Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

BASMALAH AS A PROTECTION FOR BALA`: THE TRADITION OF WRITING BASMALAH EVERY 1 MUHARRAM AT ISLAMIC BOARDING SCHOOLS AL-MAHRUSIYAH LIRBOYO KEDIRI Umayah, Rina Dewi; Zainal Abidin, Ahmad; Kusumawati, Ita Rahmania
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No. 2 December 2022
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v7i2.3314

Abstract

This paper discusses one of the unique phenomena of the living Quran, which is the tradition of writing Basmalah every 1 Muharram at the Al-Mahrusiyah Islamic Boarding School Lirboyo Kediri, which is done 113 times on a piece of paper, individually, without being known to others, and without speaking. This study explains how the santri (students) of Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah practice the Basmalah tradition, the basis of the practice, and how the tradition is understood. Using a descriptive phenomenological method, this paper finds: first, this practice is carried out in a series of events, such as the reading of the end and the beginning of the year prayers followed by the giving of ijazah, then the santri (students) practice this tradition individually. Second, the basis used by the santri (students) refers to the Kanzūl an-najāḥ wa surūr and Khazīnatu al-Asrār and Ḥasiyah Tafsīr al-Baiḍāwi books. Third, based on the reading of Frazer's theory, it can be found that: 1) from the aspect of the Law of nature: the tradition of writing basmalah is prayer and hope or an effort to protect one's self to God, 2) from the principle aspect: santri write basmalah on a paper by writing which is attributed to certain phenomena, 3) from the practice side: using a series of prayers, and consists of several taboos that must be avoided, such as not being allowed to speak while writing basmalah. Overall, the above phenomenon shows the function of the Qur'anic verse as lidaf'i-l-al-bala` (repelling reinforcements), tahsīn (fortress or protection), and jalbīl manāfi' (getting benefit).
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN BERUJUNG DAMAI Zahrotun Nadhifah; Ita Rahmania Kusumawati
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i1.1723

Abstract

Kekerasan seksual mencakup tindakan yang melibatkan penghormatan dan martabat perempuan. Meskipun tidak selalu diatur oleh hukum, kekerasan semacam itu seringkali terjadi. Secara kriminal, beberapa tindakan kekerasan seksual saat ini belum dimasukkan dalam ranah pidana, meskipun seharusnya sebagian dari perbuatan tersebut juga dianggap sebagai tindak pidana kekerasan seksual. Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan menjadi semakin kompleks ketika hal tersebut terjadi di lingkungan keluarga sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan pengambilan sumber data menggunakan teknik wawancara berlokasi di LSM WCC Jombang. Hasil penelitian ini adalah sosialisasi bertujuan membentuk budaya yang menolak kekerasan seksual dan mendorong kesehatan seksual yang positif. Melalui perubahan budaya, diharapkan masyarakat dapat bersatu untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Pengetahuan yang lebih baik tentang dampak dan konsekuensi kekerasan dapat membantu masyarakat mengenali tanda-tanda bahaya dan merespon secara lebih efektif. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan akan terjadi peningkatan dalam pelaporan kasus kekerasan seksual. Sosialisasi dapat memperkuat keyakinan masyarakat bahwa pelaporan adalah langkah yang penting, dan memberikan informasi tentang proses penanganan kasus tersebut.
The Relevance ff Law Number 12 Of 2022 on Efforts To Protect The Rights ff Women Victims ff Sexual Harassment Feminist Legal Theory Perspective Faqih Fiddin, Abdullah; Kusumawati, Ita Rahmania
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1230

