti prinsip kerja pada otak lumba-lumba. Radar sangat sering digunakan untuk menentukan cuaca setiap hari. Dan umat manusia sangat membutuhkan radar untuk menjalankan aktifitas, sebagai pemantauan dini bencana yang akan terjadi agar kerusakan dapat diminimalisir . Tugas akhir ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana pengolahan sinyal radar cuaca yang akan menggunakan metoda DCT (Discrete Cosine Transform). Hasil pengolahan akan dihitung bagaimana performansinya dengan perhitungan yang telah ditentukan, data yang terdapat pada web tersebut yang nantinya akan diambil sampel sebagai pembanding dengan hasil yang sudah menggunakan metoda DCT, yang dimana tanggal, waktu, dan tipe telah ditentukan. Perbandingan yang akan dilakukan adalah membandingkan bagaimana optimasi pengolahan sinyal menggunakan DCT dimulai dari proses sampai data diterima, dan juga ketepatan atau hasil yang diterima apakah mengalami perubahan atau tidak. Penggunaan block size sangat mempengaruhi nilai performansi. Dari data yang di uji terlihat block size 4x4 memiliki performansi terbaik dari 7 block size yang di uji dengan nilai SNR 308.934, PSNR 283.194, dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kompresinya 48.4186 detik. Kata kunci: IDRA, DCT (Discrete Wavelet Transform), 4TU.Center for Reasearch Data Abstract Radar is a technology that is very beneficial for humans, where radar can determine something at a certain distance, and the working principle on radar is like the working principle of a dolphin brain. Radar is very often used to determine the weather every day. And humanity really needs radar to carry out activities, as early monitoring of disasters that will occur so that damage can be minimized. This final project aims to discuss how to process weather radar signals that will use the DCT (Discrete Cosine Transform) method. The processing results will be calculated how the performance with the predetermined calculations, the data contained on the web which will be sampled as a comparison with the results that have used the DCT method, where the date, time and type have been determined. The comparison that will be made is to compare how the optimization of signal processing using DCT starts from the process until the data is received, and also the accuracy or the results received whether it changes or not. The use of block size greatly affects the value of performance. From the data tested, the block size 4x4 has the best performance out of the 7 block sizes tested with the values of SNR 308,934, PSNR 283,194, and the time needed to compress 48.4186 seconds. Keywords: IDRA, DCT (Discrete Wavelet Transform), 4TU.Center for Reasearch Data
Analisis Sinyal Radar Cuaca Menggunakan Discrete Wavelet Transform Aliefiya Rachman; Rita Purnamasari; Sofia Saidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak IDRA (IRCTR Drizzle Radar) adalah radar resolusi tinggi yang dibangun oleh IRCTR (International Research Centre for Telecommunications-Transmission and Radar) di Belanda. IDRA ditujukan untuk pengamatan terperinci distribusi spasial dan temporal dari hujan atau gerimis. Pada penelitian ini, pengolahan sinyal pada radar IDRA ditambahkan metode DWT (Discrete Wavelet Transform) dan IDWT (Invers Discrete Wavelet Transform) sebagai fungsi kompresi dan dekompresi. Metode wavelet dapat digunakan untuk menunjukkan kelakukan sementara (temporal), untuk meningkatkan kualitas data, dapat juga digunakan untuk mendeteksi kejadian-kejadian tertentu.  Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk mencari performansi dari refklektifitas radar setelah ditambahkan metode wavelet pada pengolahan sinyalnya. Performansi dari reflektifitas radar didapat dari nilai MSE, PSNR, dan SNR yang dilakukan pada proses pengujian .  Kata kunci: IDRA, DWT (Discrete Wavelet Transform), 4TU.Center for Reasearch Data Abstract IDRA (IRCTR Drizzle Radar) is a high resolution radar built by IRCTR (International Research Center for Telecommunications-Transmission and Radar) in the Netherlands. IDRA is intended for detailed observation of the spatial and temporal distribution of rain or drizzle.  The Research of signal processing on IDRA radar is added by DWT (Discrete Wavelet Transform) and IDWT (Inverse Discrete Wavelet Transform) methods as a compression function. The research is validated with actual data that already exists on the web (4TU.Center for Research Data). From the web, several data samples have been taken, processed by adding DWT and IDWT methods to the data. After processing, the performance value between sample data and decompression data is calculated. Keywords: IDRA, DWT (Discrete Wavelet Transform), 4TU.Center for Reasearch Data
Co-Authors Abdurrahman Rahim Thaha Aditia Tarigan Aditia, Tarigan Agung Adinegoro Aji Fajar Suryo Antoro Alfin, Muhammad Aliefiya Rachman Anam, Nasehun Anatasya Bella Anatasya Bella Andriyan Bayu Suksmono, Andriyan Bayu Angga Rus Dinar Annaria Anggi Putri Siagian Anton Wachidin Widjaja Ariando Ariando Awlia, Winda Bainuri, Aulia Novria Basudewa, Muhammad Imansyah Bimo Rian Tri Nugroho Citra Fairuz Ghina Dadan Nur Ramadan Darmawan, Galang Aditya Dewi Zakiawati Dimarta, Rafli Caesario Dimata, Rafli Caesario Edwin Rizki Handiarno Efri Suhartono Estananto Fahmi Oscandar Faisal Nur Achsani Fatur Rizki, Dwiki Feliana Putri Anindyta Efendi Felix Pidha Hilman Fenty Alia Firos Fathul Alam Fitriah Halimah Fityanul Akhyar Gading Aurelia Nabila Lubis Gaol, Satya Wira Fernanda Lumban Gelar Budiman Hannissa Sanggarini Hashfi Fadhillah Hasril Hasril INDRA PRATAMA PUTRA SALMON Indrarini Dyah Irawati Inung Wijayanto Irawan, Meisi Iwan Iwut Tritoasmoro Janah Eka Widiarni Jony Oktavian Haryanto Kamil, Muhammad Zulvikar Fadlillah KHAERUDIN SALEH Khaerudin Saleh Khairul Anas Kris Sujatmoko Ledya Novamizanti Lubis, Gading Aurelia Nabila M.Fauzi Ishak M.Fauzi Ishak Mahanani, Edo Lutfi Majid, Muhammad Adam Mangesti, Dewi Sri Mas Sarwoko Suraatmadja Mohamad Ramdhani Mua, Edward Christhoper Muhamad Reinaldi Kurniawan Muhammad Fikri Aufa Muhammad Hablul Barri Muhammad Obi Nugraha Murnisari Dardjan Murnisari Dardjan Murnisari Dardjan Mustikasari, Ira Nani Murniati Nugraha Nugraha Nugraha Nugraha Nur Arviah Sofyan Nur Ibrahim Nurwan Reza Fachrurrozi Parameswara, Prastama Agung Yusuf Pramuji, Mochammad Chandra Prasojo, M Heru Pratama , M Hidayatullah Pratiwi, Yullia Sartika Putri Purwanto Purwanto Putu Harry Gunawan R. Yunendah Nur Fu’adah Raditiana Patmasari Rahman, Muhammad Harits Rahman, Nurfadilah Ramadhana, Rexy Yusuf Ratnasari, Pungky Eka Ratri Dwi Atmaja Resandy, Refsi Reza Yudistira Rizki Amalia Ulfa Rizki, Chaerul Rustam Rustam Rustam Saputra, Efa Maydhona SAPUTRA, EFA MAYDHONA Sasmi Hidayatul Yulianing Tyas Satria Mandala Savitri Amalia Siti Lainatul Afifah Siti Zahrotul Fajriyah Soetedjo, Erlangga Rahmat SOFIA SAIDAH Suci Aulia Sugondo Hadiyoso Suryo Adhi Wibowo Syauqi, Nabil Ali Syifa Nurgaida Yutia Tarigan Aditia Taufik Yumna Tilawatila, Wawa Tora Fahrudin Wahid, Gloria Shekinah Florensia Wahidin Wahidin Wibawa, Made Hady Sadya Wibisono Sabdo Utomo Yonita Ersalina Leksono Yoren, Muhammad Ikhlashul Yudhi Afriyana Yudiansyah Yudiansyah Yulinda Eliskar Yunita Sri Wulandari, Kristina Yurika Ambar Lita Yurika Ambar Lita Yuti Malinda Yuti Malinda