Abstract

Kejadian pelecehan seksual termasuk cat calling merupakan suatu bentuk kekerasan pada Perempuan yang menjadi sebuah permasalahan khusus yang sering terjadi disekitar kita. Terlebih yang terjadi dilingkungan kampus yang korbannya tentunya para mahasiswi yang berada dikampus tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis relevansi Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam upaya perlindungan hak Perempuan korban pelecehan seksual, khususnya cat calling dengan menggunakan perspektif feminist legal theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data utama berupa wawancara dengan mahasiswi kampus Unhasy yang mengalami cat calling. Selain itu data juga diperoleh melalui observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan interpretasi. Merujuk pada hasil penelitian menunjukan bahwa UU Nomor 12 Tahun 2022 memiliki relevansi dalam upaya perlindungan hak Perempuan korban pelecehan seksual termasuk cat calling. Namun perspektif feminist legal theory mengkritisi adanya bias patriarki yang dapat menghambat keadilan serta kesetaraan gender dalam perlindungan hukum. Hal inilah yang menjadi sorotan tentang pentingnya pemberdayaan Perempuan dan penghapusan diskriminasi dalam upaya mencapai keadilan dan perlindungan hak Perempuan. Incidents of sexual harassment, including catcalling, are a form of violence against women which is a special problem that often occurs around us. Moreover, what happened on campus was that the victims were of course female students on campus. This research aims to analyze the relevance of Law Number 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence in efforts to protect the rights of women who are victims of sexual harassment, especially catcalling, using a feminist legal theory perspective. This research uses a qualitative approach with the main data source being interviews with Unhasy campus students who experienced catcalling. Apart from that, data was also obtained through observation and documentation studies. Data analysis was carried out using descriptive and interpretation methods. Referring to the research results, show that Law Number 12 of 2022 has relevance in efforts to protect the rights of women who are victims of sexual harassment, including catcalling. However, the feminist legal theory perspective criticizes the existence of patriarchal bias which can hinder justice and gender equality in legal protection. This highlights the importance of empowering women and eliminating discrimination in efforts to achieve justice and protect women's rights.
Peran Pesantren Lansia Darus Syifa’ Jombang Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Fisik Dan Mental Lansia Erisa Veriany Nur Annisa; Kusumawati, Ita Rahmania; Noho, Muhammad Dzikirullah H.
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 12 No. 2 (2024): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v12i2.575

Abstract

Senior Islamic boarding schools represent an innovative approach to elderly empowerment that can enhance the quality of life for older adults. This study aims to explore the role of Darus Syifa' Senior Islamic Boarding School in Jombang in improving the physical and mental well-being of elderly individuals. Using a qualitative research approach with a case study method, the research involved  elderly participants. Data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that Darus Syifa' Senior Islamic Boarding School significantly contributes to improving elderly welfare through religious guidance programs, social activities, and holistic health support. The boarding school's programs effectively enhance the elderly's quality of life across spiritual, psychological, and social dimensions. The research concludes that the Islamic boarding school-based elderly empowerment model can serve as an effective alternative for improving elderly well-being in Indonesia.
NILAI FILOSOFIS KACAR KUCUR DALAM PERKAWINAN ADAT JAWA PERSPEKTIF AL-‘ADAH AL-MUHAKKAMAH DI DESA KERAS KABUPATEN JOMBANG Alkhusni, Muhammad Fatih; Kusumawati, Ita Rahmania; Mu’allim, Much.
TAHKIM Vol. 20 No. 2 (2024): TAHKIM
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/thk.v20i2.8363

Abstract

Pelaksanaan adat kacar kucur dalam konteks pernikahan Jawa, yang merupakan tradisi turun-temurun dengan makna mendalam. Adat ini melibatkan pengantin pria yang menuangkan biji-bijian, rempah-rempah, dan uang logam ke pangkuan pengantin wanita, melambangkan tanggung jawab suami dan simbolisasi kasih sayang. Nilai filosofis yang terkandung dalam prosesi ini mencakup pengayoman, ketenangan, dan penghormatan antara suami dan istri, serta peran penting orang tua dalam membimbing pasangan pengantin. Dalam perspektif al-‘adah al-muhakkamah, kacar kucur dianggap tidak bertentangan dengan hukum Islam, sehingga eksistensinya tetap terjaga dalam masyarakat modern. Penelitian ini menekankan bahwa adat kacar kucur bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual yaitu yang terdapat dalam al-qur’an surat an-nisa’ ayat 34, bahwa “Pria (suami) adalah pemangku pada tiap-tiap Wanita (istri) dikarenakan Allah sudah memperbesar mayoritas mereka (pria) pada mayoritas yang lain (wanita) dan sebab itu mereka (pria) sudah menafkahkan bebrapa dari kekayaannya. Kata Kunci: filosofi, kacar kucur, adat jawa, al-‘adah al-muhakkamah ABSTRACT Implementing the Kacar Kucur custom in the context of Javanese weddings, which is a tradition passed down from generation to generation with deep meaning. This custom involves the groom pouring grains, spices, and coins into the bride's lap, symbolizing the husband's responsibilities and symbolizing affection. The philosophical values ​​contained in the process include protection, calm and respect between husband and wife, as well as the important role of parents in guiding the bridal couple. In the perspective of al-'adah al-muhakkamah, kacar kucur is considered not to conflict with Islamic law, so its existence is maintained in modern society. This research emphasizes that the Kacar Kucur custom is not just a tradition, but also reflects spiritual values, namely those contained in the Al-Qur'an, Surah An-Nisa' verse 34, that "Men (husbands) are the guardians of every woman ( wives) because Allah has enlarged their majority (men) over the majority of others (women) and because of that they (men) have spent some of their wealth. Keywords : philosophy, kacar kucur, Javanese customs, al-'adah al-muhakkamah
ANCAMAN PERNIKAHAN ANTARAGAMA TERHADAP KONSEP TOLERANSI BERAGAMA DI INDONESIA STUDI KASUS DI DESA MEJOYOLOSARI, KECAMATAN GUDO KABUPATEN JOMBANG Yazid Abrori; M. Dzikirullah H. Noho; Ita Rahmania Kusumawati
YUSTISI Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v10i2.18656

Abstract

Pernikahan, sebagai ikatan suci antara dua individu, seringkali menjadi sorotan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, dalam konteks keberagaman agama dan budaya, pernikahan beda agama menjadi isu yang kompleks dan seringkali memicu terjadinya konflik. Pernikahan beda agama di Indonesia merupakan fenomena kompleks yang melibatkan persimpangan antara nilai-nilai agama, norma sosial, dan ketentuan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menguraikan kompleksitas tersebut dengan menganalisis aspek hukum, sosial, dan agama yang melingkupi pernikahan beda agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data didapatkan menggunakan jenis kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pernikahan beda agama di Indonesia menyajikan paradoks antara nilai-nilai toleransi dan ketentuan hukum. Larangan resmi terhadap pernikahan beda agama menciptakan dilema bagi pasangan yang memilih untuk menjalin hubungan lintas agama, di tengah tekanan sosial dan hukum. Namun hukum Islam memberikan pandangan bahwa secara umum, pernikahan berbeda agama adalah haram. Karena jika agama sepasang suami-isteri berbeda, maka akan timbul beberapa kesulitan di lingkungan keluarga. Semisal dalam pelaksanaan ibadah, pendidikan, antara peraturan makan dan minum, tradisi keagamaan, dan lain sebagainya Kata Kunci: Pernikaham, Beda, Agama, Toleransi.
ANCAMAN PERNIKAHAN ANTARAGAMA TERHADAP KONSEP TOLERANSI BERAGAMA DI INDONESIA STUDI KASUS DI DESA MEJOYOLOSARI, KECAMATAN GUDO KABUPATEN JOMBANG Yazid Abrori; M. Dzikirullah H. Noho; Ita Rahmania Kusumawati
YUSTISI Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v10i2.18656

Abstract

Pernikahan, sebagai ikatan suci antara dua individu, seringkali menjadi sorotan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, dalam konteks keberagaman agama dan budaya, pernikahan beda agama menjadi isu yang kompleks dan seringkali memicu terjadinya konflik. Pernikahan beda agama di Indonesia merupakan fenomena kompleks yang melibatkan persimpangan antara nilai-nilai agama, norma sosial, dan ketentuan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menguraikan kompleksitas tersebut dengan menganalisis aspek hukum, sosial, dan agama yang melingkupi pernikahan beda agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data didapatkan menggunakan jenis kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pernikahan beda agama di Indonesia menyajikan paradoks antara nilai-nilai toleransi dan ketentuan hukum. Larangan resmi terhadap pernikahan beda agama menciptakan dilema bagi pasangan yang memilih untuk menjalin hubungan lintas agama, di tengah tekanan sosial dan hukum. Namun hukum Islam memberikan pandangan bahwa secara umum, pernikahan berbeda agama adalah haram. Karena jika agama sepasang suami-isteri berbeda, maka akan timbul beberapa kesulitan di lingkungan keluarga. Semisal dalam pelaksanaan ibadah, pendidikan, antara peraturan makan dan minum, tradisi keagamaan, dan lain sebagainya Kata Kunci: Pernikaham, Beda, Agama, Toleransi.
RELIGION AND CULTURE BASED ARTS SUSTAINABILITY MODEL IN THE “AMONG” SYSTEM: EMPIRICAL STUDY IN BUTUH, THE WAYANG HAMLET Kusumawati, Ita Rahmania
ARTISTIC : International Journal of Creation and Innovation Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/artistic.v5i2.6437

Abstract

It is scarce to find a village where most of its citizens are engaged in traditional wayang crafts, especially if the most residents are Muslims. Moreover, the number of puppets needed to fulfill shadow puppet shows is limited throughout the world. However, the fact shows that Butuh Hamlet has a majority of residents who work as wayang artisans and still exist today, a model for the continuation of traditional arts in facing tough challenges and is an example of the sustainability of traditional arts in facing tough challenges, both externally and internally. This sustainability can be seen in the number of residents who still pursuing the crafting profession, which craft are still the main source of income for residents. Butuh Hamlet has received the title of Kampung Berseri (a beautiful and clean village). Apart from that, they also continue to work on strengthening the wayang craft with the Among System: caring for, fostering, and sharpening each other in developing the wayang craft. The sustainability of wayang as a means of livelihood and a medium for preaching (da'wah) has made the lives of artisans better.
Manfaat Program Inklusi di Sekolah Terhadap Keterampilan Sosial Siswa Dengan Disabilitas di SLBN Jombang Iswatus Sa’adah; Ita Rahmania Kusumawati; Muhammad Dzikrullah H. Noho
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat program inklusi bagi siswa penyandang disabilitas di SLB Negeri Jombang. Program inklusi merupakan pendekatan pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki disabilitas, sehingga penting untuk memahami kontribusinya terhadap perkembangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 1 hingga 6 di SLB Negeri Jombang yang dipilih secara purposive karena terlibat langsung dalam program inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman, yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program inklusi berkontribusi pada perkembangan siswa penyandang disabilitas dengan menanamkan nilai-nilai karakter, seperti pengenalan dan penghargaan terhadap perbedaan, tanggung jawab, rasa percaya diri, serta keterampilan sosial yang baik. Kesimpulannya, program inklusi di SLB Negeri Jombang efektif dalam merangsang perkembangan karakter siswa penyandang disabilitas. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan program pendidikan inklusi yang lebih baik dan menekankan pentingnya dukungan dari pihak sekolah serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi siswa penyandang disabilitas.  
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI DESA MELALUI OPTIMALISASI PENGELOLAAN BUMDES BUDIDAYA LELE DI DESA PATEAN KECAMATAN BATUAN Ita Rahmania Kusumawati; Mohammad Hidayaturrahman; Rovi Dani
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v1i2.87

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi pengelolaan BUMDes budidaya lele Al-Barokah di desa Patean Kecamatan Batuan kabupaten Sumenep. Target khusus yang diharapkan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan mengelola BUMDes bagi para pengelola BUMDes Al-Barokah, pemuda karang taruna, dan ibu-ibu PKK. Kegiatan ini dilakukan selama dua bulan, yang terdiri atas kegiatan sosialisasi, FGD, dan pendampingan dalam menyusun laporan keuangan melalui Microsoft Excel. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terbentuknya peluang bisnis aneka kuliner olahan lele pada kelompok PKK, terwujudnya laporan keuangan BUMDES budi daya lele secara digital (computerized), dan inovasi pengelolaan BUMDes budidaya lele yang meningkat secara perlahan namun signifikan, sehinggamembantu akses ekonomi masyakarat.